The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
ALIANSI




Sebuah istana yang sangat megah berdiri dengan kokoh di sebuah pulau yang terletak di tengah laut. Istana itu sangat terisolasi dari dunia luar, sehingga tidak banyak orang yang tahu letak pasti istana ini.


"Tidak ada yang tahu apa yang dia pikirkan, Venus selalu melakukan hal sesuka hatinya sendiri" ujar seorang pangeran yang tinggal di dalam istana itu.


Pangeran berparas tampan itu sedang berbincang dengan salah satu anak buahnya yang berwujud manusia tanpa kepala. Paras dari pangeran itu mampu memikat wanita yang melihatnya, ketampanannya sudah tidak di ragukan lagi. Namun sayangnya, pangeran itu bukanlah seorang manusia.



Dia adalah Albert, sang hantu legenda ke 4, seorang bangsawan yang di hidupkan kembali oleh The Eternity dari kematiannya. Dan kini, pangeran bernama Albert tersebut menjelma menjadi makhluk dengan kekuatan yang sangat mengerikan.


Sekarang, bagaimana dengan panggilan dari Vampiro? Apa anda ingin menyanggupinya?


Tanya mahluk tanpa kepala itu kepada Albert.



"Vampir bodoh itu, berani-beraninya dia memanggilku, padahal dia sendiri berada satu tingkat di bawahku" ujar Albert.


"Yah tapi tidak ada pilihan yang lain, karena ini juga menyangkut soal nyawaku sendiri" sambungnya.


Albert pun berdiri dan menatap ke jendelanya, logat bangsawan terpancar jelas dari hantu legenda ke 4 itu. Gerakan tangannya yang sangat anggun membuat kharisma nya semakin meningkat.


"Ayo kita berangkat sekarang, Kusir!!".


......................



Sementara itu di sebuah kastil...


"Kemana perginya si pangeran tampan itu? Kenapa dia lama sekali" gerutu seorang laki-laki yang memiliki penampilan seperti drakula.



Dia adalah Vampiro, hantu legenda ke 3, seorang vampir dari abad ke 18, pangeran kegelapan yang tidak bisa di bunuh hanya dengan senjata biasa.


"Kau sudah memanggilku jauh-jauh kesini, kalau hal yang ingin kau rundingkan itu membosankan aku akan langsung membunuhmu di sini!!" Ancam seorang gadis kecil yang sedang duduk di depan Vampiro.



Walaupun memiliki penampilan seperti anak kecil, namun ia memiliki kekuatan yang sangat mengerikan, dia adalah Annabelle, hantu legenda ke 5.


"Jangan begitu Annabelle, kau itu imut sekali, jadi jangan galak-galak seperti itu!" Ujar Vampiro seraya mencoba untuk memegang pipi Annabelle.


Namun, tangan Vampiro tiba-tiba berhenti dan tidak bisa bergerak setelah Annabelle memainkan jari-jarinya.


"Jaga sikapmu! Walaupun aku memiliki tubuh seperti anak kecil tapi aku ratusan tahun lebih tua dari mu!!" Geram Annabelle dengan tatapan tajam mengarah ke Vampiro.


Vampiro hanya tertawa receh menanggapi ancaman dari Annabelle tersebut, tangan kanannya benar-benar tidak bisa di gerakkan sama sekali. Seperti ada sebuah benang yang sangat tipis sedang mengikat tangannya.


"Hei Annabelle, maukah kau melepaskan tanganku ini?" Vampiro memohon kepada Annabelle dengan wajah yang memelas.


Walaupun dia adalah sesosok vampir yang sangat kuat dan menyeramkan, namun Vampiro memiliki sifat yang konyol dan kekanak-kanakan. Dan hal itulah yang membuat Annabelle merasa jijik dan ingin segera pergi dari kastilnya Vampiro.


"Kalau kau membuatku sebal lagi maka aku akan membunuhmu!!" Ancam Annabelle seraya melepaskan kekuatannya dari tangan Vampiro.


"Jika bukan karena dia aku tidak akan sudi menginjakkan kakiku di kastilmu yang kotor ini!!" Geram Annabelle.


Mendengar ucapan itu, Vampiro pun langsung memanggil ratusan kelelawarnya yang langsung membersihkan ruangan tempat mereka duduk sekarang.


