The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
FRANKENSTEIN



"Akhhh!!"


Akibat Angelnya terkena luka tembakan, Roberto pun ikut merasakan dampaknya, terlihat badannya mengeluarkan darah akibat terkena timah panas dari pistol yang di tembakan Rapshody.


"Sial! Roberto!" Alexander langsung panik melihat temannya terkena serangannya sendiri.


"Ini bisa berakibat fatal! Alex lindungi aku! Aku akan menyelamatkan Roberto" Brian berlari untuk menyelamatkan Roberto.


Namun, Frankenstein melompat dan menghalangi jalan Brian menuju Roberto. Melihat hal itu, Alexander pun mengeluarkan 4 peluru api yang langsung ia tembakkan ke tubuh Frankenstein.


Akhirnya, peluru api itu sukses melukai tubuh Frankenstein hingga membuatnya berteriak kesakitan karena tubuhnya terbakar.


"Akhhh!! Api!!" Frankenstein mencoba memadamkan api yang membakar tubuhnya.


"Api! Dia takut dengan api! Aku bisa membunuhnya menggunakan peluru api!" Melihat Frankenstein kesakitan karena api, Alexander pun mencoba untuk menyerangnya kembali.


Rapshody menembaki Frankenstein secara membabi-buta menggunakan peluru apinya. Namun, kali ini peluru-peluru api itu tidak mampu menembus kulit Frankenstein.


"Apa?! Kenapa jadi tidak mempan?" Alexander kebingungan melihat serangannya tidak mempan sama sekali.


"Api!! Aku tidak suka api!!" Frankenstein berteriak dan mengangkat kedua tangannya.


Brian yang tepat berada di depannya pun langsung mundur untuk menghindar dari Frankenstein.


"Bagaimana ini, dia tidak membicarakan aku mendekati Roberto" Brian mencoba mencari cara untuk menyelamatkan Roberto yang tak sadarkan diri.


"Dia benar-benar monster, kita tidak bisa membunuhnya menggunakan serangan biasa" ujar Alexander.


"Pikirkan itu nanti, sekarang kita harus berpikir bagaimana caranya membawa Roberto pergi dari sana" balas Brian.


"Tenang saja, tembakannya tidak mengenai titik vitalnya, asal dia mampu menekan pendarahannya dia pasti baik-baik saja" tutur Alexander.


"Dia sedang tak sadarkan diri! Bagaimana dia bisa menekan lukanya sendiri kalau dia sedang pingsan?!" Seru Brian.


"Justru karena itulah dia akan baik-baik saja! Dia tidak bisa menahan semua luka yang ada di tubuhnya, dia memilih untuk pingsan agar darah keluar secara perlahan!" Balas Alexander.


"Kurang ajar!!"


Teriakan Frankenstein sukses membuat Alexander dan Brian terdiam sejenak, terlihat api yang membakar tubuh Frankenstein sudah padam sekarang. Namun, karena luka bakar yang ia derita, wajah Frankenstein menjadi lebih menyeramkan sekarang.


"Akan aku bunuh kalian semua, aku bersumpah, aku akan menghancurkan tubuh kalian dan memakannya bulat-bulat!!" Frankenstein berlari ke arah Alexander dan Brian dengan sangat cepat.


Mereka berdua sangat terkejut ketika melihat Frankenstein mampu berlari secepat itu. Alhasil, Brian terlambat menghindari pukulan Frankenstein dan ia pun harus menerima luka yang cukup parah di kepala bagian kirinya.


"Sialan!!" Brian memegangi kepala kirinya yang terus mengalirkan darah.


"Apa-apaan itu tadi?! Bagaimana dia bisa bergerak secepat itu dengan tubuhnya yang besar?!" Alexander masih tak percaya ketika melihat kecepatan Frankenstein.


"Bergerak cepat bukanlah hal yang sulit untukku!!" Seru Frankenstein seraya memandang Brian.


"Gawat! Brian cepat lari!!" Alexander langsung panik melihat Frankenstein sudah mengambil ancang-ancang.


Bukannya lari dan ataupun mundur, Brian justru memanggil Angelnya keluar untuk menghadapi Frankenstein.


"Alter ego, manipulasi emosi, kepribadian ganda!!" Brian mengangkat kedua tangannya ke udara.


Alter ego pun muncul dari belakang namun dengan wujud yang berbeda, topeng yang berada di kepalanya tak hanya ada dua sekarang. Dan topeng-topeng itu memiliki ekspresi yang berbeda-beda.



