The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
MIMPI



Saat Vampiro dan Annabelle telah berhasil membentuk sebuah aliansi, para manusia yang berada di koloni Fergie justru sibuk merayakan kematian Scarecrow. Mereka semua berpesta bersama di dalam bangunan tempat tinggal mereka, banyak makanan dan minuman yang tersaji di setiap tempat.


Sehingga orang-orang itu terus menari dan berpesta dengan meriah. Tak terkecuali juga para remaja yang berhasil selamat, mereka di elu elu kan layaknya seorang pahlawan.


Namun sayang, bintang utamanya yaitu Arthur justru tak terlihat sama sekali di pesta itu. Hanya ada Roberto, Vince, dan Brian yang terlihat sangat menonjol. Sedangkan Ace dan Alexander sedang berada di ruangan Fergie.


Untuk Arthur, ia lebih memilih untuk bersembunyi di kamarnya dari pada ikut berpesta. Di temani oleh Clara dan Avis, Arthur sedang menikmati waktu istirahatnya untuk memulihkan lukanya.


"Hmm, sepertinya pestanya benar benar meriah ya, apa kau yakin tidak mau keluar Avis?" Ujar Arthur yang sedang berbaring di ranjangnya.


"Benar, Avis seharusnya kau ikut berpesta bersama mereka" timpal Clara.


"Kau juga seharusnya ikut berpesta Clara, aku bisa menjaga diriku sendiri" sahut Arthur.


"Hehe, aku tidak terlalu suka pesta" kekeh Clara.


Sedangkan Avis, gadis cilik itu sedang sibuk membaca buku di bangku yang terletak di samping ranjang Arthur. Bola mata gadis cilik itu bahkan tidak bergerak sama sekali sangking fokusnya.


"Avis?" Panggil Arthur kembali.


"Ah iya? Ada apa?" Sahut Avis yang baru sadar.


"Apa kau tidak mau ikut berpesta?" Tanya Arthur.


Avis langsung menggelengkan kepalanya, ia benar-benar sudah memantapkan niatnya untuk menjaga Arthur sekarang.


"Tidak, aku ingin menjaga kak Arthur di sini" ujar Avis dengan penuh keyakinan.


Arthur dan Clara tertawa mendengar ucapan Avis itu. Menurut mereka, Avis adalah seorang gadis cilik yang sangat menggemaskan. Sayangnya, gadis cilik itu harus mengalami sebuah kejadian yang sangat mengerikan di depan matanya sendiri.


Untung saja mental Avis masih baik baik saja sehingga ia masih bisa tersenyum dan bersikap normal layaknya anak kecil pada umumnya.


"Hahaha Avis, seharusnya aku yang menjagamu" ujar Arthur dengan tawanya yang mulai mereda.


"Fufufu... Aku bisa menjaga Arthur di sini, jadi kau tidak usah khawatir" timpal Clara yang masih terkekeh pelan.


"Kalau aku tidak di sini nanti hantu bersayap akan menculik kak Arthur" ujar Avis secara tiba-tiba.


Arthur pun kaget bukan main setelah mendengar ucapan gadis kecil itu, hantu bersayap? Pikiran Arthur langsung tertuju kepada Venus. Tak ada hantu lain yang ada di pikirannya sekarang kecuali hantu legenda ke 12 itu.


"Hei Avis, apa maksudmu?" Tanya Arthur kepada Avis.


"Arthur kenapa? Wajahmu tiba-tiba pucat" Clara memperhatikan gelagat aneh Arthur dengan heran.


"Tadi malam aku bermimpi, kak Arthur terbaring di sebuah ladang, lalu ada hantu hitam bersayap yang sedang berdiri di depannya" tutur Avis.


Arthur langsung syok seketika, ucapan Avis itu sama persis seperti kejadian sewaktu ia berada di Curse Field. Dimana setelah Scarecrow tewas, Venus menghampiri Arthur yang sedang tak berdaya dan berdiri di hadapannya.


"Bagaimana bisa?!" Pekik Arthur yang merasa tak percaya.


"Arthur ada apa?!" Clara mulai panik karena Arthur terus bertingkah aneh.


