The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
HANTU LEGENDA 1 : GEORGE DEVIL



Melihat Ace yang berdiri, ketiga temannya pun ikut berdiri, Clara membantu Arthur bangun karena laki-laki itu terlihat kesulitan untuk berdiri. Sedangkan Fiona sekarang bisa berjalan sendiri di saat Clara membantu Arthur berjalan.


Namun, di saat mereka semua berjalan, tiba-tiba sebuah gelombang energi yang sangat dahsyat muncul dan membuat mereka semua tersungkur ke lantai.


"Aduh!!" Arthur pun kembali memegangi perutnya setelah ia jatuh ke lantai.


"Arthur!!" Clara yang terlihat panik pun langsung bergegas menghampiri Arthur.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Clara dengan wajah paniknya.


"Em, aku tidak apa-apa" jawab Arthur.


"Apa-apaan itu tadi?!" Fiona yang juga tersungkur ke tanah pun mencoba untuk berdiri kembali.


Ketika ketiga temannya merasa heran dan kebingungan, Ace justru terlihat panik dan ketakutan. Arthur yang menyadari hal itu pun mencoba untuk bertanya kepadanya.


"Ace, ada apa? Kenapa kau terlihat ketakutan seperti itu?" Tanya Arthur.


Mendengar pertanyaan itu, Clara dan Fiona pun kompak saling bertatapan, mereka tidak percaya kalau seorang Ace bisa terlihat ketakutan seperti itu.


"Dia, dia datang kemari!" Seru Ace dengan wajah paniknya.


"Hah? Dia siapa?" Arthur merasa tidak paham dengan ucapan Ace.


"George Devil!! Menurutmu siapa lagi yang bisa mengeluarkan gelombang energi sekuat itu di kota ini?!"


Mendengar ucapan itu, tentu saja Arthur, Clara dan Fiona merasa kaget. Mereka bertiga tidak tahu sama sekali kalau gelombang energi maha dahsyat tadi adalah milik George Devil.


"A-Ace, kau bercanda kan?" Fiona nampak tidak percaya dengan ucapan Ace.


"Tunggu dulu! Memangnya George Devil itu sekarang berada dimana?" Timpal Arthur.


"Sudah aku bilang dia sedang menuju ke sini!! Aku rasa dia mengetahui kalau kita sedang terluka, oleh karena itu dia datang sekarang!"


Suara Ace yang terdengar itu bagaikan sebuah peringatan kematian untuk mereka semua. Arthur dan Fiona sedang terluka, kondisi tubuh mereka tidak memungkinkan untuk bertarung, melawan hantu yang kuat saja mereka tidak bisa apalagi melawan George Devil, sang Hantu legenda ke 1.


"Mustahil, kita tidak mungkin menang melawannya sekarang!" Ujar Clara, gadis itu terlihat putus asa sekarang.


"Tapi kita tidak punya pilihan, kita tidak mungkin kabur sekarang, kita harus melawannya!" Sambung Arthur, ia masih merasa semangat untuk bertarung walaupun tubuhnya sedang terluka.


"Apa kau gila?! Aku tidak mau mati dalam keadaan lemah seperti ini! Lebih baik kita mundur menggunakan kekuatannya Ace!" Clara pun menentang ucapannya Arthur, ia merasa tidak mampu untuk melawan George Devil sekarang.


"Clara, bukankah kita dalam misi menyelamatkan masa depan umat manusia?" Tanya Fiona.


"Seharusnya kau sudah tahu dari awal kalau kita akan melawannya, tentu saja nyawa kita yang jadi taruhan, kalau kau tidak mau mati seharusnya kau tidak ikut dari awal!" Tutur Ace.


Clara pun seketika merenung setelah mendengar ucapan dari teman-temannya tersebut, ia tidak tahu apa yang terjadi kepadanya sehingga bisa tiba-tiba putus asa seperti itu.


"Sudahlah, Clara hanya takut, kita tidak perlu mempermasalahkannya" Arthur pun merasa tidak tega melihat Clara yang merenung.


"Dengar ya! Aku lebih memilih mati dari pada harus mundur dari pertarungan!" Tegas Fiona.


"Tapi tubuhmu sedang terluka sekarang!! Dan Arthur, kau bisa mati jika lukamu terbuka lagi!!" Clara yang merenung tiba-tiba bangkit dan membentak kedua temannya tersebut.


Arthur dan Fiona pun merasa kaget karena tiba-tiba Clara membentak mereka berdua, terlihat juga kalau gadis cantik itu sedang menangis sekarang.


"Clara..." Ucap Fiona dengan nada lirih setelah ia melihat temannya itu meneteskan air mata.


"Aku tidak ingin kehilangan kalian berdua!! Kalau memang kita harus bertarung maka biarkan aku dan Ace saja yang maju!" Seru Clara sembari menyeka air matanya.


