The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
MENGUNJUNGI KOLONI LAMA



"Hei hei jangan bercanda! Apa mungkin salah satu dari ketua ada yang membenciku?" Arthur tentu saja tidak percaya dengan ucapan Ace.


"Terserah kau saja mau percaya atau tidak, kalau memang benar orang yang mengincar mu adalah salah satu dari kita, maka Yong Sin akan memberi tahu siapa orangnya" tutur Ace.


Ucapan Ace tentu saja sulit di percaya oleh Arthur, jika memang benar orang yang mengincar nyawa Arthur adalah salah satu dari ketua, maka dapat di pastikan kalau dia dalam bahasa besar.


Pasalnya, para ketua mempunyai Angel yang sangat kuat dan memiliki kekuatan yang unik. Walaupun Demon Arthur lebih kuat dari Angel biasa, namun para ketua memiliki skill bertempur yang jauh lebih hebat di atas Arthur.


"Tapi... Siapa di antara mereka yang ingin membunuhku" tanya Arthur sembari memegang dagunya.


"Entahlah, tapi yang pasti... Kau harus berhati-hati" ujar Ace sembari berjalan pergi meninggalkan Arthur.


"Hei Ace! Kau mau kemana?" Tanya Arthur ketika melihat Ace pergi.


"Aku ada urusan, sampai nanti" ujar Ace seraya berjalan pergi.


"Hah, dia itu memang sibuk atau sok sibuk?" Gumam Arthur.


...----------------...


...KEESOKAN HARINYA......


"Pokoknya jangan bantu mereka jika mereka belum kewalahan" ujar Fergie.


Saat ini, Fergie sedang berunding dengan Joseph tentang keberangkatan Arthur dan Clara ke tempat koloninya Wilson. Fergie meminta Joseph agar tidak membantu Arthur dan Clara jika ada hantu yang menyerang mereka, kecuali jika Arthur dan Clara sudah kewalahan barulah Joseph boleh membantu.


"Aku mengerti, tapi aku tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi, sepertinya persoalan yang di hadapi oleh Clara cukup rumit" sahut Joseph.


"Iya, memang benar, aku sendiri juga tidak menyangka kalau ayah Clara masih hidup, yah walaupun kita tahu Wilson itu memang ayah kandungnya atau orang lain" ujar Fergie.


"Dan jawaban itu akan terungkap hari ini, setelah mereka berdua kembali kita akan memulai pertempuran melawan Scarecrow kan?" Tanya Joseph.


"Iya, itulah perjanjian yang aku buat dengan Arthur, aku mengijinkan Clara pergi melihat Wilson dan dia setuju aku akan memulai pertempurannya setelah dia kembali" sahut Fergie.


"Apa anda masih yakin tidak mau mengirim salah satu ketua untuk menemani mereka melawan Scarecrow?" Tanya Joseph kembali.


"Iya aku sangat yakin, masih terlalu cepat untuk mengirim salah satu ketua" ucap Fergie.


Orang tua itu masih merasa yakin dengan kekuatan anak-anak nya, Fergie tidak ingin menurunkan para ketua dalam pertempuran sebelum melawan hantu legenda ke 5.


"Yah apa boleh buat, kami akan selalu mematuhi perintah anda" ujar Joseph.


Sekarang, kedua ketua koloni itu tinggal menunggu kedatangan Arthur dan Clara, Joseph yang sudah mendapatkan izin dari Fergie sudah siap untuk mengirimkan Arthur dan Clara ke tempat koloni Wilson.


"Kemana dua anak itu pergi? Mereka bilang ingin segera berangkat tapi sampai sekarang mereka berdua masih belum tiba di sini" ucap Joseph, ia mulai merasa jenuh karena terlalu lama menunggu kedatangan Arthur dan Clara.


"Hmm, panjang umur" Fergie menoleh ke arah pintu dimana sudah terlihat Arthur dan Clara yang masuk bersama ke dalam ruangan.


"Kami sudah siap, maaf karena keterlambatan kami" ujar Arthur sembari membungkukkan badannya.


Ia merasa tidak enak kepada Fergie dan Joseph karena harus menunggu lama dirinya yang sedang bersiap.


"Biasakan untuk menepati ucapanmu! Sun Go Kong!!" Joseph yang sudah kehabisan kesabaran pun langsung memanggil Angelnya.



