
Arthur dan Clara berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari benang milik Annabelle, namun tak ada yang bisa mereka lakukan karena Demon dan Angel mereka sudah tertangkap.
"Sudah aku bilang, hari ini adalah hari terakhir kalian berdua berada di bumi!" Annabelle membuat dua buah pedang dari benangnya.
Walaupun hanya terbuat dari benang yang di satukan, namun pedang itu tak kalah tajamnya dari pedang yang terbuat dari logam. Ditambah lagi Annabelle mengalirkan kutukannya ke dua pedang itu, sehingga Arthur dan Clara tak mungkin bisa selamat setelah tertusuk pedang itu.
"Arthur! Bagaimana ini?!" Tanya Clara dengan nada yang panik.
"Aku juga tidak tahu, seluruh tubuhku bahkan jari-jari ku tidak bisa aku gerakkan!" Balas Arthur.
"Gawat! Jika Medusa dan Red Devil terkena tusukan itu, maka kita juga akan terkena dampaknya!" Clara semakin panik ketika melihat Annabelle yang akan menusukkan pedangnya.
"Matilah, kalian berdua!!" Annabelle mengangkat kedua pedangnya dan bersiap menghunuskan nya.
*Jleb...
Di luar dugaan, Annabelle menusukkan kedua pedangnya sekaligus ke tubuh Red Devil, sehingga hanya Arthur lah yang terkena luka akibat tusukan itu.
"ARTHUR!!" Clara berteriak histeris ketika melihat Demon milik Arthur di tusuk oleh Clara.
"S...Sial" ucap Arthur dengan terbata-bata.
Tak berselang lama kemudian, mulut Arthur memuntahkan darah yang cukup banyak. Annabelle melihat hal itu dengan senyuman sinis di bibirnya, ia kemudian mengalihkan pandangannya kepada Medusa yang berada di samping Red Devil.
"Aku tidak tertarik untuk membunuh manusia secara langsung, tapi aku sangat suka melihat mereka menderita sebelum kematiannya" ucap Annabelle dengan nada yang dingin.
"LEPASKAN AKU!!" Clara berteriak dan mencoba untuk melepaskan dirinya.
"Kau bisa menyembuhkannya kan? Tenang saja aku akan melepaskan mu, tapi setelah dia mati" ucap Annabelle.
"ARTHUR BERTAHANLAH! AKU BISA MENGOBATI LUKAMU, JADI BERTAHANLAH SAMPAI AKU MELEPASKAN DIRI!!" Seru Clara kepada Arthur.
Namun Arthur tidak menyahuti seruan itu sama sekali, Arthur menatap tanah dengan pandangan yang kosong, darah menetes sedikit demi sedikit dari mulutnya yang terbuka.
Bisa di bilang, Arthur sedang sekarat sekarang. Clara bisa saja menyembuhkan luka Arthur dalam sekejap, namun jika Arthur mati terlebih dahulu, maka tidak ada gunanya Clara menyembuhkannya.
"Arthur hei!! Bertahanlah!" Clara mulai panik ketika melihat Arthur tidak menoleh sedikitpun kepadanya.
"Lihatlah saat-saat terakhirnya!" Annabelle mengibaskan tangannya dan melepaskan benangnya dari Red Devil.
Red Devil pun jatuh dan langsung menghilang dalam seketika setelah tubuhnya menyentuh tanah, tubuh Arthur pun juga ikut ambruk dengan posisi kepala menoleh ke arah Clara.
"Arthur kau bisa mendengar suaraku kan?! Katakan sesuatu aku mohon!!" Clara mulai meneteskan air mata ketika melihat kondisi Arthur yang semakin parah.
"Tidak ada gunanya!! Dia akan mati sebentar lagi, setelah itu kau bisa menyembuhkan dia" ujar Annabelle dengan senyuman sinisnya.
"Lepaskan aku!! Aku tidak bisa mengembalikan nyawanya jika dia mati!" Clara kembali berteriak ke arah Annabelle.
"Fufufu... Memang itu yang aku harapkan, aku sangat suka melihat manusia lemah seperti dirimu menderita" Annabelle duduk di udara menggunakan benangnya.
"C... Clara, t-tidak lemah" Arthur tiba-tiba kembali bersuara dan berhasil membuat Annabelle terkejut bukan main.
"Kau!!!" Annabelle tak percaya Arthur masih mampu bertahan setelah menerima serangan darinya.
