The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
TUJUAN



"Iya aku tidak bohong, Aaron dan Astrid tadi berada di sini" ujar Fiona.


Perempuan itu telah sadar dari pingsannya, ia sekarang bersama dengan Arthur, Ace dan Clara sedang mencoba untuk mencari keberadaan Aaron dan Astrid.


Pasca pertempuran melawan Shadow tadi, mereka semua memutuskan untuk beristirahat sejenak sembari menunggu Fiona sadar dari pingsannya.


Setelah Fiona sadar dan bisa berjalan kembali, barulah mereka semua memutuskan untuk meneruskan tujuan mereka mencari George Devil.


Namun, sudah dari tadi mereka berkeliling tapi tidak bisa menemukan kedua temannya itu.


"Aaron!! Astrid!!" Ace berusaha untuk memanggil kedua temannya tersebut.


"Astrid!! Aaron!! Kalian dimana?!" Clara pun ikut berteriak memanggil kedua temannya yang hilang itu.


Sedangkan Arthur hanya memegangi tubuh Fiona yang masih lemah, ia menuntun gadis itu berjalan karena Fiona masih dalam keadaan terluka.


"Ya ampun! Kemana mereka pergi, seharusnya mereka masih berada di dalam gedung ini sekarang" ucap Fiona.


"Mungkin saja mereka sudah keluar terlebih dahulu dari sini" timpal Arthur.


"Tidak mungkin, mereka saja tidak tahu kalau kalian ternyata berada di gedung ini, apa mungkin mereka tega meninggalkan aku sendirian?" Fiona mencoba untuk membantah ucapan Arthur tersebut.


"Tapi dimana mereka sekarang? Kita sudah memasuki setiap ruangan di gedung ini tapi kita masih belum bertemu dengan mereka!" Clara yang merasa lelah pun berkata dengan nada tinggi.


"Ada sesuatu yang janggal" ujar Ace secara tiba-tiba.


Ketiga temannya pun sontak langsung menatap ke arahnya, seperti biasa, Ace selalu bisa berpikir di saat yang sulit seperti ini.


"Ace, apa ini ulah hantu lagi?" Tanya Arthur.


"Itu tidak mungkin, kalau memang Aaron dan Astrid bertemu dengan hantu, mereka berdua bisa mengatasinya dengan sangat mudah" timpal Fiona, gadis itu selalu membantah ucapan Arthur.


"Belum tentu! Aku tahu Astrid punya Angel yang sangat kuat, tapi sekarang ini kita sedang berada di kota mati!" Seru Clara.


Suara kencang dari Clara itu berhasil membuat sesosok hantu kerdil keluar dari suatu ruangan.



"Goblin?" Ace terkejut ketika melihat makhluk itu dengan mata kepalanya sendiri.


"Ya ampun!! Mahkluk apa itu?!" Sedangkan Fiona terlihat histeris ketika melihat mahluk kerdil berwarna hijau itu.


Kalian berisik!!


Goblin itu tiba-tiba melompat dan menerjang ke arah Arthur dan teman-temannya. Goblin itu mencoba untuk menyerang mereka semua menggunakan senjatanya yang mirip dengan tulang.


*Ting...



Untung saja, Arthur dengan sigap langsung memanggil Red Devilnya untuk menahan sedang dari goblin tersebut.


"Tch, mahkluk kerdil ini cukup kuat!" Ujar Arthur yang terlihat kesulitan ketika Red Devil sedang menahan serangan dari goblin tersebut.


"Arthur bertahanlah! Aku punya ide, Medusa!!" Tak ingin temannya kesusahan, Clara pun juga memanggil Angelnya keluar untuk membantu Arthur.



Melihat Clara memanggil Angelnya kembali, Ace pun merasa khawatir karena tidak ingin Clara pingsan kembali.


"Clara tubuhmu masih belum mundur lah! Biar aku dan Arthur yang menghadapi hantu goblin itu!" Seru Ace.


Namun, Clara menolak perintah itu dan mencoba untuk meyakinkan Ace untuk mengikuti rencananya.


"Ace, aku punya rencana, goblin itu pasti tahu siapa saja hantu yang tinggal di gedung ini" ujar Clara.


"Tapi apa mahluk kerdil itu akan tertarik dengan Medusa?" Tanya Fiona.


"Kita tidak akan tahu jika tidak mencoba, sekarang yang terpenting adalah kita bisa menemukan Aaron dan Astrid" timpal Ace.


