The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
DUEL



Arthur terlihat bingung dengan situasi yang ia hadapi saat ini, Ace sudah memasang posisi bertarung dengan Angel yang sudah berada di belakangnya.


Sesosok Angel yang mampu membuat Arthur bergetar ketakutan ketika melihatnya, sesosok Angel yang memiliki wujud mirip dengan makhluk cosmic, dan nama dari Angel itu adalah Stardust.



"Ada apa? Kenapa kau masih diam dan terlihat ketakutan seperti itu?" Ujar Ace ketika melihat Arthur yang bergetar ketakutan.


"A-Ace, apa maksudmu ingin melihat kemampuanku?" Tanya Arthur dengan tangan yang gemetaran.


"Apa kau tidak mengerti maksudku?" Tanya Ace balik.


Arthur hanya diam saja, sebenarnya ia tahu kalau Ace sedang menantangnya untuk berduel.


Namun, ketika Arthur melihat Stardust milik Ace, dirinya seketika membeku dan tidak bisa melakukan apa-apa.


"Kalau kau tidak mengeluarkan Demon mu sekarang kau akan mati!" Ace mulai mengancam Arthur agar mau mengeluarkan Demon miliknya.


"Tidak, Ace salah satu dari kita akan mati jika kita melakukan ini" ucap Arthur.


"Kau tidak akan mati jika kau cukup kuat" sahut Ace.


Arthur pun kembali terdiam setelah mendengar ucapan dari Ace. Kesabaran Ace mulai habis, ia merasa geram karena Arthur masih diam dan belum mengeluarkan Demonnya.


"Keluarkan atau mati! Stardust!!" Ace berteriak dan memerintahkan Angelnya untuk menyerang Arthur.


Stardust milik Ace pun langsung menerjang ke arah Arthur untuk mencoba menyerangnya.


*Zing.....


Sebelum tangan Stardust menyentuh wajah Arthur, Red Devil tiba-tiba muncul dan menepis tangan itu dengan trisula miliknya.


"Heh... Indah sekali" ucap Ace setelah melihat Red Devil milik Arthur.


"Tidak-tidak, Ace aku tidak ingin memulai pertarungan ini!!" Seru Arthur, ia benar-benar tidak ingin bertarung melawan Ace sekarang.


"Kenapa tidak? Aku dengar Demon itu lebih kuat dari pada Angel" Ace membentangkan kedua tangannya, ia benar-benar ingin bertarung melawan Arthur sekarang.


Tiba-tiba, Stardust milik Ace ber teleportasi ke belakang Arthur. Stardust mengayunkan tangannya kembali untuk menyerang Arthur.


Arthur pun segera berbalik dan melindungi badannya dengan trisula milik Red Devil. Sepertinya, Ace benar-benar memaksa Arthur untuk mau bertarung melawannya.


"Lihat!! Jika kau tidak menyerang ku aku akan membunuhmu sekarang!!" Ace mulai mengancam Arthur agar Arthur mau menyerangnya.


Stardust berpindah tempat kembali, kini Angel milik Ace itu berada tepat di sebelah Arthur.


Arthur sontak terkejut ketika melihat Stardust sudah berada di sampingnya, Stardust milik Ace pun kembali mengayunkan tangannya, dan kini tangan itu berhasil mengenai tubuh Arthur.


"Akhhh!!!" Arthur berteriak ketika tiba-tiba pandangannya menjadi hitam.


Dan ketika Arthur membuka kembali matanya, alangkah terkejutnya dia ketika menyadari dirinya berada di sebuah tempat mirip di luar angkasa.



'Apa itu? Dan dimana aku? Aku tidak bisa merasakan apa-apa' Arthur bertanya-tanya sendiri di dalam hatinya.


Arthur melihat ribuan bintang yang sangat indah. Namun, Arthur tidak mengetahui kalau ternyata ia telah terjebak di dalam tubuh Stardust milik Ace.


"Arthur, kau berada di dalam dimensi kekosongan, kau tidak akan bisa merasakan apapun di sana selain kekosongan" tiba-tiba suara Ace terdengar menggema di pikiran Arthur.


