
Seluruh remaja yang memiliki kekuatan Angel kini telah di kumpulkan di halaman depan hotel, sedangkan Fergie dan para ketua yang lain sedang berdiri di atas balkon hotel, menghadap ke para remaja yang sedang berbaris di bawahnya.
Arthur dan teman-temannya kompak berbaris dengan rapi, mereka sendiri belum mengetahui kenapa mereka di kumpulkan seperti ini.
"Anak-anakku, kalian semua adalah harapan terakhir bagi umat manusia, kekuatan Angel yang kalian miliki adalah sebuah anugrah dari Tuhan untuk menghadapi ke-tiga belas hantu legenda!!" Seru Fergie kepada seluruh remaja yang sedang berbaris di bawahnya.
"Aku dan para ketua yang lain sudah memutuskan bahwa mulai hari ini, kita akan memburu dan melawan hantu legenda!!!" Fergie berteriak dengan lantang seolah-olah ingin memancing semangat anak-anaknya.
Beberapa remaja yang mendengar hal itu nampak diam saja, namun ada juga beberapa remaja yang terlihat khawatir dan ketakutan setelah mendengar pengumuman itu.
"Akhirnya, aku sudah menunggu hari ini sejak lama" Ace membuka suara di antara barisannya.
Arthur yang berdiri di depan Ace pun menoleh ke arahnya "begitukah? Kau juga menantikan hal ini?"
"JANGAN BERBICARA!!!" Joseph tiba-tiba membentak Arthur dan Ace yang berbicara di tengah-tengah pengumuman.
Arthur dan Ace pun seketika terdiam, mereka langsung menundukkan kepala karena menerima tatapan tajam dari Joseph.
"Kita tidak akan melawan mereka semua sekaligus, tapi kita akan memburu mereka satu persatu, di mulai dari George Devil hingga sampai The Eternity" jelas Fergie.
Setelah mengatakan pengumuman tersebut, Fergie mundur dari posisinya dan di gantikan oleh Eddie.
"Kalian semua akan di bagi menjadi beberapa kelompok, dan kalian akan di kirimkan ke kota mati, tempat George Devil bersembunyi" tutur Eddie.
Lagi-lagi, para remaja menunjukkan ekspresi yang berbeda-beda. Banyak dari mereka yang merasa ketakutan setelah tahu kalau mereka akan di tugaskan ke kota mati.
Bukan tanpa alasan mereka terlihat takut seperti itu, kota mati adalah sebuah kawasan kota besar yang tak berpenghuni.
Bahkan, sinar matahari pun tidak mampu menyinari kota itu karena energi kutukannya yang sangat kuat. Oleh karena itu kota itu di tinggali oleh para hantu yang memiliki kekuatan kuat. Dan juga kota itu di duga menjadi tempat persembunyian hantu legenda nomor 1, George Devil.
"Persiapkan diri kalian!! Sore nanti, kalian semua akan berangkat, dan kalian juga di izinkan untuk memilih siapa kelompok kalian, satu kelompok berjumlah 3 orang!!" Joseph memberikan sebuah pengumuman terakhir sebelum barisan itu di bubarkan.
"Baiklah, sekarang kalian semua bisa bubar!!" Fergie pun membubarkan barisan itu agar para remaja bisa mempersiapkan diri mereka lebih awal.
Setelah Fergie dan ketua lainnya meninggalkan balkon, para remaja tidak membubarkan diri. Mereka justru saling berdebat satu sama lainnya.
"Tidak tidak aku tidak mau kesana!!"
"Kita bisa mati, kita bisa mati kalau sampai kita berangkat ke kota mati!!"
"Aku bahkan belum berlatih sama sekali!! Kenapa mereka tega melakukan itu kepada kita!!"
Mendengar teman-temannya merasa panik, Arthur yang muak pun langsung membentak mereka "Pengecut!! Kalian semua tidak pantas memiliki kekuatan Angel!!"
Para murid yang saling ketakutan pun seketika terdiam ketika Arthur membentak mereka. Namun, mereka yang merasa tidak terima pun langsung membentak balik Arthur.
"Diam!! Kau itu yang pecundang!!"
"Kau hanya berlagak berani, namun sebenarnya kau merasa ketakutan!! Iyakan?!"
