The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
VAMPIRO DAN ANNABELLE #10



Charlotte tersenyum sinis melihat Vampiro kesakitan sembari memegangi dadanya, ia memang sudah merencanakan hal ini sejak awal. Charlotte sudah menyimpan pasak kayu itu selama bertahun-tahun untuk ia tusukan ke jantungnya Vampiro.


"Bagaimana? Apa kau sudah merasakan kematian mu?" Tanya Charlotte dengan wajah yang mulai meleleh.


"Arghhhh!!" Vampiro mencabut pasak kayu yang tertancap di dadanya.


"Sialan! Untung saja pasak itu tidak menusuk jantungku sepenuhnya!!" Seru Vampiro.


Kini, giliran Vampir itu yang tersenyum sinis ketika melihat tubuh Charlotte perlahan-lahan mulai meleleh. Sedangkan Vampiro masih bisa selamat karena pasak kayu itu tidak menusuk jantungnya sepenuhnya. Namun, tentu saja akibat tusukan itu Vampiro menderita luka parah, ia sekarang jauh lebih lemah karena jantungnya terluka.


"Sebaiknya kau ucapkan kata-kata terakhirmu sekarang, Van Helsing" tutur Vampiro dengan ekspresi menahan rasa sakit.


"Aku akan mengucapkan kata-kata terakhir ku, tapi tidak sekarang, karena pertarungan kita masih belum selesai" Charlotte mengambil sebuah pil dari sakunya.


Tanpa basa-basi lagi, Charlotte langsung menelan pil itu secara utuh ke tenggorokannya. Dan seketika, wajah Charlotte yang meleleh kembali normal secara perlahan berkat efek obat yang ia telan.


Vampiro tak percaya dengan apa yang dilihatnya, ia tak percaya kalau obat yang di minum oleh Charlotte bisa menangkal kutukannya.


"Bagaimana bisa, obat dari manusia bisa mengalahkan kekuatanku?!" Seru Vampiro.


"Karena obat ini di buat oleh Van Helsing, kakek buyut ku menuliskan semuanya tentang kekuatanmu dan kelemahan mu, karena itulah aku bisa membuat obat ini" tutur Charlotte dengan wajah yang sudah kembali normal.


Kini, pertarungan antara mereka berdua kembali berlanjut, Vampiro mengeluarkan genangan darah yang sangat banyak dan membentuknya menjadi sebuah anak panah. Sedangkan Charlotte mengambil sebuah tongkat kecil yang langsung berubah menjadi tombak ketika ia memegangnya.


"Majulah sekarang!!" Tantang Charlotte.


Anak panah yang terbuat dari darah itu pun langsung melesat secara bersamaan ke arah Charlotte, namun, dengan lincahnya Charlotte mampu menghindari semuanya dan sesekali menangkisnya menggunakan tombak.


Melihat serangannya tak berhasil, Vampiro pun merubah kedua tangannya menjadi pedang yang bercabang. Mereka berdua akan berduel jarak dekat sekarang. Walaupun mengalami luka yang cukup parah, namun Vampiro masih memiliki sisa tenaga yang sangat kuat.


Terbukti ia mampu memojokkan Charlotte dalam duelnya, Vampiro semakin beringas ketika bertarung menggunakan dua pedang. Ia tak memberikan Charlotte sebuah celah untuk menyerang, alhasil, Charlotte hanya bisa bertahan menggunakan tombaknya karena ia tak punya pilihan lain.


'Kartu As ku telah gagal, andai ini bukan malam suro pasti dia sudah mati' ucap Charlotte dalam hati.


"Kau tidak bisa bertahan untuk selamanya! Cepat serang aku sekarang!!" Seru Vampiro sembari terus mencoba menebas Charlotte.


'Tidak ada pilihan lain, Joseph, aku akan menggunakan rencanaku, aku akan mengeluarkan kartu Joker ku!!'.


Charlotte melompat mundur untuk membuat jarak, nafasnya tersengal-sengal karena tenaganya yang sudah terkuras sangat banyak. Jika pertarungan terus berjalan seperti ini, maka hanya masalah waktu saja Charlotte akan kalah.


"Seluruh leluhur mu sedang menonton pertarungan kita sekarang, jangan kecewakan mereka dan cepat serang aku!!" Seru Vampiro.


"Terkadang, kita juga perlu mundur demi kebaikan" sahut Charlotte.


"Gaya bicaramu itu... Aku yakin sekali pernah mendengarnya di masa lalu" timpal Vampiro.


"Tentu saja kau pernah mendengarnya, dan kata-kata ku akan menjadi suara terakhir yang kau dengar sebelum kau mati" tutur Charlotte.


Vampiro memberikan sebuah serangan dadakan tepat setelah Charlotte bersuara, ia mengeluarkan duri yang terbuat dari darah dan duri-duri yang tajam itu langsung melesat ke arah Charlotte.


