
Di saat kelompok Arthur dan Alexander sedang mengalami hal aneh, Roberto dan kelompoknya sudah terlebih dahulu masuk ke dalam ladang jerami. Roberto dan kedua teman laki-lakinya bisa masuk ke ladang jerami tanpa gangguan apapun.
Dengan penuh rasa waspada, ketiga remaja laki-laki itu terus melangkahkan kakinya untuk masuk lebih dalam ke ladang jerami yang di penuhi dengan kutukan itu. Mereka melakukan hal itu demi satu tujuan, membunuh Scarecrow.
"Jerami jerami ini membuat langkahku terhambat!" Ujar seorang laki-laki berambut pirang yang berada di kelompoknya Roberto.
"Berhentilah merengek, Brian kita harus tetap waspada sekarang" sahut laki-laki yang lainnya.
"Vince, aku tahu kita harus waspada, tapi jujur saja, andai Scarecrow menyerang sekarang kita bertiga pasti akan mati karena tidak bisa menghindar" sahut laki-laki berambut pirang yang bernama Brian tersebut.
"Karena itulah manusia di anugrah i Angel, agar kita bisa melawan balik hantu yang menyerang kita" timpal Roberto yang tiba-tiba ikut serta dalam perbincangan itu.
"Aku lebih khawatir dengan suasananya, lihatlah, sejauh mata memandang hanya ada warna hitam" laki-laki bernama Vince itu memutar pandangannya ke arah sekitar dan tidak bisa melihat apa-apa dalam radius beberapa meter.
Jarak pandang yang mereka miliki sangatlah pendek, bisa di bilang kalau mereka bertiga dalam bahaya besar sekarang. Scarecrow bisa saja menyerang mereka bertiga karena kondisi Curse Field sangat tidak menguntungkan untuk manusia.
"Aku tidak mencium adanya hantu di sini, ayo kita bergerak ke arah yang lain" ujar Brian setelah menajamkan indra penciumannya.
"Jangan bodoh Brian, yang akan kita lawan adalah hantu legenda, tentu saja dia bisa menyembunyikan baunya dari penciuman manusia" Roberto menegur Brian yang terlalu mengandalkan penciumannya.
Tidak ada yang salah dengan tindakan Brian, laki-laki bersurai pirang itu memang memiliki indra penciuman yang sangat kuat, ia bisa mencium bau hantu dari jarak yang cukup jauh. Sama seperti Arthur, namun Arthur memiliki indra pendengaran yang kuat bukan indra penciuman.
"Roberto, apakah Scarecrow tidak memiliki bawahan sama sekali?" Tanya Vince.
"Mana aku tahu?! Kenapa kau tidak tanya sendiri ketika bertemu dengannya nanti?!" Roberto berdecak kesal mendengar pertanyaan konyol yang keluar dari mulut Vince.
"Itulah yang aku maksud Roberto, aku tidak bisa mencium kehadiran hantu hantu biasa di sini" jelas Brian.
"Mungkin saja mereka juga menyembunyikan baunya, kalau memang benar begitu maka kita perlu ekstra hati-hati, hanya hantu yang sangat kuat yang bisa menyembunyikan baunya" tutur Roberto.
Brian dan Vince pun kembali memasang sikap siaga setelah mendengar penuturan Roberto. Mereka bertiga meneruskan langkahnya sembari waspada dengan keadaan di sekitarnya. Roberto mengawasi depan, Brian mengawasi kanan, sedangkan Vince mengawasi sebelah kiri.
Mereka bertiga saling melindungi satu sama lain, dan jika tiba-tiba ada hantu yang menyerang mereka, maka salah satu dari mereka sudah siap memanggil Angelnya. Meskipun begitu, masih ada satu kelemahan pada formasi kelompok itu.
Bagian belakang, bagian belakang Roberto sangat terbuka dan tidak ada yang menjaga. Celah yang terbuka sangat lebar itu tentu saja bisa menjadi boomerang bagi mereka bertiga. Hantu bisa saja menyerang mereka dari belakang tanpa mereka sadari, terlebih lagi suasana Curse Field yang sangat gelap dan sunyi.
Kelompok Roberto terus saja berjalan tak tentu arah, bahkan mereka bertiga tidak sadar kalau mereka sudah tersesat. Dan dengan suasana Curse Field yang sangat gelap tidak mungkin bagi mereka untuk bisa menemukan jalan keluar.
