The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
GEORGE DEVIL #5



Arthur maju melangkah kakinya menghampiri George Devil yang berada di depannya, terlihat sekali Aura yang mengerikan keluar seiring dengan langkah kaki Arthur yang semakin mendekat.


George Devil pun hanya bisa berdiri mematung dan menatap Arthur, ia masih merasa tidak percaya melihat Arthur yang mampu bergerak kembali.


"Beraninya! Beraninya kau melukai teman-temanku!!" Ucap Arthur dengan nada geram.


"Lalu kenapa aku harus takut, kalian semua hanyalah bocah ingusan" sahut George Devil.


"Ck! Kau selalu meremehkan kekuatan kami semenjak tadi!!" Ujar Arthur kembali, tangannya mengepal sangat kuat hingga terlihat urat-uratnya yang keluar.


Melihat kemarahan Arthur yang akan meledak, George Devil pun mencoba untuk memancing amarah Arthur agar ia mengeluarkan kekuatan terbesarnya.


"Memangnya kenapa, kalian itu hanyalah sekumpulan orang bodoh yang di peralat oleh Fergie" ledek George Devil.


"Jangan katakan omong kosong! Kau tidak pantas menyebut nama tuan Fergie!" Arthur pun bertambah geram ketika George Devil mengucapkan nama Fergie.


"Heh, apa kau tahu? Si tua Fergie itu adalah seorang pengecut, mereka memerintahkan kalian untuk melukai ku setelah itu ia akan datang ke sini untuk membunuhku, dia melakukan itu karena sadar ia terlalu lemah untuk menghadapi ku saat prima".


"DIAM!!!"


**wush...


*tzing*....


Amarah Arthur pun langsung meledak ketika ia mendengar ejekan dari George Devil, Red Devil melesat dengan kencang ke arah George Devil dan mencoba untuk menusuknya menggunakan trisulanya.


Namun, serangan itu masih bisa di antisipasi oleh George Devil, ia menghindari trisula milik Red Devil dengan berpindah tempat ke samping. George Devil pun lalu mencoba untuk menebas punggung Red Devil namun Demon itu langsung berbalik dan menangkisnya.


"Hahaha... Legenda itu benar, Demon milik manusia memang lebih kuat dari Angel biasa!" Ucap George Devil ketika beradu senjata dengan Red Devil.


Tak berhenti sampai di situ, Red Devil pun tiba-tiba mengeluarkan sebuah gelombang energi yang sangat kuat dari tubuhnya hingga membuat George Devil terpental.


*bughhhh...


Tubuh George Devil membentur dinding gedung dengan sangat kencang hingga membuat hantu legenda itu mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Hahaha... Sialan! Andai saja aku masih punya dua tangan!" George Devil mengusap darah yang keluar dari mulutnya dan tersenyum sinis ke arah Arthur.


"Jangan menatapku dengan tatapan yang menjijikan seperti itu!!" Arthur pun menunjuk ke arah George Devil dan memerintahkan Demon nya untuk menyerangnya kembali.


Tak menunggu lama, Red Devil pun kembali melesat dan mencoba untuk menyerang George Devil kembali. George Devil pun juga tak mau kalah, ia juga melesat dan menyambut Red Devil dengan tebasan pedangnya.


*Tzing...


Suara gesekan antara pedang dan trisula itu benar-benar terdengar jelas, terlihat juga sebuah percikan yang muncul ketika kedua mahkluk itu mengadu senjatanya.


"Kau beruntung bocah!! Kalau kau tidak punya Aura sekuat ini kau pasti sudah mati semenjak tadi!!" Ucap George Devil di sela-sela pertarungannya.


"Siapa yang perduli!! Aku akan memenggal kepalamu kali ini!" Arthur bertarung dengan penuh semangat, amarah yang menyelimuti hatinya mampu membawa keajaiban untuknya.


Tubuhnya yang semula lumpuh kini mampu untuk bergerak kembali. Meskipun begitu, keadaan tubuh Arthur tidak baik-baik saja sekarang, luka yang ia derita bertambah parah dan ia sekarang bertarung sembari menahan rasa sakitnya.


"Hahaha, terus, keluarkan semua kekuatanmu!!" George Devil tertawa kegirangan saat ia berduel dengan Red Devil.


Sementara Red Devil terus menerus menyerang George Devil tanpa henti, Arthur tidak ingin memberikan sebuah celah kepada George Devil. Oleh karena itu ia berusaha keras untuk memojokkannya.


Namun, karena ia terus menerus memerintahkan Red Devil untuk menyerang, luka yang berada di tubuhnya pun semakin parah. Luka tebasan di dada Arthur kini terbuka dan terus mengeluarkan darah.


Sedikit demi sedikit, darah yang berada di tubuh Arthur pun mulai berkurang. Hal itu pun juga berdampak kepada kondisi Arthur sekarang, penglihatannya menjadi berkunang-kunang dan kabur, Arthur tidak mampu melihat dengan jelas sekarang.


"Sial!! Aku harus bertahan! Kalau aku tumbang lagi maka dia akan menang!" Arthur mencoba keras untuk tetap fokus.


Arthur tidak boleh lengah sedikitpun sekarang, jika sampai ia lengah sedikit saja maka sudah dapat di pastikan George Devil akan menang.


