
Menanggapi hal itu, Yong Sin pun langsung menurunkan seutas tali guna membantu Arthur untuk naik ke atas.
"Naiklah!" Ucap Yong Sin setelah menurunkan talinya.
"Sungguh? Sepenting apa sebenarnya hal yang ingin kau sampaikan itu!" Dengan perasaan kesal, Arthur pun langsung menarik tali tersebut dan mulai naik ke atas.
Arthur pun merasa kesulitan ketika ia mencoba untuk memanjat tali itu, bahkan pegangannya beberapa kali terlepas karena licinnya tali yang di berikan oleh Yong Sin tersebut.
"Ck aku tidak bisa!!" Setelah mencoba beberapa kali dan terus gagal, Arthur pun memutuskan untuk menyerah.
"Ya ampun, baiklah baiklah" Yong Sin pun langsung turun dengan cara melompat dari saluran udara.
Arthur sedikit terkejut ketika melihat Yong Sin yang bisa mendarat dengan sempurna tanpa mengalami cedera sedikitpun, jarak saluran udara dan lantai cukup tinggi, orang biasa akan langsung cedera jika mereka melompat langsung dari saluran udara.
"Kau benar-benar seorang ninja ya?" Ujar Arthur dengan wajah kagum.
"Hmm tidak juga, kakek buyut ku yang ninja, aku hanya suka menirukan gerakannya" sahut Yong Sin.
"Itu artinya kau juga ninja" ucap Arthur dengan wajah datar.
"Cepat, naiklah ke punggungku!" Yong Sin membungkukkan badannya dan menyuruh Arthur untuk naik di atasnya.
"Hmm? Kenapa aku harus melakukan itu?" Tanya Arthur yang kebingungan dengan maksud Yong Sin.
"Cepatlah sebelum ada yang melihat kita!" Desak Yong Sin.
Arthur pun mematuhi perintah Yong Sin dan naik ke punggungnya.
"Sudah" ucap Arthur.
"Pegangan yang kuat!!" Ujar Yong Sin sembari melakukan kuda-kuda.
Melihat ada yang tak beres, Arthur pun langsung merangkul tubuh Yong Sin dengan erat. Dan beberapa detik kemudian, Yong Sin langsung melompat ke atas dan berhasil meraih saluran udara menggunakan tangannya.
"H-hoe! Apa yang kau lakukan?!" Arthur terkejut bukan main melihat Yong Sin berhasil melompat setinggi itu.
Yong Sin tidak menjawab pertanyaan Arthur dan terus mencoba untuk mengangkat tubuhnya guna masuk ke dalam saluran udara kembali. Akhirnya, Yong Sin pun berhasil masuk ke dalam saluran udara tanpa merasa kesulitan walaupun ia membawa Arthur di punggungnya.
"Eh? Kenapa saluran udaranya bisa bersih seperti ini?" Arthur keheranan ketika melihat saluran udara yang terlihat sangat bersih tanpa debu sedikitpun.
"Aku yang membersihkannya" ujar Yong Sin sembari menutup kembali saluran udaranya.
"Kau membersihkannya sendiri?" Tanya Arthur kembali.
"Iya tentu saja, menurutmu siapa yang mau membersihkan saluran udara selain aku?" Tanya Yong Sin balik.
Arthur hanya terkekeh tanpa bisa menjawab pertanyaan dari Yong Sin, setelah selesai terkekeh, Arthur pun langsung menanyakan kepada Yong Sin tentang hal apa yang ingin ia sampaikan kepadanya.
"Jadi... Apa yang hal penting yang ingin kau bicarakan itu?" Tanya Arthur dengan tatapan wajah serius.
"Aku mendengar obrolanmu bersama Brian dan Vince tadi, kau sudah tahu tentang kutukan yang akan menimpamu kan?" Tanya Yong Sin balik.
"Yaya aku tahu, itu sama sekali tidak penting Yong Sin!" Ucap Arthur dengan nada kesal.
"Aku tidak ingin membicarakan tentang kutukan mu, aku ingin membicarakan tentang malam satu suro yang akan terjadi sebentar lagi" tutur Yong Sin.
