
Arthur, Ace dan Clara saat ini sudah berada di kota mati. Mereka menyusuri jalanan di kota tersebut, langkah demi langkah mereka lakukan untuk masuk lebih jauh ke dalam kota mengerikan tersebut.
Gedung-gedung tua dan reruntuhan bangunan adalah pemandangan yang mereka lihat selama berjalan di jalanan itu. Tak lupa juga hawa dingin dan energi negatif juga turut mengiringi langkah kaki mereka.
"Benar-benar mengerikan" celetuk Ace ketika memandangi sekitarnya.
"Um, aku rasa aku tahu kenapa kota ini di sebut kota mati" sambung Clara, gadis itu juga merasakan kengerian ketika melihat gedung-gedung tinggi yang sudah terbengkalai.
"Hei, menurut kalian dimana hantu legenda nomor 1 itu bersembunyi?" Tanya Arthur kepada dua temannya.
"Ya ampun, mana kami tahu!" Clara berdecak kesal setelah mendengarkan pertanyaan dari Arthur.
"Hmm, aku rasa ini akan menjadi perjalanan yang panjang" Arthur bergumam pelan setelah menyadari kalau ia akan berada di kota mati untuk waktu yang tidak di tentukan.
"Tidak, cepat atau lambat dia pasti akan segera menunjukkan wujudnya" ujar Ace secara tiba-tiba.
"Uh? Menunjukkan wujudnya?" Sahut Clara yang merasa penasaran.
"George Devil si hantu legenda nomor 1, dia pasti sudah tahu kalau kita telah sampai di sini" tutur Ace kepada dua temannya.
Arthur pun sontak merasa kaget setelah mendengar penuturan dari Ace tersebut. Sedangkan Clara terus menatap ke arah Ace dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kira-kira, kapan dia akan menampakkan dirinya?" Tanya Arthur.
"Entahlah, bisa kapan saja, kita harus selalu siaga" jawab Ace tanpa menoleh sedikitpun ke arah Arthur.
Setelah itu, keadaan menjadi hening. Ketiga orang remaja yang sedang berjalan bersama itu benar-benar tidak membuka suara sama sekali, Arthur dan Clara benar-benar bersikap siaga setelah mendengar ucapan Ace.
*wush.....
Hembusan angin yang cukup kencang tiba-tiba datang dan membawa sebuah aroma harum yang tercium oleh Arthur dan Clara.
"Eh? Bau ini seperti bau bunga" ujar Clara setelah hembusan angin tersebut berlalu pergi.
"Kau benar! Angin itu membawa aroma bunga yang sangat menyengat" timpal Arthur yang juga mencium aroma harum tersebut.
Berbeda dengan dua temannya yang merasa heran, Ace justru terlihat panik dan bersikap waspada.
"Kalian! Waspada, mereka mulai datang!" Seru Ace kepada Arthur dan Clara.
Melihat Ace yang bertingkah panik, Arthur dan Clara pun seketika ikut bersikap siaga. Mereka bertiga saling membelakangi dan memasang kuda-kuda waspada.
"Ace, kita baru masuk ke kota ini, tapi mereka sudah memberikan sebuah pertanda untuk kita" ujar Arthur.
"Energi ini, energi aneh ini semakin membesar! Dia sudah dekat!" Clara berteriak histeris setelah merasakan sesuatu yang mendekat.
*wush....
Angin kencang itu kembali berhembus, namun kali ini angin itu tidak beraroma wangi, melainkan beraroma busuk seperti bangkai.
"Huek, bau apa ini!" Arthur yang tidak tahan dengan bau itu langsung menutup hidungnya.
"Ya ampun! Aku ingin muntah" Clara ikut menutup hidungnya agar tidak mencium bau busuk tersebut.
"Jangan lengah! Dia sudah datang!" Ace berteriak dan memperingatkan kedua temannya itu untuk tetap waspada.
Samar-samar, terdengar sebuah suara kepakan sayap setelah angin itu berlalu pergi. Ace pun langsung reflek melihat ke atas, tempat suara kepakan sayap itu terdengar.
Namun, ia tidak menemukan apa-apa, tidak ada hantu yang muncul sama sekali. Dua hembusan angin yang membawa bau berbeda itu seolah-olah seperti sebuah peringatan untuk mereka bertiga.
"Mereka sedang memperingatkan kita" ujar Ace setelah keadaan menjadi lebih baik.
"Hei Ace, apa kau mendengar suara kepakan sayap tadi?" Tanya Arthur.
"Iya, kau juga mendengarnya?" Tanya Ace balik.
"Aku juga mendengarnya, bahkan sekilas aku melihat mahluk terbang ke arah sana" timpal Clara sembari menunjuk ke sebuah gedung.
