The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
PERTARUNGAN DUA MAHKLUK TAK BERWUJUD



"Persiapkan dirimu, Angel ku akan memberikan mimpi buruk kepadamu" ujar Ace yang semakin mendekat.


Akulah mimpi buruk mu!!


Pertarungan antara Ace dan Shadow sudah semakin dekat, Ace terus melangkahkan kakinya dengan percaya diri dan Shadow sudah menunggunya dengan pedangnya.


"Siapa peduli, Stardust!!" Ucap Ace dengan nada acuh.


Stardust pun maju menerjang Shadow menggunakan tangannya yang bersinar, Shadow pun tak tinggal diam, ia juga menerjang ke arah Stardust sembari mengayunkan pedangnya.


"Bintang kejora!"


*Slash...


Sinar di tangan Stardust tiba-tiba semakin terang dan membuat pandangan menjadi silau.


"Akhhh!! Mataku!" Arthur pun tidak tahan melihat cahaya yang sangat terang itu.


Trik murahan...


Namun, hal itu sama sekali tidak membuat Shadow terganggu. Ia tiba-tiba ber teleportasi di belakang Ace dan sudah bersiap untuk menebasnya.


"Murahan? Kau pikir itu adalah serangan pamungkas ku?" Ace dengan sigap langsung menghindar dari tebasan Shadow.


*Tzing...


Namun, Shadow mengayunkan pedangnya ke atas dan hampir saja berhasil menebas tubuh Ace. Untung saja, Stardust tiba-tiba berpindah tempat di depannya dan menangkis serangan itu menggunakan tangannya.


Anehnya, pedang milik Shadow terlihat seolah-olah masuk ke dalam tangan Stardust. Pedang itu sama sekali tidak menembus ke belakang.


Ini...


Shadow pun di buat kebingungan dengan yang ia lihat sekarang. Begitu pun juga dengan Arthur dan Clara, mereka tidak mengerti kenapa hal itu bisa terjadi.


"Tunggu, mataku tidak salah lihat kan?!" Clara mengucek matanya sendiri untuk memperjelas pandangannya.


"Tidak, pedang itu benar-benar masuk ke dalam tubuhnya" timpa Arthur.


Shadow tidak mencabut pedangnya kembali, ia terlihat sedang memperhatikan tubuh Stardust yang terlihat aneh itu.


Kau... Jangan-jangan!


"Dimensi kekosongan!!"


Ace tiba-tiba terlihat panik ketika Shadow menyadari keanehan di tubuh Stardust, tanpa basa-basi lagi, Ace langsung memerintahkan Stardust untuk memasukkan Shadow ke dalam dimensi kekosongan.


Tangan kiri Stardust memegang tubuh Shadow dan alhasil Shadow seketika langsung masuk ke dalam tubuhnya.


Tidak!


Shadow sang tangan kanan George Devil pun akhirnya berhasil di kalahkan oleh Ace dengan cukup mudah, terlihat sekali perbedaan kekuatan Angel yang terlihat di sini.


"Eh? Apa yang terjadi?" Arthur tidak mengerti dengan apa yang terjadi sekarang.


Ia melihat Stardust memegang tubuh Shadow dan tiba-tiba saja Shadow langsung tersedot masuk ke dalam tubuhnya.


"Ace, kau sampai mengeluarkan dimensi kekosongan mu untuk mengalahkannya?" Ucap Clara yang merasa tidak percaya.


"Tidak ada pilihan lain, aku tidak bisa membuang-buang waktu meladeni hantu sekuat dirinya" sahut Ace.


"Kau, kau mengalahkan dia hanya dengan menyentuhnya? Itu hebat!!" Seru Arthur yang merasa takjub.


"Sudahlah, cepat obati lukamu dan kita pergi dari sini, kita masih belum aman" tutur Ace sembari menghampiri Fiona yang pingsan.


"Arthur, sini!" Clara membuka tasnya dan mengambil sebuah kotak p3k.


"Ada apa?" Tanya Arthur.


"Aku mau mengobati lukamu" jawab Clara.


"Eh? Tapi kau sendiri kan juga sedang terluka" ujar Arthur.


"Tidak apa-apa kok, aku tadi hanya pingsan biasa, dan juga sekarang aku sudah sehat kembali" tutur Clara.


Arthur pun membuka bajunya dan mempersilahkan Clara mengobati perutnya yang terluka. Clara pun mengoleskan sebuah cairan ke luka Arthur dan menutupinya dengan perban.


