
"Apa kalian berdua bilang?!" Fergie langsung murka setelah mendapatkan laporan dari dua anak buahnya.
"Maafkan kami, tuan Joseph memerintahkan kami berdua agar tidak memberi tahu anda kalau ia akan pergi ke Transylvania" sahut salah seorang anak buahnya.
Tangan Fergie mengepal erat, mulutnya menggigit rapat seolah ingin mengamuk sekarang juga. Tak hanya Fergie, para ketua yang lainnya pun juga ikut naik darah dengan informasi yang di berikan oleh kedua orang itu.
"Kalian berdua! Apa kalian tahu kalau kalian telah melakukan sebuah kesalahan yang sangat besar?!" Seru Eddie sembari bangkit dari tempat duduknya.
"Maafkan kami, kami hanya menjalankan perintah dari tuan Joseph".
"Jadi... Arthur dan Clara telah di culik oleh Vampiro ke istananya? Joseph mengetahui hal itu namun ia bertindak dengan gegabah!!" Timpal Bernard dengan nada murka.
"Tidak ada pilihan lain! Kita semua harus menyusul ke sana sekarang juga!!" Seru Fergie.
"Jangan terburu-buru tuan" sanggah Joker secara tiba-tiba.
Baru kali ini Joker berbicara dengan ekspresi dan nada yang serius. Biasanya, ia akan berbicara sembari mengeluarkan tawa psikopat nya.
"Apa maksudmu Joker? Kau ingin membantah perintah tuan Fergie?" Tanya Paul.
Joker pun berdiri dan langsung berjalan menghadap Fergie, tatapannya benar-benar berbeda dari biasanya. Badan Joker di selimuti sebuah Aura berwarna ungu ketika ia beradu tatapan dengan Fergie.
"Malam ini adalah malam satu suro, kalau memang kita harus menyusul mereka, maka kita harus menunggu sampai pagi tiba" ujar Joker.
"Jangan berbicara sembarangan Joker! Mereka akan mati jika kita tidak segera kesana!!" Bentak Fergie.
"Lalu apa bedanya jika kita kesana sekarang? Tanpa Joseph kita tidak akan bisa sampai ke sana tepat waktu" ucap Joker.
Fergie tak mampu berkata apa-apa lagi, kerutan muncul di dahinya menandakan kalau ia benar-benar sangat marah sekarang. Bagaimanapun juga ucapan Joker ada benarnya, tanpa kekuatan Sun Go Kong milik Joseph mereka perlu berjalan kaki ribuan kilo jauhnya untuk menuju ke Transylvania.
"Biar aku yang mencemaskan hal itu, Paul, kumpulkan anak-anak, kita akan ke Transylvania sekarang juga" ucap Bernard secara tiba-tiba.
Semua orang pun langsung terkejut setelah mendengar ucapan itu, Paul pun berdiri dan langsung berjalan menghampiri Bernard di tempat duduknya.
"Apa maksudmu?!" Tanya Paul dengan penuh penekanan.
"Hanya ada satu orang yang bisa membawa kita ke Transylvania dalam sekejap, dan dia adalah Ace" jawab Bernard.
"Ace?" Ucap Eddie dengan wajah datar.
"Dia punya kekuatan untuk berpindah dimensi, karena itu dia pasti bisa membawa kita ke Transylvania sekarang juga" timpal Bernard.
Fergie berdiri dari tempat duduknya dan langsung memberikan perintah kepada para ketua yang lainnya.
"Panggil Ace kesini sekarang juga!! Kita tidak perlu membawa anak-anak yang lainnya, kita berlima sudah cukup untuk mengalahkan Vampiro!" Seru Fergie.
"Apa boleh buat? Hihihi...." Timpal Joker dengan tawa cekikikan.
Tanpa basa-basi lagi, Bernard pun langsung berjalan keluar dari ruangan untuk menemui Ace. Keadaan yang sangat mendadak membuat para ketua sedikit kerepotan, karena itu Fergie memutuskan untuk tidak membawa para anak-anak yang lainnya.
...****************...
"Apa? Arthur, Clara dan tuan Joseph sedang bertarung melawan Vampiro?!" Ace kaget bukan main setelah mendengar penjelasan dari Bernard.
"Ya! Kita akan pergi ke sana sekarang juga, karena itu kami membutuhkan kekuatanmu!" Sahut Bernard.
