
Arthur dan Clara masih tercengang setelah melihat kekuatan Sun Go Kong, Angel berwujud dewa kera itu hanya butuh satu pukulan untuk mengalahkan sang hantu tengkorak. Terlebih lagi, hantu tengkorak itu sampai tidak sempat untuk menahan pukulan tongkat milik Sun Go Kong.
Kenapa kalian terlihat tercengang seperti itu??
"Pukulan macam apa itu tadi? Aku bahkan tidak bisa melihatnya" ujar Arthur dengan wajah penuh keheranan.
"Iya, bahkan hantu tengkorak itu tidak sempat menahannya" timpal Clara yang tiba-tiba datang bersama Avis.
Bagaimana soal urusan kalian di sini? Apa sudah selesai?
Pertanyaan yang keluar dari mulut Sun Go Kong seketika membuat Arthur, Clara dan Avis teringat kembali tentang koloninya Wilson yang sudah hancur. Pertempuran melawan Undead Twin Mage dan hantu tengkorak membuat Arthur lupa kalau koloninya yang lama telah hancur tak tersisa.
"Hmm, soal itu sebaiknya kau lihat sendiri di sana" ucap Arthur sembari menunjuk ke reruntuhan bangunan.
Hancur?! Koloni yang kalian cari sudah hancur?? Siapa yang sudah melakukan hal itu?
Sun Go Kong sampai meloncat-loncat kesana-kemari karena kaget.
Aku kira bangunan itu memang sudah hancur sebelumnya, aku tidak tahu kalau bangunan yang hancur itu adalah tempat tinggal koloni yang kalian cari...
"Itulah yang membuat kami merasa sedih, sekarang aku tidak akan pernah bisa bertemu lagi dengan ayahku" ujar Clara dengan raut sedihnya.
Melihat Clara merasa sedih, Avis pun langsung memeluk kaki gadis itu untuk menenangkannya.
"Hantu hitam, hantu hitam yang sudah melakukannya" ujar Avis sembari menatap kedua mata Clara.
Hantu hitam? Siapa hantu hitam itu?
"Itulah yang sedang kami cari, andai aku bertemu dengannya aku pasti akan langsung membunuhnya!!" Ucap Arthur dengan nada geram, kedua tangannya mengepal dengan kuat.
"Hantu berwarna hitam! Dia seram sekali!" Avis sampai menutup kedua matanya menggunakan tangannya.
Clara pun langsung mengangkat tubuh gadis kecil itu dan menggendongnya dalam dekapannya.
"Tenang, tidak usah kau ingat-ingat kejadian itu lagi, lupakanlah kejadian itu untuk selama-lamanya" bisik Clara di telinga Avis.
Sun Go Kong sang Angel pun sampai merasa iba melihat Avis yang menangis di gendongan nya Clara. Raut sedih terpancar jelas di wajah dewa kera itu. Walaupun Sun Go Kong adalah Angel, namun ia juga memiliki perasaan layaknya seorang manusia. Benar-benar Angel yang unik.
"Sun Go Kong, apa kau bisa memulangkan kami sekarang juga?" Tanya Arthur kepada Sun Go Kong.
Tentu saja, naiklah sekarang...
Tongkat cahaya milik Sun Go Kong langsung memanjang setelah ia mengayunkannya. Setelah itu, Arthur pun langsung naik ke tongkat cahaya itu di ikuti oleh Clara yang sedang menggendong Avis.
...---------------...
Setelah Sun Go Kong melemparkan tongkat cahayanya, Arthur dan Clara pun langsung sampai tepat di depan hotel tempat koloni mereka tinggal. Mereka berdua langsung di sambut oleh Astrid dan Fiona yang kebetulan sedang duduk di depan gerbang.
"Clara, siapa anak itu?" Tanya Astrid ketika melihat Clara menggendong Avis.
"Dia bernama Avis, dia adalah anggota koloni ku yang dulu" timpal Arthur setelah turun dari tongkat cahaya milik Sun Go Kong.
"Heh? Kenapa kau membawa anak dari koloni mu yang lama? Apa orang tua nya tidak merasa khawatir?" Tanya Fiona secara tiba-tiba.
