
"A-pa maksudmu?!" Brian tidak percaya ketika melihat Arthur dengan rasa percaya dirinya berkata seperti itu.
"Jika memang kutukan itu benar, maka kita tidak boleh membuang-buang waktu lagi, kita akan pergi ke Transylvania besok!!" Seru Arthur.
"Hoi! Jangan bercanda! Kita baru saja melawan Scarecrow, dan sekarang kita akan melawan Vampiro dengan jeda waktu yang sesingkat ini?!" Timpal Vince.
Namun, Arthur sama sekali tidak menggubris Brian dan Vince. Ia sudah bertekad untuk melawan Vampiro secepatnya, Arthur tidak ingin membiarkan kutukan itu menghalangi tekadnya untuk melawan The Eternity.
"Siapa perduli?! Jika memang mereka tidak ingin ikut maka biar aku saja yang maju sendirian!!" Seru Arthur dengan suara lantang.
Brian dan Vince benar-benar tidak menyangka kalau kata-kata itu akan keluar dari mulut Arthur. Bagaimana bisa ia bisa se percaya diri itu untuk melawan seorang hantu legenda sendirian? Di samping juga dengan kutukan yang akan menimpanya.
"Pikirkan baik-baik! Kau tidak akan bisa menang melawan Vampiro seorang diri, dia jauh lebih kuat dari George Devil dan Scarecrow!" Vince memperingatkan Arthur agar tidak bertindak gegabah.
"Lagi pula, kita harus menunggu perintah dari tuan Fergie untuk melawan hantu legenda" sambung Brian.
"Ya, jika aku masih menjadi anggota koloni ini maka aku tidak akan bisa melakukan hal itu" ujar Arthur.
Brian dan Vince langsung menatap Arthur setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulutnya itu.
"Arthur? Jangan-jangan kau ingin..." Vince mencoba untuk menebak maksud dari ucapan Arthur.
"Heh, jika aku keluar dari koloni ini, maka aku bisa melakukan apapun yang aku mau tanpa izin dari siapa-siapa" ucap Arthur dengan senyuman sinis di wajahnya.
Ucapan itu tentu saja berhasil membuat Brian dan Vince merasa terkejut, mereka berdua tidak menyangka jika Arthur akan berpikir seperti itu.
"Kau ingin pergi dari koloni ini?" Tanya Brian dengan wajah tak percaya.
Aneh, mereka berdua awalnya ingin mengusir Arthur dari koloni ini secara halus dengan memintanya untuk pergi secara baik-baik, namun sekarang mereka berdua justru merasa terkejut ketika mendengar Arthur ingin meninggalkan koloni ini.
"Itu yang kalian inginkan kan? Aku akan meminta tuan Fergie untuk memulai pertempurannya besok, dan jika dia tidak setuju, maka aku akan pergi dari koloni ini" ujar Arthur sembari menatap Brian dan Vince secara bergantian.
Kedua orang itu pun kebingungan sendiri menanggapi ucapan Arthur, Brian dan Vince tidak tahu harus bereaksi apa untuk menanggapi ucapan Arthur tersebut.
"Ya sudahlah, aku rasa kalian juga sudah tahu apa jawaban dari tuan Fergie, senang bisa mengenal kalian berdua walaupun hanya sebentar" Arthur pun bangkit dari duduknya dan menepuk pundak kedua temannya.
Arthur bermaksud untuk pergi dari atap namun langkahnya langsung terhenti di kala ia melihat Roberto yang sudah berdiri di ambang pintu. Adu tatapan pun tak bisa di hindarkan, Arthur dan Roberto saling bertatapan dengan tatapan tajam.
"Roberto?!" Brian dan Vince pun langsung berdiri bersamaan ketika mereka melihat Roberto.
Mereka berdua mengira kalau akan ada pertengkaran yang terjadi antara Arthur dan Roberto, karena itulah mereka berdua langsung bangkit dan mencoba untuk menenangkan mereka berdua. Brian menahan tubuh Arthur sedangkan Vince menghampiri Roberto untuk menenangkannya.
"Roberto, tenanglah, jangan bertindak bodoh di sini!" Tutur Vince.
