
Sementara itu, Joker, Charlotte dan Paul terlempar ke sebuah istana yang sangat megah yang terletak di tengah-tengah hutan. Mereka semua menatap istana itu tanpa berkedip sedikitpun. Diantara mereka bertiga, hanya Charlotte yang terlihat sedikit ketakutan.
"Apa yang kau takutkan Van Helsing?" Tanya Paul.
"Kalian tahu siapa pemilik istana itu bukan?" Tanya Charlotte balik.
"Hihihi... Ya, King Werewolf, sang hantu legenda ke 11" sahut Joker dengan suara tawanya.
Tiba-tiba, sebuah lolongan serigala terdengar sangat kencang dari dalam istana. Mereka bertiga langsung bersiaga dan bersiap untuk menerima serangan. Bahkan Joker langsung memasang ekspresi serius setelah ia mendengar suara lolongan itu.
"Dia datang!" Charlotte menatap bulan dan terlihat siluet sesosok manusia serigala yang sedang meloncat ke arah mereka.
Tanah sampai retak dan pohon-pohon langsung tumbang setelah manusia serigala itu mendaratkan kakinya di atas tanah. Suara Geraman nya bisa di dengar dengan jelas oleh ketiga orang itu.
"Grrr... Aku sudah menunggu mu selama ratusan tahun, Van Helsing".
Sosok yang di takutkan oleh Charlotte telah muncul tepat di depan wajahnya sekarang, badannya gemetar hebat ketika ia menatap raja manusia serigala tersebut.
"Kudengar kau berhasil mengalahkan Vampiro, aku sangat terkesan dengan..." Belum sempat King Werewolf menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba sebuah sabit besar langsung melesat ke arahnya.
"Death 13th!!"
Joker mengeluarkan Angelnya dan langsung menyerang King Werewolf tanpa basa-basi. Namun, serangan itu masih mampu di tangkis oleh King Werewolf dengan sangat mudah.
"Jangan mengganggu ketika aku sedang berbicara!!" Seru King Werewolf.
King Werewolf pun langsung mengeluarkan pedangnya dan ingin menyerang Joker. Namun tiba-tiba, sebuah akar muncul dari dalam tanah dan mengikat tubuhnya dengan sangat erat.
"Yggdrasil!!" Paul memanggil Angelnya keluar untuk mengikat tubuh King Werewolf.
"Joker! Cepat tusuk jantungnya!" Seru Paul.
Death 13th milik Joker pun langsung mengayunkan sabitnya dan akan menancapkan nya ke King Werewolf. Namun, akar-akar yang mengikat tubuh King Werewolf langsung putus setelah ia melolong dengan sangat kencang.
"Aku hanya ingin bertarung dengan Van Helsing, jika kalian berdua mengganggu maka aku tidak akan segan-segan menghabisi nyawa kalian!!" Seru King Werewolf dengan tatapan tajam.
...----------------...
"Sudah di mulai" ujar Venus sembari melempar batu-batu kecil ke lautan.
"Kenapa mereka tidak mendatangi saya?" Tanya Van Der Decken.
"Aku yang meminta pada Eternity, kau dan Jack akan bertarung bersama dengan aku" jawab Venus.
"Tuan maafkan aku, tapi sepertinya para manusia pengguna Angel itu tidak akan mampu mengalahkan mereka" ujar Van Der Decken.
"Apa yang membuatmu begitu yakin dengan hal itu?" Tanya Venus.
Van Der Decken pun tak mampu menjawab pertanyaan itu, ia sangat yakin kalau umat manusia akan kalah namun tidak ada jaminan juga kalau para hantu akan menang dalam pertempuran ini.
"Ingatlah, para manusia masih memiliki Red Devil di sisi mereka" ujar Venus kembali.
"Tapi apakah Red Devil mau membantu umat manusia jika ia sudah menguasai tubuh anak itu?" Van Der Decken merasa kebingungan dengan ucapan Venus.
"Red Devil tidak akan membantu manusia, namun ia juga tidak akan berpihak pada para hantu, jadi karena itulah hasil dari pertempuran ini masih menjadi misteri" jelas Venus.
"Mereka mungkin bisa mengalahkan para hantu, tapi mereka tak akan mungkin bisa menang melawan kita" ucap Van Der Decken dengan mantap.