"Jangan berbicara seolah-olah kau masih punya pikiran kalau kau bisa mengalahkan aku, tapi memang aku akui, dari milyaran manusia biasa, hanya keluarga Van Helsing lah yang bisa mengalahkan aku" ujar Vampiro.


"Mati di tangan Van Helsing adalah takdir mu Vampiro, dan takdir itu akan terjadi sekarang juga" balas Charlotte.


"Bolehkah aku bertanya beberapa hal kepadamu?" Tanya Vampiro.


"Ya, tanyakan apapun sesuka hatimu sebelum kau mati" sahut Charlotte.


Tubuh Charlotte tersentak dan langsung gemetaran setelah ia mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Vampiro, Charlotte gemetar karena pertanyaan yang kedua, ia tahu betul siapa serigala jadi-jadian yang di maksud oleh Vampiro.


Sedangkan Vampiro sendiri tertawa ketika melihat tubuh Charlotte bergetar, ia tak percaya kalau Charlotte akan ketakutan ketika mendengar pertanyaan darinya.


"Hahaha!! Bahkan seorang Van Helsing gemetaran ketika mendengar namanya, King Were wolf, kau benar-benar monster!!" Seru Vampiro.


"Ya, aku memburunya setelah aku membunuh mu di sini" ujar Charlotte setelah menenangkan dirinya.


"Satu pertanyaan lagi, apa kau bisa mengalahkan aku di sini sekarang?" Tanya Vampiro kembali.


Charlotte kembali melompat ke belakang untuk mundur, ia terus melompat hingga masuk ke pepohonan. Vampiro yang semula tertawa kini langsung murka ketika melihat Charlotte melarikan diri darinya, ia pun langsung melesat ke dalam pepohonan untuk mengejar Charlotte.


"Jangan jadi pengecut Van Helsing!! Kau benar-benar mempermalukan nama keluarga besar mu!!" Seru Vampiro dengan lantangnya.


Vampiro marah karena ia kehilangan jejak Charlotte ketika berada di dalam hutan, ia tak bisa mencium keberadaan Charlotte seolah-olah Charlotte telah menghilang.


"Bocah kurang ajar! Dimana dia bersembunyi, dia pasti menyiapkan jebakan untukku di suatu tempat" gumam Vampiro.


Vampiro membuka tangannya dan muncullah segerombolan kelelawar, ia memerintahkan kelelawar kelelawar itu untuk mencari keberadaan Charlotte.


"Carilah Van Helsing ke setiap penjuru hutan ini" ucap Vampiro pada kelelawarnya.


Kawanan kelelawar itu pun langsung terbang dan berpencar setelah mendapatkan perintah dari Vampiro, setelah kelelawarnya pergi, Vampiro duduk di sebuah dahan pohon untuk beristirahat sejenak. Ia kembali memegangi dadanya yang berlubang akibat tusukan Charlotte.


"Kalau saja aku tidak menahan tangannya, jantungku pasti tertusuk sepenuhnya dan aku akan mati" ucap Vampiro sembari memegangi dadanya.


"Apa kau merasa kesakitan Vampir tua?" Suara Charlotte tiba-tiba terdengar menggelegar.


*Jleb... *Jleb...


Seketika itu juga, tiba-tiba dua buah paku melesat dari atas dan langsung membuat tangan Vampiro terpaku bersama dahan pohon. Tak berhenti sampai di situ, sebuah bom asap di lemparkan tepat di samping Vampiro. Bom itu pun meledak dan mengeluarkan asap beraroma bawang putih yang membuat Vampiro lemas dalam seketika.


"Sialan! Kenapa aku tidak bisa lepas dari paku ini!" Vampiro berusaha membebaskan dirinya namun ia tak mampu.


Perlahan-lahan Charlotte turun dari atas menggunakan seutas tali, ia menggunakan masker untuk menutupi hidungnya dari bom asapnya sendiri.


"Ya, aku masih memiliki senjata yang aku simpan di kantong ku, itulah jawabanku untuk pertanyaan pertamamu" ujar Charlotte sembari mengeluarkan kembali anak panahnya.


Vampiro gemetaran ketika melihat pakaian baru yang di kenakan oleh Charlotte, ia memiliki kenangan buruk dengan pakaian itu. Karena pakaian itulah yang di pakai oleh Abraham Van Helsing ketika membunuhnya dulu.



"Apa kau takut dengan kostum ini?" Tanya Charlotte.


"A-Abraham!" Ucap Vampiro secara terbata-bata.


"Hadapilah kematianmu sekarang..." Charlotte merubah busurnya menjadi sebuah tombak.


Dan ia pun langsung menusuk jantung Vampiro hingga tembus ke punggungnya, Vampiro tak bisa melakukan apa-apa untuk menghindarinya, Charlotte pun mendekati telinga Vampiro dan berbisik kepadanya.


"Ini adalah kartu Joker ku untuk mengalahkan mu, sekarang seluruh leluhurku akan tenang setelah melihat kematian mu".