Sedangkan itu, Ace saat ini sedang mencoba untuk mengobati Fiona. Ia mengobati setiap luka yang ada di tubuh gadis itu.


"Kau ini ceroboh sekali, padahal tadi kau hampir saja menang jika kau tetap fokus" ucap Ace ketika sedang mengobatinya.


...----------------...


"Hei Aaron! Kita sudah berputar-putar dari tadi tapi kita tidak bertemu dengan hantu sama sekali" ujar Astrid yang saat ini sedang berjalan bersama Aaron.


"Baguslah kalau begitu, kita bisa menghemat tenaga kita" sahut Aaron.


"Iya aku tahu, tapi apakah kau tidak merasa aneh? Kau tahu kan kota mati ini adalah rumah para hantu?" Ujar Astrid kembali.


"Lalu?"


"Ya ampun kau ini bodoh atau bagaimana?! Seharusnya kita sudah menemukan setidaknya satu hantu dari tadi!" Astrid berdecak sebal karena Aaron tidak paham dengan ucapannya.


Aaron pun terlihat diam, ia merasa ada benarnya juga apa yang di katakan oleh Astrid. Kota mati adalah rumah bagi para hantu mulai dari yang lemah dan kuat.


Seharusnya, setiap bangunan di kota itu di huni oleh hantu, termasuk bangunan yang saat ini mereka tempati. Apalagi, Aaron dan Astrid tidak mengetahui kalau Fiona saat ini sedang terluka dan di rawat oleh Ace.


"Aneh, ini aneh sekali!"


Astrid semakin merasakan keanehan yang terjadi saat ini, ia pun menghentikan langkahnya dan memperhatikan lorong yang saat ini ia tempati.


"Astrid ada apa?" Tanya Aaron yang kebingungan.


"Kita... Hmm, aku rasa kita sudah melewati lorong ini tadi" ucap Astrid.


Mendengar hal itu, tentu saja Aaron merasa kaget. Ia tidak sadar kalau sedari tadi ia hanya berjalan memutar dan terus melewati lorong yang sama.


.


"Kau benar! Aku juga tidak sadar, kita selalu berjalan dari tadi dan tidak menemukan ujung lorong ini!" Ujar Aaron dengan nada yang sedikit panik.


"Bodoh! Jangan panik begitu!" Astrid pun memarahi Aaron yang tidak bisa tenang.


"Astrid, apa menurutmu ini adalah ulah hantu?" Aaron pun mulai menenangkan dirinya agar tidak di marahi oleh Astrid.


"Tentu saja, memangnya ini ulah siapa lagi kalau bukan hantu" timpal Astrid.


"Kalau begitu kita harus menemukan hantu itu agar bisa keluar dari sini!" Ujar Aaron.


Aaron dan Astrid memang berada satu gedung dengan kelompoknya Arthur. Namun, saat ini Aaron dan Astrid sedang terjebak di sebuah lorong tanpa ujung. Hal itu membuat mereka terus berjalan melewati tempat yang sama.


"Percuma, dia pasti berada di luar dimensi ini, aku tidak merasakan kehadiran hantu sama sekali" Astrid terlihat geram akibat ulah hantu yang menjebaknya ini.


"Hmm... Kalau begitu, kita pancing saja dia agar masuk ke sini" ujar Aaron secara tiba-tiba.


"Hah? Memancing hantu? Bagaimana caranya?" Astrid pun terlihat kebingungan dengan ide yang di berikan oleh Aaron.


"Heh, itu hal yang mudah!" Ucap Aaron dengan percaya diri.


"Keluarlah hantu sialan!! Aku tahu kau mendengar ini sekarang! Kalau kau bukan pengecut maka muncullah di depan kami sekarang!!" Aaron berteriak dengan keras mencoba untuk memancing hantu itu keluar.


"Huh! Terlalu lama!!" Astrid pun di buat naik pitam dengan ulah Aaron.


"Valkyrie!"



Astrid yang sudah merasa muak pun akhirnya memanggil Angelnya untuk keluar. Angel bernama Valkyrie itu datang dengan kedua sayapnya dan pedang di tangan kanannya.


"Astrid, apa yang akan kau lakukan?" Aaron merasa gugup setelah melihat Astrid memanggil Angelnya.


"Minggir!!" Astrid mendorong tubuh Aaron untuk minggir.


*Tzing....