The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
SCARECROW #4



Tanpa pikir panjang, Scarecrow langsung mengayunkan sabit besarnya ke arah Arthur. Arthur pun reflek menghindari tebasan tersebut dan beruntungnya sabit itu tidak mengenai tubuhnya.


"Kau harus mati di sini!!" Melihat serangannya meleset, Scarecrow pun mencoba untuk menebas Arthur kembali namun tangannya langsung di tahan oleh Stardust.



"Jangan seenaknya menyerang orang!!" Seru Ace.


"Heh, coba hentikan aku kalau bisa!!" Scarecrow berhasil melepaskan tangannya dari genggaman Stardust dan langsung mencoba untuk menyerang Arthur kembali.


*Dor...


Kali ini, sebuah tembakan dari sesosok makhluk yang tiba-tiba muncul berhasil membuat serangan Scarecrow berhenti. Mahkluk itu menembakkan pelurunya tepat di kepala Scarecrow.



"Rapshody" ucap Alexander.


Nampaknya, mahkluk tengkorak pembawa pistol itu adalah wujud Angel milik Alexander. Rapshody, Angel yang dapat menembak sejauh berkilo-kilo meter tanpa meleset. Hebatnya, Rapshody tidak menggunakan teropong bidik di senjatanya.


"Kau mengincar nyawaku?!" Ucap Arthur dengan nada geram.


"Tentu saja!! Manusia seperti mu tidak boleh hidup lebih lama lagi!!" Scarecrow berhasil menyembuhkan luka tembakan di kepalanya.


Dan lagi, ia kembali menargetkan Arthur sebagai sasarannya. Bahkan Scarecrow mengabaikan Ace dan Alexander yang berdiri lebih dekat dengannya. Nampaknya, hantu legenda ke 2 itu benar-benar hanya ingin mengincar nyawa Arthur.


"Red Devil!!"



*Tzing...


Arthur memanggil Red Devilnya untuk keluar dan Demon itu pun langsung menangkis serangan Scarecrow menggunakan trisulanya. Melihat Arthur di jadikan sasaran, Ace dan Alexander pun langsung mencoba untuk membantu Arthur dengan menyerang Scarecrow.


Rapshody milik Alexander menembaki tubuh Scarecrow menggunakan pistolnya sedangkan Stardust mengeluarkan sebuah gelombang hitam yang ia lemparkan ke arah Scarecrow.


Scarecrow pun berteriak kesakitan setelah menerima serangan itu, namun ia sama sekali tidak mengalihkan perhatian dan terus menyerang Arthur.


*Tzing...


*Tzing...


Scarecrow langsung menyembuhkan luka di tubuhnya dengan cepat dan kembali menyerang Arthur secara membabi-buta. Red Devil pun terlihat mulai terpojok karena terus menerima serangan secara bertubi-tubi. Tidak ada pilihan lain selain bertahan menggunakan trisulanya.


"Kenapa hantu itu hanya mengincar Arthur?" Ace kebingungan melihat Scarecrow yang terus menyerang Arthur dan tidak memperdulikan dirinya.


"Entahlah, jika memang itu tujuannya maka kita tidak boleh membiarkan Arthur mati" sahut Alexander seraya memerintahkan Angelnya untuk menyerang kembali.


*Tzing...


"Berita kematian mu adalah hadiah terindah untuk The Eternity!!" Ucap Scarecrow ketika sedang mengadu sabitnya dengan trisula milik Red Devil.


"Dan berita kematian mu adalah hadiah terindah untuk seluruh umat manusia!!" Seru Arthur.


"Wara no noroi!!" Scarecrow kembali menggunakan kekuatan jeraminya.


Kumpulan jerami yang berada di belakang Arthur pun tiba-tiba memanjang dan bergerak sendiri. Jerami itu pun langsung melesat dan mencoba untuk menusuk tubuh Arthur namun Ace dan Alexander dengan sigap langsung menangkisnya.


"Dia hanya mengincar mu, jadi jangan mati!!" Ujar Ace kepada Arthur.


"Aku juga tidak ingin mati di tempat terkutuk seperti ini!!" Sahut Arthur.


"Fokuslah kepadanya, kami akan mengurus jerami ini!!" Tutur Alexander.


Arthur pun menganggukan kepalanya dan kembali melanjutkan pertarungannya sedangkan Ace dan Alexander melindungi Arthur dari jerami jerami yang ingin membunuhnya.


"Cepat matilah!!" Seru Scarecrow.


*Tzing...


"Sudah aku bilang aku tidak ingin mati di tempat terkutuk ini!!" Sahut Arthur.


