The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
NYAWA ARTHUR DALAM ANCAMAN



Arthur hanya terlihat bengong menanggapi ucapan Yong Sin, ia terus menatap Yong Sin yang berjalan pergi dengan tatapan penuh rasa penasaran. Arthur tidak mengerti dengan maksud Yong Sin yang bilang kalau ada orang yang ingin membunuhnya di koloni ini.


"Hmm, mungkin itu Roberto, lupakan saja, aku bisa mengatasinya kalau memang dia ingin membunuhku" ujar Arthur dengan nada acuh.


Arthur pun lalu berjalan kembali menuju ke kamar Clara, ia ingin membawa gadis itu ke kamarnya agar bisa beristirahat.


"Hah, sampai juga" setelah sampai di depan kamar Clara, Arthur pun langsung membuka pintu kamar tersebut dan berjalan masuk ke dalam.


Arthur pun langsung menidurkan tubuh Clara di kasurnya begitu ia sampai di ranjang, Arthur sempat mengelus-elus rambut Clara sebelum ia keluar dari kamar itu.


"Hmm, kita akan menemui tuan Wilson besok, aku berjanji kepadamu" gumam Arthur sembari menatap wajah Clara yang tertidur.


Setelah puas memandangi wajah Clara, Arthur pun langsung berdiri dan bermaksud ingin pergi. Namun, seketika langkahnya terhenti ketika ia melihat sebuah foto yang terpasang di dinding kamar tersebut.


"Tuan Wilson?" Arthur tak bisa berkata apa-apa ketika melihat foto Wilson sewaktu muda bersama seorang wanita yang kemungkinan adalah ibunya Clara.


Arthur berjalan dengan pelan menghampiri foto yang terpajang tersebut, ia yakin sekali kalau pria yang berada dalam foto tersebut adalah Wilson sewaktu muda.


"Clara, ayahmu benar-benar masih hidup" ucap Arthur sembari terus menatap foto tersebut.


Clara ternyata tidak berbohong tentang ayah kandungnya, firasatnya tentang ketua koloni Arthur adalah ayahnya ternyata benar. Namun, ada satu hal yang masih mengganjal di pikiran Arthur, yaitu mengapa ibu Clara berkata kalau ayah Clara sudah tiada.


"Hmm, aku rasa ini sangatlah menarik untuk di ungkap, tuan Wilson masih hidup, tapi Clara tidak pernah mengetahuinya" ucap Arthur seraya membalikkan badannya.


Tak ingin larut dalam rasa penasaran yang lebih dalam, akhirnya Arthur pun memutuskan untuk keluar dari kamar Clara, tak lupa juga ia menutup kembali pintu kamar agar tidak ada yang menggangu Clara beristirahat.


"Kau mau kemana besok?" Secara tiba-tiba, Ace tiba-tiba muncul di belakang Arthur dan mengagetkannya.


"Hah! Kau ini! Bagaimana kau bisa berada di sini?" Tanya Arthur balik, ia terus mengusap-usap dadanya yang berdegup kencang.


Arthur dan Ace pun lalu berjalan bersama menyusuri lorong, Ace menatap Arthur dengan penuh rasa curiga sedangkan Arthur masih mengusap-usap dadanya, ia merasa kalau jantungnya hampir saja copot.


"Memakai black hole, apa Clara masih pingsan?" Ace terlihat tidak mengacuhkan jantung Arthur yang hampir copot.


"Iya, dia baru saja menyembuhkan luka ku, jadi dia masih pingsan sekarang" sahut Arthur.


"Kau belum menjawab pertanyaan ku, besok kau mau kemana?" Ace kembali mengungkit pertanyaannya yang belum di jawab oleh Arthur.


"Besok aku ingin mengantarkan Clara ke koloni ku yang lama, dia bilang ingin menemui seseorang di sana" jawab Arthur.


"Hmm, kau tidak mengajakku?" Ace langsung menatap sinis Arthur setelah mengetahui dirinya akan ditinggal.


"Kalau kau mendapatkan izin dari tuan Fergie silahkan ikut, dan juga dari mana kau tahu kalau besok aku akan pergi bersama Clara?" Tanya Arthur, kini gantian dia yang menaruh rasa penasaran kepada Ace.


"Stardust milikku punya banyak kemampuan, kau masih mengetahui beberapa" jawab Ace.


