
Roberto dan kelompoknya tentu saja di buat kaget bukan main karena Scarecrow datang secara tiba-tiba. Hantu berwujud manusia jerami dan membawa sabit besar di tangannya itu merupakan hantu legenda ke 2 setelah George Devil.
"Kenapa kalian terlihat ketakutan seperti itu? Bukankah kalian datang ke sini untuk membunuhku?" Tanya Scarecrow sembari menatap ketiga remaja yang sedang berada di depannya.
Baik Roberto, Brian maupun Vince, mereka bertiga tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan Scarecrow saking takutnya. Tangan ketiga remaja itu bergetar hebat ketika Scarecrow menatap mereka secara bergantian.
"Oh ya aku ingat, tadi aku sudah membunuh 3 teman kalian di sana, dan secara kebetulan aku bertemu dengan kalian di sini" ujar Scarecrow seraya memainkan sabit besarnya.
"Tank Man!!" Roberto tiba-tiba berteriak dan memerintahkan Angelnya untuk menyerang Scarecrow.
Tank Man pun melesat dan menabrak Scarecrow menggunakan perisainya. Namun, Scarecrow bisa dengan mudah menangkis perisai itu menggunakan sabitnya.
"Brian, Vince, sekarang!!" Roberto langsung memerintahkan kedua temannya untuk menyerang di saat Scarecrow sedang sibuk menahan serangan Tank Man.
"Alter Ego!!" Brian berteriak dan memanggil Angelnya untuk keluar.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan oleh Roberto, Vince pun juga langsung memanggil Angelnya untuk keluar.
"Gambit!!" Seru Vince.
Sekarang, ketiga remaja itu sudah mengeluarkan Angelnya masing-masing. Brian memerintahkan Alter Egonya untuk menyerang terlebih dahulu lalu Vince pun langsung menyusulnya.
"Alter Ego, kepribadian pertama, kesenangan!!" Dua topeng Alter Ego pun langsung berubah menjadi tersenyum setelah Brian mengatakan itu.
"Jack wajik!!" Vince ikut memerintahkan Angelnya untuk ikut menyerang.
Dua Angel itu pun langsung menyerang Scarecrow. Alter Ego menyerangnya menggunakan sebuah pukulan yang di lapisi dengan energi berwarna biru. Sedangkan Gambit menyerangnya dengan melemparkan kartu Jack berbentuk wajik dari tongkatnya secara terus menerus.
Scarecrow tidak bergeming sama sekali ketika melihat serangan itu. Hantu legenda itu kemudian melepaskan sabitnya dari perisai Tank Man dan merentangkan kedua tangannya.
Scarecrow sengaja memasang tubuhnya sendiri dan menerima serangan yang di lancarkan oleh Brian dan Vince. Sebuah ledakan yang cukup besar langsung muncul setelah serangan itu menyentuh tubuh Scarecrow.
Brian pun dengan sigap langsung menarik kembali Angelnya agar tidak terkena efek ledakan itu.
"Berhasil!!" Roberto sempat sumringah ketika melihat ledakan yang terjadi pada tubuh Scarecrow.
"Apa hanya seperti itu?" Sahut Vince yang merasa tidak percaya kalau Scarecrow sudah kalah.
"Tidak, serangan seperti itu tidak akan mempan untuk hantu legenda sekelas Scarecrow" timpal Brian.
Roberto, Vince dan Brian pun langsung mengambil posisi bertarung ketika tiba-tiba mendengar sebuah suara tawa yang menggelar.
"Hahahaha... Tidak buruk untuk ukuran bocah seperti kalian" suara Scarecrow terdengar sangat jelas dari balik asap.
Tubuh hantu itu pun perlahan-lahan mulai terlihat seiring dengan asap ledakan yang mulai menghilang. Tubuh Scarecrow sebenarnya terlihat terluka, beberapa luka sayatan dan dadanya berlubang karena menerima serangan dari Brian dan Vince.
Namun karena Scarecrow adalah hantu legenda, maka dia bisa dengan mudah menyembuhkan luka yang ia terima itu. Perlahan-lahan, sebuah jerami mulai masuk ke dalam tubuh Scarecrow dan membuat lukanya tertutup kembali.
"Sudah aku duga!" Ujar Brian ketika melihat hal itu.
Roberto dan Vince di buat tak percaya dengan hal yang di lakukan oleh Scarecrow itu. Mereka berdua tidak menyangka kalau kekuatan yang di miliki oleh hantu legenda sampai sebesar itu.
"Aku bisa saja membunuh kalian bertiga dengan sekali tebasan dari sabit ku, tapi aku masih ingin bermain-main dengan kalian" Scarecrow kembali memainkan sabitnya ketika ia menatap ketiga remaja itu.