Arthur memang belum bercerita apapun kepada Clara tentang apa yang terjadi di dalam Curse Field. Bahkan, gadis itu lupa kalau dirinya bertingkah aneh sewaktu berada di Curse Field, dimana saat itu semua remaja perempuan tiba-tiba ketakutan dan tidak mau masuk ke dalam Curse Field.


Arthur awalnya mengira kalau hal itu di sebabkan oleh Scarecrow, namun nyatanya Venus lah yang melakukan hal itu entah apa tujuannya.


"Avis, kau benar-benar bermimpi seperti itu?" Tanya Arthur kembali, ia ingin memastikan ucapan Avis itu bukan kebetulan semata.


"Iya, aku tidak bohong" jawab Avis.


"Ceritakan semuanya kepadaku! Semuanya tentang apa yang terjadi di dalam Curse Field!" Ucap Clara dengan tegas.


Arthur mengatur pernafasannya agar dirinya lebih tenang, Arthur tidak bisa bercerita jika ia tidak tenang.


"Clara, apa yang kau ingat sewaktu berada di Curse Field?" Tanya Arthur.


"Tidak banyak, hanya saat kita datang dan akan pulang saja" jawab Clara.


"Kau tidak ingat kalau kau tiba-tiba bertingkah aneh dan tidak mau masuk ke dalam Curse Field?" Tanya Arthur kembali.


Sekarang, ganti Clara yang di buat kaget dengan ucapan Arthur. Clara benar-benar tidak bisa mengingat kejadian dimana dia bertingkah aneh dan tidak mau masuk ke dalam Curse Field.


"A-apa maksudmu?" Tanya Clara.


"Clara, bukan kita yang mengalahkan Scarecrow" ujar Arthur.


"Eh?! Lalu siapa?" Pekik Clara.


"Venus, hantu legenda ke 12, dia datang ke Curse Field dan membunuh Scarecrow" tutur Arthur.


Tubuh Clara sampai tersentak ketika mendengar cerita itu, cerita yang sangat sulit untuk di percaya itu benar-benar terdengar nyata ketika di ceritakan oleh Arthur. Terlebih lagi, Clara tidak melihat kebohongan sekali di mata Arthur.


"Venus?" Clara benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Iya, aku juga tidak tahu apa tujuannya, tapi yang pasti cerita Avis tadi benar-benar akurat, mimpinya benar-benar sama seperti yang aku alami di Curse Field" ujar Arthur.


"T-tapi kenapa kau bisa terluka?" Tanya Clara kembali.


"Hmm, aku menggunakan sebuah jurus yang berbahaya, beberapa organ dalam ku sampai tergeser karena aku melesat dengan kecepatan tinggi" tutur Arthur sembari memegangi lukanya.


"Apa kita akan menghadapi Venus dalam waktu dekat?" Clara langsung merasa cemas ketika membayangkan mereka akan bertarung melawan Venus.


"Aku juga tidak tahu, tapi yang pasti para perempuan tidak akan bisa ikut jika kita bertarung melawannya" ujar Arthur.


"Kenapa? Apa maksudmu?!"


"Venus mempunyai sebuah kekuatan aneh yang membuat perempuan tiba-tiba bertingkah aneh dan merasa ketakutan" uca Arthur.


Clara pun langsung terdiam setelah mendengar hal itu, ia mulai berpikir betapa tak bergunanya dirinya sewaktu berada di Curse Field.


"Jadi... Aku tidak berguna ya?" Ujar Clara dengan ekspresi sedih.


"Hei tidak tidak, jangan berbicara seperti itu, justru kekuatan mu itu sangat berguna untuk tim ini" Arthur yang melihat Clara sedih pun langsung mencoba untuk menghiburnya.


"Kakak kakak!!" Panggil Avis secara tiba-tiba.


Arthur dan Clara pun langsung menoleh ke arah Avis secara serentak "Ya? Ada apa Avis?".


"Hati-hati" ucap Avis.


Arthur dan Clara kompak saling berpandangan, mereka merasa bingung dengan Avis yang secara tiba-tiba menyuruh mereka untuk berhati-hati.


"Hati-hati kenapa Avis?" Tanya Arthur.


"Hmm, nanti kakak juga akan tahu sendiri" jawab Avis dengan ekspresi tersenyum.