The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
ARTHUR VS UNDEAD TWIN MAGE



Red Devil langsung menghunuskan trisulanya secepat kilat ke arah Twin Mage yang berada di depannya. Namun, Twin Mage langsung membuka buku sihirnya dan muncullah sebuah pelindung tak kasat mata yang melindungi tubuhnya dari tusukan trisula milik Red Devil.


"Tch! Lagi lagi hantu dengan kekuatan yang aneh!" Ucap Arthur setelah melihat trisulanya tidak dapat menyentuh tubuh Twin Mage.


Demon mu memanglah kuat, tapi dia tidak akan bisa mengalahkan kekuatan sihir ku, Electra!!!


Twin Mage mengangkat tongkatnya ke udara dan samar-samar terdengar suara gemuruh di atasnya. Merasa dalam bahaya, Arthur pun langsung melompat ke belakang untuk menghindari serangan yang akan di keluarkan oleh Twin Mage.


*Duar... *Duar... *Duar...


Benar saja, setelah Arthur melompat kebelakang, muncullah beberapa petir yang berusaha untuk menyambar Arthur dan Demon nya. Arthur pun bersusah payah berusaha untuk menghindari sambaran petir itu.


Dan setelah petir petir itu sudah menghilang, Arthur pun langsung melesat ke depan bersama Red Devil dan mencoba untuk menyerang Twin Mage kembali.


Melihat hal itu, Twin Mage pun membuka buku sihirnya kembali dan mencoba untuk merapal kan sebuah mantra.


árbol de la muerte...


Seketika, munculah sebuah pohon beringin besar di belakang Twin Mage, akar-akar yang menjulur dari pohon itu langsung memanjang dan berusaha untuk melilit tubuh Arthur.


*Tzing... *Tzing...


Red Devil maju mendahului Arthur dan menangkis akar-akar pohon itu menggunakan trisulanya. Namun, akar-akar yang keluar dari pohon kematian itu semakin banyak, Red Devil kewalahan karena menangkis akar-akar yang semakin banyak itu dan akhirnya, Arthur pun memutuskan untuk mundur.


"Sialan! Akar-akar itu merepotkan sekali!" Arthur menarik Red Devilnya, ia mencoba untuk berpikir bagaimana caranya menyerang Twin Mage dengan kekuatan sihirnya yang merepotkan itu.


Sudah aku bilang, kekuatan sihirku jauh lebih kuat dari pada Demon mu...


"Heh, tidak usah sombong! Aku hanya perlu menusuk tubuhmu satu kali dan kau pasti akan mati!!" Arthur tersenyum sinis sembari menatap Twin Mage.


Kau sedang mencari hantu yang telah menyerang koloni mu kan?


Arthur pun langsung terkejut setelah mendengar ucapan Twin Mage itu, seketika, amarahnya kembali memuncak setelah mengingat kalau koloninya telah hancur.


Aku tahu siapa yang melakukannya, kalau kau mau ikut denganku aku akan memberi tahu siapa yang telah melakukannya...


Twin Mage memberikan sebuah tawaran kepada Arthur agar mau ikut dengannya. Namun, Arthur tetap diam dan tidak memperdulikan tawaran itu sama sekali.


"Jangan bodoh! Aku tidak pernah mau menerima tawaran dari hantu sepertimu!!" Ucap Arthur dengan penuh ketegasan.


Keputusan yang salah! Kau akan kalah di sini dan aku akan membawamu kepada Tuan Eternity!!


Walaupun memiliki Twin Mage memiliki dua kepala, namun hanya satu kepala saja yang bisa berbicara. Satu kepalanya lagi hanya diam karena mulutnya di balut dengan perban.



"Heh, aku kalah di sini? Jangan bercanda!! Aku sudah pernah melawan hantu legenda dan apa kau pikir hantu cecunguk sepertimu bisa mengalahkan aku?!!" Arthur yang merasa marah pun langsung melesat kembali bersama Demon nya.


Arthur juga sudah bersiap untuk menghindari akar-akar dari pohon kematian yang terlihat akan menyerangnya kembali. Namun, ternyata dugaan Arthur itu salah, pohon beringin besar yang berada di belakang Twin Mage tiba-tiba menghilang.


Dan hal itu menandakan kalau Twin Mage akan menggunakan kekuatan baru untuk menyerang Arthur.


