
Arthur sudah bersiap untuk memulai pertarungan, ia merasakan kalau hantu yang berada di depannya saat ini adalah hantu yang sangat kuat. Maka dari itu Arthur tidak ingin buru-buru untuk menyerang.
Ada apa? Kau sudah siap untuk bertarung kan?
Hantu itu mengayun-ayunkan pedangnya, ia tahu kalau Arthur sedang dalam posisi terpojok sekarang karena harus menjaga Clara.
"Kau mau menangkapku kan? Jadi serang aku dulu!" Arthur memancing hantu itu agar menyerangnya terlebih dahulu.
*Baiklah
*Zing...
Dalam sekejap mata, hantu itu tiba-tiba menerjang dan mengayunkan pedangnya ke arah Arthur. Arthur pun merasa kaget karena tidak bisa melihat pergerakan dari hantu itu, tubuhnya pun juga hampir terkena tebasan pedang.
*Ting...
Beruntungnya, pedang itu masih bisa di halau oleh Red Devil. Demon itu maju melindungi Arthur menggunakan trisulanya.
Hmm, kau cepat juga
Hantu itu sedikit terkejut dengan pergerakan dari Red Devil yang tidak kalah cepatnya. Namun, hantu itu dengan cepat langsung menarik pedangnya dan memasang kuda-kuda kembali.
*Zing
Hantu itu kembali menghunuskan pedangnya ke arah Arthur namun Red Devil kembali menepisnya.
"Hah.. Hah... Dia kuat" Arthur mencoba untuk menenangkan dirinya.
Saat ini, ia sedang berhadapan dengan hantu yang sangat kuat. Itu berarti Arthur tidak boleh kehilangan fokusnya sama sekali. Namun, sepertinya hal itu akan sulit untuk di lakukan karena saat ini Arthur juga memikirkan keselamatan Clara yang masih pingsan.
"Sial, aku harus tetap fokus!"
Arthur mencoba untuk tetap mempertahankan fokusnya. Saat ini, Red Devil dan hantu pembawa pedang itu sedang bertarung dengan sengit.
Kedua makhluk itu saling mengadu senjatanya, terlihat sekali kekuatan mereka berdua hampir berimbang karena sama sekali tidak ada celah dalam pertahan mereka masing-masing.
**Zing...
*Ting....
*Flash*....
Ada apa? Kenapa kau terlihat gelisah seperti itu?
Hantu itu menatap ke arah Arthur sembari menangkis serangan dari Red Devil. Sepertinya, saat ini pertarungan sedang di kuasai oleh sang hantu pembawa pedang.
"Diamlah! Kau akan mati di tangan Demon ku hari ini juga!" Seru Arthur kepada hantu itu.
'Ace! Dimana kau?!'
Arthur terus berharap dalam hatinya agar Ace cepat kembali dan membantunya, posisi Arthur benar-benar tidak di untungkan saat ini.
Clara masih belum sadar sedari tadi, andai saja Clara sudah sadar sekarang pasti Arthur akan lebih leluasa untuk bertarung melawan hantu itu.
Jangan pedulikan gadis itu, aku berjanji tidak akan menyentuhnya
"Ah?"
Disela-sela kekhawatirannya, Arthur merasa terkejut setelah mendengar ucapan dari hantu itu.
Jika kau mau menyerahkan dirimu aku tidak akan menyentuh temanmu
"Jangan bercanda!! Aku datang kesini untuk membunuh kalian semua!!!" Arthur berteriak di sertai dengan raungan Red Devil.
Red Devil pun mulai menyerang hantu itu dengan membabi buta, ia mengayunkan dan menghunuskan trisulanya untuk membunuh hantu tersebut.
Keadaan pun mulai berbalik, kini Red Devil mulai memegang kendali pertarungan. Ia berhasil membuat hantu itu merasa terpojok dan terpaksa bertahan.
Merepotkan...
Hantu itu pun juga tidak tinggal diam, ia mencoba untuk menepis semua serangan dari Red Devil menggunakan pedangnya. Namun, serangan Red Devil sangatlah cepat dan kuat hingga membuat hantu itu tidak berdaya.
"Hancurlah kau!! Hantu sialan tanpa wajah!!"
*Jleb....
Arthur pun tersenyum melihat hal itu, ia sempat menoleh ke arah Clara yang masih belum sadar dan merasa lega karena gadis itu baik-baik saja.
