The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
PERGI ATAU MATI



Arthur mengerang keras bersamaan dengan mata kirinya yang berubah warna menjadi merah darah. Tak hanya itu, bola mata Arthur yang semula berbentuk bulat kini berubah menjadi runcing. Mirip seperti bola mata Red Devil.


"Arthur! Hei kenapa dengan matamu?!" Charlotte berusaha menenangkan Arthur yang terus berteriak.


Namun Arthur tak menghiraukan Charlotte dan terus berteriak kesakitan, pada akhirnya, sebuah Aura berwarna merah gelap keluar dari tubuh Arthur dan ia pun langsung berhenti berteriak.


Tubuh Arthur tergeletak tengkurap di atas lantai, ia tak kuasa menahan rasa sakit yang baru saja ia rasakan. Sementara Charlotte duduk di sebelahnya dengan badan yang gemetar, Charlotte melihat jelas bagaimana mata kiri Arthur yang tiba-tiba berubah.


"Arthur, lihat aku" ucap Charlotte.


Arthur pun langsung mengangkat kepalanya dan menatap Charlotte, Arthur melihat ekspresi ketakutan terpampang jelas di wajah Charlotte. Arthur juga merasa aneh dengan penglihatannya di sebelah kiri, Arthur merasa ada yang salah dengan mata kirinya.


"Charlotte, ada apa dengan mata kiriku?" Tanya Arthur.


"Matamu... Matamu sudah berubah" jawab Charlotte.


"Berubah?" Arthur masih belum mengetahui kalau mata kirinya telah berubah.


"Kutukan itu benar adanya, dan sialnya kutukannya terjadi sekarang" ujar Charlotte.


Mendengar ucapan itu, Arthur pun langsung berdiri dan berlari menghampiri sebuah cermin. Ia ingin melihat sendiri mata kirinya yang sudah berubah.


"Apa apaan ini?!" Arthur merasa tak percaya ketika melihat dirinya sendiri di pantulan cermin.


Arthur melihat mata kirinya yang berubah warna menjadi merah darah, dan bola matanya juga berubah menjadi runcing. Tak hanya itu, urat-urat di sekitar mata kirinya juga terlihat dengan jelas. Kondisi mata Arthur sekarang benar-benar mirip dengan mata Red Devil.


"Red Devil, apa kau akan mengambil alih tubuhku sekarang?!" Seru Arthur pada dirinya sendiri.


Tiba-tiba, Arthur merasa seperti berpindah tempat ke sebuah dimensi. Di dalam dimensi itu, Arthur melihat sebuah trisula yang tertancap di atas singgasana. Di sekitarnya hanya ada bara api yang menyala-nyala dalam kegelapan.


Arthur tak tahu apa yang terjadi pada dirinya sekarang, namun yang pasti, Arthur tahu betul kalau trisula yang ia lihat itu adalah trisula milik Red Devil.


"Dimana aku?!" Seru Arthur.


Suaranya terdengar menggema ke seluruh penjuru, Arthur ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya sekarang.


"Kau ada di dalam dimensi ku Arthur" tiba-tiba, sebuah suara menjawab teriakan Arthur.


"Siapa kau sebenarnya?!" Timpal Arthur sembari memasang kuda-kuda.


"Kau bisa mengetahui jawabannya sebentar lagi".


Setelah suara itu kembali menjawab, tiba-tiba sebuah api menjalar ke tubuh Arthur dan langsung membakarnya hingga tubuhnya menghilang.


"Hah?!" Arthur kembali terbangun di dunia nyata dengan keringat yang bercucuran.


"Hei!" Charlotte langsung memegang bahu Arthur.


"Apa yang terjadi padaku?" Tanya Arthur dengan ekspresi cemas.


"Apa yang terjadi kepadamu? Kau tiba-tiba pingsan setelah berteriak di depan cermin itu, aku kira kau sudah mati" tutur Charlotte.


"Aku... Entahlah, aku juga tidak tahu apa yang terjadi padaku, tadi tiba-tiba aku merasa seperti berpindah dimensi ke tempat yang mirip dengan neraka" ujar Arthur.


Arthur mencoba menceritakan kejadian aneh yang ia alami kepada Charlotte, namun sayangnya Arthur tak bisa mengingat dengan jelas kejadian yang menimpanya tadi.


