The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
VAMPIRO DAN ANNABELLE #9



"Tidak-tidak tuan Joseph! Jangan mati!" Clara berteriak histeris ketika melihat Joseph menutup matanya.


Teriakan itu sampai di dengar oleh Vampiro dan Charlotte yang sedang bertarung di dekat mereka, mereka berdua sama-sama menoleh ke arah Clara dan melihat tubuh Joseph yang sudah tak bergerak.


Vampiro tersenyum puas ketika melihat hal itu, sedangkan Charlotte langsung murung ketika melihat Joseph meninggal di pangkuan Clara.


"Joseph, kau mengajakku ke tempat terkutuk ini untuk menyelamatkan kedua anak di koloni mu, apa mereka benar-benar selayak itu hingga kau sampai mengorbankan nyawamu?" Gumam Charlotte.


"Hei lihat kemana kau?! Tenang saja kau pasti akan menyusulnya sebentar lagi" ujar Vampiro.


Terlihat penampilan Charlotte sudah sangat lusuh sekarang, tubuhnya sudah di penuhi luka dan darah mengalir dari mana-mana. Nafasnya tersengal-sengal karena mulai kehabisan stamina, namun Charlotte masih ingin bertarung dan tak ingin mati begitu saja di tangan musuh bebuyutannya.


"Apa kau benar-benar sudah yakin bisa membunuhku?" Tanya Charlotte.


"Tentu saja! Lihatlah keadaanmu sekarang!" Timpal Vampiro.


"Aku hanya ingin memberikan sebuah nasihat kepadamu, jangan sampai lengah atau aku akan membunuhmu!" Ucap Charlotte dengan nada yang dingin.


Vampiro tertawa menggelegar ketika mendengar ancaman yang keluar dari mulut Charlotte, dua buah sayap kelelawar yang sangat besar muncul dari punggungnya, Vampiro pun terbang ke udara dan melesat ke arah Charlotte.


Vampiro mengubah tangannya yang putus menjadi sebuah pedang yang memiliki dua belas cabang, ia mengayunkan pedang tersebut ke arah Charlotte namun Charlotte berhasil menghindarinya dengan cara menembakkan tali ke sebuah dahan pohon.


"Tanganmu berubah menjadi pedang? Itu terlihat sangat mengerikan" ucap Charlotte sembari berdiri di atas dahan pohon.


"Tentu saja! Dua belas cabang ini adalah simbol dari kami ke dua belas hantu legenda, jika kau sampai tergores sedikit saja, maka tubuhmu akan langsung meleleh seketika" sahut Vampiro.


"Benarkah? Jadi itu sama saja seperti anak panahku, kau juga akan mati dalam sekejap jika jantungmu tertusuk anak panahku" ujar Charlotte sembari membidik Vampiro.


"Jangan samakan pedangku dengan senjata rendahan mu!" Vampiro melesat dan mengayunkan pedangnya.


Charlotte pun langsung menjatuhkan tubuhnya ke tanah untuk menghindari serangan itu, ia langsung berbalik dan kembali membidik Vampiro menggunakan busurnya.


Satu anak panah di lepaskan oleh Charlotte, anak panah itu melesat ke arah Vampiro dan hampir berhasil mengenai kepalanya. Namun, Vampiro tiba-tiba menghilang sebelum anak panah itu menyentuh kepalanya.


Melihat hal itu, Charlotte pun langsung bangkit dan memasang sikap siaga. Ia mencoba untuk mencari-cari Vampiro yang tiba-tiba menghilang dalam sekejap mata.


"Dia bergerak sangat cepat sehingga terlihat seperti menghilang, sialan dimana dia?!" Gumam Charlotte.


"Aku di sini!!" Vampiro tiba-tiba muncul di belakang Charlotte sembari menghunuskan pedangnya.


Charlotte pun langsung reflek menangkis pedang itu menggunakan busurnya. Akibatnya, busurnya pun langsung terbelah menjadi dua karena tak kuat menahan kekuatan pedang Vampiro.


"Celaka!" Charlotte langsung menjatuhkan tubuhnya ke tanah ketika pedang Vampiro menuju ke arahnya.


Vampiro langsung merubah arah pedangnya, ia mencoba menusuk tubuh Charlotte yang sedang terbaring di tanah menggunakan pedangnya. Charlotte pun berguling ke samping guna menghindari serangan itu.