"Ace, keluarkan aku!" Arthur berteriak kepada suara Ace yang terdengar di pikirannya.


"Ada dua cara untuk keluar dari kekosongan itu, pertama kau bisa keluar jika aku sendiri yang mengeluarkan mu, kedua... Cari tahu sendiri" Ace tidak menyebutkan cara kedua untuk keluar dari dimensi kekosongan miliknya.


"Ace!!!!" Arthur berteriak sangat kencang hingga suaranya seolah menggema ke seluruh dimensi.


"Bagaimana ini, perasaan aneh ini benar-benar menyiksaku!!" Arthur mulai panik, ia benar-benar tidak bisa berpikir jernih sekarang.


Di dalam dimensi kekosongan tidak ada waktu, dimensi itu benar-benar terpisah dari dunia nyata.


Jadi walaupun Arthur terjebak di sana selamanya, ia tidak akan pernah menua. Namun, jika Ace sampai terbunuh dan Arthur masih belum keluar dari sana, maka ia akan terjebak selama-lamanya di dalam dimensi kekosongan.


Tidak bisa menua, tidak bisa mati, tidak bisa merasakan apapun kecuali kehampaan, itulah yang terjadi jika seorang manusia terjebak di dimensi kekosongan milik Stardust.


"Aku harus segera keluar dari sini, perasaan ini benar-benar menyiksaku!" Arthur merapatkan kedua tangannya.


Arthur lalu mencoba mengingat-ingat kembali nasihat dari Fergie. Bahwa dalam pertarungan, seseorang harus bisa setenang air.


"Percuma, aku tidak bisa menemukan ketenangan di sini" ucap Arthur.


Arthur tidak bisa menenangkan dirinya sendiri, setiap ia mencoba untuk tenang, maka kekosongan kembali ia rasakan.


Arthur saat ini sedang melayang-layang di dimensi kekosongan, ia bisa saja keluar dari sana sekarang jika Ace yang mengeluarkannya.


Namun, Ace sepertinya tidak akan mengeluarkan Arthur dari dimensi kekosongannya. Jadi, mau tak mau Arthur harus memikirkan sendiri bagaimana caranya ia keluar dari dimensi itu.


"Hmm, dimensi kekosongan, tempat ini bernama dimensi kekosongan tapi banyak bintang yang bertaburan di sini" ucap Arthur.


Tidak tahu pasti sudah berapa lama Arthur berada di dimensi itu. Namun saat ini Arthur tetap diam sembari memikirkan caranya ia bisa keluar.


"Kekosongan tapi bertabur bintang, hmm... Tunggu dulu!!" Tiba-tiba Arthur menyadari sesuatu "dimensi kekosongan yang dia maksud jangan-jangan... Kekosongan pikiran!" Arthur menyadari kalau dimensi kekosongan yang dimaksud oleh Ace adalah perasaan kekosongan yang menyerang pikirannya.


"Jadi begitu, bintang-bintang itu, kekosongan yang ia maksud adalah pikiran, kalau begitu..."


Arthur mengayunkan tangannya ke belakang, ia lalu mencoba untuk memanggil Demon miliknya.


"Red Devil"


Namun, Red Devil tidak muncul walaupun Arthur sudah memanggil namanya.


"Heh, sudah aku duga, Ace!! Aku sudah mengerti cara untuk keluar dari dimensi milikmu ini!!" Arthur berteriak kepada pikirannya sendiri.


Arthur lalu melesat ke depan dan mengambil sebuah batu cristal berbentuk lancip.


Kemudian, Arthur mengarahkan bagian lancip itu ke kepalanya. Arthur mengambil nafas, ia nampak sedikit ragu untuk melakukan rencananya.


"Red Devil!!!"


*bughhhh....


Arthur berteriak memanggil Demon nya sembari menghantamkan batu cristal itu ke kepalanya.


"Arghhhhh!!" Dahi Arthur berdarah, ia memegangi dahinya dengan tangan kirinya.