"Ingatlah! Kalian akan aku berikan waktu satu hari, setelah itu kalian harus kembali ke sini untuk ikut dalam pertempuran melawan Scarecrow!" Ucap Fergie.


"Hmm, kami mengerti" sahut Clara.


"Dan lagi, jangan sampai kalian terluka, ingatlah kalian akan menghadapi pertempuran besar itu" tutur Joseph.


Arthur dan Clara pun kompak menganggukkan kepalanya, setelah semuanya di rasa sudah siap, Joseph pun langsung memerintahkan Sun Go Kong untuk mengirim Arthur dan Clara ke tempat Wilson dengan tongkat saktinya.


Ruyi Jingu Bang!! Memanjang lah!!


Dengan perintah dari Sun Go Kong, tongkat cahaya itu pun langsung memanjang dan membuatnya bisa di naiki oleh Arthur dan Clara.


Karena sebelumnya mereka telah melihat kekuatan itu, Arthur dan Clara pun bersikap biasa saja ketika mereka menaiki tongkat cahaya itu. Setelah kedua remaja itu naik, Sun Go Kong pun langsung mengangkat tongkat itu dengan satu tangannya dan bersiap untuk melemparkannya.


"Hati-hati di jalan" ucap Fergie sebelum Sun Go Kong melempar tongkatnya.


"Ingatlah pesan tuan Fergie!" Sambung Joseph.


"Baik, kami mengerti" sahut Clara.


"Jadi tuan Fergie, tuan Joseph, kami berangkat sekarang" timpal Arthur.


Ruyi Jingu Bang, antarkan mereka berdua ke tempat tujuan mereka dengan kecepatan cahaya! Waaarrrggghhhhh!!


Setelah memberikan perintah kepada tongkat saktinya, Sun Go Kong pun langsung melempar tongkat itu keluar dari jendela. Tongkat itu pun langsung hilang dalam kedipan mata karena melaju dengan kecepatan cahaya.


"Hmm, siapapun pasti menginginkan kekuatan Angelmu itu Joseph" puji Fergie setelah melihat Arthur dan Clara pergi.


"Dan semua umat manusia pasti tahu kalau kekuatan Buddha anda adalah yang paling kuat di dunia" timpal Joseph, ia balik memuji kekuatan Angel yang di miliki oleh Fergie.


"Mereka sudah sampai?" Tanya Fergie.


Sudah...


Bukan Joseph, justru Sun Go Kong lah yang menjawab pertanyaan Fergie.


"Jika kemarin anda mau menaiki tongkat sakti itu, pasti akan lebih mudah menemukan seorang pengguna Angel, tapi anda lebih memilih untuk berjalan kaki" ujar Joseph.


"Hahaha... Aku pikir orang tua seperti ku butuh sedikit olahraga, lagi pula aku juga harus menjaga kebugaran tubuhku agar tidak kaku sewaktu bertempur nanti" sahut Fergie dengan nada bercanda.


...----------------...


...DI POSISI ARTHUR DAN CLARA......


Arthur dan Clara telah sampai di tempat tujuannya berkat kekuatan dari Sun Go Kong. Namun, mata mereka terbelalak ketika menyaksikan pemandangan yang ada di depan mereka.


"Arthur, apa ini tempat tinggal koloni mu yang dulu?" Tanya Clara.


"I-ini bercanda kan? Kenapa... Kenapa tempat tinggal koloni ku bisa hancur seperti ini!!"


Arthur pun langsung berlari ke arah reruntuhan tempat koloninya tinggal, ia benar-benar kaget ketika melihat keadaan apartemennya yang dulu. Bangunan itu sudah hancur lebur dan hanya tersisa puing-puingnya saja.


"Arthur tunggu!!" Clara mencoba untuk menyusul Arthur.


"Tuan Wilson!! Semuanya!! Kalian dimana?!!" Arthur terus berteriak dan mencoba untuk memanggil orang-orang, namun tidak ada yang menyahutinya sama sekali.


"Tidak mungkin!! Tidak mungkin!! Kenapa ini bisa terjadi! Aku masih belum terlalu lama pergi dari sini!!" Arthur merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Seluruh bangunan telah hancur dan tersisa puing-puingnya saja, dan tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali yang terlihat. Apakah ini artinya koloni Arthur yang dulu sudah tamat? Dan... Siapakah yang hantu yang sudah melakukan hal ini?.