Ia langsung bangkit dan melemparkan belasan pisau kecil yang ia simpan di kantong ke arah Vampiro. Vampiro pun langsung melindungi tubuhnya dengan cara menutupinya menggunakan jubahnya.


Pisau pisau kecil itu terbuat dari perak murni, jadi tubuh Vampiro bisa saja terluka jika ia terkena tusukan pisau kecil itu.


"Apa yang bisa kau lakukan tanpa busurmu itu?" Tanya Vampiro setelah menangkis serangan Charlotte.


"Apa kau pikir hanya itu senjataku?" Sahut Charlotte sembari menunjuk pisau kecil yang ia pegang di sela-sela jarinya.


"Jangan kabur Van Helsing!" Vampiro merasa jengkel karena Charlotte terus menghindar.


"Kemari Lah Vampir sialan!" Seru Charlotte sembari terus melempari Vampiro menggunakan pisaunya.


Hingga tanpa sadar, Charlotte menginjak akar pohon yang berlumut, ia pun terpeleset dan langsung terjatuh ke tanah. Vampiro pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia langsung melesat dengan cepat dan menghunuskan pedangnya ke arah Charlotte.


Charlotte pun merogoh sakunya untuk mencari pisaunya, dan ternyata hanya tersisa satu pisau yang tersimpan di kantongnya. Charlotte pun melemparkan satu pisaunya itu dan berhasil mengenai mata kiri Vampiro.


Serangan Vampiro pun terhenti tepat sebelum pedangnya menyentuh kulit Charlotte, ia mengerang kesakitan setelah mencabut pisau yang menancap di mata kirinya.


"Arghhhh!!! Van Helsing!!" Vampiro menatap tajam Charlotte menggunakan satu matanya.


Charlotte pun tersenyum kecil melihat mata Vampiro yang buta sebelah, sekarang ia bisa melawan Vampiro dalam pertarungan jarak dekat karena Vampiro memiliki titik buta sekarang.


"Sekarang mari kita bertarung!!" Charlotte mengambil sebuah gagang pedang dari dalam sakunya.


Charlotte memencet tombol yang ada di gagang itu dan muncullah bilah pedang bergerigi dari gagang tersebut. Charlotte mengangkat pedangnya dengan kedua tangannya dan langsung mengayunkannya ke arah Vampiro.


"AKU AKAN MEMBUNUHMU SEKARANG!!" Vampiro mampu menangkis serangan itu hanya dengan satu tangannya.


Vampiro berteriak dan mengeluarkan Aura gelap dari dalam tubuhnya, ia pun mendorong pedangnya dan membuat tubuh Charlotte terpental hingga menghantam pohon sampai tumbang.


Pohon itu pun menimpa tubuh Charlotte, pedangnya sampai hancur karena dorongan Vampiro yang sangat kuat. Charlotte meronta-ronta mencoba melepaskan diri dari jepitan pohon, namun tenaganya tak cukup untuk mengangkat pohon yang sangat besar itu.


"Jika saja kau bukan seorang Van Helsing, maka kau pasti sudah mati ketika tertimpa pohon sebesar ini" ucap Vampiro yang tiba-tiba berada di depan Charlotte.


Vampiro pun mengangkat pohon itu dengan mudah dan langsung mengangkat tubuh Charlotte dengan cara mencekik lehernya.


"Sudah berakhir, setelah kau mati garis keturunan Van Helsing akan berakhir!" Ucap Vampiro sembari mengarahkan pedangnya ke dada Charlotte.


Charlotte tak mampu berkata-kata, cekikan Vampiro sangat kuat hingga membuatnya tak bisa bernafas.


"Matilah...."


*Jleb...


Vampiro menusukkan pedangnya menembus dada Charlotte hingga ke punggungnya, Charlotte memuntahkan banyak darah ketika Vampiro semakin memperdalam tusukannya.


Tangan Charlotte bergetar sembari meraih sesuatu di sakunya, hal itu tidak di sadari oleh Vampiro, hantu legenda ke 3 itu terus menatap wajah Charlotte yang terlihat sekarat.


*Jleb...


Sebuah pasak yang terbuat dari kayu pun berhasil menancap dan menusuk jantung Vampiro, matanya terbelalak karena tak menyangka kalau Charlotte akan menusuknya.


"Akhhh!! K-kenapa!" Vampiro melepaskan cekikannya.


Tubuh Vampiro terduduk lemas di tanah setelah jantungnya berhasil di tusuk oleh Charlotte menggunakan pasak kayu yang sudah di lumuri dengan cairan bawang putih.