"Hoe, pilihlah kata-katamu dengan bijak, pecundang!!" Roberto yang ikut marah pun hampir meninju Arthur dengan tangannya.
Namun, sebelum pukulan itu mengenai wajah Arthur, Ace dengan sigap langsung menahan tangannya Roberto.
"Hmm, kau sangat menarik, aku akan satu kelompok denganmu" ujar Ace kepada Arthur yang masih dalam keadaan menahan tangan Roberto.
"Ace!! Lepaskan tanganku!!" Roberto menatap Ace dengan tajam untuk mengintimidasinya.
Namun, Ace sama sekali tidak takut dan mendorong tubuh besar Roberto hingga laki-laki itu terjatuh tersungkur ke tanah.
"Ya sudah, ayo pergi" Ace mengajak Arthur untuk pergi dan tidak menghiraukan Roberto yang berteriak-teriak kepadanya.
"Kau benar-benar ingin satu kelompok denganku?" Ujar Arthur ketika mereka berjalan.
"Iya" jawab Ace singkat.
"Apa kau punya orang satu lagi untuk ikut dengan kelompok kita?" Tanya Arthur.
"Tenang saja, aku sudah berbicara dengan Clara dan dia setuju, sekarang ia sedang menyiapkan makanan untuk perjalanan kita nanti" tutur Ace.
Arthur pun merasa lega karena ia sudah mendapatkan kelompok dengan mudah, Arthur sendiri sempat merasa ragu bisa mendapatkan kelompok, karena ia tahu banyak orang yang tidak suka kepadanya.
"Kita bisa mati kan?" Ucap Arthur secara tiba-tiba.
Ace pun langsung menoleh ke arah Arthur, ia merasa terkejut dengan ucapan Arthur tersebut.
"Tidak, aku tidak akan membiarkanmu mati" ujar Ace.
"Kenapa tidak? Dan kenapa kau tidak membenci aku?" Tanya Arthur kembali.
Ace pun menghembuskan nafasnya "aku merasakan sebuah firasat ketika aku melihat Demon milikmu"
"Firasat? Firasat apa?" Tanya Arthur dengan wajah keheranan.
"Firasat tentang masa depan umat manusia, mungkin kau adalah satu-satunya manusia dalam sejarah yang memiliki kekuatan Demon" jelas Ace.
Arthur tidak berkata lagi, ia mencoba untuk merenungi apa maksud dari perkataannya Ace.
Jika memang firasat yang di rasakan oleh Ace benar, maka Arthur lah satu-satunya harapan terakhir bagi umat manusia.
"Kalau aku katakan aku bisa membunuh The Eternity, apa kau akan percaya?" Ujar Arthur kembali.
Ace tidak langsung menjawab, ia tersenyum sinis setelah mendengar ucapan Arthur tersebut.
"Aku percaya" sahut Ace dengan senyuman sinis di bibirnya.
Arthur tidak membalas, mereka berdua terus melangkahkan kakinya menuju ke lantai atas.
"Ace, sebenarnya kita mau kemana?" Arthur bertanya karena tidak tahu tujuan mereka.
"Ikut saja, nanti kau akan tahu" ujar Ace.
Arthur pun hanya menurut dan mengikuti Ace ketika ia menaiki tangga. Arthur tidak paham mengapa Ace tidak naik lift saja jika ingin naik ke lantai atas.
Mereka berdua terus menaiki tangga hingga tak terasa sudah berada di lantai teratas, namun Ace masih belum menghentikan langkahnya dan terus melangkah menuju ke pintu atap.
Ace membuka pintu itu, kini ia dan Arthur sudah berada di atap hotel koloni. Tempat Arthur dan Ace bisa melihat jelas ke seluruh penjuru mata angin.
"Hmm, pemandangan yang indah" ujar Arthur ketika melihat barisan gedung-gedung kota yang terbengkalai.
"Ace, kenapa kau mengajak-..." Mulut Arthur seketika menganga ketika melihat mahluk yang berdiri di belakang Ace.
"Stardust" ucap Ace memperkenalkan Angelnya.
"A-Ace, makhluk apa itu?" Baru kali ini Arthur gemetar ketakutan ketika melihat Angel milik seseorang.
"Stardust, ini adalah Angel milikku, sekarang keluarkan Demon milikmu, aku ingin melihat kemampuanmu"