
"Akhirnya kau datang juga, pangeran" sambut Vampiro dengan senyuman sinisnya.
Albert sang hantu legenda ke 4 baru saja tiba di kastilnya, tepat setelah Vampiro dan Annabelle membentuk sebuah aliansi. Walaupun sadar kalau ia terlambat, Albert tidak menunjukkan raut wajah bersalah, ia bahkan tidak menggubris sambutan dari Vampiro dan berjalan melewatinya begitu saja.
'Jangan sombong sialan!' Vampiro menyimpan rasa geramnya dalam hati.
Tak mungkin bagi Vampiro untuk memarahi Albert di depan wajahnya sendiri, karena Vampiro juga sadar kalau Albert adalah hantu yang sangat kuat.
"Albert! Annabelle sudah menunggumu di ruangan tengah, pergilah ke sana!" Seru Vampiro.
Lagi-lagi, Albert tidak menjawab perintah tersebut. Ia terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam kastil tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Albert terus berjalan dengan logat bangsawannya, tubuhnya tegak dan hentakan kakinya terdengar menggema ke seluruh bagian dalam kastil.
Sampai pada akhirnya, Albert berhenti di depan dua buah pintu yang sangat megah. Albert membuka telapak tangannya dan pintu itu langsung terbuka dengan sendirinya tanpa di sentuh oleh Albert.
Dan di saat pintu itu hampir terbuka sepenuhnya, tiba-tiba...
*Tzing....
Sebuah kilatan tak kasat mata melesat menuju ke Albert, karena tak sempat untuk menghindar, leher Albert pun terpenggal dan kepalanya jatuh menggelinding di lantai.
"Itu hukuman untukmu!!" seru Annabelle dari dalam ruangan.
Nampaknya, serangan itu berasal dari Annabelle. Ia yang sudah kehabisan kesabaran langsung menyerang Albert karena merasa kesal kepadanya, Annabelle sudah menunggu pangeran itu sangat lama hingga kesabarannya benar-benar habis, karena itulah Annabelle langsung menyerang Albert begitu ia melihatnya.
"Hei hei Annabelle! Kenapa kau menyerangnya?!" Vampiro yang baru datang langsung kaget ketika melihat tubuh Albert terkapar tanpa kepala.
"Itu karena ulahnya sendiri! Berani-beraninya dia membuatku menunggu di sini sangat lama!!" Ujar Annabelle dengan tatapan tajamnya.
"Oh tidak, pangeran kita kehilangan kepala sekarang" ucap Vampiro dengan nada iba.
Ia pun duduk bersimpuh di samping tubuh Albert yang terkapar di lantai. Beberapa saat kemudian, wajah sedih Vampiro langsung berubah menjadi ekspresi sinis.
"Hehehe!! Sudah lama aku ingin melakukan ini!" Ucap Vampiro.
Vampiro membuka mulutnya dan menunjukkan taringnya, ia ingin menggigit tubuh Albert agar hantu itu hidup kembali dan menjadi seorang vampir.
"Jadi Albert, hiduplah kembali dan jadilah bawahanku!!" Vampiro meraih lengan Albert dan akan menggigitnya.
"Aku lebih memilih untuk mati dari pada menjadi bawahan hantu sepertimu!" Suara Albert tiba-tiba terdengar dan langsung menghentikan aksi Vampiro.
Vampiro pun melepaskan tangan Albert dan langsung berubah menjadi seekor kelelawar ketika sebuah pedang melayang ke arahnya. Alhasil, pedang itu pun menancap ke tembok karena Vampiro berhasil menghindarinya.
"Annabelle, kau tidak berubah sama sekali" tubuh Albert tiba-tiba bergerak dan kepalanya menggelinding kembali menuju ke lehernya.
Dengan menggunakan kekuatannya sendiri, kepala Albert pun berhasil tersambung kembali dan terlihat kalau serangan tadi tidak berpengaruh apa-apa kepadanya.
"Jangan memancingku Albert! Kalau aku mau kau sudah mati dari tadi!!" Ancam Annabelle.
"Ya aku tahu, jadi apa tujuan kita datang kemari?" Tanya Albert.
"Hei Albert! Apa-apaan itu tadi?! Apa kau mau membunuhku?!" Vampiro kembali ke wujud manusia dan langsung memaki Albert karena pedang tadi.
"Ya, aku ingin sekali membunuhmu!!" Ucap Albert dengan tatapan tajam.
Vampiro hanya menanggapi tatapan tajam itu dengan ekspresi tersenyum, tak ada rasa takut sedikitpun yang di tunjukkan oleh Vampiro walaupun Albert ingin membunuhnya.
"Langsung saja! Kenapa kau memanggilku kemari?" Tanya Albert kepada Vampiro.
"Nah ayo duduk dulu, ada hal yang ingin aku katakan kepadamu" ucap Vampiro seraya mempersilahkan Albert untuk duduk.