Avis pun seketika langsung menangis setelah mendengar ucapan Fiona, gadis kecil itu menenggelamkan kepalanya ke tubuh Clara. Melihat hal itu, Clara pun langsung menatap Fiona dengan tatapan tajam.
"Apa? Aku kan hanya bertanya?" Fiona tidak mengerti apa salahnya hingga mendapatkan tatapan tajam dari Clara.
"Ceritanya panjang, Astrid, Fiona, gadis kecil itu telah menyaksikan sebuah kejadian paling mengerikan di hidupnya" ujar Arthur ketika berjalan melewati dua gadis itu.
"Arthur? Clara?" Astrid merasa kebingungan dengan tingkah laku kedua temannya itu.
"Apa yang terjadi sebenarnya? Bukankah mereka berdua baru saja mengunjungi koloni Arthur yang lama?" Tanya Fiona yang masih belum mengerti dengan kejadian yang sebenarnya.
"Entahlah, sebaiknya kita tidak usah ikut campur dulu" sahut Astrid.
Setelah meninggalkan Astrid dan Fiona, Arthur dan Clara terus berjalan memasuki hotel untuk bertemu dengan Fergie. Raut wajah tak mengenakkan tergambar jelas di kedua wajah remaja itu.
Bahkan orang-orang yang mencoba untuk menyapa mereka tidak di perdulikan sama sekali. Arthur dan Clara tetap diam dan berjalan di saat orang-orang di koloni menyapa mereka.
"Yo bajingan! Ternyata kau masih berani untuk menampakkan wajahmu di depanku!!" Apes, Arthur justru berpapasan dengan Roberto ketika ia ingin menuju ke lift.
Dengan tatapan yang sinis, Roberto pun mencoba untuk mendekati Arthur dengan Tank Man yang sudah berada di belakangnya.
"Kau tahu kau akan mati di sini kan?" Ucap Roberto yang sedang berdiri di depan Arthur.
Arthur dan Clara pun terpaksa berhenti karena Roberto menghalangi jalan mereka menggunakan Tank Man.
"Jangan ganggu aku sekarang! Minggir atau kau akan mati!" Arthur mengancam Roberto untuk menyingkir dari hadapannya.
Namun, ancaman Arthur itu tidak di perdulikan sama sekali oleh Roberto. Laki-laki bertubuh besar itu justru mengejek Arthur dan memukuli kepalanya.
"Hah? Kau berani menjawab sekarang!!" Roberto memukuli kepala Arthur secara bertubi-tubi.
*Tzing...
*Prank...
Di luar dugaan, Arthur yang sudah merasa geram dengan Roberto langsung mengeluarkan Demon nya dan langsung menyerang Tank Man hingga membuat perisainya hancur.
Tubuh Roberto pun terpental bersamaan dengan Angelnya, tubuhnya menghantam dinding dengan cukup keras hingga membuatnya mengeluarkan darah di mulutnya.
"Arthur!" Clara merasa kaget ketika melihat Arthur menyerang Roberto.
"Ucapkan kata-kata terakhir mu!" Dengan nada yang dingin, Arthur berjalan menghampiri Roberto yang sedang terluka bersama Red Devilnya.
"Uhuk!! Kau bajingan!" Roberto memakai Arthur yang sudah tepat berada di depannya.
Amarah sudah menyelimuti tubuh Arthur, hatinya yang terluka kini terusik oleh Roberto hingga membuat amarahnya memuncak. Red Devil mengarahkan trisulanya ke tubuh Roberto dan bersiap untuk menusuknya. Arthur benar-benar serius ingin membunuh Roberto sekarang.
Orang-orang yang melihat hal itu sampai tidak berani untuk melerai, mereka takut melihat wajah Arthur yang marah.
"Berhenti!"
Beruntung, Ace tiba-tiba datang dan langsung mencegah Arthur yang ingin membunuh Roberto. Ace menggunakan Stardust nya untuk menahan trisula milik Red Devil.
"Arthur, tenangkan dirimu" tutur Ace.
"Tidak, aku tidak bisa tenang sekarang" sahut Arthur dengan tatapan kosong.
"Hmm, aku tahu terjadi sesuatu dengan kalian bertiga, sebaiknya kalian menemui tuan Fergie sekarang" ucap Ace sembari menatap Clara yang sedang menggendong Avis.
"Cepat bunuh aku sialan!!!"