"Apa-apaan Angelnya itu?! Kenapa dia bisa merubah wujud Angelnya sendiri?!" Alexander kebingungan ketika melihat wujud baru Alter ego.


"Time slow" gumam Brian.


Kepala Alter ego pun tiba-tiba langsung berputar dengan sangat cepat, dan di saat itu juga tiba-tiba waktu seolah-olah berjalan menjadi sangat lambat. Bahkan pukulan Frankenstein terlihat seperti terhenti sangking lambatnya.


"Misteri telah terpecahkan, kepribadian manusia mampu memanipulasi ruang dan waktu" ucap Brian.


Kesempatan untuk menyerang Frankenstein sudah terbuka lebar sekarang, Brian pun langsung memerintahkan Alter egonya untuk menyerang Frankenstein. Dengan kepala yang masih berputar, Alter ego maju ke depan dan menciptakan sebuah jarum jam raksasa. Tanpa pikir panjang lagi, Alter ego pun langsung menancapkan jarum jam itu ke tubuh Frankenstein.


Brian melompat mundur terlebih dahulu sebelum mengembalikan kecepatan waktu seperti semula, dan waktu pun langsung kembali berjalan dengan normal setelah Alter ego menghentikan putaran kepalanya.


"Akhhh!!" Frankenstein berteriak kesakitan setelah menerima tusukan dari Alter ego.


"Apa?! Apa yang baru saja terjadi?!" Alexander kebingungan ketika melihat Frankenstein sudah tertusuk jarum yang sangat panjang.


"Jangan lengah! Alexander cepat serang dia!!" Seru Brian.


Alexander pun langsung memerintahkan Rapshody untuk menyerang Frankenstein yang mencoba mencabut jarum jam dari tubuhnya. Rapshody menembakkan 4 peluru berwarna biru yang langsung membuat tubuh Frankenstein membeku dalam sekejap.


"Hah... Hah... Apa kita berhasil?" Tanya Brian pada Alexander.


"Tidak, itu tidak akan bertahan lama, ayo kita sedang dia lagi!!" Seru Alexander.


Rapshody kembali membidik kepala Frankenstein dengan pistolnya, ia sudah siap melepaskan tembakan namun tiba-tiba Brian langsung ambruk dan memuntahkan darah dari mulutnya.


"Uhuk!!" Darah yang keluar dari mulut Brian cukup banyak hingga membuat sebuah genangan di bawahnya.


"Brian!" Alexander langsung menghampiri Brian.


"Apa yang terjadi?!" Tanya Alexander dengan ekspresi panik.


"Aku menggunakan kekuatan Alter ego untuk memperlambat waktu di seluruh dunia, namun sebagai gantinya aku harus kehilangan banyak darah karena efek samping dari menggunakan kekuatan itu" tutur Brian dengan nada yang lemah.


Alexander seolah-olah langsung kehilangan tenaganya setelah ia mendengar hal itu, sekarang hanya tersisa ia sendiri yang masih bisa bertarung melawan Frankenstein. Namun, kedua orang itu tak sadar kalau Frankenstein sudah berhasil meloloskan diri dan kini sudah bersiap menyerang mereka dari belakang.


"Matilah kalian!!" Frankenstein melesat dan mengayunkan pukulannya tepat di kepala Alexander.


Namun...



Tank man tiba-tiba muncul dan berhasil menangkis pukulan Frankenstein tepat sebelum pukulan itu mengenai kepala Alexander.


"Jangan lengah dasar bocah bodoh! Lawan kita adalah hantu legenda!!" Roberto bangkit kembali dari pingsannya.


"Roberto!!" Ucap Brian dan Alexander secara bersamaan.


"Diamlah! Aku tahu apa yang ingin kalian katakan, dengarkan aku!! Aku sudah sangat siap untuk mati sekarang, dan aku juga tidak perduli dengan luka yang ada di tubuh ku ini!!" Seru Roberto sembari memegangi luka yang ada di tubuhnya.


"Kau masih bisa berdiri?!" Frankenstein terlihat tak senang ketika melihat serangannya berhasil di tangkis.


"Tak peduli sekuat apapun dirimu, kau tidak akan pernah bisa menghancurkan perisai ku!!" Seru Roberto.


Frankenstein pun langsung tersenyum sinis setelah mendengar ucapan itu, ia menarik tangannya kembali dari perisai milik Tank Man dan tertawa menggelegar.


"Hahaha!! Baiklah, aku sudah memutuskan, kau yang akan aku bunuh lebih dulu dari teman-teman mu!!" Ucap Frankenstein sembari menatap Roberto dengan tatapan tajam.