The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
AWAL DARI PENENTUAN



Ace bergegas menemui Paul yang ternyata sudah menunggunya di anak tangga, tatapan tajam serta ekspresi dingin terpancar dengan jelas dari raut wajah Paul.


"Tuan Paul, kita bisa berangkat sekarang" ujar Ace.


Tanpa menjawab, Paul langsung bangkit dan berjalan menuruni anak tangga tanpa menunggu Ace. Ace pun juga hanya diam membisu ketika mengikuti langkah Paul dari belakang.


"Ace" panggil Paul ketika sudah sampai di lantai satu.


"Iya tuan?" Sahut Ace.


"Ada berapa temanmu yang masih tersisa di sini?" Tanya Paul.


"Hanya sembilan orang yang tersisa termasuk saya" jawab Ace.


Setelah mendengar jawaban itu, Paul pun membuka telapak tangannya dan tiba-tiba sebuah tumbuhan berwarna hijau muda muncul dari telapak tangan itu. Tumbuhan itu pun mengeluarkan sembilan buah butiran kacang yang bersinar terang, dan Paul pun langsung memberikan semua kacang itu kepada Ace.


"Ambilah satu dan berikan teman-teman mu satu butir kacang ini, katakan pada mereka jangan pernah memakan kacang ini sebelum mereka sekarat" tutur Paul.


Ace nampak kebingungan dengan penjelasan itu namun tanpa pikir panjang lagi ia langsung memasukkan kacang-kacang itu ke saku celananya.


"Baik, silahkan tunggu saya bersama yang lainnya, saya ingin berpamitan kepada Avis terlebih dahulu" ujar Ace sambil mengeluarkan Black hole.


"Jangan lebih dari lima menit" sahut Paul sembari terus berjalan menuju ke pintu keluar.


Setelah keluar, ia melihat ada 4 orang anak yang sudah bersiap di sana. Mereka adalah Alexander, Yong Sin, Astrid dan Fiona.


"Apa hanya kalian yang ingin ikut bertempur?" Tanya Paul pada ke empat anak itu.


"Tidak, Ace dan Clara masih bersiap-siap, tapi untuk yang lainnya..."


"Kami di sini!"


Ucapan Yong Sin terpotong di saat Roberto datang bersama dengan Vince dan Brian. Mereka bertiga nampak sudah bersiap untuk bertempur melawan Frankenstein sekarang juga.


"Tersisa tujuh orang, Ace Clara dan aku, jadi hanya akan ada sepuluh orang yang berangkat ke kota HELLSTEIN sekarang" ujar Paul.


"Hellstein? Apakah itu tempat Frankenstein tinggal?" Tanya Fiona yang merasa penasaran.


"Ya, sebenarnya bukan itu nama asli kotanya, namun Frankenstein sudah menjadikan tempat itu seperti neraka, karena itulah orang-orang menyebutnya kota Hellstein" jawab Paul.


"Apa Arthur benar-benar sudah pergi sekarang?" Tanya Roberto secara tiba-tiba.


Semua orang pun langsung di buat terkejut dengan pertanyaan itu, mereka tahu kalau Roberto sangat membenci Arthur jadi karena itulah mereka kaget ketika Roberto bertanya tentang Arthur.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Yong Sin balik.


"Apakah bertanya menjadi hal terlarang sekarang?" Ucap Roberto.


"Ya dia sudah pergi jauh entah kemana, jadi apa kau sudah puas?" Timpal Alexander.


"Tentu saja aku sudah puas, tanpa dirinya aku tak perlu khawatir lagi tentang legenda kutukan itu" jawab Roberto.


"Hentikanlah Roberto, sekarang bukan waktunya untuk berselisih, suka atau tidak kita harus berkerja sama sekarang untuk melawan hantu legenda" tutur Brian.


"Benar, ingatlah tujuan kita hanya satu, yaitu membebaskan umat manusia dari para hantu legenda" timpal Vince.


Roberto tak bergeming sama sekali setelah mendengar ucapan dari kedua temannya. Setelahnya, mereka terus menunggu Ace dan Clara yang tak kunjung keluar dari dalam hotel.


"Ini sudah hampir sepuluh menit, kemana anak itu pergi?!" Paul mulai merasa jengkel karena sudah menunggu terlalu lama.


Melihat Paul yang mulai marah, Fiona pun lantas langsung mencoba untuk menenangkannya.


"Maafkan dia tuan, Ace dan Clara pasti berat untuk meninggalkan Avis sendirian" tutur Clara.


"Apa boleh buat, mau tak mau kita harus menunggu mereka, kita tidak akan bisa ke kota Hellstein tanpa kekuatannya Ace" timpal Alexander.


"Lari!!!" Tiba-tiba, Charlotte berlari dari dalam hotel sembari berteriak ke arah mereka.


Semua orang pun langsung mengalihkan perhatian mereka kepada Charlotte, mereka merasa kebingungan mengapa Charlotte tiba-tiba berlari dan berteriak menyuruh mereka untuk lari.


"Ada apa?" Tanya Yong Sin.


"LARI SEJAUH MUNGKIN!! THE ETERNITY! DIA ADA DI SINI!!"


Baru saja Charlotte memberitahu berita yang menghebohkan itu, tiba-tiba sebuah portal besar berwarna hitam muncul di atas hotel dan langsung menyedot mereka semua masuk ke dalamnya.


