
"Tenang, aku tidak bisa berpikir jika aku panik" Arthur mengatur nafasnya dan mencoba untuk menenangkan dirinya.
Kumpulan serangga itu semakin mendekat ke arah Arthur, sedangkan dirinya masih belum menemukan cara bagaimana caranya bisa menangkis serangan itu.
Menyerah lah sekarang, Arthur!!
Twin Mage terus mendesak Arthur untuk menyerah dan mau mengikuti perintahnya, namun tentu Arthur tidak mau menyerah begitu saja dan terus mencoba untuk melawan Twin Mage.
"Heh, mungkin dengan cara itu aku bisa membunuh serangga-serangga sialan itu!" Arthur membuka matanya seraya tersenyum sinis.
Setelah itu, Red Devil berpindah tempat ke depan Arthur, Devil itu pun lalu mengangkat trisulanya dengan satu tangannya dan memasang kuda-kuda serang.
"Hell Spinning!!!" Seru Arthur.
Red Devil pun mengaum dan langsung memutar trisulanya. Setelah itu, munculah sebuah tornado api yang langsung menyedot kawanan serangga itu masuk ke dalamnya dan langsung membuat serangga-serangga itu musnah.
Twin Mage tentu saja merasa terkejut ketika melihat hal itu, ia tidak menyangka kalau sihirnya masih bisa di atasi oleh Arthur.
Dasar manusia kurang ajar!
"Sekuat apapun kekuatan yang kalian miliki, pada akhirnya umat manusia lah yang akan tetap hidup sampai hari terakhir nanti!" Ucap Arthur dengan tatapan tajamnya.
Setelah semua kawanan serangga itu menghilang, Arthur pun melesat kembali bersama Red Devilnya untuk mencoba menyerang Twin Mage. Arthur melesat lebih cepat menggunakan Auranya hingga membuat Twin Mage tidak sempat untuk mengucapkan mantra sihir kembali.
*Tzing...
Twin Mage pun terpaksa menangkis trisula milik Red Devil menggunakan tongkat sihirnya, setelah semua usaha yang ia lakukan, pada akhirnya Arthur bisa mendekati hantu penyihir itu.
"Kau tidak bisa bertarung jarak dekat kan?" Tanya Arthur dengan senyum sinis nya.
Jangan sombong!!
Twin Mage melompat ke belakang untuk menjaga jaraknya kembali, Twin Mage tidak bisa menandingi kekuatan Red Devil dalam pertarungan jarak dekat, karena itulah Twin Mage harus menjaga jaraknya agar bisa mengeluarkan sihirnya kembali.
"Apa kau pikir aku akan membiarkan dirimu mengeluarkan sihir mu lagi?" Arthur kembali melesat ke depan untuk mendekati Twin Mage.
Setelah berhasil mendekati Twin Mage kembali, Red Devil pun langsung menyerangnya secara membabi buta. Demon itu mengayun-ayunkan trisulanya hingga membuat Twin Mage kewalahan menangkisnya.
Kalau kau memang ingin pertarungan jarak dekat, maka aku akan mengabulkannya!!
*Bush...
Sebuah asap hitam tiba-tiba muncul dari tubuh Twin Mage dan membuat Red Devil berhenti menyerang karena pandangannya yang tertutupi oleh asap hitam itu.
"Sialan! Dia menghilang?" Arthur menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan Twin Mage namun ia tidak melihatnya di manapun.
"Mencarinya di dalam dimensinya sendiri sama saja seperti mencari sebuah jarum di tumpukan jerami, lebih baik aku waspada sekarang, dia pasti tidak pergi jauh dari sini" Arthur langsung menarik Red Devilnya ke sampingnya kembali.
Karena tidak bisa mencarinya menggunakan mata, akhirnya Arthur pun memutuskan untuk menggunakan indra pendengarannya.
Arthur menutup kedua matanya dan memasang kedua telinganya, ia menajamkan pendengarannya untuk mencari keberadaan Twin Mage. Suasana di dalam dimensi milik Twin Mage sangatlah sunyi, tidak ada bunyi apapun yang terdengar di dalam sana.
"Dimana kau?!" Gumam Arthur dengan mata yang masih terpejam.
