The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
KETAKUTAN FERGIE



Setelah melalui pertempuran yang panjang, Ace beserta teman-temannya yang lain pun langsung bergegas pulang ke koloni mereka untuk menceritakan tentang kehadiran Venus kepada para ketua.


Untuk Arthur, ia masih menjalani perawatan yang intensif karena luka yang ada pada tubuhnya cukup parah. Namun luka itu tidak separah luka yang di berikan oleh George Devil sehingga Arthur tidak perlu merasa khawatir dengan kondisi tubuhnya.


Dan sekarang, Ace beserta Alexander sedang berada di ruangan Fergie bersama dengan para ketua yang lainnya. Mereka berdua ingin menceritakan tentang kedatangan Venus yang tiba-tiba ikut campur dengan pertempuran mereka.


"Benarkah seperti itu?!" Tanya Fergie dengan tatapan yang tajam.


"Dia muncul secepat ini? Apa dia punya tujuan yang lain?" Timpal Bernard.


"Iya tuan, Venus datang dan bertarung melawan Scarecrow" ujar Ace yang sedang berdiri.


"Ini semakin menarik, hihihi..." Joker tertawa cekikikan mendengar cerita Ace dan Alexander.


"Situasi mungkin lebih berbahaya dari yang kita kira, apa ini waktunya kita untuk turun ke pertempuran?" Tanya Eddie.


"Semua itu tinggal menunggu keputusan tuan Fergie" sahut Joseph.


Setelah itu, para ketua yang lainnya langsung kompak memandang ke arah Fergie. Mereka semua ingin mendengar jawaban dari ketua tertinggi di koloni mereka itu. Namun sudah lewat beberapa menit, jawaban yang mereka nantikan tidak juga terdengar.


Suasana hening langsung menyelimuti semua orang yang sedang berada di ruangan itu, mereka semua menunggu jawaban dari Fergie namun orang tua itu masih diam seribu bahasa.


"Tuan? Bagaimana keputusanmu?" Tanya Paul yang sudah tidak sabar.


"Tidak!" Tegas Fergie.


Para ketua pun tersentak setelah mendengar jawaban itu, mereka semua memang menunggu jawaban dari Fergie namun bukan kata tidak yang mereka harapkan akan keluar dari mulut Fergie.


"Ada apa tuan? Kenapa anda menolak?" Tanya Eddie.


"Tetap pada rencana! Kalau memang kita tidak bisa membunuh semua hantu legenda, setidaknya kita sudah mengurangi jumlah mereka" tutur Fergie.


"Kita bisa membunuh mereka semua karena kita punya Arthur" ucap Alexander secara tiba-tiba.


Hal itu pun sontak saja langsung memancing amarah dari para ketua yang merasa tersinggung. Alexander pun harus puas menerima bentakan keras dari para ketua yang merasa tersinggung dengan ucapannya.


"Apa maksudmu berbicara seperti itu?!" Tanya Eddie dengan tatapan tajam.


"Kau pikir bocah Demon itu mampu melawan semua hantu legenda sendirian?!" Timpal Bernard dengan nada tinggi.


"Iya, Arthur mampu melakukannya" jawab Ace secara tiba-tiba.


Lagi-lagi, ucapan dari dua remaja itu sukses memancing emosi dari beberapa ketua. Mereka merasa tersinggung dan di remehkan dengan kata-kata yang keluar dari mulut Ace dan Alexander.


Bahkan, Paul langsung berdiri dari kursinya dan berjalan menghampiri Ace dan Arthur. Wajahnya menunjukkan ekspresi marah yang sangat jelas, tatapannya tajam setajam elang yang ingin menerkam mangsanya.


Dan anehnya, beberapa bunga dan tumbuhan tiba-tiba muncul di sekitar kaki Paul setelah ia menginjakkan kakinya ke lantai. Ace dan Alexander terlihat sangat kebingungan ketika melihat hal itu, bagaimana bisa bunga tumbuh di lantai keramik yang bahkan tidak ada tanah di sekitarnya.


Nampak sekali kalau hal itu di sebabkan oleh Paul sendiri, kekuatan yang di miliki oleh Angelnya mampu membuat hal mustahil itu bisa terjadi.


"Kami tidak butuh bocah yang lancang seperti kalian berdua!" Ucap Paul yang sudah semakin dekat dengan Ace dan Alexander.


"Paul berhenti!!" Perintah Fergie.


