
Dan di saat Arthur sedang sibuk bersama dengan Roberto beserta Brian dan Vince, Clara saat ini juga sedang di sibukkan dengan kedua temannya yang terus menggodanya. Clara sedang bersantai di kantin bersama Astrid dan Fiona, kedua gadis itu tak berhenti menggoda Clara terus-menerus hingga membuatnya malu setengah mati.
"Tidak!! Aku tidak cinta kepada Arthur!! Aku khawatir kepadanya karena dia adalah teman satu kelompok ku!!" Ucap Clara dengan tegas.
"Hei Astrid, bisakah kau mempercayai hal itu?" Tanya Fiona kepada Astrid.
"Ck ck ck... Tentu saja tidak Fiona, kita adalah perempuan, jadi kita tahu apa yang di rasakan oleh Fiona sekarang" jawab Astrid.
Hal itu pun sontak membuat rasa kesal Clara semakin memuncak, ia sangat kesal kepada kedua temannya itu karena terus menerus menggodanya.
"Sudahlah Clara kita paham, aku dan Fiona akan membantumu mendekati Ar... Ahhh!!" Clara langsung mencubit pinggang Astrid sebelum gadis itu menyelesaikan ucapannya.
Astrid pun meringis kesatikan sembari mengelus-elus pinggangnya yang baru saja di cubit oleh Clara, sedangkan Fiona tertawa terbahak-bahak ketika menyaksikan peristiwa itu.
"Hahaha... Oh ya ampun Clara, kau sampai segitunya?" Ujar Fiona dengan tawa terbahak-bahak.
"Diam!!" Clara menatap Fiona dengan tajam dan langsung membuatnya berhenti tertawa.
"Hah sudahlah! Kau itu tidak pandai berbohong Clara! Kenapa kau tidak mau jujur saja kepada kita kalau kau mencintai Arthur?!" Seru Astrid dengan lantangnya.
Seluruh orang-orang yang berada di kantin pun langsung memandang mereka, pipi Clara langsung memerah karena menahan rasa malu. Menyadari kesalahannya, Astrid langsung menutup mulutnya dan meminta maaf kepada Clara.
"Clara Clara!! Aku minta maaf!!" Astrid menggoyang-goyangkan tubuh Clara.
"Iya-iya sekarang diamlah!!" Clara yang merasa risih pun langsung membentak Astrid dan berhasil membuatnya diam seketika.
"Hehe... Jadi sekarang kita harus mengganti topiknya ya?" Ujar Fiona ketika melihat ekspresi cemberut di wajah Clara.
Fiona tidak ingin di amuk oleh Clara, karena itulah ia berusaha untuk mencairkan suasana dengan cara mengganti topik pembicaraan.
"Kau ada topik lain?" Tanya Astrid dengan wajah datar.
"Tidak sih... Hehe" jawab Fiona dengan tawa receh.
"Hah... Kita tidak punya topik lain selain membicarakan hantu legenda" ujar Clara secara tiba-tiba.
"Hantu hantu dan hantu, huh aku sampai bosan mendengar kata itu" ketus Astrid.
"Justru aku ingin sekali ikut bertempur kembali melawan hantu legenda" ucap Fiona dengan raut wajah sedihnya.
Semenjak ia kehilangan satu tangannya, Fergie tidak mengijinkan Fiona untuk ikut bertempur melawan hantu legenda. Alasannya sudah jelas, Fergie tidak ingin Fiona terbunuh dalam pertempuran, dan juga Fiona tidak mungkin bisa bertarung melawan hantu legenda hanya dengan menggunakan satu tangan saja.
"Bukankah lebih baik kalau kau tidak ikut? Kau akan aman jika terus berada di koloni ini" sahut Astrid.
"Iya benar, tapi aku merasa tidak berguna sekarang, hmm andai saja aku lebih kuat, aku pasti tidak akan kehilangan tangan ku" ujar Fiona masih dengan ekspresi sedihnya.
"Fiona kau tidak boleh berbicara seperti itu!! Kau itu punya Angel yang sangat kuat, dan kau juga sangat berguna bagi koloni ini!" Clara langsung memarahi Fiona karena ucapannya.
