The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
BERITA BESAR, TUMBANGNYA HANTU LEGENDA



'Cepat obati dia!'


'Tolong minggir! Dia sedang terluka parah!'


'Dia orang yang berhasil membunuh hantu legenda?'


'Hei, bukankah dia adalah anak aneh yang memiliki Demon itu?'


Suara-suara itu santer terdengar di telinga Arthur, Arthur sedang tidak berdaya sekarang. Tubuhnya sedang di bawa oleh tim medis menuju ke ruangan operasi.


Ya, Arthur berhasil selamat dari racun George Devil berkat Ace dan Clara. Ia saat ini sudah berada di hotel koloninya dan akan menjalani pengobatan untuk memulihkan kondisi tubuhnya.


Walaupun nyawanya sudah selamat, namun tidak ada jaminan kalau Arthur akan bisa bertahan hidup. Ditambah lagi saat ini Arthur benar-benar tak berdaya dan tidak mampu untuk berbuat apa-apa.


...Flashback......


"Huh, apakah akhirat berwarna hitam seperti ini?" Tanya Arthur kepada dirinya sendiri.


"Clara cepat bawa mereka semua!! Tubuh hantu itu sebentar lagi akan meledak dan akan mengeluarkan racun yang mematikan!!" Seru Ace.


Dirinya kini telah berhasil keluar dari gedung tua itu bersama Clara dengan badan yang penuh luka. Walaupun datang terlambat, namun Ace tetap berupaya untuk membawa teman-temannya pergi menggunakan black hole miliknya.


"Hiks... Maafkan aku!! Aku datang terlambat" ujar Clara ketika melihat keadaan teman-temannya.


"Simpan tangisanmu untuk nanti! Sekarang kita tidak punya banyak waktu lagi!" Timpal Ace yang sedang mengangkat tubuh Aaron.


Ace dan Clara pun membawa teman mereka satu persatu dan memasukkan mereka ke dalam black hole untuk segera pergi dari tempat itu.


Walaupun George Devil telah tewas, namun bahaya masih berada di depan mereka. Tubuh George Devil yang sedang tergeletak di tanah terus berdenyut keras seperti akan meledak.


Hal itulah yang membuat Ace merasa panik dan ingin segera pergi dari tempat itu, Ace merasakan firasat buruk melihat tubuh George Devil yang hampir meledak.


"Sialan! Andai saja Kalong Wewe dan hantu kerdil itu tidak menghalangi aku!" Ujar Ace setelah memasukkan tubuh Aaron ke dalam black hole.


Tak ingin membuang waktu lagi, Ace pun langsung membantu Clara membawa tubuh Astrid yang sedang pingsan. Setelah berhasil memasukkan semua teman-temannya, Ace dan Clara pun langsung ikut masuk ke dalam black hole dan pergi dari tempat itu.


...Flashback end......


"Jadi, total semuanya ada 25 anak yang meninggal dalam operasi ini" ujar Fergie yang sedang duduk kursi ruangannya.


"Benar, jujur saja aku tidak menyangka kalau korban yang tewas akan sebanyak ini" timpal Joseph.


Saat ini, para ketua koloni sedang mengadakan rapat di suatu ruangan. Mereka langsung mengadakan rapat itu tepat setelah Ace dan teman-temannya sampai di koloni.


"Tapi... Anak itu bilang masih ada remaja yang berada di kota mati" ujar Paul.


"Apa perlu kita pergi menyelamatkan mereka?" Timpal Eddie.


"Hihihi... Tak perlu, misi dalam operasi ini adalah membunuh George Devil, bukan untuk menjemput anak-anak" ucap Joker dengan tawa psikopatnya.


"Tapi Joker!! Mereka bisa saja mati kalau kita tidak menjemputnya sekarang, kita tidak boleh kehilangan anggota lebih banyak lagi!" Sanggah Bernard.


Mendengar ucapan dari anggotanya tersebut, Fergie pun nampak berpikir keras. Ia sebenarnya juga tidak menyangka kalau operasi ini akan memakan korban sebanyak ini.


Namun, itulah harga untuk membunuh seorang hantu legenda. Banyak nyawa yang di korbankan demi membunuh satu hantu legenda.


"Aku dengar orang yang berhasil membunuh George Devil adalah anak yang memiliki Demon itu" ujar Paul kembali.


"Hihihahaha! Sudah aku katakan, anak itu istimewa!" Timpal Joker.


