
Orang yang telah di tunggu-tunggu oleh Arthur sudah datang. Ace akhirnya sudah tiba, ia bahkan juga membawa Fiona bersamanya.
"Wah! Hantu! Akhirnya aku menemukan hantu!" Seru Fiona dengan penuh semangat.
Arthur pun merasa tidak asing ketika melihat Fiona, ia sepertinya sudah pernah bertemu dengan Fiona sewaktu di koloni. Namun, Arthur masih belum mengetahui nama dari gadis tersebut.
"Ace, kemana saja kau dan siapa gadis itu?" Tanya Arthur.
"Nanti aku jelaskan, sekarang serahkan hantu itu kepadaku" sahut Ace yang sudah bersiap dengan Stardust miliknya.
Hmm, datang lagi orang yang kuat
Shadow pun terlihat sudah bersiap untuk memulai pertarungannya dengan Ace, keadaan Arthur sudah tidak memungkinkan untuk bertarung sekarang. Oleh karena itu ia memilih untuk melindungi Clara dan menyerahkan hantu itu kepada Ace.
"Kau tadi bilang kalau kau adalah tangan kanan George Devil kan? Dimana dia sekarang?" Tanya Arthur kepada Shadow.
Sampai kiamat pun aku tidak akan pernah memberi tahu
"Heh, kalau begitu aku akan memusnahkan mu sekarang!"
Ace pun langsung memasang kuda-kudanya, ia sudah bersiap untuk menyerang Shadow dengan Stardust nya.
"Eh tunggu dulu!!"
Fiona tiba-tiba menghalangi Ace yang akan menyerang, gadis itu berdiri tepat di depan Stardust yang sudah siap untuk menyerang.
"Hoi minggir! Jangan halangi aku!" Ace pun merasa kesal karena tingkah Fiona tersebut.
"Diam saja! Biar aku yang melawan hantu ini" ujar Fiona dengan penuh percaya diri.
"Tch, baiklah, tapi kalau kau mati aku tidak akan bertanggung jawab" Ace mengalah dan kembali mundur ke belakang.
"Hoi Ace jangan bercanda! Bagaimana bisa kau membiarkan seorang wanita melawan hantu itu?! Hantu itu sangat kuat!" Seru Arthur.
Arthur terlihat panik ketika melihat Ace membiarkan Fiona maju untuk melawan Shadow.
Namun, Ace justru terlihat tenang-tenang saja dan meyakinkan Arthur kalau Fiona bisa mengatasi kekuatan Shadow yang sangat kuat.
"Tenang saja, Fiona punya Angel yang cukup kuat" tutur Ace.
"Kau anak baru yang memiliki Demon itu kan? Kau sedang terluka sekarang, jadi kau duduk dengan manis dan lihat pertarungan ku melawan hantu ini!" Fiona terlihat sangat percaya diri dengan kekuatannya.
Gadis itu benar-benar tidak merasa takut sedikit pun walaupun sedang berhadapan dengan hantu yang kuat.
Majulah, aku akan membungkam kesombongan mu!
Shadow pun langsung menerjang ke arah Fiona secepat kilat, ia juga mengayunkan pedangnya untuk menebas tubuh Fiona.
*Zing...
Namun, tebasan pedang milik Shadow itu tiba-tiba di tepis oleh sesosok wanita yang memakai zirah perang.
"Athena" ucap Fiona disertai senyuman sinis di bibirnya.
Wanita?
Shadow merasa tidak percaya karena Fiona berhasil menahan tebasan pedangnya dengan sangat mudah. Padahal ia sudah menerjang dan mengayunkan pedangnya secepat kilat.
"Apa? Dia menahan tebasan itu dengan sangat mudah?" Arthur pun juga tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Karena dia adalah Athena, sang Dewi perang, dan dia juga merupakan Angel milik Fiona" tutur Ace yang tiba-tiba sudah berada di sebelah Arthur.
"Heh, mana kekuatan mu? Jangan bilang kau hanya bisa menebas musuhmu menggunakan pedangmu yang lemah itu" Fiona mencoba untuk mengejek Shadow dan memancing amarahnya.
Namun, Shadow sama sekali tidak terpancing emosi dengan ejekan dari Fiona tersebut, ia nampak bersiap untuk menyerang Fiona kembali.
