The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
KEBERANGKATAN



"Menikmati apa? Kalian berdua terus berada di sini dari tadi kan?" Tanya Clara kepada Arthur dan Ace.


Arthur dan Ace tidak menjawab, mereka berdua kompak saling bertatapan dengan ekspresi wajah yang berbeda.


Arthur menatap Ace dengan tatapan tajam dan wajah yang datar, sedangkan Ace menatap Arthur dengan wajah tersenyum sinis.


"Hei! Kenapa kalian berdua tidak menjawab?!" Seru Clara.


"Hehe tidak kok, kami berdua baru saja bermain di sini" ucap Ace.


"Bermain? Hmm..." Clara nampak memandangi Arthur dan Ace bergantian dengan tatapan curiga.


Mendapatkan tatapan curiga itu, Arthur sontak langsung menjelaskan kepada Clara agar gadis itu tidak salah paham.


"Ah begini, tadi aku berlatih bersama Ace, benar kan Ace?" Arthur menyenggol lengan Ace agar mengiyakan ucapannya.


"Iya, aku melatihnya" ucap Ace.


"Berlatih? Kalian berlatih apa?" Tanya Clara kembali dengan tatapan curiganya.


"Bertarung, aku menguji kemampuan Demon miliknya" timpal Ace seraya memegang bahu Arthur.


Clara nampak kaget setelah mendengar kalau Ace baru saja bertarung melawan Arthur.


"Ace! Kau..." Clara menatap Ace dengan tatapan tak percaya.


"Dia berhasil keluar dari dimensi kekosongan milik Stardust ku" potong Ace.


"Apa?!!" Clara kembali di buat terkejut sampai berteriak.


Arthur tidak mengerti mengapa Clara terlihat begitu terkejut ketika mendengar dirinya telah berhasil keluar dari dimensi kekosongan milik Ace.


"Tunggu, apa kau benar-benar berhasil keluar dari dimensi kekosongan miliknya??" Tanya Clara.


"Emm, iya" jawab Arthur dengan polos.


Clara menatap Ace kembali, Ace lalu tersenyum dan menganggukkan kepalanya kepada Clara.


"Hah, begitu yaa, baiklah kalau begitu" ucap Clara dengan senyuman manisnya.


Kini, gantian Arthur yang menatap Clara dengan heran. Ia tidak mengerti mengapa gadis itu bisa dengan cepat berubah sikap.


"Sudahlah jangan kau pikirkan, sekarang kita nikmati saja waktu yang tersisa, mungkin saja besok salah satu dari kita tidak akan selamat" ujar Ace sembari merangkul pundak Arthur.


Arthur membalas rangkulan tangan Ace tersebut, ia lalu menatap Clara dan melihat kalau gadis itu tersenyum ke arah mereka berdua.


"Jadi... Kita bertiga sudah siap mati yaa?" Ucap Arthur dan di ikuti oleh tawa dari kedua temannya.


Di sela-sela tawanya, Arthur sempat melirik ke arah Ace. Arthur melihat kalau teman barunya itu benar-benar tertawa terbahak-bahak.


Mungkin saja yang di katakan oleh Ace tadi benar, salah satu dari mereka bertiga mungkin tidak akan kembali dengan selamat besok.


Atau bahkan, mungkin saja mereka bertiga sama-sama tidak ada yang selamat. Jadi, Arthur sebisa mungkin akan menikmati suasana sebelum ia di berangkatkan ke kota mati sore nanti.


...Ketika sore hari......


Fergie dan para ketua koloni lainnya telah kembali mengumpulkan para remaja di depan halaman hotel. Mereka semua berbaris dengan rapi, masing-masing barisan terdiri dari 3 orang remaja.


Semua orang telah mendapatkan kelompoknya masing-masing, Arthur, Ace dan Clara ikut berbaris di barisan paling depan.


"Kalian tahu kan kalau tidak ada jaminan kalian semua bisa kembali dengan selamat, maka dari itu jika ada dari kalian yang merasa ragu dan tidak ingin ikut, silahkan bilang sekarang" ucap Joker yang membuka pengumuman sore itu.


Beberapa remaja terlihat heran ketika melihat ketuanya itu berbicara dengan nada yang dingin. Biasanya, Joker akan berbicara dengan suara tawanya yang menyeramkan.


Oleh karena itu, beberapa remaja yang aslinya takut dan tidak ingin ikut menjadi diam dan tidak berbicara.