Sedangkan itu, Arthur dan Red Devilnya masih sibuk bertarung melawan hantu goblin itu. Red Devil terlihat sedikit kewalahan menghadapi serangan dari goblin itu karena gerakannya yang gesit dan lincah.


"Huh?" Arthur yang tiba-tiba lengah pun hampir saja terkena tebasan senjata milik goblin tersebut.


Untung saja, Medusa milik Clara menarik tubuh Arthur menggunakan salah satu ularnya. Arthur pun berhasil selamat dari tebasan maut tersebut.


Hiii.... Hampir saja!


Goblin itu terlihat kesal karena gagal melukai tubuh Arthur, karena merasa sangat marah, ia pun mengalihkan serangannya kepada Medusa. Goblin itu berlari dan menerjang ke arah Medusa, namun, Goblin itu tiba-tiba berhenti ketika melihat wajah cantik Medusa.


"Berhasil" ucap Ace ketika menyaksikan kejadian itu.


Namun, bukannya tertarik, Goblin itu justru berlari pergi menjauhi Arthur dan teman-temannya.


Tuan!! Aku datang sekarang!!


Melihat hal itu, Arthur dan Ace pun berusaha untuk mengejarnya.


"Kejar dia!!" Seru Arthur.


Arthur dan Ace pun berlari mengejar Goblin tersebut, sedangkan Clara membantu Fiona berjalan menyusul Arthur dan Ace secara pelan-pelan.


"Arthur tunggu!! Jangan berlari lukamu bisa terbuka!" Seru Clara, gadis itu berusaha untuk memperingatkan Arthur namun laki-laki itu tetap berlari tanpa menghiraukan peringatan Clara.


Melihat dirinya di acuhkan, Clara pun merasa jengkel dan langsung memasang wajah cemberut.


"Clara, kenapa dia tidak tertarik dengan Medusa?" Tanya Fiona.


"Dia sudah tertarik, tapi entah kenapa dia tiba-tiba terlihat panik dan berlari menjauh" jawab Clara.


Sedangkan itu, Arthur dan Ace terus berusaha untuk menyusul Goblin itu. Namun, Goblin itu berlari dengan sangat kencang sehingga Arthur dan Ace tertinggal cukup jauh di belakang.


"Akhhh!!" Arthur tiba-tiba berhenti dan memegangi perutnya.


"Ada apa?!" Ace pun ikut berhenti ketika melihat Arthur merasa kesakitan.


"Lukaku, sepertinya terbuka" ujar Arthur sembari meringis kesakitan.


Terlihat juga ada darah yang mengalir dari perutnya. Melihat hal tersebut, Ace pun berusaha untuk membantu Arthur. Ia menyandarkan tubuh Arthur ke sebuah tembok.


"Kenapa kau ikut berlari kalau tahu kau terluka?!" Bentak Ace, ia pun membuka baju milik Arthur dan melihat lukanya yang terbuka kembali.


"Hehe, maaf maaf aku lupa" jawab Arthur disertai dengan tawa recehnya.


Ace pun terlihat sedikit geram ketika melihat Arthur yang bercanda di saat dirinya terluka parah seperti ini.


"Tunggu sampai Clara di sini, biarkan dia menutup lukamu lagi" ucap Ace.


Arthur pun mengangguk pelan dan mereka berdua duduk bersama untuk menunggu Clara dan Fiona datang. Tak berselang lama, Clara pun datang bersama dengan Fiona di sampingnya.


"Clara, lukanya terbuka kembali, cepat obati dia" ujar Ace sembari menunjuk Arthur.


"Sudah aku bilang tapi dia tidak mau mendengar!!" Bentak Clara.


"Hehe, maaf" timpal Arthur.


Clara pun menghampiri Arthur, gadis itu menghentakkan kakinya menuju ke tempat Arthur berisitirahat.


"Medusa" Clara memanggil Angelnya untuk keluar kembali.


Setelah itu, terlihat salah satu ular di rambut Medusa yang tiba-tiba memanjang, ular itu kemudian menggigiti luka Arthur dan membuat luka tebasan itu menjadi tertutup kembali.


"Akhhh!" Arthur meringis kesatikan ketika ular itu menggigit dirinya.


"Sudah, kalau ini sampai terbuka kembali aku tidak mau mengobati mu lagi!!" Seru Clara yang membentak Arthur kembali.


"Baiklah, ayo kita keluar sekarang" ujar Ace sembari bangkit dari duduknya.