"Anggota kelompoknya bilang kalau anak itu membunuh George Devil sendirian" tambah Joseph.


"Meskipun begitu, tapi kita tidak bisa terus mengandalkannya, cepat atau lambat kita harus turun tangan membantu mereka bertempur, bukankah begitu? Tuan Fergie" ucap Eddie sembari menatap Fergie.


Fergie masih merenung dan tidak menjawab, ia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu yang cukup penting di kepalanya.


"Ya, ini adalah pertempuran hidup dan mati, masa depan umat manusia tergantung pada kita" jawab Fergie.


"Jadi, kapan kita akan memburu hantu legenda selanjutnya?" Tanya Paul.


"Jangan terburu-buru, kita harus memberikan waktu agar luka anak-anak itu sembuh, kalau kita terburu-buru maka mereka akan mati" jawab Fergie.


"Yaya itu benar!! Lagi pula Scarecrow itu lebih kuat dari George Devil, kali ini hantu legenda itu tidak akan bisa di kalahkan sendirian" timpal Joker.


Para ketua yang lainnya pun langsung terdiam ketika Joker menyebutkan nama hantu legenda kedua, SCARECROW.


Mereka semua tahu betul kalau hantu legenda nomor 2 itu punya kekuatan yang lebih besar dari George Devil, dan mengingat jumlah korban yang tewas sebelumnya, mereka merasa was-was kalau akan kehilangan anggota lebih banyak lagi.


"Aku akan turun, aku akan membantu mereka melawan Scarecrow nanti" ujar Paul sembari berdiri.


Semua orang yang ada di ruangan pun terkejut melihat Paul yang ingin ikut bertempur.


"Paul? Kau ingin turun tangan secepat ini?" Tanya Eddie dengan raut wajah tak percaya.


"Tentu saja! Kita tidak boleh kehilangan anggota lebih banyak lagi, oleh karena itu aku akan ikut langsung melawan Scarecrow" ujar Paul.


"Tidak!" Ucap Fergie secara tiba-tiba.


Orang tua itu terlihat tidak setuju dengan keputusan Paul yang ingin ikut bertempur melawan Scarecrow, sedangkan Paul pun langsung menatap Fergie dengan raut wajah heran.


"Tuan Fergie? Kenapa anda melarang?" Tanya Paul.


"Paul, aku tahu situasinya sulit saat ini, namun aku masih percaya kepada anak anakku" ujar Fergie.


Alasan Fergie itu pun tentu saja tidak bisa di terima oleh Paul, ia merasa sangat kecewa karena keputusannya tidak di dukung oleh Fergie.


"Kenapa? Apa anda ingin melihat korban yang lebih banyak lagi?" Protes Paul.


"Tentu saja tidak! Tidak ada dari kita yang ingin melihat itu terjadi!" Timpal Joseph.


"Kita akan turun tangan, itu pasti, tapi kita akan turun tangan ketika akan menghadapi hantu legenda nomor 5 mati" tutur Fergie, ia memberikan alasannya tidak memperbolehkan Paul ikut bertempur sekarang.


Paul masih tidak bisa menerima alasan dari Fergie tersebut, dirinya merasa kalau keputusan itu salah karena hanya akan membuat korban berjatuhan lebih banyak lagi.


"Hahaha... Sudah-sudah, dengarkan saja apa yang tuan Fergie bilang, lagi pula kau sendiri juga tidak akan mampu melawan Scarecrow sendirian" ledek Joker sembari bangkit menghampiri Paul.


"Apa maksudmu?!!" Paul pun merasa marah setelah mendengar ucapan dari Joker tersebut.


Ia langsung bangkit dan memegang kerah baju milik Joker. Tak berhenti sampai di situ, sebuah Aura berwarna hijau samar-samar mulai keluar dari tubuh Paul.


Melihat hal itu, Fergie pun langsung bangkit dari duduknya dan mencoba untuk melerai kedua anggotanya tersebut.


"Berhenti!!" Seru Fergie.


Mendengar suara dari ketuanya itu, Paul pun melepaskan kerah baju Joker dan kembali duduk di kursinya, ia mencoba untuk menenangkan dirinya kembali.


"Jangan remehkan aku! Angel milikku adalah mahluk abadi!" Ucap Paul sembari menatap tajam ke arah Joker.


"Heh? Hihihi... Kebetulan sekali, Angel ku adalah pembawa kematian, bagaimana kalau kita mengadunya?" Sahut Joker dengan senyuman seramnya.