The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
MAKHLUK PEMINDAH DIMENSI



Astrid menebas dinding lorong itu dengan Angelnya, namun, dinding itu sama sekali tidak tergores dan masih terlihat utuh.


"Uh? Dinding ini sama sekali tidak tergores?" Ujar Astrid yang keheranan setelah melihat hasil tebasan Angelnya.


"Kenapa bisa begitu? Coba kau tebas lagi" suruh Aaron.


*Tzing...


Astrid kembali menebas dinding itu, namun tetap saja dinding itu tidak tergores sama sekali. Dinding itu seperti kebal dengan pedang milik Valkyrie.


"Menyebalkan sekali! Sepertinya kita benar-benar telah keluar dari dunia nyata!" Astrid pun semakin yakin kalau sekarang ia dan Aaron telah masuk ke dimensi lain.


"Tapi... Aku tidak tahu hantu apa yang telah menjebak kita, dan kalau kita tidak menemukan hantu itu kita tidak akan bisa keluar dari sini" ujar Aaron.


"Bodoh! Aku juga tahu hal itu!" Bentak Astrid.


Mereka berdua pun terlihat kebingungan sekarang, baik Astrid ataupun Aaron sama-sama tidak tahu harus melakukan apa untuk bisa keluar dari dimensi itu.


"Aaron, apa kau punya ide?" Tanya Astrid.


"Huh? Bukankah sudah aku katakan kalau ideku adalah memancing hantu itu agar masuk ke sini" jawab Aaron.


"Bagaimana caranya kau memancing hantu itu?! Kau kira dia ikan?" Astrid menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri, ia tidak mengerti dengan pemikiran Aaron.


"Ya habisnya mau bagaimana lagi, kalau begini terus kita bisa mati kelaparan karena kehabisan makanan" ujar Aaron.


Astrid pun kembali memikirkan bagaimana caranya bisa keluar dari dimensi ini, ia tahu untuk keluar dari dimensi ini ia dan Aaron harus mengalahkan hantu yang menjebak mereka di dalam dimensi itu.


Tapi, masalahnya hantu itu sama sekali tidak muncul di dimensi itu, Astrid dan Aaron tidak bisa menemukannya walaupun mereka sudah berjalan di lorong itu cukup lama.


"Hah... Hah... Aku lelah" Aaron mendudukkan tubuhnya, ia lalu membuka tasnya dan meraih botol minuman.


"Ck, begitu saja kau sudah lelah!" Astrid berdecak kesal melihat Aaron yang duduk.


Namun, Astrid pun kemudian ikut beristirahat dan duduk di samping Aaron.


"Hmm, kau sendiri juga istirahat" ucap Aaron dengan wajah datarnya.


"Aku kan perempuan, jadi wajar kalau aku lelah, karena fisik ku jauh lebih lemah darimu" sahut Astrid sembari merebut botol minuman Aaron.


Aaron pun terlihat diam saja ketika Astrid mengambil minumannya, ia sebenarnya tahu kalau Astrid membawa minuman sendiri tapi Aaron juga ingin berbagi kepada temannya.


"Huh, segar sekali, hei Aaron! Menurutmu hantu apa yang sedang menjebak kita sekarang?" Tanya Astrid sembari memberikan botol minuman itu kembali.


"Aku tidak tahu pasti, tapi aku tahu ada beberapa hantu yang bisa melakukan hal ini" sahut Aaron sembari menerima botol minumnya.


"Kau tahu? Dari mana kau tahu hal itu?" Astrid pun terlihat keheranan ketika mendengar ucapan Aaron.


"Yah, kakek buyutku sering bercerita kepadaku tentang hantu dan kemampuannya" tutur Aaron.


Mendengar penuturan dari Aaron tersebut, Astrid pun semakin merasa penasaran dan memaksa Aaron untuk terus bercerita.


"Cepat ceritakan! Hantu apa saja yang bisa menjebak manusia ke dimensi lain!" Seru Astrid.


"Mmm..." Aaron memegang dagunya sembari mencoba mengingat-ingat ucapan kakek buyutnya.


"Kalau tidak salah... Kakek buyutku bilang, hantu Kalong Wewe lah yang suka menculik anak-anak" ucap Aaron.


"Hei, apa kau pikir kalau kita adalah anak-anak?" Sahut Astrid sembari menepuk kepalanya Aaron.


"Bukan begitu, bukankah hantu di jaman sekarang ini tidak pandang bulu? Baik kita anak-anak ataupun orang dewasa mereka akan tetap memangsa kita" timpal Aaron.