Shadow pun mencoba untuk menebas Fiona kembali. Namun, kali ini tebasan itu berhasil di halau menggunakan tombak milik Athena.
"Heh, rasakan ini!!"
Melihat ada celah yang terbuka, Athena pun langsung menghantam shadow menggunakan perisainya hingga membuat hantu itu terpental ke belakang.
"Hah?! Bagaimana bisa..." Arthur tidak mengerti kenapa perisai milik Athena bisa menyentuh dan melukai tubuh Shadow.
Padahal trisula milik Red Devilnya saja tidak bisa menembus tubuh hantu itu.
"Ada apa Arthur?" Ace yang melihat Arthur keheranan pun mencoba untuk bertanya kepadanya.
"Kenapa dia bisa menyentuhnya? Padahal aku tadi tidak bisa menusuknya" ujar Arthur dengan wajah herannya.
"Uhukkk!! Dia adalah tipe hantu yang tidak berwujud fisik, jadi Arthur tidak bisa menyentuhnya tanpa mengeluarkan kekuatan dari Red Devil" timpal Clara yang tiba-tiba tersadar.
"Clara!"
Arthur dan Ace pun langsung bergegas menghampiri Clara yang sudah sadar, nampak sekali kalau kedua laki-laki itu sangat khawatir dengan kondisi Clara sekarang.
"Kau sudah sadar? Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Arthur dengan wajah paniknya.
"Em, aku tidak apa-apa" jawab Clara dengan senyuman manisnya.
"Syukurlah, sekarang kita hanya harus membunuh hantu itu" ujar Ace sembari melihat pertarungan antara Fiona dan Shadow.
Kembali ke pertarungan antara Fiona dan Shadow. Walaupun Fiona adalah seorang gadis, namun nyatanya kekuatan dari Angelnya mampu untuk mengimbangi kekuatan dari tangan kanan hantu legenda.
Bahkan, saat ini terlihat kalau Athena lah yang memegang kendali pertarungan. Dewi perang itu berhasil membuat Shadow merasa terpojok.
"Ayo! Mana kekuatan bertarung mu? Keluarkan saja semuanya!" Fiona kembali mengejek Shadow yang terlihat kesulitan melawan Athena miliknya.
Mereka berdua terus saling jual beli serangan, hanya suara tebasan pedang lah yang terdengar sewaktu mereka berdua bertarung. Shadow berhasil menemukan celah dan mencoba untuk menebas Athena, namun Athena bisa dengan cepat langsung melindungi tubuhnya menggunakan perisainya.
"Bagus, jika seperti ini Fiona bisa menang!" Arthur merasa senang ketika melihat Athena milik Fiona berhasil mendominasi pertarungan.
"Jangan senang dulu, dia adalah hantu yang kuat" timpal Ace.
"Uh? Astaga! Arthur kenapa dengan perutmu?!" Clara merasa kaget setelah melihat bercak darah yang berceceran di lantai.
Clara pun mengikuti jejak darah tersebut dan terkejut ketika melihat perut Arthur yang terluka dan bersimbah darah.
"Tidak apa-apa kok, hanya tergores sedikit" Arthur sengaja berbohong karena tidak ingin terlihat lemah.
Padahal kenyataannya, ia saat ini sedang menahan rasa sakit pada perutnya. Untung saja luka tebasan itu tidak terlalu dalam sehingga Arthur tidak kehilangan banyak darah.
'dasar tukang drama' ucap Ace dalam hati.
**Ting...
*Zing*...
Hampir setengah jam sudah berlalu, namun pertarungan itu seolah-olah tidak ada habisnya.
Fiona memiliki fokus yang sangat luar biasa, ia bisa bertarung menggunakan Angelnya selama 30 menit tanpa kehilangan fokus sedikitpun. Padahal hantu yang ia hadapi sekarang bukanlah hantu sembarangan.
Sebaliknya, Shadow juga memiliki kemampuan bertarung yang cukup hebat. Ia selalu terpojok ketika Athena menyerangnya menggunakan tombak dan perisainya.
Namun, Shadow masih bisa bertahan dan bahkan sesekali melancarkan serangan yang berbahaya kepada Fiona.
*Ting...
Tiba-tiba, mereka berdua saling berhenti menebas satu sama lain.
"Bagaimana? Sekuat apapun dirimu, Athena milikku masih jauh lebih kuat darimu!"