Vulture....


Puluhan burung pemakan bangkai langsung muncul dari kegelapan dan langsung menyerang Arthur. Burung-burung itu berterbangan di atas Arthur dan sesekali menukik tajam menuju ke Arthur.


"Akhhh!!" Arthur meringis kesakitan ketika lengannya terkena cakaran burung itu.


Red Devil berusaha untuk membunuh burung-burung itu dengan cara menusuk tubuhnya. Namun, burung-burung pemakan bangkai itu langsung berubah menjadi debu ketika tubuhnya tertusuk trisula milik Red Devil.


"Sakit!! Burung-burung ini bukan burung biasa, sial! Sihirnya benar-benar merepotkan!" Arthur terus memegangi lengannya yang terkena luka cakaran.


Menyerah lah, percuma saja kau melawan, Demon mu bukanlah pengguna sihir...


"Kalau dia bukan pengguna sihir memangnya kenapa?!!"


*Wush....


Arthur berteriak dan mengeluarkan Auranya, dan seketika, seluruh kawanan burung pemakan bangkai itu langsung menjadi debu setelah menerima gelombang energi yang sangat dahsyat dari Arthur.


Aura... Aura bocah ini sangat kuat!!


Twin Mage juga merasa terkejut setelah melihat kekuatan Aura milik Arthur, bahkan ia tidak bersikap santai lagi. Twin Mage langsung mengambil posisi siap dengan mengangkat tongkatnya dan membuka buku sihirnya.


Melihat semua burung-burung pemakan bangkainya sudah menghilang, Arthur pun langsung berjalan dengan santai bersama Red Devil menuju ke tempat Twin Mage berdiri.


"Ada apa? Tadi kau terlihat santai sekali ketika melawanku" ujar Arthur setelah melihat posisi Twin Mage.


Diam!!


Undead Twin Mage terlihat sangat marah kepada Arthur sekarang, ia pun lantas langsung mengangkat tongkatnya ke udara dan membaca suatu mantra di bukunya.


Black Wasp...


Setelah mengucapkan mantra itu, tiba-tiba muncul sebuah kepulan asap hitam yang sangat besar di belakang Twin Mage. Namun anehnya, kumpulan asap itu mengeluarkan sebuah bunyi mendengung mirip dengan kumpulan lebah.


"Itu... Itu bukan kumpulan asap, itu lebih mirip seperti kumpulan serangga" gumam Arthur ketika melihat gumpalan hitam itu.


Kau bisa menghindari petir, kau bisa menangkis akar, dan kau juga bisa membunuh burung, tapi kau tidak akan pernah bisa menghindari serangga-serangga ku!!


Twin Mage mengayunkan tongkat sihirnya ke depan dan seketika kumpulan serangga kecil yang sangat banyak itu langsung terbang menuju ke arah Arthur.


"Heh! Apa yang bisa di lakukan oleh serangga kecilmu itu!!" Arthur berteriak dan sekali lagi mengeluarkan Auranya untuk membunuh kawanan serangga itu.


*Wush...


Namun, gerombolan serangga itu langsung menghilang sebelum Aura milik Arthur menyentuh mereka.


"Apa?!" Arthur merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


Apa kau pikir aku tidak tahu bagaimana caranya mengatasi gelombang Aura mu itu?? Dengan sihir pembalik milikku aku bisa menghilangkan serangga-serangga ku itu, dan aku juga bisa memanggilnya kembali...


Twin Mage menghentakkan tongkat sihirnya ke tanah dan dalam sekejap mata, ribuan kawanan serangga itu telah muncul kembali dan menuju ke arah Arthur.


"Sialan! Bagaimana cara melawan serangga sebanyak itu tanpa Aura!!" Arthur sedikit panik sekarang, Arthur tahu kalau ia tidak bisa terus menerus mengeluarkan Auranya.


Situasi berbalik sekarang, Arthur tidak bisa menangkis serangan ribuan serangga kecil itu menggunakan trisula milik Red Devil. Sedangkan ia juga baru saja mengeluarkan Auranya dan ia membutuhkan waktu lagi untuk mengeluarkan Auranya kembali.


Lebih baik kau menyerah saja dan ikut denganku kalau kau tidak ingin mati!!