Mendengar kata-kata gadis itu, Arthur dan Fiona pun terdiam. Ternyata, Clara tidak takut untuk menghadapi George Devil, melainkan ia takut kalau Arthur dan Fiona akan mati.


"Sudahlah, kami tidak akan kenapa-kenapa" ujar Fiona, ia pun menghampiri Clara dan memeluk tubuh temannya tersebut.


"Ace, ayo kita keluar sekarang dan hadapi George Devil!" Ajak Arthur dengan nada penuh semangat.


Namun, Ace tidak menjawab atau pun merespon ajakan dari Arthur tersebut, tubuhnya pun secara tiba-tiba jatuh terduduk di lantai.


"Ace! Kau kenapa?" Arthur pun merangkul tubuh Ace dan membantunya berdiri kembali.


"Dia sudah berada di luar sekarang".


...----------------...


Sesosok makhluk yang berhasil membantai para remaja telah tiba di depan gedung tempat Arthur dan teman-temannya berada. Ia tidak datang sendirian, mahkluk itu di temani oleh hantu Kalong Wewe dan Goblin di sampingnya.


Tubuh Aaron dan Astrid juga terlihat di belakang ke tiga hantu itu, mereka berdua terlihat tidak bergerak sama sekali dan badan mereka sudah bersimbah darah.


Apakah mereka berdua telah mati?


Tuan George, karena Shadow sudah tidak ada apa berarti saya sekarang adalah tangan kanan anda?


Tanya hantu Kalong Wewe itu kepada tuannya.


Ya, makhluk yang telah membantai para remaja itu adalah George Devil, sang hantu legenda ke 1.



Aura mencekam terpancar dengan jelas dari kedua matanya yang berwarna merah menyala. Pedangnya yang juga berwarna merah telah menjadi saksi bisu tentang betapa kuatnya kekuatan dari George Devil.


Dan hantu legenda itu sekarang telah berada tepat di dekat Arthur dan teman-temannya.


"Berisik, cepat bawa ketiga bocah itu keluar kesini, terutama anak yang memiliki kekuatan Demon!" perintah George Devil kepada kedua anak buahnya.


B-Baik...


Dengan badan yang gemetar, Goblin dan Kalong Wewe pun masuk ke dalam gedung itu untuk membawa Arthur dan teman-temannya keluar.


Terungkaplah sekarang alasan George Devil mendatangi Arthur dan teman-temannya, ia ingin menangkap Arthur yang memiliki kekuatan Demon. Ia awalnya memerintahkan Shadow untuk menangkapnya, namun Shadow gagal melaksanakan perintah itu dan sekarang ia terjebak di dalam dimensi kekosongan milik Stardust.


*Voom...


Di saat George Devil sedang memandang ke arah gedung, ia terkejut saat tiba-tiba mendengar sebuah suara aneh dari belakangnya.


"Hmm?" George Devil pun membalikkan badannya kebelakang untuk melihat apa yang terjadi.



"White Hole?" ucap George Devil ketika melihat benda di depannya tersebut.


Hingga tiba-tiba...


"HIYAHHH!!!"




Fiona dan Arthur tiba-tiba keluar dari White Hole itu beserta dengan Angel dan Demon milik mereka.


"Huh?!" George Devil pun ikut terkejut melihat serangan dadakan itu sehingga ia tidak sempat untuk menghindari.


*Jleb...


Alhasil, trisula milik Red Devil pun berhasil menembus tubuh nya sedangkan Athena milik Fiona berhasil menebas lehernya hingga hampir terputus.


"Berhasil! Rencana kita berhasil!" Arthur merasa senang karena berhasil melukai tubuh George Devil.


"Apa? Padahal aku sudah melapisi pedangnya menggunakan Aura, tapi lehernya tetap tidak putus?" Fiona merasa tak percaya ketika melihat ketahanan tubuh dari George Devil.


"Tidak apa-apa, yang penting kita sudah melukainya!" Timpal Arthur.


"Hahahaha!!!" Tiba-tiba, George Devil tertawa dengan sangat kencang setelah mendengar ucapan Arthur.


Arthur dan Fiona pun dengan sigap langsung menarik Demon dan Angel mereka kembali untuk berjaga-jaga dari serangan George Devil.


"Angel memang bisa melukai hantu, tapi tidak mungkin luka sekecil ini bisa membunuh hantu legenda sepertiku!!" Seru George Devil.


Tiba-tiba, leher George Devil yang hampir terputus perlahan-lahan mulai menyatu kembali. Bahkan luka di perutnya akibat tusukan dari trisula milik Red Devil pun juga menutup kembali.


Arthur dan Fiona benar-benar di buat terkejut dengan hal itu, serangan dadakan yang sudah mereka rencanakan telah sia-sia. Sekarang, satu-satunya pilihan untuk mereka adalah bertarung melawan George Devil, hantu legenda yang awalnya mereka buru kini berganti memburu mereka.


Akankah Arthur dan teman-temannya bisa mengalahkan George Devil?