
Annabelle juga ikut terheran heran melihat Arthur yang tiba-tiba terkapar. Namun, Annabelle masih sedikit merasa shock ketika mengingat ia hampir berhasil di serang oleh Arthur.
"Arthur!!!" Clara berteriak memanggil nama Arthur namun tak ada sahutan apapun darinya.
Clara mulai meneteskan air matanya ketika melihat Arthur tak bergerak sama sekali, ia bahkan merasakan nafasnya tersengal-sengal dan tak kuasa menahan tangisnya sendiri.
Berbeda dengan Clara, Annabelle yang masih shock terus memandangi tubuh Arthur yang sedang terkapar di tanah. Annabelle merasa ada yang tak beres dengan tubuh Arthur.
"Cih, berani-beraninya kau mengganggu pertarungan ku!!" Geram Annabelle sembari menoleh ke belakang.
Annabelle menyadari bahwa ada campur tangan Vampiro di balik tumbangnya Arthur, hantu vampir itu menyerang Arthur tepat sebelum trisula Red Devil menyentuh tubuh Annabelle.
Namun, Annabelle terlihat tidak senang dengan hal itu, ia menatap Vampiro dengan tatapan tajam dan Vampiro hanya tersenyum dengan sinis ke arahnya.
"Apa? Aku juga ingin bertarung melawannya" ujar Vampiro dengan nada yang sinis.
"Bocah ingusan seperti mu sebaiknya duduk manis saja dan menonton!!" Bentak Annabelle.
Tak cukup sampai di situ, Annabelle pun langsung melesat ke arah Vampiro dan menyerangnya menggunakan sehelai benang yang sangat tajam. Tubuh Clara pun akhirnya terbebas dari benangnya Annabelle, dengan langkah kaki yang gontai, ia menghampiri Arthur yang sedang terkapar tak berdaya.
"Arthur... Hiks, bangunlah!!" Clara menggoyangkan tubuh Arthur.
Namun sayang, tak ada tanggapan sama sekali dari Arthur. Ia tetap menutup matanya dan terlihat tak bernafas sama sekali, Clara yang merasa khawatir pun langsung menempelkan telinganya ke dada Arthur.
Sayang sekali, ia tak merasakan jantung Arthur berdetak. Tangisan Clara pun semakin kencang ketika menyadari bahwa Arthur sudah tak bernyawa. Ia memeluk tubuh Arthur dalam pangkuannya dengan air mata yang mengalir dengan deras.
"Arthur!!!" Seru Clara dengan suara yang lantang.
Di saat Clara sedang menangis tersedu-sedu karena kematian Arthur, Vampiro dan Annabelle justru bertengkar satu sama lain.
"Apa kau pikir aku butuh bantuan mu?! Jika aku mau aku bisa membunuh mereka berdua dari tadi!!" Seru Annabelle.
"Tenanglah Annabelle, apa kau lupa? Aku lah yang mengajakmu untuk beraliansi, jadi aku juga berhak menyerangnya" timpal Vampiro.
Namun, Annabelle yang sudah terlanjur marah tidak mau mendengarkan pembelaan Vampiro. Ia terus mengeluarkan benangnya untuk menyerang Vampiro namun Vampiro masih bisa menghindarinya.
"Kau mengajakku beraliansi karena kau tak mampu mengalahkan para manusia itu!!" Bentak Annabelle ketika sedang berhenti menyerang.
"Jangan begitu Annabelle, ayolah pengertian sedikit, jika kita bergabung dan berhasil mengalahkan para manusia, Eternity akan senang dengan kita" ujar Vampiro.
"Kata-kata mu sama busuknya seperti bangkai, aliansi kita batal karena Albert tidak datang!!" Balas Annabelle.
"Yah karena bocah Demon itu sudah mati maka tak ada yang aku khawatirkan lagi" ucap Vampiro tanpa rasa bersalah.
Kata-kata itu pun kembali membuat Annabelle meradang, emosinya benar-benar memuncak karena Vampiro yang bersikap seenaknya.
"Akhirnya kau mau mengaku juga dasar vampir brengsek!!" Seru Annabelle yang merasa kesal.
"Tenanglah kita akan bicarakan itu nanti, sekarang biarkan aku mencicipi darah gadis cantik itu" Vampiro menjilat bibirnya dan menatap Clara yang sedang memangku Arthur.
Ia pun berubah menjadi seekor kelelawar dan terbang menghampiri Clara.
"Hai nona" sapa Vampiro yang sudah berubah kembali menjadi manusia.
Clara tak menggubris sama sekali ucapan Vampiro, ia tetap memeluk kepala Arthur sembari menangis tersedu-sedu.