"Kalau kau pergi dari koloni ini untuk melawan Vampiro, aku akan ikut denganmu" ucap Roberto kepada Arthur.
"Huh?!" Arthur terkejut bukan main setelah mendengar ucapan Roberto.
Bukan hanya Arthur, Brian dan Roberto pun ikut terkejut ketika mereka mendengar ucapan itu. Setahu mereka, Roberto tidak pernah suka dengan kehadiran Arthur di koloni ini sejak awal. Namun, sekarang Roberto justru berkata secara terang-terangan akan mengikuti Arthur jika ia pergi dari koloni ini.
"Walaupun tuan Fergie mau menuruti permintaan mu untuk memulai pertempurannya besok, anak-anak yang lainnya tidak akan setuju dan tidak akan mau ikut berangkat" tutur Roberto.
"Tapi, tuan Fergie juga tidak akan menuruti permintaan Arthur begitu saja!" Balas Brian.
"Aku tahu hal itu! Karena itulah aku akan meminta izin untuk pergi dari koloni ini" timpal Arthur.
"Dan aku akan ikut denganmu, aku ingin menghabisi Vampiro menggunakan tanganku sendiri!!" Ujar Roberto seraya mengepalkan tangannya dengan erat.
"Roberto! Kau tidak bisa melakukan itu!" Brian merasa tidak setuju dengan keputusan Roberto yang ingin ikut dengan Arthur.
"Heh, aku tidak butuh bantuan dari orang sepertimu!" Cela Arthur.
"Biar aku perjelas, aku ingin ikut denganmu jika kau akan melawan Vampiro, aku tidak ingin membantumu sama sekali!! Camkan itu baik-baik!!" Tegas Roberto.
"Kalian berdua tidak akan di izinkan pergi dari koloni ini, tuan Fergie masih membutuhkan kalian berdua!!" Seru Vince.
Suasana mulai memanas, Arthur dan Roberto yang masih beradu tatapan mulai mengeluarkan Demon dan Angel mereka masing-masing. Brian dan Vince pun berusaha keras untuk melerai mereka berdua agar tidak ada pertarungan yang terjadi.
"Hei Arthur! Tenangkan dirimu!!" Brian merangkul erat tubuh Arthur.
"Roberto! Hentikan!!" Vince memegang dada Roberto dan mendorongnya ke belakang.
"Kali ini biarkan aku yang memperjelas, kalian bertiga ingin aku pergi dari koloni ini kan? Jadi aku akan pergi besok, dan jangan pernah beritahu Ace dan Clara tentang hal ini, apalagi tuan Fergie!!" Ujar Arthur dengan nada tegas.
"Sudah aku bilang dasar bocah sialan!! Jika kau pergi untuk melawan Vampiro aku akan ikut denganmu!!"
*Wush...
Roberto berteriak kepada Arthur di barengi dengan sebuah gelombang energi kecil yang keluar dari tubuhnya. Arthur pun tidak mau kalah, ia juga ingin mengeluarkan Auranya untuk memperingatkan Roberto siapa yang terkuat di antara mereka berdua.
"Sudah aku bilang aku tidak butuh bantuan mu!!" Balas Arthur.
*Wush...
Gelombang energi yang jauh lebih besar pun muncul dari tubuh Arthur hingga membuat Roberto, Brian dan Vince mundur beberapa langkah. Khusus untuk Brian dan Vince, mereka ternganga melihat betapa dahsyatnya Aura yang di keluarkan oleh Arthur. Sedangkan Roberto hanya terdiam tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Arthur.
"Dengar bocah bodoh! Kau bisa membunuh semua manusia di bumi ini jika kau tidak segera pergi atau bunuh diri" tutur Roberto.
Arthur merasa sudah sangat muak dengan ucapan orang-orang tentang sebuah kutukan yang akan menimpanya.
"Jika memang kutukan itu akan terjadi, maka kau akan menjadi orang yang pertama aku bunuh nanti" ujar Arthur kepada Roberto.
Mendengar ucapan itu, Roberto langsung tertawa terbahak-bahak hingga membuat Brian dan Vince merasa kebingungan.
"Hahaha... Sudahi semua ini, ayo kita berdua pergi ke Transylvania besok!!" Ucap Roberto di sertai dengan tawanya yang mereda.