"Baiklah, sebelum kau hancur menjadi debu beritahu aku terlebih dahulu, dimana George Devil berada?!" Arthur yang mengira dirinya sudah menang pun melangkah maju menghampiri hantu itu dengan santainya.
Hantu itu tidak menjawab pertanyaan dari Arthur, ia terus diam dan tetap memegang pedangnya di tangan kanannya.
"Huh?!!"
*Zing...
Tubuh Arthur reflek menghindar ketika hantu itu tiba-tiba terbangun kembali dan mengayunkan pedangnya.
Karena fokus Arthur yang sedikit buyar, Red Devil pun juga terlihat samar-samar akan menghilang. Namun, untung saja Arthur bisa kembali fokus sehingga Red Devil tidak menghilang.
"Akhh!! Kau belum mati?!" Arthur menunduk dan memegangi perutnya yang mengeluarkan darah.
Tebasan itu sebenarnya tidak mengenai tubuh Arthur, melainkan mengenai tubuh Red Devil. Akan tetapi, Arthur juga mendapatkan luka karena Demon miliknya telah di lukai oleh hantu yang sangat kuat.
Itu adalah bukti jika hantu yang sedang di hadapi oleh Arthur sekarang bukanlah hantu sembarangan. Jika sesosok Angel atau Demon terkena serangan dari hantu yang lemah, penggunaannya tidak akan menerima efek apa-apa.
Namun, jika yang berhasil melukai mereka adalah hantu yang kuat, maka pengguna mereka juga akan menerima luka yang sama.
Arthur pun terus menekan luka yang berada di perutnya, ia tidak ingin kehilangan banyak darah karena itu akan membuatnya sulit untuk fokus dan berpikir.
Apa kau pikir serangan dari Demon mu itu bisa melukai tubuhku?
Hantu itu melayang menghampiri Arthur yang sedang terluka, nampaknya, tusukan dari trisula milik Red Devil tidak berdampak apa-apa kepada hantu itu.
"Kenapa, kenapa serangan tadi tidak bisa melukainya" Arthur meringis kesakitan sembari memegangi perutnya.
Tuan George menginginkan mu hidup-hidup, aku tidak akan membunuhmu...
*Zing...
Red Devil mencoba untuk menyerang hantu itu kembali, namun trisulanya terlihat menembus tubuh hantu itu.
"Sialan, apa aku akan mati di sini?!" Arthur menatap ke arah hantu itu yang semakin mendekat ke arahnya.
*Cling...
Mata Arthur terbelalak ketika melihat hantu itu yang tiba-tiba menghilang dalam sekejap mata. Arthur pun langsung menoleh ke sekitarnya untuk mencari keberadaan hantu itu.
"Clara!!! Akhh!! Jangan sentuh dia!" Arthur pun merasa panik ketika melihat hantu itu sedang menyandera Clara menggunakan pedangnya.
Arthur mengepalkan tangannya yang berlumuran darah, ia mencoba untuk memerintahkan Red Devil untuk kembali menyerang.
Hentikan, atau gadis ini akan mati!!
Hantu itu mengancam Arthur menggunakan Clara, hal itu pun seketika membuat Arthur tidak berdaya. Ia tidak bisa melakukan apa-apa dengan luka yang ia derita saat ini.
"Sialan! Lepaskan dia!!"
Aku akan melepaskannya jika kau mau ikut denganku
Hantu itu memberikan sebuah tawaran kepada Arthur, ia akan melepaskan Clara dari tangannya jika Arthur mau ikut dengannya.
Arthur pun di buat kebingungan dengan ucapan dari hantu tersebut, ia tidak ingin ikut dengan hantu itu karena tubuhnya sedang terluka sekarang. Namun hanya itulah yang bisa di lakukan Arthur untuk menolong Clara sekarang.
"Baiklah, aku akan ikut denganmu tapi lepaskan dia sekarang!"
Sesuai dengan ucapannya, hantu itu menurunkan tubuh Clara setelah Arthur mau ikut dengannya.
Hahahaha.... Tuan George akan merasa senang setelah ini, aku adalah tangan kanannya yang paling setia, aku adalah Shadow!!!
"Shadow? Nama yang lumayan bagus" ucap seseorang secara tiba-tiba.