The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
KEPUTUSAN



"Arthur! Kau juga ingin menentang ku?!!" Fergie seketika langsung di buat marah akibat perkataan Arthur tersebut.


Badan Arthur seketika juga gemetar ketika Fergie membentaknya. Namun, sebisa mungkin ia mencoba untuk tetap tenang menghadapi kemarahan dari ketua koloninya itu.


"Tuan, izinkan Clara pergi dan anda bisa memulai pertempuran melawan hantu legenda ke 2 secepat mungkin" ujar Arthur.


Clara tentu saja terkejut dengan ucapan Arthur tersebut, ia tidak menyangka kalau Arthur akan melakukan hal seperti itu demi membelanya.


"Tidak Arthur! Ingat kondisimu belum sepenuhnya pulih, kau tidak boleh ikut bertempur sekarang!" Tegas Clara, gadis itu masih merasa khawatir dengan kondisi Arthur jika ingin memulai pertempuran itu sekarang.


"Clara, kenapa kau tidak menggunakan racunmu untuk menyembuhkan luka Arthur sekarang?" Tanya Fergie secara tiba-tiba.


"Apa? Tapi tuan, Clara bilang dia tidak bisa melakukannya" timpal Arthur, ia tentu saja merasa terkejut karena sebelumnya Clara berkata kalau ia tidak bisa melakukannya.


Clara diam tak menjawab, ia tidak bisa melakukan apa-apa sekarang. Fergie tahu betul tentang kemampuan Angelnya, orang tua itu tahu kalau Medusa miliknya bisa menyembuhkan luka Arthur dengan secepat kilat.


"Clara, apa kau bisa menyembuhkan lukaku dengan cepat?" Tanya Arthur kembali.


Namun Clara tetap diam, ia tidak mengeluarkan sepatah kata apapun.


"Tentu saja dia bisa melakukannya, ular pada rambut Medusa bisa menyembuhkan luka apapun" ujar Fergie.


"Clara jawab aku sekarang! Kalau kau bisa melakukan itu maka lakukanlah sekarang!!" Arthur pun menghampiri Clara dan langsung mendesaknya untuk menyembuhkan lukanya.


"Tidak! Kau tidak boleh ikut bertempur dulu!! Kalau memang tuan Fergie akan memulai pertempuran maka kau tidak boleh ikut!" Tegas Clara.


"Dan aku tidak akan pernah memulai pertempuran lagi jika Arthur tidak ikut" timpal Fergie.


Sekarang Clara terdesak oleh dua orang pria itu, ia di desak oleh Arthur untuk menyembuhkan lukanya. Namun, Clara tidak mau melakukan itu karena ia ingin Arthur beristirahat sejenak dari pertempuran.


"Clara! Nasib umat manusia sedang di pertaruhkan!! Kau tidak bisa bertindak egois seperti itu!!"


*Plak...


Sebuah tamparan yang cukup kencang tiba-tiba mendarat di wajah Arthur. Dan pelakunya masih lah orang yang sama, Clara. Untuk yang kedua kalinya dalam satu hari, Arthur kembali di tampar oleh Clara.


"Aku itu mengkhawatirkan keadaan mu! Tapi kau sama sekali tidak peduli dengan hal itu!!" Bentak Clara.


"Aku lebih peduli dengan masa depan umat manusia dari pada keadaan ku sendiri" sahut Arthur sembari memegangi pipinya yang baru saja di tampar oleh Clara.


Melihat hal itu, Fergie pun tak tinggal diam, ia langsung mencoba untuk menengahi Arthur dan Clara agar kedua remaja itu tidak bertengkar.


"Begini saja, Clara, sembuhkan lah Arthur dengan kekuatanmu, lalu aku akan mengijinkan mu pergi untuk menemui Wilson" tutur Fergie.


"Dan, setelah kau kembali lagi ke sini, aku akan langsung memulai pertempuran itu" sambung Fergie.


"Baiklah!!" Tanpa pikir panjang, Clara langsung menyetujui syarat dari Fergie tersebut.


"Kau tidak boleh pergi sendirian, Arthur akan menemanimu, dan kau juga tidak boleh pergi terlalu lama" tutur Fergie kembali.


Clara pun mengangguk-anggukkan kepalanya, ia menyanggupi setiap syarat yang di ucapkan oleh Fergie, termasuk harus mengobati luka Arthur sekarang.


'aku akan mengulur waktu yang lama untuk kembali ke sini' ucap Clara dalam hatinya.