"Sudahlah jangan menangis lagi, dia memang pantas untuk mati, jadi kau tidak perlu menangisi dia lagi" tutur Vampiro sembari berjongkok di samping Clara.
Tangisan Clara seketika langsung terhenti setelah ia mendengar kata-kata itu, tangannya mengepal dengan erat hingga membuat urat-uratnya terlihat dengan jelas.
"Oh kau marah ya dengan ucapanku?" Tanya Vampiro.
Tanpa basa-basi, Clara langsung mengeluarkan Angelnya dan langsung menyerang Vampiro yang sedang berada di sebelahnya.
"Beraninya kau berbicara seperti itu kepadaku!!!" Bentak Clara sembari menatap Vampiro dengan tajam.
"Ya ampun, kenapa kalian para wanita suka marah-marah karena sebab yang tak jelas?" Ujar Vampiro ketika sedang berada di udara.
"Jaga mulutmu dasar bodoh!!" Annabelle mencoba mengikat Medusa kembali menggunakan benangnya.
Untungnya Clara dengan sigap menghindar sehingga Medusa tak terkena jeratan benang dari Annabelle.
"Apa kau pikir serangan yang sama akan berhasil menyerang ku?!" Seru Clara setelah berhasil menghindari serangan dari Annabelle.
"Jangan sombong dasar bocah!!" Annabelle kembali menyerang Clara.
Namun Clara berhasil menghindari serangan Annabelle tanpa luka sedikitpun. Vampiro hanya melihat pertarungan itu dari atas pohon, ia membiarkan Annabelle bertarung melawan Clara sendirian.
"Oh... Itu Angel yang sangat cantik" ucap Vampiro ketika menatap Medusa.
Tiba-tiba, tangan kiri Vampiro mulai berubah menjadi batu secara perlahan, Vampiro keheranan ketika melihat tangannya sendiri yang mulai menjadi batu.
"Huh?! Kenapa?!!"
Vampiro tak sadar jika ia sedikit terpikat dengan kecantikan Medusa, karena itulah perlahan-lahan tangannya mulai berubah menjadi batu.
"Sialan!! Kutukanku tidak bisa mencegahnya!" Vampiro mencoba menangkalnya menggunakan kutukannya namun gagal.
Vampiro mulai panik ketika sikunya juga sudah berubah menjadi batu, karena tak punya pilihan lain, akhirnya ia memutuskan untuk memotong tangannya sendiri.
"Masa bodoh!! Aku bisa meminta Frankenstein untuk menyambungnya kembali!" Ujar Vampiro setelah memotong lengan kirinya.
Kini, amarahnya langsung meluap, ia menatap Clara yang sedang bertarung melawan Annabelle dengan tatapan tajam. Vampiro marah kepada Clara karena kehilangan lengan kirinya akibat kekuatan Medusa.
"Akan aku hisap darahmu sampai habis sekarang!!" Ucap Vampiro seraya melesat ke arah Clara.
Clara yang sibuk menghindari serangan Annabelle pun tak menyadari kalau Vampiro sedang melesat ke arahnya. Alhasil, ia pun berhasil tertangkap dan di cekik oleh Vampiro.
"Kau ikut campur lagi?!" Annabelle merasa geram melihat Vampiro yang kembali mencampuri pertarungannya.
"Akhhhhh!! Uhuk!" Clara kesulitan berbicara karena Vampiro mencekiknya dengan kuat.
"Boleh juga kekuatanmu, lengah sedikit saja aku pasti sudah menjadi batu" ujar Vampiro dengan tatapan tajam.
Pandangan Clara mulai buram karena kesulitan bernafas, Angelnya telah hilang karena fokusnya yang teralihkan, sehingga sekarang Clara tak bisa menyerang Vampiro untuk menyelamatkan dirinya.
"Akan aku minum darahmu hingga habis tak tersisa!!" Vampiro membuka mulutnya dan menunjukkan taringnya.
Annabelle hanya menatap kejadian itu, dimana Vampiro sudah bersiap menggigit dan menghisap darah Clara.
"Selamat makan..." Vampiro menjilat bibirnya sebelum menggigit leher Clara.
Namun tiba-tiba....
"Fa...Fa...Fa...Fa...!!!" Sebuah suara tawa yang menggelegar tiba-tiba terdengar.
Vampiro pun langsung berhenti ketika mendengar suara itu, Annabelle pun juga ikut terkejut karena suara tawa yang tiba-tiba terdengar.
"Fa...Fa...Fa!! Bantuan sudah datang!!!"
*Bughhhh....
Sun Go Kong tiba-tiba datang dari langit dan langsung memukul kepala Vampiro menggunakan tongkatnya hingga membuatnya terkapar seketika.