
Arthur, Ace dan Clara saat ini sedang berada dalam perjalanan menuju ke kota mati. Mereka bertiga terus mengikuti langkah Sun Go Kong menyusuri jalanan yang berada di pinggir hutan.
Sementara itu, Arthur terus memperhatikan Sun Go Kong dalam perjalanan, ia merasa aneh ketika melihat tingkah Angel itu yang mirip dengan manusia.
"Hei Ace, apa menurutmu dia bisa berbicara?" Arthur berbisik kepada Ace yang sedang berjalan di sampingnya.
"Kenapa kau tidak buktikan saja langsung?" Jawab Ace dengan nada acuh.
"Arthur, mana ada Angel yang bisa berbicara? Kau ini ada-ada saja" ujar Clara sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
Aku bisa bicara....
"Eh?!!"
Baik Arthur, Ace maupun Clara mereka kompak sama-sama terkejut setelah mendengar suara serak dari Sun Go Kong.
"K-kau bisa berbicara?" Clara nampak tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.
Iya...
Angel bernama Sun Go Kong itu nampak bisa berbicara layaknya manusia normal. Tidak hanya itu, ia juga bisa merubah rubah ekspresi wajahnya.
"Sungguh Angel yang sangat unik" ujar Ace.
"Bagaimana kau bisa berbicara? Bukankah seharusnya Angel tidak bisa bicara?" Arthur yang merasa heran pun bertanya langsung kepada Sun Go Kong.
Aku bisa melakukan apapun yang aku mau...
Sun Go Kong terlihat mengangkat kedua tangannya, sepertinya dia ingin menunjukkan sesuatu kepada ketiga remaja itu.
"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Clara.
Waaaargghh....
Sun Go Kong berteriak ke udara dan seketika itu juga langit yang tadinya cerah berubah menjadi mendung dan turun hujan.
"Eh?! Kenapa tiba-tiba hujan seperti ini??" Arthur terkejut ketika melihat perubahan cuaca yang mendadak itu.
"Mungkinkah ini..." Ace mencoba untuk menebak-nebak apa yang terjadi.
Aku adalah dewa, aku bisa mengatur semuanya sesukaku...
Sun Go Kong lalu memasukkan jari kelingkingnya ke dalam telinganya setelah menunjukkan salah satu kekuatannya.
"Hei, tuan dewa, apakah kau bisa merubah cuaca menjadi cerah kembali?" Pinta Clara.
"Benar, aku tahu kau memiliki kekuatan yang hebat tapi tolonglah aku tidak mau kehujanan" timpal Arthur sembari menutupi wajahnya dari air hujan.
Baiklah, waaaargghh.....
Sun Go Kong kembali mengangkat kedua tangannya dan berteriak. Seketika itu juga, langit yang gelap karena hujan tiba-tiba berubah menjadi cerah kembali.
Arthur, Ace dan Clara pun merasa kagum setelah melihat kekuatan dari Angel milik Joseph tersebut.
"Memiliki Angel yang mempunyai kekuatan dewa, tuan Joseph benar-benar luar biasa" ujar Ace.
"Tunggu, tapi tuan Fergie juga memiliki Angel berwujud dewa Buddha" timpal Arthur.
"Hah? Kau sudah pernah melihat Angel milik tuan Fergie?" Clara merasa tidak percaya kalau Arthur sudah pernah melihat Angel milik Fergie.
"Iya, aku melihatnya ketika kami berada di hutan angker yang terletak di dekat apartemen koloni ku yang lama" sahut Arthur.
"Hmm? Tuan Fergie mengeluarkan Angelnya? Memangnya hantu macam apa yang kalian hadapi?" Tanya Ace kepada Arthur.
"Umm... Kalau tidak salah tuan Fergie memanggilnya dengan sebutan wendigo" jawab Arthur.
"Wendigo? Hanya menghadapi wendigo tuan Fergie sampai mengeluarkan Angelnya?" Ucap Clara.
"Hmm? Memangnya kenapa? Bukankah mereka tipe hantu yang cukup kuat?" Ujar Arthur.
"Tidak, mereka tipe hantu yang tidak cukup kuat, itu berarti kau cukup beruntung karena bisa melihat secara langsung kekuatan Angel milik tuan Fergie" timpal Ace.
"Oh iya aku ingat! Waktu itu, Buddha milik tuan Fergie menapakkan tangannya ke tanah dan seketika itu juga tubuh ketiga wendigo itu langsung hancur menjadi debu" Arthur mengatakan pengalamannya sewaktu bersama Fergie kepada Ace dan Clara.
"Heh?! Jadi kekuatan Angel milik tuan Fergie sampai sekuat itu?" Clara merasa kagum setelah mendengar cerita dari Arthur.
"Ngomong-ngomong, tuan Sun Go Kong apa kita masih jauh?" Tanya Ace kepada Sun Go Kong.
Apa kalian sudah lelah?
Sun Go Kong bertanya kepada ketiga remaja itu, Arthur dan Ace kompak menggelengkan kepala mereka. Namun, Clara dengan wajah kelelahan langsung menjawab pertanyaan tersebut.