"Sekarang, kau harus menyembuhkan luka ku ini" ujar Arthur sembari menunjuk perutnya.


Clara kembali mengangguk, kali ini, ia mau mengobati luka Arthur itu menggunakan Angelnya.


"Medusa!"



Medusa pun langsung muncul di hadapan Arthur setelah Clara memanggil namanya, dan dengan perintah Clara, Medusa pun mendekat ke arah Arthur dan langsung berjongkok di depannya.


Setelah mendengar perintah itu, ular yang berwarna hijau di kepala Medusa pun menggeliat keluar dan langsung menggigit perut Arthur.


"Akhhh!!" Arthur meringis kesakitan ketika ular itu menyuntikkan racunnya ke dalam tubuhnya.


"Tahanlah Arthur, biarkan bisa ular itu menyebar ke seluruh tubuhmu" tutur Fergie ketika melihat Arthur kesakitan.


Setelah beberapa detik kemudian, akhirnya ular itu pun melepaskan gigitannya di sertai dengan tubuh Medusa yang perlahan-lahan menghilang.


*Bruk...


Tepat setelah tubuh Medusa menghilang, tubuh Clara langsung ambruk tak sadarkan diri di lantai, Clara langsung pingsan tepat setelah ia mengobati luka di tubuh Arthur.


"Clara!" Arthur langsung sigap menghampiri tubuh Clara yang tergeletak tak sadarkan diri.


"Tenang, bawalah dia ke kamarnya, dan bagaimana dengan lukamu?" Tanya Fergie kepada Arthur.


"Mmm, sudah sembuh, luka jahitan ku benar-benar sudah kering sekarang" sahut Arthur sembari memegangi luka jahitannya.


"Baguslah kalau begitu, sekarang bawa Clara agar dia bisa beristirahat, aku akan menghubungi Joseph" ujar Fergie sembari berlalu pergi.


"Baiklah, terima kasih, tuan Fergie" Arthur pun langsung mengangkat tubuh Clara dan membawanya pergi menuju ke kamarnya.


Arthur sendiri sedikit kerepotan ketika menggendong tubuh Clara di tangannya, apalagi ketika Arthur berada di dalam lift, ia benar-benar merasa kesulitan untuk memencet tombolnya.


"Mau ke lantai berapa?" Tanya seorang laki-laki yang tiba-tiba berada di sampingnya.


"Ah! Aku mau ke lantai 29" sahut Arthur.


*Click....


Laki-laki aneh itu pun lalu memencet tombol 29 pada lift, ia membantu Arthur yang terlihat kesulitan untuk memencet tombol lift tersebut.


"Terima kasih" ucap Arthur ketika lift itu mulai bergerak turun.


"Hmm, sama-sama, ngomong-ngomong kenapa dengan Clara? Apa dia baru saja menggunakan kekuatannya lagi?" Tanya laki-laki tersebut.


"Ah iya, dia baru saja menyembuhkan luka ku" jawab Arthur.


"Hmm, begitu ya, kasihan, padahal dia punya Angel yang sangat berguna untuk tim, tapi konsekuensi yang ia dapat cukup berat" ujar laki-laki tersebut.


"Oh ya, perkenalkan namaku Arthur" Arthur mencoba untuk memperkenalkan dirinya kepada laki-laki tersebut.


Namun, bukannya menjawab pertanyaan tersebut, laki-laki itu malah terus menatap kosong ke arah depan hingga membuat Arthur merasa heran.


"Tidak ada yang tidak mengenalmu, Arthur" ucap laki-laki aneh itu dengan pandangan kosong mengarah ke depan.


"Hmm, begitu ya, kalau begitu siapa namamu?" Arthur merasa penasaran dengan siapa nama laki-laki aneh yang saat ini berada di sampingnya itu.


"Panggil saja aku Yong Sin" ujar laki-laki aneh tersebut yang ternyata bernama Yong Sin.


"Hmm, senang berkenalan dengan mu" ujar Arthur.


Setelah itu, pintu lift pun terbuka dan menandakan kalau mereka sudah sampai di lantai 29. Arthur pun mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada Yong Sin sebelum ia pergi. Namun, sebelum Arthur keluar dari lift, Yong Sin langsung menahan tubuhnya.


*Grep...


"Berhati-hatilah, ada seseorang di koloni ini yang ingin membunuhmu" bisik Yong Sin kepada Arthur.