Fiona hanya tertunduk lesu ketika mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Clara, Fiona hanya ingin membuktikan kalau ia masih bisa bertempur walau hanya menggunakan satu tangan saja. Namun sayangnya, Fergie melarangnya untuk ikut bertempur dan tentu saja Fiona tidak bisa membantahnya.
"Clara benar, kau tidak boleh menganggap kalau kau tidak berguna, kau sudah berjasa besar dalam pertempuran melawan George Devil" timpal Astrid.
"Fiona!!" Bentak Astrid dan Clara secara serentak.
"Kau itu bicara apa sih?!"
"Fiona, kalau kau terus berbicara seperti itu maka aku akan memukulmu!!"
Clara dan Astrid saling bergantian memarahi Fiona. Melihat hal itu, Fiona tidak sedih dan justru merasa sangat bahagia karena tahu kalau kedua temannya itu sangat menyayanginya.
"Ya itu benar!! Kau juga pernah berkata kepadaku tentang impianmu kan? Kau ingin memiliki sebuah keluarga kecil dan hidup dengan normal setelah semua hantu legenda musnah dari dunia ini" Astrid kembali mengingatkan Fiona tentang impiannya.
"Kami pasti akan membuat mimpimu itu menjadi kenyataan, kami pasti akan membunuh semua hantu legenda agar kau bisa hidup dengan normal" timpal Clara.
"Hmm, iya, aku minta maaf" Fiona langsung meminta maaf kepada Clara dan Astrid.
"Tidak apa-apa, tapi kau tidak boleh mengulanginya lagi!!" Ucap Astrid dengan penuh penekanan.
Setelah itu, ketiga gadis itu pun saling berpelukan dengan erat, momen itu pun di saksikan langsung oleh orang-orang yang berada di kantin. Namun, baik Clara, Astrid maupun Fiona mereka sama-sama tidak perduli dengan orang-orang di sekitar yang terus menatap mereka.
"Kita akan terus berteman kan?" Tanya Fiona ketika masih berpelukan.
"Iya" jawab Clara dan Astrid secara serentak.
...----------------...
Arthur sedang berjalan menuruni tangga setelah menyelesaikan masalahnya dengan Roberto. Ketika sedang berjalan, Arthur terus memikirkan tentang kejadian tadi, dimana Roberto tetap kekeuh ingin ikut dengannya jika ia pergi melawan Vampiro sendirian.
Hal itu terus mengganjal di pikiran Arthur, yang Arthur tahu, Roberto tidak pernah suka dengan Arthur semenjak ia masuk ke dalam koloninya Fergie. Dan sekarang Roberto justru bersikeras ingin menemani Arthur bertempur melawan Vampiro walaupun Arthur sudah menolaknya.
"Hmm... Tidak ada pilihan lain, aku harus menemui tuan Fergie sekarang" gumam Arthur, ia pun merubah arah jalannya untuk menuju ke ruangannya Fergie.
"Arthur!!" Sebuah suara panggilan tiba-tiba muncul dan mengejutkan Arthur.
Arthur pun langsung reflek menoleh ke belakang namun ia tidak melihat siapa-siapa yang berada di sana selain ia sendiri, menyadari hal itu, Arthur pun langsung waspada karena mengira kalau ada hantu yang masuk ke dalam koloninya.
"Arthur!! Di atas sini!" Suara itu pun kembali terdengar.
Arthur mendongakkan kepalanya ke atas dan melihat Yong Sin yang sedang berada di saluran udara, Arthur bernafas lega karena ternyata yang memanggil namanya adalah Yong Sin. Ia sempat mengira kalau ada hantu yang masuk ke dalam koloninya.
"Huh, kau mengagetkanku! Kenapa kau ada di atas sana?" Tanya Arthur ketika melihat Yong Sin.
"Naiklah ke sini sekarang!! Ada hal yang ingin aku bicarakan kepadamu" ujar Yong Sin.
Mendengar hal itu, Arthur pun langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi datar. Bagaimana bisa Yong Sin meminta Arthur untuk naik ke dalam saluran udara tanpa tangga ataupun alat untuk berpijak.
"Aku bukan ninja Yong Sin!!" Ucap Arthur dengan perempatan di dahinya.