The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
GEORGE DEVIL



Setelah melihat kejadian mengerikan itu, mental Arthur dan Fiona sedikit goyah. Mereka tidak menyangka kalau hantu legenda bisa meregenerasi luka mereka secepat itu.


"Ada apa? Jangan-jangan pak tua Fergie itu belum memberi tahu kalian tentang kekuatan regenerasi yang kami miliki ?" Tanya George Devil dengan nada sombongnya.


"Heh, kau memang bisa meregenerasi lukamu, tapi kau tidak abadi!!" Arthur pun mencoba untuk menyerang George Devil kembali.


Rawrrrr!!!


Red Devil miliknya mengaum dan mencoba menusuk George Devil menggunakan trisulanya.


*Tzing...


Namun, trisula itu bisa dengan mudah di tangkis oleh George Devil menggunakan pedangnya. Tak ingin melihat temannya bertarung sendirian, Fiona pun ikut menyerang bersama Angelnya.


Athena milik Fiona menerjang ke arah George Devil dan berusaha untuk menebasnya. Melihat dirinya dalam bahaya, George Devil pun mendorong trisula milik Red Devil dan menghindari tebasan Athena.


"Tidak buruk, untuk bocah ingusan seperti kalian berdua" ujar George Devil setelah berhasil menghindari serangan Fiona.


"Kau pikir hanya ini kekuatan kami?!" Arthur yang merasa geram akibat ucapan George Devil pun mencoba untuk menyerangnya kembali.


"Bantu dia! Athena!" Seru Fiona.


Kini, Red Devil dan Athena maju secara serentak ke arah George Devil. Demon dan Angel itu mencoba untuk melapisi senjata mereka menggunakan Aura.


"Hmm, venom..." Ucap George Devil dengan seringai di wajahnya.


Pedang merah milik George Devil pun kini berubah menjadi ungu dan mengeluarkan sedikit asap. Ia pun lalu menghindari tebasan Athena dan mencoba untuk menyerang Red Devil terlebih dahulu.


*Tzing...


Benturan antara pedang dan trisula milik kedua makhluk itu tidak bisa terhindarkan lagi. Red Devil melapisi trisulanya menggunakan Aura sedangkan George Devil melapisi pedangnya dengan semacam racun.


"Hiya!!" Fiona yang melihat sebuah celah pun mencoba untuk menyerang George Devil.


Dan kali ini, Athena mencoba untuk menebas punggung George Devil yang terbuka lebar. Sedangkan Red Devil terus mendesaknya dari arah depan.


"Heh, jangan remehkan aku bocah!!"


*Grep...


Tak disangka-sangka, bukannya menghindari atau menangkis serangan dari Athena, George Devil justru menangkap pedang Athena dengan satu tangannya.


Mata Arthur dan Fiona pun terbelalak ketika melihat kejadian itu, sepertinya mereka berdua masih belum mengerti tentang seberapa besar kekuatan hantu legenda.


"Bagaimana... Aku sudah melapisinya dengan Aura, tapi kenapa dia bisa menangkapnya dengan mudah?!" Ujar Fiona yang merasa tidak percaya.


"Tch, tidak mungkin, dia pasti mengeluarkan jurusnya untuk menahan pedang itu!" Timpal Arthur.


"Pintar, aku memakai kekuatan racunku untuk menahan serangan Aura kalian" tutur George Devil.


"Apa?! Racun?" Setelah mendengar ucapan George Devil, Arthur pun tersadar kalau pedang dan tangan George Devil telah berubah warna menjadi ungu.


"Arthur! Apa menurutmu..." Fiona pun juga mulai sadar akan perubahan itu.


"Iya, pedang dan tangannya berubah menjadi warna ungu, mungkin hal itulah yang membuat serangan kita tidak mempan" potong Arthur.


Setelah melihat hal itu, Arthur dan Fiona pun menarik Demon dan Angel mereka kembali.


"Ada apa? Kenapa kalian menarik mereka?" Tanya George Devil dengan nada sinis.


"Fiona, kita tidak boleh menyerang secara gegabah sebelum mengerti dengan kekuatan racun miliknya" ujar Arthur kepada Fiona.


"Em, aku mengerti, kita harus menunggu Ace dan Clara sekarang" sahut Fiona.


Namun, sepertinya obrolan mereka berdua terdengar sampai ke telinga George Devil. Alhasil, hantu legenda itu pun murka karena Arthur dan Fiona ingin mengeroyoknya.


"KALIAN PIKIR AKU AKAN MENGIJINKAN HAL ITU?! AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN TERLEBIH DAHULU SEBELUM KEDUA TEMAN KALIAN KE SINI!!".