Arthur terdiam dan terlihat sedang berpikir, tak ada pilihan lain lagi baginya selain pergi sejauh mungkin dari pemukiman tempat manusia tinggal. Arthur tak bisa dekat-dekat dengan manusia lagi, jika tubuhnya sudah di kuasai sepenuhnya oleh Red Devil, maka Arthur tak bisa lagi mengendalikan dirinya.


"Hmm, aku tidak punya pilihan lain, bawalah Clara dan tuan Joseph kembali ke koloni" pinta Arthur.


"Jika begitu aku harus menunggu sampai gadis itu sadar, tidak mungkin bagiku membawa tubuh mereka berdua sendirian ke koloninya Fergie" sahut Charlotte.


Charlotte terlihat sangat setuju dengan keputusan Arthur yang ingin pergi sejauh mungkin. Menurut legenda, Arthur bisa menghancurkan dunia ketika tubuhnya sudah di kuasai oleh Red Devil. Bisa dibilang, hari akan kiamat jika Red Devil sudah menguasai tubuh Arthur.


"Tapi Arthur, tanpa kekuatan dari Demon mu mungkin kami tidak akan mampu melawan hantu legenda, hantu legenda nomor 6 ke atas memiliki kekuatan yang tidak masuk akal" ujar Charlotte.


"Tenang saja, para ketua memiliki kekuatan Angel yang kuat, di tambah lagi teman-teman ku juga memiliki kekuatan yang kuat, kalian pasti bisa membebaskan umat manusia dari kutukan para hantu" sahut Arthur.


"Ya, tapi kami tidak akan mampu membebaskan dunia dari kutukan mu" timpal Charlotte.


Arthur sedikit kaget ketika mendengar ucapan tersebut.


"Apa maksudmu?" Tanya Arthur dengan ekspresi kebingungan.


"Ah, bukan apa-apa" jawab Charlotte.


Arthur tentunya tahu kalau Charlotte sedang berbohong kepadanya, ia pun berusaha mendesak Charlotte agar mau berbicara dengan jujur kepadanya.


"Aku bukan anak kecil, jelaskan apa maksud dari ucapanmu tadi" desak Arthur.


"Bukan apa-apa" Charlotte tetap tidak mau menjawab dengan jujur.


"Charlotte! Bicaralah dengan jujur kepadaku sekarang juga!" Arthur terus mendesak Charlotte.


Hingga pada akhirnya, Charlotte pun menyerah dan mau berbicara dengan jujur kepada Arthur.


"Arthur, pergi sejauh mungkin bukanlah keputusan yang tepat, tapi hanya itulah pilihanmu sekarang, jika Demon mu sudah menguasai tubuhmu, maka ia akan mendatangkan bencana pada umat manusia" tutur Charlotte.


"Jadi... Sebenarnya percuma saja kalau kau mau pergi sejauh mungkin, tapi tak ada pilihan lain lagi bagimu selain melakukan itu" sambungnya.


Lagi-lagi Arthur di hadapkan dengan pilihan yang sulit, awalnya Arthur berpikir kalau pergi sejauh mungkin adalah keputusan yang tepat untuk keselamatan umat manusia. Namun sekarang, Charlotte justru berkata kalau tindakan itu akan sia-sia saja pada akhirnya.


"Apa itu benar? Dari mana kau tahu hal itu?" Tanya Arthur.


"Semuanya di tulis oleh kakek buyutku, kalau boleh jujur, aku merasa kalau tak ada masa depan yang cerah bagi umat manusia, kutukan ini akan selamanya ada dan pada akhirnya memusnahkan seluruh umat manusia" ucap Charlotte yang merasa pesimis.


"Kalau kau membunuh The Eternity maka semua kutukan ini akan musnah dari dunia" balas Arthur.


"Percuma saja, apa yang membuatmu berpikir kalau kita bisa mengalahkan The Eternity" timpal Charlotte.


"Pasti bisa! Aku yakin dengan hal itu!!" Seru Arthur.


"Tidak, tidak akan bisa dan tak akan pernah bisa, The Eternity bukanlah hantu sembarangan, George Devil, Scarecrow, Vampiro, Albert, Annabelle, mereka semua tidak ada apa-apa nya di bandingkan dengan The Eternity" tutur Charlotte.


"Di tambah lagi, kau akan semakin memperburuk keadaan di saat tubuh mu di kuasai oleh Demon mu" sambung Charlotte.


"Apakah kutukan ku se mengerikan itu?! Kalau memang tidak ada pilihan lain, maka bunuh lah aku sekarang!!" Seru Arthur dengan lantang.