Red Devil pun mendorong sabit milik Scarecrow hingga membuat hantu itu mundur beberapa langkah. Melihat ada celah yang terbuka, Arthur pun langsung memerintahkan Red Devilnya untuk menyerang. Red Devil melesat ke depan dan menghunuskan trisulanya ke arah Scarecrow.


*Grep...


Sayangnya, sekumpulan jerami tiba-tiba mengikat trisula milik Red Devil tepat sebelum trisula itu menusuk tubuh Scarecrow.


"Tch!! Kekuatanmu benar-benar merepotkan!!" Arthur merasa kesal melihat serangannya berhasil di halangi.


"Arthur! Cepat lepaskan trisula mu dari jerami itu!" Seru Ace secara tiba-tiba.


"Ada apa?!" Tanya Arthur yang merasa tidak mengerti.


"Scarecrow bisa menyalurkan kutukannya melalui jerami itu, kau bisa menjadi boneka jerami jika kau tidak melepaskannya!!" Sahut Alexander yang sibuk menembaki jerami.


"Haaaa!!"


*Wush...


Scarecrow berteriak dengan sangat kencang dan muncullah sebuah gelombang energi yang sangat dahsyat.


"Celaka! Black Hole!!" Ace merasa panik ketika melihat gelombang energi itu.


Ia pun langsung mengeluarkan black hole nya dan menarik tubuh kedua temannya untuk masuk ke dalam black hole. Arthur dan Alexander pun berhasil menghindari Aura milik Scarecrow karena masuk ke dalam black hole, sehingga mereka bertiga tidak berubah menjadi boneka jerami.


Melihat ketiga remaja itu berhasil menghindari Auranya, Scarecrow pun langsung murka dan mengamuk sejadi-jadinya. Ia mengayunkan sabitnya kesana kemari hingga membuat beberapa jerami sampai ter tebas habis.


"Sialan!!" Seru Scarecrow.


Sebuah black hole tiba-tiba terbentuk kembali dan membuat amukan Scarecrow langsung mereda ketika ia melihatnya. Scarecrow tahu kalau black hole itu adalah black hole yang sama yang di masuki oleh Arthur dan teman-temannya. Karena itu, Scarecrow pun menghampiri black hole itu dan mempersiapkan sabitnya seraya berdiri di depan black hole.


"Keluarlah sekarang dan hadapi kematianmu!!" Seru Scarecrow ketika sedang berdiri di depan black hole.


*Jleb...


Tiba-tiba, trisula milik Red Devil melesat keluar dari dalam black hole dan menusuk kepala Scarecrow. Scarecrow pun langsung tumbang setelah trisula itu menancap di kepalanya. Terlihat juga kalau trisula itu terlapisi Aura sehingga mampu melukai kepala Scarecrow.


"Berisik sekali!" Ucap Arthur yang tiba-tiba keluar dari black hole.


"Lemparan yang bagus" sahut Alexander yang baru keluar.


"Misi berhasil, kita berhasil membunuh Scarecrow" timpal Ace.


Ketiga remaja itu pun berjalan menghampiri tubuh Scarecrow yang sedang terkapar di tanah. Red Devil langsung muncul dan mencabut trisulanya yang berada di kepala Scarecrow.


"Hei Ace apa kau yakin? Dia adalah hantu legenda, apa mungkin dia akan mati semudah itu?" Tanya Alexander ketika melihat tubuh Scarecrow.


"Arthur sudah melapisi trisulanya menggunakan Aura, dan trisula itu menancap tepat di kepalanya, tentu saja dia sudah mati sekarang" ujar Ace.


"Tapi aku masih merasa aneh, aku merasa kalau dia masih ada di sekitar sini" Alexander mulai memperhatikan keadaan di sekitarnya.


Sementara itu, Arthur tetap diam sembari menatap tubuh Scarecrow. Ia merasakan sebuah firasat yang aneh ketika menatap tubuh hantu legenda yang sedang terkapar itu.


"Lihat, dia belum bangun, dia pasti mati sekarang" ujar Ace kembali, ia mencoba untuk meyakinkan Alexander bahwa Scarecrow benar-benar sudah mati.


"Tapi tubuhnya tidak hancur menjadi debu!" Tegas Alexander, ia masih tidak percaya kalau Scarecrow akan kalah semudah itu.


Disaat Alexander dan Ace sibuk berdebat, tiba-tiba sekumpulan jerami bergerak sendiri dan mulai merajut dengan sendirinya. Jerami itu mulai membentuk sebuah tubuh manusia dan peristiwa itu tidak di sadari oleh ketiga orang remaja itu.


"Hahaha!! Kalian tidak sepintar yang aku kira"