"Aku tidak bisa mendengar apapun, dimensi ini hampir mirip dengan dimensi kekosongan milik Ace!" Arthur pun membuka matanya kembali setelah tidak bisa mendengar suara apapun.
Mencari ku??
Suara yang di cari oleh Arthur akhirnya terdengar, Arthur sempat kaget ketika ia mendengar suara Twin Mage namun Arthur dengan sigap langsung memasang sikap waspada.
Twin Mage yang tiba-tiba muncul di depan Arthur langsung mengucapkan sebuah mantra sihir kembali. Setelah Twin Mage mengucapkan mantra itu, buku mantra dan tongkat sihirnya langsung terlepas dari tangannya dan terangkat di udara.
**Jleb...
Akhhh*!!
Di luar dugaan, Red Devil langsung melempar trisulanya dan trisula itu langsung menembus tubuh Twin Mage.
"Kau lengah, apa kau pikir aku adalah orang yang bodoh? Mana mungkin aku membiarkan dirimu mengeluarkan sihirmu lagi!" Ucap Arthur dengan nada geramnya.
*Tap... *Tap... *Tap...
Arthur dan Red Devil berjalan bersama menghampiri Twin Mage yang sudah tertusuk trisula.
"Kau memanglah hantu terkuat dari hutan yang pernah aku hadapi, tapi kau bukanlah hantu legenda, jadi membunuh mu bukanlah hal yang sulit untuk ku!" Ucap Arthur tepat di kedua wajah Twin Mage.
Red Devil pun mencabut kembali trisulanya, Demon itu lalu langsung mengarahkan trisulanya ke bawah tepat di antara kedua tubuh Twin Mage.
Kau sudah terlambat Arthur... Dia akan lepas ke dunia manusia sekarang...
*Jleb...
Red Devil langsung memotong tubuh Twin Mage menjadi dua bagian setelah hantu itu menyelesaikan kata-kata terakhirnya. Dan di saat itu juga, dimensi milik Twin Mage perlahan-lahan runtuh dan Arthur telah berhasil kembali ke dunia nyata.
"Hah, Arthur!!" Suara Clara pun langsung menyambut Arthur setelah ia berhasil keluar dari dimensi milik Twin Mage.
"Clara! Avis!" Arthur menoleh ke belakang dan tersenyum ketika melihat Clara dan Avis yang baik-baik saja.
Arthur pun bermaksud ingin menghampiri kedua gadis itu, namun ia tiba-tiba merasakan sebuah firasat yang buruk tepat sebelum ia melangkahkan kakinya. Apalagi setelah Arthur melihat ke arah Clara, gadis itu terlihat seperti sedang tercengang.
'Clara, ada apa? Kenapa tatapan mu seperti itu? Apa ada sesuatu yang mengerikan di belakang ku? Aku merasa sangat merinding sekarang' Arthur bertanya-tanya dalam hatinya sendiri.
Arthur melihat Clara yang diam mematung di tempatnya, sedangkan Avis yang tadinya terlihat ceria kini tiba-tiba terlihat ketakutan dan bersembunyi di belakang Clara.
"Bukankah kau sudah mati?" Tanya Arthur tanpa menoleh sedikitpun ke belakang.
Arthur mengira kalau Twin Mage masih hidup, namun tiba-tiba ia teringat dengan kata-kata terakhir hantu penyihir itu sebelum ia membunuhnya.
Kau sudah terlambat Arthur... Dia akan lepas ke dunia manusia sekarang...
Karena sudah merasa sangat penasaran, akhirnya Arthur pun mulai membalikkan badannya secara perlahan-lahan.
Mata Arthur terbelalak ketika ia melihat mahluk tengkorak itu, seperti seorang malaikat pencabut nyawa, mahluk tengkorak itu berdiri dengan santainya di bawah sinar matahari.
"Kau! Makhluk apa lagi kau ini?!" Arthur pun langsung memanggil Red Devilnya kembali.
Arthur merasa sangat yakin kalau makhluk yang berada di depannya itu bukanlah mahluk yang baik. Dan tiba-tiba, Arthur teringat dengan tongkat dan buku milik Twin Mage yang tadi terlihat terbang ke udara.
"Kau... Heh, jadi kau adalah perwujudan tongkat dan buku sihirnya" ucap Arthur setelah mengetahui dari mana makhluk itu berasal.