Albert pun berjalan menuju ke kursi yang telah di siapkan oleh Vampiro. Setelah Albert duduk, Vampiro menjentikkan jarinya dan muncullah segelas minuman berwarna merah yang tersaji di depan Albert.
"Minumlah dulu" tutur Vampiro yang duduk di samping Albert.
"Darah manusia? Ini masih segar" ujar Albert ketika memeriksa minuman itu.
"Ya, aku mengambilnya kemarin, minumlah! Tidak ada yang lebih menyegarkan dari darah manusia" ujar Vampiro.
Annabelle yang dari tadi terdiam tiba-tiba menggebrak meja dengan sangat keras. Albert dan Vampiro pun reflek langsung menatapnya.
"Jangan banyak basa-basi! Aku ingin segera pergi dari sini!" Desis Annabelle.
"Tenanglah Annabelle, iya-iya aku akan mengatakannya sekarang" ujar Vampiro yang mencoba untuk menenangkan Annabelle.
"Albert, langsung saja, aku ingin membentuk sebuah aliansi, Annabelle sudah setuju untuk ikut, lalu bagaimana denganmu?" Tutur Vampiro.
Albert yang sedang minum langsung tersedak ketika mendengar hal itu, ia bahkan tidak bisa menyembunyikan ekspresi kagetnya.
"Aliansi?!" Ucap Albert.
"Cepat atau lambat para manusia itu akan datang untuk melawan kita, dan aku yakin sekali si bodoh ini tidak akan bisa mengalahkan mereka semua" ujar Annabelle sembari menunjuk Vampiro.
Vampiro pun langsung memasang ekspresi datar setelah mendengar ucapan Annabelle. Walaupun begitu, ia pun langsung menjelaskan kepada Albert tentang tujuannya membentuk aliansi ini.
"Kalau kita bertiga bekerja sama, maka manusia itu tidak akan pernah bisa mengalahkan kita" tutur Vampiro.
"Aku memutuskan untuk ikut karena aku ingin membunuh bocah yang memiliki kekuatan Demon itu!!" Timpal Annabelle.
Pandangan Albert langsung tertuju ke Annabelle, ia sama terkejutnya ketika mendengar sesuatu yang berhubungan dengan Arthur.
"Bocah Demon? Aku bisa mengalahkannya sendirian, jadi untuk apa aku harus bergabung dengan aliansi ini?" Tanya Albert sembari meminum minumannya kembali.
"Karena Venus akan mendatangi dan membunuhmu!!" Timpal Vampiro.
Lagi-lagi, Albert kembali tersedak setelah mendengar ucapan Vampiro. Pertama bocah Demon sekarang Venus, hal-hal itu benar-benar membuat Albert pusing.
"Apa hubungannya semua ini dengan dia?!" Emosi Albert sedikit terpancing.
"Dia tidak akan pernah berani menyentuh kita jika kita bekerja sama, dia ingin melenyapkan kita" tutur Vampiro.
"Dia memang suka berbuat seenaknya, andai saja aku lebih kuat...." Annabelle menggenggam erat kedua tangannya.
Suasana sedikit memanas sekarang, Annabelle yang sedang menahan amarah secara tidak sadar mengeluarkan sedikit kekuatannya. Tembok-tembok dan lukisan terlihat tergores seperti habis di tebas menggunakan pedang.
Tak hanya itu, barang-barang yang tersusun pun tiba-tiba bergerak sendiri tanpa ada yang menyentuhnya. Vampiro yang melihat hal itu pun langsung meminta kedua hantu legenda itu untuk menghentikannya.
"Hei ayolah! Apa kalian berdua mau merobohkan kastil ku?" Pinta Vampiro.
Barang-barang yang bergerak pun kembali ke tempatnya semula, kekuatan aneh yang menggores gores tembok pun juga sudah berhenti.
"Baiklah, aku akan bergabung dengan kalian" ucap Albert sembari memejamkan matanya.
Mendengar hal itu, Vampiro pun bersorak kegirangan sementara Annabelle langsung berjalan keluar begitu saja meninggalkan Vampiro dan Albert.
"Uh... Annabelle? Kau mau kemana?" Tanya Vampiro.
"Aku ingin pulang!!!" Seru Annabelle.
"Jangan pulang dulu Annabelle!" Perintah Albert.
"Hah?! Aku sudah menunggumu sangat lama di sini, dan sekarang kau melarang ku untuk pulang?!!" Ujar Annabelle yang merasa tak terima.
"Ada hawa yang sangat mengerikan di sini, jangan keluar dulu dari kastil ini!" Tutur Albert.
Ucapan Albert itu bukan sebatas bualan semata. Pasalnya, mereka bertiga tidak sadar kalau saat ini sosok yang mereka bahas sedang mendengar obrolan mereka dari atap kastil.
"Ini pertama kalinya dalam sejarah, dimana hantu legenda bekerja sama" ucap sosok tersebut.
"Apa kalian pikir aku tidak bisa mengatasi kalian bertiga sekaligus?!!".