Namun, sepertinya rencana Arthur berhasil, Red Devil telah muncul di belakangnya. Arthur sengaja menghantamkan batu cristal itu ke kepalanya untuk mengalihkan perasaan kosong yang berada di kepalanya.


"Hehe, berhasil, sekarang aku harus menjaga fokusku agar kau tidak hilang kembali" ujar Arthur kepada Red Devilnya.


"Sekarang untuk rencana utamanya, entah ini akan mengeluarkan ku atau malah membunuhku!!" Arthur terlihat seperti memberikan sebuah perintah kepada Red Devil.


Kemudian, Red Devil mengangkat trisulanya dan mengeluarkan sebuah aura merah yang langsung menyebar ke segala penjuru dimensi.


Ketika Red Devil melakukan itu, Arthur terlihat seperti menahan sakit. Tubuhnya seketika di penuhi oleh keringat dan otot-otot di tubuhnya menegang.


Rawrrrr!!!


Red Devil mengaum dan membuat aura yang keluar dari trisulanya semakin besar. Perlahan-lahan, susunan bintang yang berada di dimensi itu mulai menghilang dan menyisakan sebuah ruang kosong berwarna hitam.


Tubuh Arthur pun mulai tersedot ke dalam ruangan hitam itu beserta dengan Red Devilnya.


"Arghhhhh!!" Arthur berteriak dan memejamkan matanya ketika tubuhnya tersedot ke dalam ruangan hitam.


Setelah Arthur membuka matanya, ia melihat Ace yang sedang berdiri di depannya. Nampaknya, Arthur telah berhasil keluar dari dimensi kekosongan milik Ace.


"Oh, hebat juga kau bisa keluar" ujar Ace setelah melihat Arthur keluar dari tubuh Stardust.


"Uhuk-uhukk" Arthur mencoba untuk memegangi dahinya yang berdarah.


Namun, Arthur kaget ketika menyadari bahwa dahinya tidak mengeluarkan darah sama sekali, padahal Arthur yakin sekali kalau dahinya bocor setelah ia menghantamnya menggunakan batu cristal sewaktu berada di dimensi kekosongan.


"Huh? Kenapa kau terlihat heran seperti itu? Katamu kau sudah tahu tentang dimensi kekosongan milikku" ujar Ace kembali.


"Ace!! Jangan pernah masukkan aku ke sana lagi!!" Seru Arthur.


"Tenang saja kau tadi hanya terjebak selama satu tahun kok" ucap Ace.


"A-apa?! Bagaimana bisa?!!" Arthur terkejut mendengar kalau dirinya ternyata berada di dimensi kekosongan selama satu tahun.


"Tidak-tidak aku hanya bercanda, kau hanya pergi selama satu menit di waktu normal, tapi aku jamin kau merasa lebih lama ketika berada di dimensi kekosonganku kan?"


"Iya, dan aku juga yakin kalau kepalaku berdarah, tapi aku tidak kenapa-kenapa di sini" ujar Arthur yang keheranan.


"Itu karena kau tidak terhubung ke dunia nyata, kau tidak bisa mati di dimensi ku bahkan jika kau melakukan bunuh diri sekalipun" tutur Ace.


"Tapi aku terkesan kau bisa mengeluarkan Demon mu disana" sambungnya.


*ceklek...


Pintu yang berada di atap itu tiba-tiba terbuka dan Clara langsung keluar dari pintu itu sembari membawa tiga tas di tangannya.


"Heh, aku sudah mencari kalian kemana-mana tahu!! Ini bekal untuk kalian nanti!" Clara pun memberikan kedua tasnya kepada Arthur dan Ace.


"Uh, terima kasih" ucap Arthur setelah menerima tasnya.


"Hmm, jangan repot-repot" tutur Ace.


"Ingatlah, mungkin besok kita tidak akan bisa kembali lagi, jadi kita harus menikmati waktu yang masih ada" ujar Clara.


"Aku baru saja menikmati waktu luang ku yang terakhir" sahut Ace sembari tersenyum ke arah Arthur.