Secara tiba-tiba, George Devil melesat dengan cepat dan mencoba menyerang Arthur dan Fiona.


Arthur pun mendekap tubuh Fiona dan menjatuhkannya ke tanah, hal itu pun juga membuat serangan dari George Devil meleset.


Namun, bukan hantu legenda namanya jika tidak bisa menyerang kembali. Dengan cepat, George Devil merubah ayunan pedangnya menjadi turun ke bawah mengincar Arthur dan Fiona yang sedang terbaring.


*Tzing...


Untung saja, Athena milik Fiona telah bersiaga dan berhasil menepis pedang itu tepat sebelum mengenai tubuh Arthur.


"Serang dia Red Devil!!" Arthur pun memanggil kembali Demon nya guna membantu Athena melawan George Devil.


"Percuma saja!" Lagi-lagi George Devil bisa menahan trisula milik Red Devil itu dengan sangat mudah.


Namun, hal itu tidak membuat Arthur dan Fiona merasa gentar, mereka berdua telah menguatkan tekadnya untuk membunuh George Devil di sini sekarang juga.


"Tebasan bulan sabit!" Seru Fiona.


Setelah mendengar teriakan itu, Athena pun menarik pedangnya dan menebas pedangnya dengan dari bawah ke atas dengan cepat. Tebasan itu sedikit melengkung seperti bulan sabit, karena hal itu, George Devil pun tak sempat menghindar dan terkena tebasan pedang dari Athena.


"Berhasil!" Arthur terlihat girang ketika melihat tubuh George Devil tertebas.


Namun, rasa girangnya itu tidak berlangsung lama. Sebab, tubuh George Devil yang terkena tebasan langsung beregenerasi kembali.


"Geli sekali, apa hanya sekuat ini Aura yang kau miliki?"


*Grep...


Naas, George Devil tiba-tiba mencekik leher Athena yang berada di depannya, Athena pun tidak bisa menghindar karena dirinya berada terlalu dekat dengan George Devil.


"Akhhh!! Lepaskan!" Akibat hal itu, Fiona pun ikut merasakan cekikan di lehernya.


Gadis itu terlihat kesulitan bernafas dan terus memegangi lehernya, melihat hal itu, Arthur pun langsung berusaha untuk melepaskan tangan George Devil dari leher Athena mengunakan Demon nya.


"Sialan kau!! Lepaskan dia!" Teriak Arthur.


Red Devil pun melepas paksa trisulanya dari tangan George Devil, ia pun lalu mengarahkan trisula itu ke kepala hantu itu dan mencoba untuk menusuknya.


"Jangan macam-macam!!" Melihat serangan yang akan di lancarkan, George pun tak tinggal diam.


Ia secara tiba-tiba melesat ke belakang dan menjauhi Red Devil yang sudah bersiap untuk menyerangnya. Akibatnya, Red Devil pun terpaksa harus mendekat kembali karena George Devil berada di luar jangkauan serangannya.


"Lepaskan!!" Arthur semakin merasa panik ketika melihat Fiona yang hampir tak sadarkan diri.


Kedua mata gadis itu memutih dan wajahnya memerah karena tidak bisa bernafas, begitu pun juga dengan Athena, Angel itu tidak bisa berbuat apa-apa karena George Devil mencekik lehernya dengan sangat kuat.


"Lihatlah, temanmu sebentar lagi akan menemui ajalnya" ujar George Devil kepada Arthur.


"Sialan!! Jangan lari!!" Arthur merasa sangat geram karena George Devil yang selalu berpindah tempat ketika Red Devil mendekatinya.


Waktu sudah hampir habis, Fiona sudah tidak bisa menahan nafasnya lagi. Beberapa detik lagi, gadis itu akan kehilangan kesadaran dan bahkan juga akan kehilangan nyawanya.


"LEPASKAN DIA!!!" Seru Arthur dengan sangat kencang.


*Wush....


Tiba-tiba, sebuah gelombang energi yang sangat dahsyat keluar dan membuat George Devil terkejut.


*Bruk...


George Devil terkejut karena secara tiba-tiba tangannya yang sedang mencekik Athena terpotong setelah gelombang energi itu keluar.


Ia pun melihat potongan tangannya yang berada di tanah. Lalu, ia pun menoleh ke samping dimana ia melihat Red Devil memegang trisulanya yang sudah bersimbah darah berwarna ungu.


"Kau, sejak kapan kau memotong tanganku?!" Ucap George Devil ketika melihat siapa yang telah berhasil memotong tangannya.