"Tapi jika aku pergi... Bagaimana dengan Avis?" Ace berbalik badan dan menatap Avis yang sedang tertidur pulas di atas ranjang.
"Jangan membuat alasan konyol seperti itu! Gadis itu akan baik-baik saja di dalam koloni ini" bentak Bernard.
"Kedua temanmu dalam bahaya, Joseph juga ikut ke sana, malam ini adalah malam satu suro, kau tahu betapa mengerikannya hantu di malam ini bukan?!".
Ace tidak langsung menjawab, ia berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan itu. Ace ingin pergi menyelamatkan Arthur dan Clara, namun ia merasa tak tega jika harus meninggalkan Avis. Terlebih lagi, tak ada jaminan Ace akan kembali dengan selamat setelah pergi ke Transylvania.
"Ace!!" Bernard terus mendesak Ace.
Bernard pun langsung bergegas menuju ke ruangannya Fergie di ikuti oleh Ace di belakangnya. Tanpa sepengetahuan Bernard, Ace diam-diam melepaskan kekuatan Stardust dari tangannya dan kekuatan itu langsung menyebar ke seluruh penjuru koloni.
Entah apa niat Ace melakukan hal itu, namun yang pasti, ia tak ingin aksinya itu di ketahui oleh Bernard.
"Tuan Fergie!! Ayo kita berangkat sekarang!" Bernard membuka pintu ruangan tanpa mengetuknya.
Melihat Bernard datang bersama Ace, para ketua pun langsung berdiri dan berjalan menghampiri mereka.
"Ace! Cepat bawa kita ke Transylvania sekarang juga!" Pinta Eddie.
"Sebelum itu berikan aku sedikit waktu" sahut Ace.
Para ketua pun keheranan dengan maksud dari perkataan itu.
"Apa maksudmu?" Tanya Fergie.
"Begini, Transylvania di lindungi oleh Vampiro dari dunia luar menggunakan kutukannya, singkatnya Transylvania seperti wilayah yang terisolasi, karena itu aku membutuhkan waktu untuk mencari celah agar bisa masuk menembus kutukan itu" tutur Ace.
Mau tak mau, mereka semua pun harus menuruti perkataan itu. Fergie menyetujuinya dan mempersilahkan Ace untuk mengeluarkan kekuatannya.
"Baiklah, tapi lakukanlah secepat mungkin!" Ucap Fergie.
"Baik tuan, Stardust!!".
Ace memanggil Stardust nya keluar, ia pun langsung memerintahkan Angelnya itu untuk mencari celah agar bisa mengeluarkan black hole di dalam kawasan Transylvania.
"Apa?!" Pekik Ace secara tiba-tiba.
"Kenapa?! Ada apa?" Fergie langsung terkejut.
"Tuan, kutukan Vampiro telah menghilang dan wilayah Transylvania sudah terbuka sepenuhnya" ujar Ace.
"Jangan-jangan..."
"Mereka telah berhasil mengalahkan Vampiro!" Tegas Paul.
Kelima orang itu pun langsung menoleh ke arah Paul secara serentak.
"Mustahil!! Kau tahu kan ini malam satu suro!" Bernard tak percaya dengan ucapan Paul.
"Bisa jadi Vampiro menghilangkan kutukannya sehingga wilayah Transylvania menjadi terbuka kembali" timpal Eddie.
"Tidak mungkin, Vampiro tidak mungkin mau menghilangkan kutukannya, jika kutukannya sudah menghilang, maka itu berarti dia sudah mati!!" Tegas Paul.
Joker hanya terdiam sembari memperhatikan teman-temannya yang sibuk berdebat. Perlahan-lahan, ia pun menghampiri Fergie dan membisikkan sesuatu kepadanya.
"Tidak perduli Vampiro sudah mati atau belum, tapi yang pasti salah satu dari mereka bertiga ada yang mati" bisik Joker.
"Jaga nada bicaramu Joker!!" Fergie langsung memarahi Joker karena ucapannya.
"Pokoknya ayo kita lihat ke sana sekarang, Black hole!!".
Atas perintah dari Ace, Stardust pun mengeluarkan sebuah Black hole yang berukuran cukup besar tepat di tengah-tengah ruangan.
Para ketua pun langsung berhenti berdebat setelah mereka melihat Black hole yang di ciptakan oleh Stardust.
"Silahkan masuk, Black hole itu akan membawa kita ke Transylvania dalam sekejap" Ace mempersilahkan para ketua untuk masuk terlebih dahulu.