"Iya, aku sudah sangat lelah" sahut Clara.
"H-hei Clara, apa maksudmu?" Arthur merasa sedikit panik karena mengira Sun Go Kong akan marah kepada mereka.
Baiklah, tunggu sebentar...
Sun Go Kong tiba-tiba menghentikan langkahnya, ia lalu memasukkan jarinya ke dalam telinganya untuk mengambil sesuatu.
"Hmm, sepertinya kita akan melihat keajaiban lagi" ujar Ace ketika melihat tingkah Sun Go Kong.
Hmm... Dimana dia, oh ini dia!!!
Sun Go Kong mencabut kembali jarinya dan keluarlah sebuah cahaya berbentuk tongkat yang sangat pendek. Mungkin hanya seukuran cotton bud.
"Apa itu?" Arthur merasa heran ketika melihat benda yang baru saja keluar dari telinga Sun Go Kong tersebut.
"Itu terlihat seperti tongkat cahayanya tadi" ujar Clara setelah mengamati benda itu.
"Tuan Sun Go Kong, apa yang ingin kau lakukan dengan benda itu?" Tanya Ace.
Ruyi Jingu Bang....
Atas kehendak dari Sun Go Kong, tongkat cahaya itu seketika memanjang hampir 10 kali lipat dari ukuran sebelumnya.
Hal itu lagi-lagi membuat Arthur, Ace dan Clara tercengang. Mereka benar-benar tidak mengerti sebesar apa kekuatan yang di miliki oleh Angel berwujud dewa kera ini.
Baik, naiklah...
Sun Go Kong memerintahkan kepada ketiga remaja itu untuk menaiki tongkat cahayanya yang sudah memanjang.
"Baiklah" Ace yang pertama naik duluan lalu di susul oleh Arthur dan Clara.
"Umm... Apa yang benda ini bisa lakukan?" Clara merasa ragu ketika ia menaiki tongkat cahaya milik Sun Go Kong tersebut.
"Aku juga tidak tahu, tapi kita percaya saja kepadanya, lagi pula dia tidak akan mengkhianati kita kan?" Timpal Arthur.
"Hei, aku rasa kalian harus berpegangan" tutur Ace, ia sudah memegang tongkat cahaya itu dengan erat.
Mendengar ucapan Ace tersebut, Arthur dan Clara lantas langsung ikut memegang tongkat cahaya itu dengan erat.
Setelah melihat ketiga remaja itu sudah berpegangan, Sun Go Kong lalu mengangkat tongkat cahaya itu dengan satu tangannya.
"H-heh!! Apa yang akan dia lakukan?!" Clara merasa ketakutan ketika Sun Go Kong mengangkat tongkatnya.
Ruyi Jingu Bang, antarkan mereka ke kota mati dalam kecepatan cahaya, waaaargghh!!...
Tanpa aba-aba apapun, Sun Go Kong langsung melempar tongkat cahayanya itu ke depan. Tongkat itu pun langsung melesat dan menghilang dalam sekejap mata.
"Aaaaaa!!!" Clara berteriak sembari memejamkan matanya, ia merasa kalau dirinya baru saja terhempas dengan sangat kencang.
"Dimana ini?!" Clara langsung membuka matanya setelah mendengar suara Arthur.
"Heh?! Arthur kita ada dimana?!" Clara ikut merasa terkejut setelah melihat keadaan di sekitarnya.
Nampaknya, tongkat cahaya yang di lemparkan oleh Sun Go Kong sukses mengantarkan mereka ke tujuan dalam sekejap mata.
"Arthur, Clara, inilah kota mati" tutur Ace kepada Arthur dan Clara.
"Apa?! Tapi bukankah kita baru saja berada di pinggir hutan tadi?" Arthur merasa tidak percaya dengan Ace yang berkata kalau mereka sudah sampai di kota mati.
"Iya! Lagi pula bagaimana bisa sampai ke sini dalam sekejap saja?" Timpal Clara.
"Hmm, aku rasa itu semua karena tongkat cahaya ini" ujar Ace sembari turun dari tongkat cahaya itu.
Melihat Ace sudah turun, Arthur dan Clara pun juga ikut turun. Namun, baru saja mereka menapakkan kaki ke tanah, tongkat cahaya itu langsung melesat mundur dalam sekejap mata.
"Eh? Kemana perginya tongkat tadi?" Arthur tidak menyadari kalau tongkatnya sudah di panggil kembali oleh Sun Go Kong.
"Tongkat itu mempunyai kecepatan cahaya, jadi ia bisa melesat dalam hitungan detik saja" ucap Ace.
"Mmm... Tunggu, kenapa suasana di sini sangat gelap sekali?" Tanya Clara ketika melihat ke arah kota mati.
Mendengar ucapan Clara tersebut, Arthur pun memejamkan matanya. Ia mencoba untuk mendengarkan setiap suara yang ada di kota mati tersebut.
"Hening, benar-benar tidak ada suara sama sekali" ucap Arthur yang sudah membuka matanya kembali.
"Aku merasakan, banyak energi yang mengerikan di sana" ujar Ace sembari menunjuk ke depan.