
George Devil terus menatap ke arah tangannya yang sudah tergeletak di tanah, ia masih merasa tak percaya kalau tangannya itu baru saja di potong oleh Red Devil tanpa ia sadari.
"Apa ini? Kenapa aku tidak bisa meregenerasi tanganku?!" George Devil merasa terkejut karena ia tidak bisa menumbuhkan kembali tangannya.
Sedangkan itu, Arthur terlihat menunduk dan memegangi perutnya. Ia pun sampai mengeluarkan batuk darah dari mulutnya.
"Akhhh!! Uhuk! Sialan, luka ku terbuka kembali" ujar Arthur.
"Uhuk!! Arthur, kau tidak apa-apa?" Fiona yang melihat Arthur mengeluarkan darah pun mencoba untuk bangkit dan menghampirinya.
"Bocah itu! Dia punya Aura yang sangat kuat sampai membuat tanganku tidak bisa tumbuh lagi!" Geram George Devil seraya menatap Arthur.
"Arthur, istirahat lah" Fiona memegang tubuh Arthur dan membantu laki-laki itu untuk beristirahat.
Arthur pun merebahkan tubuhnya ke tanah di bantu oleh Fiona. Lukanya kini menjadi bertambah parah, Arthur baru saja menyerang George Devil menggunakan Aura nya yang sangat kuat.
Meskipun serangan itu berhasil melukai Red Devil, namun tubuh Arthur tidak mampu menahan kekuatannya hingga membuat lukanya terbuka kembali.
"Hei nona, jadi sekarang hanya tersisa aku dan kau?" Ujar George Devil setelah melihat Red Devil menghilang.
George Devil pun kini menatap Fiona dengan amarah yang terpancar jelas di matanya. Ia memegang pedangnya dengan satu tangannya yang masih utuh.
"Majulah, lagi pula dua temanku akan datang ke sini sebentar lagi" ujar Fiona yang sudah bersiap dengan dewi Athena nya.
"Kedua bocah yang sedang ada di dalam sana? Mereka pasti sudah di cincang oleh Kalong Wewe dan Goblin sekarang" sahut George Devil sembari menunjuk ke arah gedung.
"Tidak, mereka pasti akan datang kesini sebentar lagi, dan jika mereka sudah di sini kau pasti akan mati" ucap Fiona dengan penuh keyakinan.
"Heh dasar wanita, kalian memang banyak omong kosong!!"
*Zing...
Dengan secepat kilat, George Devil melesat dan menyerang Fiona dengan pedangnya. Athena pun tidak mau kalah, ia dengan sigap langsung melindungi Fiona dan menangkis pedang milik George Devil.
Namun, George Devil tidak berhenti sampai di situ, ia kembali melesat dan terus menyerang Athena secara membabi buta.
Walaupun hanya menggunakan satu tangan, nyatanya George Devil tetap mampu memojokkan Athena. Hal itu membuktikan kalau serangan Arthur tadi tidak terlalu berdampak besar bagi George Devil.
"Cepat, sekali!" Fiona pun terlihat kesulitan untuk mengimbangi kecepatan serangan George Devil.
Melihat temannya berada dalam bahaya, Arthur pun mencoba untuk bangkit kembali namun tubuhnya tidak bisa di gerakkan sama sekali.
"Sialan! Ada apa dengan tubuhku ini!!" Arthur sekuat tenaga mencoba untuk menggerakkan tubuhnya. Namun, luka yang ia derita sangat parah sehingga ia tidak bisa bergerak sama sekali.
"Fokuslah Fiona, jika kau kalah maka ketiga temanmu akan mati di sini!" Seru Fiona yang mencoba untuk menyemangati dirinya sendiri.
Fiona tetap ingin berjuang untuk mengalahkan George Devil walaupun rasanya itu mustahil. Namun jika ia sampai kalah sekarang maka Arthur, Astrid dan Aaron dapat di pastikan tidak akan selamat.
"Mengalah lah dan berikan bocah itu kepadaku!" Seru George Devil di tengah-tengah serangannya.
Ia bersikeras ingin membawa Arthur bersamanya, entah apa tujuannya, tapi George Devil terlihat sungguh-sungguh ingin membawanya.
"Kalau kau ingin membawa Arthur langkahi dulu mayatku! Tebasan bulan purnama!"
*Tzing...