"Lihat-lihat kelelawar ku akan membersihkan semuanya" ujar Vampiro sembari menunjukkan para kelelawar nya kepada Annabelle.


Annabelle hanya berdecak kesal menanggapi hal itu, mood nya benar-benar anjlok sekarang. Andai saja ini bukan soal keselamatannya, maka Annabelle sudah pergi dari kastil itu sekarang juga.


"Aku sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi!!" Seru Annabelle hingga mengeluarkan sebuah gelombang energi yang sangat besar.


Beberapa bagian dinding di ruangan itu sampai retak akibat menerima gelombang energi yang sangat besar itu. Kesabaran Annabelle hampir atau bahkan sudah habis sekarang, ia bahkan ingin membunuh Vampiro di sini saat ini juga.


"Tenang tenang kita hanya tinggal menunggu pangeran bodoh itu" Vampiro mencoba untuk menenangkan Annabelle.


"Berikan aku alasan yang kuat agar aku tidak membunuhmu di sini!!" Tegas Annabelle.


"Yah, kalau kau sudah bilang seperti itu apa boleh buat" ujar Vampiro sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Setelah itu, Vampiro pun memutuskan untuk mengutarakan niatnya memanggil Annabelle ke sini, awalnya ia ingin menunggu Albert untuk datang ke kastilnya namun pangeran itu sangat lama sehingga membuat Annabelle merasa sangat bosan karena terlalu lama menunggu.


"Jadi begini, aku akan langsung mengatakannya kepadamu, aku ingin membentuk sebuah aliansi" tutur Vampiro.


Annabelle mengerutkan keningnya setelah mendengar penuturan dari Vampiro tersebut, ia tidak menyangka kalau vampir itu akan mengajaknya untuk beraliansi.


"Aliansi?" Tanya Annabelle dengan wajah yang kebingungan.


"Iya, kita akan beraliansi untuk melawan para manusia itu" ujar Vampiro.


"Kenapa? Kau takut dengan mereka semua?" Tanya Annabelle kembali, ia merasa bingung dengan tujuan Vampiro yang mengajaknya untuk beraliansi.


"Tidak bukan begitu, kau pasti tahu kan kalau Venus sedang mengincar kita berdua?"


Raut wajah Annabelle seketika langsung berubah setelah ia mendengar kata-kata itu. Ia memang mendengar berita kalau Scarecrow di bunuh oleh Venus, namun ia tidak pernah menyangka kalau ternyata Venus juga sedang mengincar nyawanya.


"Dia selalu meremehkan kekuatan kita, terlebih lagi sejak George Devil berhasil di bunuh oleh manusia itu, Venus merasa kalau hantu legenda nomor 5 ke bawah tidak berguna, karena itulah dia ingin memusnahkan kita" tutur Vampiro kembali.


"Lalu apa hubungannya semua itu dengan aliansi kita?!" Tanya Annabelle dengan tatapan tajam.


"Kita bertiga bisa dengan mudah membunuh semua manusia itu jika bekerja sama, aku, kau dan pangeran bodoh itu, setelah kita berhasil membunuh semua manusia itu, Venus tidak akan mengincar kita lagi" Vampiro menjelaskan tujuannya mengajak Annabelle dan Albert untuk beraliansi.


Annabelle nampak sedang berpikir setelah mendengar penjelasan itu, tujuan aliansi ini memang akan menguntungkan mereka bertiga jika berhasil. Namun, Annabelle masih merasa curiga kepada Vampiro dan merasa kalau ia memiliki tujuan yang lain.


"Kau tidak bisa membunuh para manusia itu sendirian? Jadi kau mengajak kami untuk beraliansi, begitukah tujuanmu?" Annabelle mencoba untuk mengintrogasi Vampiro.


Vampiro hanya tersenyum kecil menanggapi pertanyaan itu, ia memaklumi Annabelle yang merasa curiga kepadanya. Namun, Vampiro terus berusaha agar Annabelle mau menerima aliansinya.


"Aku bisa membunuh manusia yang memiliki Angel, tapi aku tidak bisa membunuh manusia yang memiliki Demon" ujar Vampiro.


Tubuh Annabelle tersentak ke belakang setelah mendengar ucapan Vampiro. Tubuh gadis itu mulai bergetar dan tangannya menggenggam dengan sangat erat.


"Baiklah, aku ikut dalam aliansi mu" ucap Annabelle.