Semua penghuni koloni itu tersedot masuk ke dalam portal dan terpisah di dalam sana, mereka semua terlontar ke segala penjuru dan tak ada yang bisa mereka lihat kecuali warna hitam.


Roberto, Brian dan Alexander berhasil keluar terlebih dahulu setelah tubuh mereka terlontar dan memasuki sebuah lubang berwarna putih.


"Ah! Apa yang terjadi?!" Roberto bangkit dan kebingungan menyadari ia sudah berpindah tempat.


"Eternity..." Ucap Brian dengan nafas tersengal.


"Apa?!" Sahut Roberto dan Alexander secara serentak.


"Ini pasti ulah The Eternity" jelas Brian.


"Semuanya terjadi begitu cepat, Charlotte tiba-tiba berlari dan berkata kalau The Eternity berada di koloni kita" ujar Alexander.


Mereka bertiga terdampar di sebuah rumah tua yang menyeramkan, rumah itu berukuran sangat besar bahkan pintunya berukuran empat kali lebih besar dari ukuran normal.


"Rumah siapa itu?" Tanya Roberto.


"Mana aku tahu?!" Sahut Brian.


"Itu adalah rumahku" sebuah suara bernada berat tiba-tiba menjawab dari belakang mereka.


Dan saat mereka membalikkan badan, mereka langsung di buat terkejut ketika melihat sosok tinggi besar yang memiliki luka jahitan di kepalanya.



Frankenstein, hantu legenda ke 6, dia telah berubah menjadi monster akibat sebuah eksperimen yang di lakukan oleh seorang ilmuwan gila. Berhasil di bunuh dengan cara di ledakkan namun ia di bangkitkan kembali oleh The Eternity dan menjadi jauh lebih kuat sekarang.


...----------------...


"Dimana kita?" Astrid berhasil sadar dan bertanya-tanya tentang apa yang baru saja terjadi kepadanya.


"Kalian?!"


"Eh?! Tuan Bernard?!" Astrid terkejut bukan main ketika melihat Bernard berada di dekatnya.


"Astrid, tuan Bernard? Apa yang sebenarnya terjadi" Vince ikut kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi kepadanya.


"Tiba-tiba saja aku tersedot ke sebuah portal saat aku sedang berbincang dengan Eddie" tutur Bernard yang masih merasa kebingungan.


"Aha, jadi kalian yang akan melawan ku?" Sebuah suara dari seorang perempuan sukses membuat mereka terkejut.


Mereka pun langsung mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara. Tiba-tiba, seluruh ruangan gelap itu berubah menjadi dunia cermin dan terlihatlah seorang perempuan yang sedang duduk santai di sebuah kursi.



"Aha, perkenalkan, aku Bloody Mary, hantu legenda ke 7".


...----------------...


Di sisi lain, Yong Sin dan Fiona di buat terkejut karena mereka terdampar bersama Eddie di sebuah ladang labu.


"Tuan Eddie, kenapa ini? Kenapa kita bisa berada di sini?" Tanya Yong Sin pada Eddie.


"Aku juga tidak tahu apa yang terjadi, ladang labu ini... Tidak salah lagi, ini adalah tempat tinggalnya" ujar Eddie dengan ekspresi panik.


"Tempat tinggal siapa?" Tanya Fiona yang merasa penasaran.


Belum sempat Eddie menjawab pertanyaannya, tiba-tiba terdengar sebuah suara tapak kaki kuda yang semakin lama semakin mendekat. Terlihat pula kobaran api yang menyala dari kejauhan seiring mendekatnya suara itu.


"Ini adalah tempat tinggal Jack o latern, hantu legenda ke 8" jawab Eddie.



...----------------...



Di sebuah kota yang memiliki nuansa tua, seorang pria memakai jas dan topi sedang berjalan dengan santai di jalanan kota tersebut. Terlihat, tak ada orang sama sekali yang tinggal di kota itu selain dirinya. Ia pun terus berjalan dan bernyanyi dengan riang.


"London bridge is falling down, falling down, falling down, London bridge is falling down, my fair lady".


Nyanyian yang terdengar sangat indah dan sekaligus menyeramkan terdengar menggema ke seluruh penjuru kota.


"Noir~...Tuan Eternity sudah serius sekarang, dia ingin mengakhiri umat manusia sekarang juga" ucap pria tersebut sembari meloncat ke atap sebuah gedung.


"Noir~... Aku harap mereka bertiga tidak membunuh manusia pengguna Angel itu agar aku bisa bertarung melawan mereka, Venus, ini semua terjadi karena mu, sebenarnya apa yang kau rencanakan hingga membuat tuan Eternity sampai bertindak sejauh ini" sambungnya.


"Noir~... sebenarnya aku juga tidak peduli dengan rencananya, mungkin dia sudah gila karena sudah di usir dari surga, Venus, aku tahu... Kau masih memiliki rasa cinta pada manusia di hatimu yang terdalam, kan?!! Aku, Jack The Ripper akan menghancurkan cintamu itu!!!".



Jack The Ripper, hantu legenda ke 9. Dialah dalang dari banyaknya pembunuhan yang terjadi di kota London pada abad ke 18. Dia sangat suka menyiksa korbannya sebelum membunuhnya. Mungkin, dia adalah hantu paling keji yang pernah di bangkitkan oleh The Eternity.