Athena yang sedari tadi terus terdesak kini mencoba untuk menyerang balik, ia mengayunkan pedangnya secara memutar mirip dengan bulan purnama.
"Venomous black mamba!" Melihat serangan yang di arahkan kepadanya, George Devil pun mencoba menangkisnya menggunakan jurusnya.
"Apa kau tahu? Aku bisa menciptakan semua racun yang ada di dunia ini, bahkan racun itu bisa membuat tubuh manusia meleleh menjadi tulang" ujar George Devil setelah berhasil menangkis serangan Athena.
"Tebasan, lima ribu bintang!!" Tak ingin berhenti begitu saja, Fiona pun kembali memerintahkan Angelnya untuk kembali menyerang.
Athena pun memasang sebuah kuda-kuda, ia mengambil ancang-ancang dan melesat menuju ke George Devil yang berada di depannya.
*Zing...
Setelah cukup dekat, Athena pun mengayunkan pedangnya dan munculah kilatan-kilatan angin yang sangat tajam mengarah ke George Devil.
Karena berada cukup dekat, George Devil pun tidak sempat menghindar dari serangan Athena itu. Ia pun terkena luka tebasan yang cukup banyak dan membuat tubuhnya hampir tercincang.
"Lumayan, bio toxin viper!!" George Devil pun meregenerasi kembali tubuhnya yang terkena tebasan.
Lalu, hantu legenda itu mengangkat pedangnya dan kini pedang itu berubah warna kembali menjadi hijau.
Melihat pedang itu berubah warna, Arthur pun mendapat sebuah firasat yang buruk. Ia pun kembali mencoba untuk menggerakkan tubuhnya namun tetap saja sia-sia.
"Fiona!! Mundurlah!! Dia bisa membunuhmu! Akhhh!!" Arthur berteriak untuk memperingatkan Fiona. Namun, luka Arthur menjadi semakin terbuka akibat ia berteriak terlalu kencang.
Akan tetapi, Fiona tetap berdiri dengan gagah dan tidak berniat untuk mundur, ia sama sekali tidak menggubris perintah Arthur dan tetap berniat untuk melawan George Devil.
"Majulah sekarang, aku pasti akan mengalahkan mu kali ini!" Tantang Fiona.
"Dasar wanita!!" George Devil pun merasa tidak terima karena ucapan Fiona terasa seperti mengejeknya.
Ia pun melesat kembali dan bersiap untuk mengayunkan pedangnya kepada Athena. Athena pun juga sudah bersiap untuk menerima serangan dari George Devil tersebut.
"Tebasan lima ribu bintang!!"
**Zing....
*Wush*...
Fiona kembali menggunakan jurus yang sama seperti sebelumnya, namun, kali ini ia melapisi pedang Athena menggunakan Auranya.
Alhasil, kilatan-kilatan angin itu pun terlihat lebih besar dan tajam sekarang. Melihat kilatan angin yang menuju ke arahnya, George Devil tidak menghindar sama sekali dan justru memasang badannya.
Karena hal itu, tubuhnya pun kini terluka lebih parah karena kilatan angin itu berlapis Aura, sedangkan pedang George Devil hanya berhasil menggores lengan Athena dan menimbulkan sebuah luka goresan yang kecil.
"Akhhh!! Tubuhku!" Tubuh Fiona pun ambruk ke tanah tepat setelah ia beradu serangan dengan George Devil.
"Fiona!!" Arthur berteriak ke arah Fiona setelah melihat tubuh gadis itu menghantam tanah.
"Tidak apa-apa Arthur, aku hanya tergores sedikit" sahut Fiona.
"Aura milik manusia memang benar-benar menyebalkan!!" George Devil merasa geram karena luka yang ia derita cukup parah.
Bahkan, luka itu tidak bisa sembuh dengan cepat seperti biasanya, Aura milik Fiona cukup kuat sehingga membuat kekuatan regenerasi dari George Devil menjadi lambat.
"Berakhir, aku tidak punya tenaga lagi untuk melawannya" ujar Fiona setelah melihat serangannya tidak bisa membunuh George Devil.
"Fiona!" Panggil Arthur secara tiba-tiba.
"Arthur maafkan aku, aku tidak bisa mengalahkannya, sekarang harapan kita adalah Ace dan Clara" sahut Fiona, gadis itu sekarang merasa putus asa dan berharap kepada Ace dan Clara.
"Bukan itu!! Ada apa dengan lenganmu?!"