Namun, kondisi tubuh Arthur tidak mendukung laki-laki untuk tetap fokus, pandangannya yang semakin kabur membuat Arthur kesulitan untuk mempertahankan fokusnya.


"Tak kusangka, akan ada manusia yang mampu mengimbangi kekuatanku!! Tapi... Momen ini sudah aku tunggu ratusan tahun lamanya, hahaha!!" George Devil terus tertawa walaupun ia tengah dipojokkan oleh Red Devil.


Walaupun hanya dengan satu tangan, namun George Devil tetap mampu mengimbangi kecepatan serangan Red Devil.


Aaron mungkin telah meninggal, sedangkan Astrid dan Fiona tidak sadarkan diri sekarang, bahkan Arthur dan Clara masih juga belum keluar dari gedung, saat ini Arthur benar-benar sendirian dalam situasi hidup dan mati..


"Uhuk!!"


Naas, Arthur tiba-tiba saja batuk darah dan hampir kehilangan fokusnya. Karena hal itu, Red Devil pun sempat menghentikan serangannya untuk sesaat.


Momen itu pun langsung di manfaatkan oleh George Devil untuk menyerang balik, ia mengeluarkan jurus racunnya yang lain dan merubah pedangnya menjadi berwarna hitam.


"Black Venom!!" George Devil pun menusukkan pedang hitamnya tepat di bahu Red Devil.


Bahu Arthur pun juga ikut terluka karena hal itu, untung saja hal itu tidak mengalihkan fokus Arthur sehingga Red Devil tidak menghilang.


"Akhhh!! Sialan! Disaat-saat genting seperti itu kenapa aku harus kehilangan fokus!!" Darah yang keluar dari mulut Arthur semakin banyak, ia benar-benar hampir pingsan sekarang.


"Hahaha... Ini adalah racun terkuatku, sekarang sudah dapat di pastikan kalau kau akan menemui ajalmu!!" Ujar George Devil setelah berhasil melukai Arthur lewat Demon nya.


Bahu Arthur terlihat mulai menghitam sedikit demi sedikit, namun hal itu sama sekali tidak mampu untuk meredam amarahnya.


"Uhuk! Baiklah, aku akan berjudi sekarang!!" Arthur pun tiba-tiba tersenyum sinis ke arah George Devil.


*jleb...


"Akhhh!!"


Red Devil yang sedang tertusuk tiba-tiba menusuk balik leher George Devil, George Devil tidak menduga hal itu akan terjadi sehingga ia tidak sempat menghindarinya.


"Akhhh!! Bocah sialan!!" George Devil mencoba untuk menusukkan pedangnya lebih dalam lagi, namun Arthur mampu untuk menahannya.


"SEKARANG SIAPA DI ANTARA KITA YANG AKAN MATI TERLEBIH DAHULU!!"


Red Devil pun mengeluarkan Auranya dan melapisi trisulanya. Perlahan, trisulanya mulai menusuk lebih dalam ke leher George Devil.


Hal itu pun membuat George Devil tidak mampu berbicara lagi, lehernya sudah tertusuk cukup dalam sehingga ia tidak mampu untuk mengeluarkan suaranya.


"Penggal dia Red Devil!!!" Seru Arthur.


Rawrrrr!!!



Red Devil mengaum dengan sangat kencang dan mendorong trisulanya semakin ke dalam, tanpa menghiraukan rasa sakit di sekujur tubuhnya, Arthur terus berteriak dan memerintahkan Demon nya itu untuk memenggal kepala George Devil.


Hingga...


*Zing...


Red Devil berhasil mendorong trisulanya di sertai dengan kepala George Devil yang terjatuh ke tanah. Red Devil berhasil memenggal kepala hantu legenda itu menggunakan trisulanya yang di lapisi dengan Aura.


Kepala George Devil terjatuh ke tanah dengan mata yang sudah memutih dan mulut menganga. Tak berselang lama, tubuhnya pun ikut ambruk ke tanah dan dapat di pastikan kalau ia telah mati di tangan Arthur sekarang.


"Hah... Hah... Berhasil, aku berhasil mengalahkannya, tapi aku akan mati sekarang" Arthur tersenyum ketika ia melihat tubuh dan kepala George Devil mulai berubah menjadi debu.


Namun walaupun ia berhasil mengalahkannya, racun yang berada di bahu kanannya sudah melebar cukup luas. Separuh badan Arthur sudah menghitam sekarang, tubuhnya pun ambruk ke tanah di sertai dengan Red Devil yang perlahan-lahan menghilang.


*bruk...


Arthur merasa kalau kematiannya sudah dekat, mata kirinya telah buta sekarang. Arthur hanya bisa terbaring lemah dan menatap langit sebelum ia mati.


"Ayah ibu, tuan Fergie, tuan Wilson, Ace, Clara, Fiona, dan teman-teman yang lainnya, aku berhasil mengalahkan hantu legenda, tapi aku akan mati sekarang" ujar Arthur dengan suara yang lemah.


Pandangannya pun tiba-tiba berubah menjadi hitam, langit yang sedang di tatap oleh Arthur kini menghilang dan berganti menjadi warna hitam.


"Huh, apakah akhirat berwarna hitam seperti ini?" Tanya Arthur pada dirinya sendiri.