Arthur dan Clara pun ikut bergegas dan berlari di belakang Ace. Mereka bertiga ingin menemui hantu yang telah membuat peringatan kepada mereka.
"Ace, awas!!" Arthur tiba-tiba mendorong tubuh Ace dari belakang.
"Ah! Ada apa?!" Ace pun jatuh tersungkur akibat di dorong oleh Arthur.
"Kyaa!! Itu!!" Clara berteriak histeris dan menunjuk ke sebuah reruntuhan bangunan.
Arthur dan Ace pun lalu menoleh ke arah Clara menunjuk. Saat Arthur dan Ace melihatnya, mereka berdua kaget setelah melihat sesosok makhluk bersayap yang sedang terbang rendah di atas reruntuhan bangunan.
"Jersey Devil!!" Seru Ace setelah melihat wujud makhluk tersebut.
"Jersey Devil? Mahkluk macam apa itu?!" Arthur pun ikut merasa heran karena baru kali ini ia melihat hantu yang memiliki sayap.
"Hei, bukankah dia terlihat ingin menyerang kita lagi?" Clara merasa ketakutan ketika melihat makhluk bernama Jersey Devil itu mengepakkan sayapnya.
*wush....
Lagi-lagi, sebuah angin kencang kembali berhembus, tepat setelah Jersey Devil menghentikan kepakan sayapnya.
Angin yang membawa bau busuk itu terus berputar-putar di sekitar tiga orang itu. Mereka telah terjebak di dalam pusaran angin yang berbau busuk.
"Sialan, aku tidak bisa fokus karena bau busuk ini!" Arthur tidak bisa melakukan apa-apa, ia terus menutupi hidungnya karena tidak tahan dengan bau busuk yang menyengat.
"Uhh, kita harus keluar dari pusaran angin ini!" Ace pun mencoba melangkahkan kakinya untuk keluar dari pusaran angin tersebut.
Namun, belum sempat Ace melangkahkan kakinya lagi, Jersey Devil langsung terbang dan menerjang tubuhnya hingga membuat Ace terluka.
"Arghhhhh!!" Ace meringis kesakitan sembari memegangi tangannya yang terkena cakaran.
"Ace! Kau tidak apa-apa?!" Arthur yang baru saja melihat Ace diterjang oleh Jersey Devil langsung merasa panik.
Apalagi setelah ia melihat dengan samar-samar tangan Ace mengeluarkan darah. Namun, ia tidak bisa menghampiri Ace karena Jersey Devil yang terbang dan berputar di atas pusaran anginnya.
Pusaran angin pun semakin bertambah kencang sewaktu Jersey Devil berputar-putar di atasnya.
Bau busuk yang sangat menyengat itu berhasil membuat Arthur dan Ace merasa tak berdaya. Mereka sama sekali tidak bisa fokus dan tidak bisa memanggil Angelnya.
"Huek, Ace aku rasa aku tidak bisa bertahan lagi!" Seru Arthur kepada Ace, ia benar-benar merasa mual dan ingin pingsan sekarang.
"Tunggulah sebentar! Aku mencoba memanggil Stardust untuk keluar!!" Ace memejamkan matanya, ia mencoba untuk fokus agar bisa memanggil Angelnya.
Karena terlalu sibuk memperhatikan Ace yang terluka, Arthur pun lupa kalau ia mempunyai satu teman lagi yang masih terjebak bersamanya.
"Clara, bagaimana keadaanmu?! Eh?" Arthur yang baru menoleh ke arah Clara pun terkejut ketika melihat gadis itu duduk dengan tenang di tengah pusaran angin ini.
"Clara! Kau kenapa?! Apa kau terluka?!" Arthur pun merasa panik karena mengira Clara juga di serang oleh Jersey Devil.
"Jangan ganggu dia!! Dia sedang mencoba untuk fokus dari tadi!!" Seru Ace kepada Arthur.
Arthur sempat terkejut setelah mendengar teriakan Ace, ia tidak menyangka kalau Clara bisa menenangkan dirinya di tengah situasi seperti ini.
Jersey Devil yang sedari tadi hanya berputar-putar, kini berubah menjadi terbang ke atas. Hantu bersayap itu terlihat seperti ingin turun menukik untuk menyerang Arthur, Ace dan Clara.
"Dia ingin mengakhiri kita bertiga sekarang!!" Seru Ace setelah ia melihat Jersey Devil terbang ke atas.
"Clara! Cepat panggil Angelmu!" Arthur kembali memanggil Clara agar gadis itu cepat memanggil Angelnya.
Namun, Clara tetap diam tidak menjawab, gadis itu tetap duduk dengan tenang. Bau busuk yang ia hirup seolah-olah tidak mampu untuk mengalihkan fokusnya.
"Keluarlah sekarang, Medusa".