"Berhenti sebentar!" Ucap Roberto secara tiba-tiba.
Brian dan Vince pun merasa terkejut karena Roberto yang tiba-tiba memerintahkan mereka untuk berhenti.
"Ada apa Roberto?" Tanya Vince.
Roberto tidak menjawab, ia terlihat menyipitkan matanya seraya menatap ke arah depan. Perlahan-lahan, Roberto pun melangkahkan kakinya kembali.
"Hei, kau tadi bilang berhenti, sekarang kau malah berjalan kembali!" Protes Brian.
"Sttss!! Diamlah" Roberto membalikkan badannya dan menaruh jari telunjuknya ke hidungnya mengisyaratkan kedua temannya untuk diam.
Brian dan Vince pun langsung kompak menutup mulut mereka setelah melihat Roberto tidak sedang bermain-main.
Tiba-tiba, ia langsung berlari kencang menuju ke depan dan meninggalkan kedua temannya di belakangnya. Brian dan Vince tidak tahu apa yang terjadi, mereka pun langsung ikut berlari menyusul Roberto dari belakang.
"Hoe Roberto!! Ada apa?" Seru Brian dari belakang.
"Kalau kau melihat sesuatu beritahu kami! Jangan diam saja!!" Timpal Vince.
Roberto pun langsung berhenti setelah mendengar teriakan temannya, Roberto memandangi sekitarnya seperti terlihat sedang mencari sesuatu. Brian dan Vince pun akhirnya berhasil menyusul Roberto, rasa penasaran yang ada di benak kedua remaja itu sangat besar sekarang.
"Hei Roberto! Sebenarnya ada apa denganmu?!" Tanya Vince sembari mengatur nafasnya.
"Kau bilang untuk berhenti, setelah itu kau berjalan, lalu kau menyuruh kami untuk diam, setelahnya kau langsung berlari begitu saja, sebenarnya ada apa?!" Timpal Brian dengan nada kesal.
Mendengar ocehan dari anggota kelompoknya, Roberto tidak marah sama sekali. Ia pun langsung menatap kedua teman nya dan menjelaskan kepada mereka tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"Tadi, sekilas aku melihat sebuah siluet di sini, jadi aku mengejarnya" ujar Roberto kepada kedua temannya.
Brian dan Vince pun kompak saling memandang setelah mendengar ucapan Roberto, mereka merasa heran bagaimana bisa Roberto melihat sebuah siluet dengan jarak pandangan yang sangat minim.
"Siluet?" Ucap Brian dengan wajah keheranan.
"Bagaimana bisa kau melihat sebuah siluet dengan jarak pandang yang sangat pendek?" Tanya Vince dengan wajah yang sama herannya.
"Aku juga tidak tahu, tapi tadi sekilas aku melihat sebuah siluet orang-orangan jerami di sini" jawab Roberto.
Brian dan Vince sukses di buat kaget dengan jawaban dari Roberto. Nampaknya, mereka berdua tahu betul siapa mahkluk di balik siluet orang-orangan jerami yang di lihat oleh Roberto.
"Roberto, bersiaplah, dia ada di sini!" Brian memberikan sebuah peringatan kepada Roberto.
"Siluet orang-orangan jerami, tidak salah lagi, itu adalah dia!!" Timpal Vince.
Melihat dua temannya berada dalam posisi siaga, Roberto pun langsung memanggil Angelnya untuk keluar.
Tank Man berdiri di depan ketiga remaja itu untuk melindungi mereka, Roberto langsung memanggil Angelnya keluar karena dia juga paham dengan maksud dari kedua temannya.
Dan di saat ketiga remaja itu sibuk memperhatikan keadaan di sekitarnya, mereka bertiga tidak sadar kalau ada sesosok hantu yang mendekat ke arah mereka.
"Hahaha... Akhirnya kalian sampai juga, aku sudah menunggu cukup lama untuk bermain bersama kalian!!" Sebuah suara yang sangat menyeramkan tiba-tiba terdengar di belakang tiga remaja itu.
Dan di saat mereka bertiga menoleh ke belakang, mata mereka langsung terbelalak ketika melihat siapa yang datang.
Siluet orang-orangan jerami yang Roberto lihat tadi adalah hantu legenda ke 2, penunggu Curse Field, Scarecrow.