"Jangan sombong!" Merasa tersinggung, Roberto pun naik pitam dan langsung menyerang Scarecrow kembali.
Tak ingin temannya berteman sendirian, Brian dan Vince ikut menyerang Scarecrow bersama dengan Roberto. Alter Ego milik Brian kembali memukul tubuh Scarecrow menggunakan Auranya dan Gambit milik Vince menyerang Scarecrow dari jarak jauh.
"Wara no noroi!" Seru Scarecrow sembari menepis pukulan Alter Ego dengan satu tangannya.
Tumbuhan jerami yang berada di sekitar Roberto langsung bergerak gerak sendiri setelah Scarecrow berteriak. Ketiga remaja itu kebingungan dengan apa yang terjadi, tanpa ada angin sedikitpun, jerami jerami itu bergerak dengan sendirinya.
"Ada apa ini?!" Ujar Vince dengan nada yang panik.
"Bersiaplah!! Dia akan menyerang!!" Seru Roberto.
"Hahahaha!!!!" Tepat setelah Scarecrow tertawa, jerami jerami itu langsung memanjang dan melilit tubuh Roberto dan kedua temannya.
Tumbuhan jerami itu ternyata juga terkena kutukan Scarecrow sehingga bisa bergerak sesuai kehendaknya. Dan sekarang, ketiga remaja itu tidak bisa bergerak sama sekali karena tubuh mereka terlilit jerami.
"Sial!!" Brian mencoba untuk melepaskan dirinya namun lilitan jerami itu semakin kuat ketika ia meronta.
Angel milik ketiga remaja itu juga menghilang karena fokus mereka yang teralihkan. Dan celakanya Scarecrow mulai berjalan perlahan menghampiri mereka.
"Hahaha... Sudah aku bilang kalau aku bisa membunuh kalian bertiga dalam sekejap mata" ujar Scarecrow yang semakin berjalan mendekat.
"Lepaskan kami!!" Bentak Roberto.
Hal itu pun sontak membuat Scarecrow kembali tertawa menggelegar.
"Hahaha... Aku kira kalian bisa menghibur aku lebih lama lagi, tapi ternyata kalian bertiga terlalu lemah!!" Balas Scarecrow.
Emosi Roberto pun kembali terpancing setelah mendengar ucapan Scarecrow. Namun ia tetap tidak bisa melakukan apa-apa karena tubuhnya terlilit dengan sangat kuat.
"Tarik kembali kata-katamu!!" Roberto menatap Scarecrow dengan tatapan tajam.
"Lilitan ini terlalu kuat! Aku tidak bisa memanggil Gambit kembali!" Timpal Vince yang masih mencoba untuk melepaskan diri.
"Sial! Apa kita akan mati semudah ini?!" Wajah Brian semakin memucat karena Scarecrow telah berdiri tepat di depannya.
"Kalian datang ke sini untuk membunuhku, dan setelah kalian bertemu denganku kalian langsung menyerang tanpa strategi apapun?!!" Seru Scarecrow tepat di depan ketiga remaja itu.
"Apa kalian meremehkan aku?! Apa kalian kira aku selemah George?! Aku adalah Scarecrow! Sang hantu legenda ke 2!!" Sambung Scarecrow.
Hantu legenda ke 2 itu tiba-tiba merasa sangat marah kepada Roberto dan kelompoknya karena merasa di remehkan. Tangan kanannya terulur meraih wajah Brian dan mendekatkannya ke wajahnya.
"Aura mu sangat lemah! Apa kau pikir dengan Aura yang lemah seperti itu bisa melukai tubuhku?!" Ucap Scarecrow tepat di depan wajah Brian.
Brian hanya bisa menatap Scarecrow dengan wajah terbelalak, wajahnya hanya berjarak beberapa centi dari wajah Scarecrow. Setelah itu, jerami yang melilit tubuh Roberto tiba-tiba bergerak mendekati Scarecrow.
"Dan kau! Apa kau pikir aku tidak bisa menghancurkan perisaimu yang lemah itu?!" Kini, Scarecrow berbalik memandang wajah Roberto.
Sama seperti Brian, Roberto hanya bisa terbelalak ketika Scarecrow mendekatkan wajahnya. Mulutnya seakan tak mampu untuk mengucapkan sepatah kata.
"Dan bocah kartu!! Eh?" Dan ketika ingin berbicara dengan Vince, Scarecrow kaget bukan main karena melihat Vince yang sudah menghilang dan hanya menyisakan untaian jerami yang sudah terpotong.
"Kau terlalu meremehkan kami wahai tuan hantu legenda" ujar Vince yang tiba-tiba sudah berada di belakang Scarecrow bersama dengan Angelnya.