Namun, ada satu kelompok yang tiba-tiba kompak berteriak ke arah Joker.


"Kami tidak ingin ikut!"


"Iya, kami ingin tetap di sini!!"


Joker pun sontak langsung menatap ketiga orang remaja yang berteriak itu. Joker terus menatap mereka dengan tajam bahkan tanpa senyuman khasnya.


Ketiga remaja itu juga menatap balik ke arah Joker. Namun, ketika mereka menatapnya, samar-samar terlihat bayangan sesosok makhluk yang terlihat di belakangnya.



"Hihi, Dead 13" ucap Joker sembari tersenyum ke arah ketiga remaja itu.


"I-itu..." Mata Clara membulat ketika melihat kehadiran mahluk tersebut.


"Hmm, jadi itu Angel milik tuan Joker" ucap Ace ketika melihat mahluk itu.


"Mahkluk itu, benar-benar mengerikan" timpal Arthur.


"Jadi, kalian benar-benar tidak jadi ikut yaa? Hihihi" ucap Joker di sertai dengan suara tawanya yang mengerikan.


Ketiga orang remaja yang keberatan tadi sontak langsung kembali membentuk sebuah barisan. Mereka tiba-tiba mengurungkan niatnya untuk tidak ikut dalam misi ke kota mati.


"Heh, aku rasa tadi aku mendengar ada tiga anak bodoh yang bilang kalau mereka tidak mau ikut, kemana mereka sekarang?" Joker memasang telinganya, ia mencoba untuk memancing ketiga remaja itu kembali.


Namun, tiga remaja itu tetap diam dan tidak berani berbicara. Menurut mereka, lebih baik mereka ikut ke kota mati dari pada harus mati di tangan ketua mereka yang gila itu.


"Joker, mundurlah sekarang" Joseph memegang pundak Joker dan menyuruhnya untuk mundur.


Joker pun menurutinya dan mundur berganti posisi dengan Fergie, orang tua itu maju ke depan dan ingin memberikan sebuah pengumuman kembali.


"Aku tidak akan berbicara banyak, aku hanya ingin bilang, aku menyayangi kalian semua!!" Seru Fergie kepada semua remaja yang sedang berbaris di bawahnya.


Orang tua itu pun terlihat kembali mundur dan langsung masuk ke dalam hotel. Lalu, Joseph pun langsung maju menggantikannya.


"Baiklah, ini saatnya kalian berangkat, antarkan mereka semua, Sun Go Kong!!" Seru Joseph.


Seketika, sesosok makhluk mirip dengan kera dan membawa tongkat cahaya muncul di depan barisan para remaja.



Tak berhenti sampai di situ, makhluk bernama Sun Go Kong itu tiba-tiba mengeluarkan kloningannya. Masing-masing kloningan itu melangkah dan menghampiri setiap kelompok yang berbaris.


"Mereka akan mengantarkan kalian ke kota mati, ikuti langkah mereka atau kalian akan mati!!" Joseph kembali berteriak kepada para remaja yang sedang berbaris.


"Hmm, Ace apa mungkin kita akan di pisahkan dari kelompok lainnya?" Tanya Arthur ketika melihat salah satu Sun Go Kong datang menghampirinya.


"Sepertinya begitu" jawab Ace.


"Ini adalah Angel milik tuan Joseph" timpal Clara.


"Tapi, bagaimana mungkin Angel ini bisa berjalan jauh sedangkan tuan Joseph sedang berada di sini?" Tanya Arthur.


"Para ketua memiliki Angel yang sangat kuat, tidak hanya itu, Angel yang mereka miliki juga punya kekuatan unik tersendiri" jawab Ace sembari menatap ke arah Joseph dan para ketua yang lain.


"Kita mungkin masih aman jika Angel ini berada di samping kita, tapi nanti kalau kita sudah sampai disana tuan Joseph pasti memanggil kembali Angelnya" ucap Clara.


Sun Go Kong telah selesai membuat kloningan. Sekarang, semua kelompok telah di dampingi oleh satu Sun Go Kong yang akan mengantarkan mereka ke kota mati.


"Baiklah, berangkat sekarang!!!" Dengan perintah dari Joseph, semua Sun Go Kong langsung melangkahkan kakinya keluar dari kawasan koloni.


Setiap Sun Go Kong mengambil jalur yang berbeda, mereka semua berpencar namun mereka menuju ke satu tujuan, kota mati.