"Entahlah, tapi aku merasa kalau ajal ku sudah dekat" timpal Venus.
"Tuan, sebenarnya anda berada di pihak mana?".
Sontak saja, amarah Venus langsung memuncak setelah ia mendengar pertanyaan itu. Ia pun langsung berdiri dan berjalan ke arah Van Der Decken secara perlahan.
"Tuan, maafkan saya" Van Der Decken bersujud dan memohon ampunan kepada Venus.
Namun, Venus tak menggubris permohonan itu dan terus berjalan menghampiri Van Der Decken yang sedang bersujud. Petir mulai menyambar dari langit, ombak lautan bergemuruh serta bebatuan tempat mereka berpijak mulai retak ketika Venus melangkahkan kakinya.
"Jaga nada bicaramu, jika aku mau aku bisa menghapus mu dari dunia ini sekarang juga!" Ucap Venus dengan nada dingin.
"Baik, maafkan ucapan saya" sahut Van Der Decken dengan tubuh gemetar.
...----------------...
Belum sempat ketiga remaja itu tersadar dari kagetnya, tiba-tiba Frankenstein langsung melayangkan sebuah pukulan yang mengarah tepat ke kepala Brian. Brian pun terkejut dan tak sempat untuk menghindar, untung saja, Roberto berhasil menahan pukulan itu menggunakan Angelnya.
"Mundur! Jangan sampai berada di jangkauan serangannya!!" Seru Roberto.
Brian dan Alexander pun langsung melompat mundur secara bersamaan, sedangkan Roberto masih berusaha menahan pukulan Frankenstein yang sangat kuat seorang diri.
"Lumayan juga pertahanan mu" puji Frankenstein sembari menarik tangannya.
"Kekuatan macam apa itu!" Roberto tak percaya dengan kekuatan pukulan Frankenstein.
"Roberto mundur lah!!" Seru Alexander.
Dua buah tembakan di lepaskan oleh Rapshody dan berhasil mengenai kepala Frankenstein. Namun, dua buah peluru itu langsung hancur berkeping-keping setelah menyentuh kulit Frankenstein yang sangat keras.
"Sialan! Dia tidak bisa di lukai dengan tembakan biasa" ucap Alexander setelah melihat serangannya gagal.
"Alter ego! Kepribadian pertama, kesenangan!!".
Dengan dua wajah yang sama-sama tersenyum, Alter ego melesat dan mendaratkan sebuah pukulan yang di lapisi energi berwarna biru tepat di kepala Frankenstein.
Namun...
"Akhhh!!" Brian langsung meringis kesakitan sembari memegangi lengan kanannya.
"Brian! Ada apa denganmu?" Roberto langsung menghampiri Brian untuk melihat kondisinya.
"Aku rasa... Lengan kanan ku patah" ujar Brian dengan ekspresi menahan rasa sakit.
"Jangan serang dia dengan serangan fisik, tubuhnya sangat keras sehingga serangan kita tidak akan mempan, dia benar-benar seorang monster!!" Ucap Alexander sembari menatap Frankenstein dengan tatapan tajam.
"Semua orang memanggilku dengan sebutan monster, aku sudah menderita seumur hidupku karena hal itu" timpal Frankenstein.
"Kau memanglah monster yang keji!! Karena itulah terima saja nasibmu itu!!" Roberto maju bersama Angelnya dan langsung menerjang Frankenstein.
Namun, hantaman perisai itu bisa dengan mudah di tahan oleh Frankenstein hanya dengan menggunakan satu tangannya saja. Tak berhenti sampai di situ, Frankenstein pun langsung mencengkram erat perisai Tank Man hingga membuat Roberto tak mampu untuk menariknya.
"Lepaskan!!" Roberto mencoba untuk mundur sekuat tenaga.
Namun cengkraman Frankenstein sangat kuat sehingga ia tak bisa terlepas sama sekali.
Rapshody kembali melepaskan tembakannya, kali ini ia melepaskan empat peluru sekaligus yang melesat ke arah Frankenstein. Melihat ada serangan yang datang ke arahnya, Frankenstein pun langsung mengangkat tubuh Tank Man dan menjadikannya sebagai perisai.