Astrid pun terlihat berpikir sejenak, ia sepertinya tahu tentang hantu yang baru saja di sebutkan oleh Aaron.


"Kalong Wewe, aku rasa aku pernah mendengar nama hantu itu" ucap Astrid.


"Nama lainnya adalah Wewe Gombel , apa kau pernah mendengarnya? Dia berwujud nenek tua berwajah jelek dengan payudara yang menggantung ke bawah" Aaron mencoba untuk mendeskripsikan makhluk bernama Kalong Wewe tersebut.


"Ah iya!! Aku pernah dengar hantu itu!!" Pekik Astrid.


Namun setelah Astrid berhasil mengingatnya, lorong yang mereka tempati saat ini tiba-tiba berubah bentuk menjadi gumpalan daging.


"Ehh?! Kenapa ini?!" Astrid pun merasa panik ketika melihat kejadian itu.


Astrid pun berhasil meraih tangan Aaron tersebut, ia pun di tarik oleh Aaron menuju ke dekapannya.


"Spider!!" Seru Aaron.



Mahkluk berkaki enam itu tiba-tiba muncul di belakang Aaron dan langsung membawa Aaron dan Astrid menjauh menggunakan jaringnya.


Kalian tidak boleh lari...


Segumpal daging tiba-tiba saja muncul dari bawah dan menerjang kedua remaja yang sedang terikat tersebut hingga jatuh.


"Akhhh!!" Aaron meringis kesakitan ketika tubuhnya menghantam lantai yang sudah berubah menjadi daging.


"Aaron!! Kau tidak apa-apa?" Astrid pun terlihat panik karena mengira Aaron sedang terluka.


"Tidak apa-apa, dia sudah muncul sekarang! Kita harus mengalahkannya agar bisa keluar dari tempat ini!!" Seru Aaron.


"Tapi.. Kita akan kesulitan untuk bertarung di tempat seperti ini" Astrid kesulitan untuk menyeimbangkan dirinya di atas gumpalan daging.


"Spider!!" Aaron memanggil kembali mahkluk berkaki 6 yang bernama Spider tersebut.



"Buatkan kami pijakan dari jaring mu!" Aaron memerintahkan makhluk itu untuk membuat sebuah pijakan.


Setelah mendapatkan perintah, mahkluk bernama Spider itu pun mulai membuatkan sebuah pondasi menggunakan jaring laba-laba miliknya.


"Ini Angel milik mu?" Tanya Astrid.


"Benar, dia adalah Spider" sahut Aaron.


"Heh menarik sekali, ayo kita serang dia sama-sama, Valkyrie!!"


Kini, Aaron dan Astrid telah sama-sama memanggil Angel mereka. Mereka berdua telah siap bertempur melawan hantu bernama Kalong Wewe tersebut.


**Tzing...


*Zring*...


Astrid menebas gumpalan daging itu menggunakan pedang Valkyrie nya, sedangkan Spider milik Aaron membuat sebuah putaran dengan kakinya yang mengakibatkan beberapa daging ter cincang.


Sakit!


Perbuatan mereka berdua pun sontak langsung memancing amarah hantu tersebut. Akibatnya, mereka berdua pun di sedang menggunakan gumpalan daging.


*Tzing...


Valkyrie milik Astrid berhasil menebas gumpalan daging yang menyerang mereka tersebut.


"Iyuh, itu menjijikan sekali!!" Astrid bergidik geli melihat gumpalan daging yang baru saja ia tebas.


"Jangan di lihat!" Ujar Aaron.


"Cepat kalahkan dia! Aku serasa mau muntah!!"


Aaron dan Astrid pun bergantian menyerang tubuh Kalong Wewe tersebut, namun mereka berdua tidak bisa menemukan tubuh aslinya. Sehingga serangan Aaron dan Astrid terlihat tidak ada gunanya sama sekali.


"Aaron! Daging ini seperti tidak ada habisnya!" Seru Astrid sembari memotong-motong daging tersebut.


"Kau benar! Kalau begini bisa-bisa tenaga kita akan terkuras habis sebelum menghadapi George Devil!" Sahut Aaron.


Kalian akan terkurung di sini selamanya!


Suara dari Kalong Wewe tersebut berhasil membuat Aaron dan Astrid berhenti menyerang untuk sejenak.


"Heh?! Apa maksudmu! Kami akan menemukan tubuh aslimu dan mencincangnya, dengan begitu kami bisa keluar dari sini!" Balas Astrid.


Hahahaha... Walaupun aku mati kalian akan tetap terjebak di sini untuk selamanya!!