"Dasar tukang pamer, oh iya Ace! Apa kau mengenal seorang laki-laki yang bernama Yong Sin?" Tanya Arthur sewaktu berjalan menuruni anak tangga.


"Yong Sin? Kau mengenalnya?" Tanya Ace balik.


"Iya, dia membantuku sewaktu di lift tadi" sahut Arthur.


"Hmm, aku mengenalnya, memangnya ada apa dengannya?" Tanya Ace kembali.


"Dia menyuruhku untuk berhati-hati, dia bilang ada seseorang di koloni ini yang ingin membunuhku" ucap Arthur.


Ace pun seketika menghentikan langkah kakinya setelah ia mendengar ucapan Arthur, dan melihat Ace yang tiba-tiba berhenti, Arthur pun juga ikut berhenti.


"Kenapa kau berhenti?" Tanya Arthur kepada Ace.


"Dia bilang begitu kepadamu?" Tanya Ace balik dengan raut wajah tak percaya.


"Iya, mungkin yang dia maksud adalah Roberto, hah biarkan saja, lagi pula Demon ku jauh lebih kuat dari Tank Man miliknya" sahut Arthur, ia terlihat tenang dan tidak khawatir sama sekali.


Berbeda dengan Ace, ia justru terlihat sangat khawatir, berbeda dengan Arthur yang masih terlihat tenang dan tidak memperdulikan peringatan dari Yong Sin.


"Arthur, Yong Sin adalah keturunan ninja, dia adalah seorang pengintai yang handal, jika dia sampai memberikan peringatan seperti itu, sebaiknya kau berhati-hati" tutur Ace dengan nada penuh kekhawatiran.


Arthur pun tentu saja di buat heran dengan penuturan Ace tersebut, baru kali ini ia melihat Ace merasa khawatir karena mendengarkan kata-katanya.


"Kenapa? Aku bisa melawan Roberto jika memang dia ingin membunuhku" ujar Arthur.


"Tidak, Roberto tidak pernah ingin membunuhmu, dia hanya ingin kau pergi dari koloni ini, dan juga, Yong Sin tidak akan pernah memberikan peringatan seperti itu kepadamu jika ia tahu kekuatan orang yang sedang mengincar mu!" Tutur Ace kembali.


"Maksudmu..." Arthur mencoba untuk memahami penuturan Ace tersebut.


"Yong Sin tahu betul semua kekuatan pengguna Angel di koloni ini, dan jika dia memberikan peringatan seperti itu, maka dia tahu kalau orang yang mengincar mu punya kekuatan yang lebih kuat dari mu!" Kali ini, Ace juga memberikan sebuah peringatan kepada Arthur untuk berhati-hati karena kemungkinan besar orang yang mengincarnya bisa membunuhnya.


"Hah? Bagaimana hal itu bisa terjadi? Bukankah Demon jauh lebih kuat dari pada Angel? Dan siapa orang di koloni ini yang mempunyai Angel yang lebih kuat dari Demon ku?" Arthur tetap terlihat tenang, ia sama sekali tidak menunjukkan wajah khawatirnya.


"Apa karena kau mempunyai Demon jadi kau berpikir kalau kau tidak bisa di bunuh oleh pengguna Angel?" Tanya Ace.


Arthur pun langsung terdiam dan terlihat sedang berpikir, legenda memang berkata kalau Demon jauh lebih kuat dari Angel. Namun, itu tidak bisa di jadikan sebuah jaminan kalau Arthur tidak bisa di bunuh oleh pengguna Angel.


Apalagi jika pengguna Angel itu memiliki kemampuan bertarung yang lebih hebat dari Arthur. Dan Arthur adalah seorang manusia, dia tidak abadi meskipun memiliki Demon, dia bisa di bunuh layaknya seorang manusia biasa.


"Jadi ada seseorang yang sangat kuat di koloni ini yang mengincar nyawaku? Tapi kenapa Yong Sin tidak mengatakan kepadaku siapa orangnya?" Tanya Arthur dengan raut wajah penasaran.


"Diantara semua remaja yang lainnya kau adalah yang paling kuat, tidak ada dari kami yang bisa mengalahkan Red Devil mu, dan jika Yong Sin tidak mau memberi tahu siapa orangnya, maka kemungkinan besar orang yang sedang mengincar mu adalah... Salah satu dari ketua!" Ucap Ace.