Namun, Paul tidak mendengarnya dan terus melangkahkan kakinya mendekati dua remaja itu. Ace dan Alexander pun langsung bersiaga karena mereka mengira akan di serang oleh Paul. Namun tiba-tiba....


*Zing....



Death 13th milik Joker langsung menodongkan sabitnya tepat di leher Paul sebelum ia menyerang Ace dan Alexander. Paul yang sedikit kaget pun langsung berbalik dan menatap Joker.


"Apa-apaan kau?!" Tanya Paul dengan tatapan tajam.


"Jika kau menyentuh mereka berdua walau hanya menggunakan satu jarimu saja, maka aku tidak akan menahan diriku sendiri!!" Ancam Joker sembari mengeluarkan senyum sinisnya.


"Berhenti kalian berdua!!" Bentak Fergie dari tempat duduknya.


"Kalian semua keluarlah!! Biarkan aku berbicara dengan dua anak ini sendirian!!" Sambungnya.


Fergie benar-benar sangat marah sekarang, nampak sekali kerutan yang berada di dahinya terbentuk dengan jelas. Wajahnya sudah sangat memerah, dan para ketua yang lainnya langsung ketakutan ketika melihat kemarahan Fergie itu.


Tanpa menunggu apa-apa lagi, satu persatu ketua pun mulai berjalan keluar dari ruangan dan hanya menyisakan Ace dan Alexander yang masih berdiri di tempatnya. Setelah hanya tersisa tiga orang, Fergie pun mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri dan mulai menginterogasi Ace dan Alexander.


"Biar aku tanya lagi, kalian berdua melihat Venus bertarung melawan Scarecrow dengan mata kalian sendiri?" Tanya Fergie dengan nada yang lebih tenang.


"Iya tuan!" Jawab Ace dan Alexander secara serentak.


"Dan kalian masih bisa hidup setelah kalian melihatnya? Apa dia tidak berniat untuk membunuh kalian?" Tanya Fergie kembali.


"Setahu kami tidak, karena Venus tidak terlihat terlalu peduli kepada kami berdua, dia hanya mengincar Arthur" jawab Ace.


"Mereka tetap mengincar Arthur?!" Fergie memijit pelipisnya sendiri.


"Setelah itu kami tidak tahu apa-apa lagi, kami lengah dan Scarecrow berhasil merubah kami menjadi boneka jerami" ujar Alexander.


"Kami tidak ingat apa-apa setelah itu sebelum pada akhirnya Scarecrow tewas dan kami berhasil berubah menjadi manusia kembali" timpal Ace.


Fergie pun mendengarkan cerita dari dua remaja itu dengan fokus, ia mendengarkan dan mencerna setiap kata yang keluar dari mulut dua remaja itu.


"Kami melihat Arthur yang terbaring dan Venus yang sedang berdiri di dekatnya, kami pun langsung berlari ke arahnya karena kami mengira kalau Venus akan membawa Arthur pergi" ujar Alexander kembali.


"Namun Venus langsung pergi menjauh setelah melihat kami berdua" sambung Ace.


"Dia menjauh setelah melihat kalian berdua?!" Ucap Fergie dengan wajah tak percaya.


Pasalnya, tidak mungkin hantu sekelas Venus akan takut dengan dua orang manusia pengguna Angel biasa. Hal itulah yang menjadi pertanyaan di pikiran Fergie, mengapa hantu legenda ke 12 itu memilih untuk pergi setelah melihat kehadiran Ace dan Alexander.


"Kami juga tidak tahu kenapa dia bisa pergi, namun yang pasti kami sangat bersyukur karena dia tidak berniat melawan kami" ujar Ace.


"Ya tentu saja, bahkan jika kalian semua bertarung melawannya kalian belum tentu akan menang" tutur Fergie.


"Tapi tuan, kekuatan Arthur sangatlah besar, bahkan saya merasa kalau kekuatan Arthur masih belum berada di puncaknya, tapi dia sudah mampu membunuh George Devil sendirian" sanggah Alexander.


"Ya aku tahu akan hal itu, aku memang sangat takut kepada Venus karena aku sudah pernah melihat kekuatannya dengan mata kepalaku sendiri" ujar Fergie.


"Jika begitu maka Arthur lah satu satunya harapan kita untuk mengalahkannya" sahut Ace.


"Tidak, di dalam koloni kita ada dua orang yang mampu mengimbangi atau bahkan mungkin mampu membunuh Venus, pertama adalah Arthur dan yang kedua adalah...".