Malam satu suro adalah malam dimana para hantu mencapai kekuatan terbesarnya, kutukan yang menyelimuti bumi bertambah kuat di malam satu suro, dan hal itulah yang membuat para hantu menjadi lebih kuat dari biasanya.
Malam satu suro terjadi satu kali dalam satu tahun, dan ketika malam satu suro terjadi, para manusia tidak ada yang berani keluar dari koloninya karena para hantu akan berkeliaran mencari mangsa.
"Satu suro? Aku beberapa kali mendengar larangan tentang malam itu, tapi aku tidak tahu apakah hal itu benar adanya" ujar Arthur setelah mendengar ucapan Yong Sin.
"Tentu saja benar, kau tadi berkata kalau kau akan melawan Vampiro secepatnya, apa kau tidak tahu kalau dia akan bertambah kuat di malam satu suro nanti?!" Desak Yong Sin.
"Ya aku memang tahu kalau hantu akan bertambah kuat di malam satu suro, tapi aku sudah tidak punya waktu lagi, aku tidak akan membiarkan kutukan itu menghambat impianku untuk membebaskan umat manusia" ujar Arthur.
"Kau tidak akan bisa menang melawan Vampiro di malam satu suro, apalagi jika kau pergi seorang diri" Yong Sin mencoba untuk memperingatkan Arthur tentang betapa berbahayanya malam satu suro.
Namun, nampaknya hal itu sia-sia saja sebab Arthur terlihat tidak perduli sama sekali tentang malam satu suro.
"Yong Sin, sudah aku bilang tidak ada pilihan lain lagi, jujur saja aku juga sudah tahu kalau tuan Fergie tidak akan mau mengijinkan aku untuk pergi" ucap Arthur.
"Jika begitu jangan pergi! Tunggulah sampai malam satu suro berakhir dan kita akan berangkat ke Transylvania" timpal Yong Sin.
"Tidak, aku tidak boleh membuang-buang waktu yang tersisa" Arthur tetap menolak untuk menunggu malam satu suro berakhir.
"Usahamu juga akan sia-sia jika kau mati melawan Vampiro!!" Yong Sin mulai frustasi mengahadapi Arthur yang keras kepala.
"Tapi setidaknya aku sudah berjuang kan?"
Ucapan Arthur tersebut sukses membuat Yong Sin terbungkam, ninja itu sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi sekarang.
"Yong Sin, aku belum lama mengenalmu, tapi aku tahu kau adalah orang yang baik, aku akan tetap pergi, terima kasih sudah mau menjadi temanku walaupun hanya sebentar" ucap Arthur sembari menepuk bahu Yong Sin.
Arthur pun bermaksud untuk keluar dari saluran udara namun Yong Sin mencegahnya, ia mencekal tangan Arthur dengan sangat kuat.
"Jangan berkata seperti itu, rasanya seperti kau akan pergi untuk selama-lamanya" ucap Yong Sin ketika memegang tangan Arthur.
Arthur pun langsung tertawa ketika mendengar ucapan Yong Sin, ia pun langsung duduk kembali menghadap ke arah Yong Sin.
"Hahaha... Memang benar, suatu saat aku akan pergi untuk selama-lamanya" ucap Arthur dengan tawa terbahak-bahak.
Yong Sin hanya menatap Arthur dengan tatapan yang sulit untuk di artikan, awalnya ia berharap Arthur mau mendengar dan mematuhi ucapannya, namun sekarang Yong Sin sadar bahwa Arthur bukanlah tipe orang yang suka di atur atur.
"Bagaimana dengan Ace dan Clara? Menurutmu bagaimana reaksi mereka jika mengetahui kau pergi dari koloni ini?" Tanya Yong Sin.
Suara tawa Arthur mereda ketika ia mendengar pertanyaan itu.
"Mereka ya? Hmm, aku akan menitipkan Avis kepada mereka, Ace adalah orang yang bisa aku percaya untuk menjaga Avis, dan Clara hehehe... Ini pertama kalinya aku jatuh cinta kepada seorang perempuan" ujar Arthur.