"Arthur..." Clara sedikit senang ketika mendengar Arthur bersuara lagi.
Arthur berusaha berdiri menggunakan kedua tangannya, badannya gemetar hebat karena menahan rasa sakit yang ada di kedua sisi dadanya.
"Arthur jangan bergerak!! Lukamu bisa bertambah parah!" Clara kembali panik ketika melihat Arthur yang mencoba untuk berdiri.
"J-jaga bicaramu, m...Manusia tidak selemah yang k-kau pikir" ucap Arthur dengan terbata-bata.
"Heh, tidak selemah yang aku pikir?! Coba lihat dirimu sekarang!! Kau sedang sekarat dan masih berani untuk menantang ku?!" Seru Annabelle ketika melihat Arthur berhasil berdiri.
"Uhuk!! Selama a-ku masih b-bisa berdiri, aku a...Akan terus melawan mu!!"
"Tidak tidak!! Arthur jangan paksakan dirimu!!" Seru Clara.
Namun Arthur tidak menghiraukan Clara sama sekali, ia mencoba untuk memanggil Demon nya namun Red Devil tidak keluar sama sekali.
"Sialan, aku harus melupakan r-rasa sakit ini" ucap Arthur ketika gagal memanggil Demon nya untuk keluar.
"Heh, terserahlah, yang jelas kutukanku sudah menyebar di dalam tubuhmu sekarang, hanya masalah waktu saja kau akan mati, antara mati kehabisan darah atau mati karena kutukanku!!" Ucap Annabelle.
"Red Devil!!!" Teriak Arthur dengan lantang.
Usaha Arthur berhasil, Red Devil langsung muncul setelah Arthur meneriakkan namanya. Namun, nampaknya hal itu membuat luka yang ada di dada Arthur semakin parah.
Arthur kembali memuntahkan darah dan darah yang keluar dari dadanya semakin deras. Pandangan Arthur mulai kabur karena kehilangan banyak darah, nyawanya sudah di ujung tanduk sekarang.
"Arthur!! Lepaskan aku Annabelle!! Ambilah nyawaku tapi lepaskan aku terlebih dahulu!!" Pinta Clara pada Annabelle.
Annabelle tertawa terbahak-bahak ketika mendengar permintaan gadis itu.
"Mengambil nyawamu?! Heh! Aku tidak tertarik sama sekali!!" Tegas Annabelle sembari mengeluarkan benang dari jari-jarinya.
"Arthur lari lah!! Dia akan menyerang mu!!" Seru Clara.
"Clara" panggil Arthur dengan suara yang sedikit serak.
"Cepat lari!!" Seru Clara kembali.
"Setelah aku membunuhnya, cepat lari dari tempat ini, dan... Jagalah Avis untukku" Arthur mengucapkan kata-kata terakhirnya sebelum melakukan serangan.
"Arthur!!!".
"Itu sangat mengharukan, tapi siapa yang peduli?!!!" Annabelle melancarkan serangannya ke arah Arthur.
Arthur tak tinggal diam, dengan tenaga yang masih tersisa, ia mencoba untuk mengeluarkan jurus terkuatnya.
"Hell's Spear!!" Seru Arthur.
"Rawrrrr!!!" Red Devil mengaum kencang dan melemparkan trisulanya ke arah Annabelle.
Trisula yang melesat itu mampu memutus benang-benang yang menuju ke arah Arthur, Annabelle kaget bukan main ketika melihat benang-benangnya berhasil terputus.
"Mustahil!!" Ucap Annabelle yang merasa tak percaya.
Belum berhenti sampai di situ, di saat trisula itu hampir mengenai tubuh Annabelle, Red Devil tiba-tiba berteleportasi ke trisulanya dan akan menusuk Annabelle menggunakan senjatanya.
"Bocah kurang ajar!!" Annabelle panik ketika Red Devil hampir menusuknya.
Namun, tiba-tiba tubuh Red Devil menghilang tepat sebelum trisulanya menyentuh tubuh Annabelle. Melihat hal itu, Clara pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Arthur.
Bola matanya seketika membulat ketika melihat tubuh Arthur yang sudah ambruk dan terlihat tidak bernafas.
"Arthur?" Panggil Clara.
Serangan tadi hampir saja berhasil mengenai Annabelle, namun sayang, Arthur sudah kehilangan kesadaran tepat sebelum Demon nya berhasil menyerang Annabelle.