The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
RENCANA



Di sebuah ruangan, terlihat ada lima orang pria yang sedang mengadakan sebuah rapat. Kelima orang itu merupakan para pemimpin koloni yang Arthur tempati sekarang.


Mereka adalah Fergie, Joseph, Paul, Eddie, dan Bernard.


Semuanya telah berkumpul kecuali satu orang.


"Dimana Joker?!!" Pria bernama Eddie mengamuk ketika melihat Joker tidak ada di sana.


"Aku melihatnya tadi, dia sedang berada di bawah" sahut Joseph.


"Lupakan saja dia, lagi pula tidak ada bedanya jika dia ada di sini" timpal Paul.


"Tuan Fergie, mari kita mulai" tutur pria berbadan besar bernama Bernard.


Fergie pun membenarkan posisi duduknya, ia sudah bersiap untuk memulai rapat ini.


"Aku rasa kita sudah mengumpulkan cukup banyak pasukan" ujar Fergie sebagai pembukaan.


"Tunggu, anda sendiri bilang kalau kekuatan para hantu legenda itu tidak main-main" Eddie menyela ucapan Fergie.


"Benar, tuan Fergie, saya rasa kita perlu mengumpulkan lebih banyak pasukan lagi" tambah Paul.


"Terlebih lagi ada anak yang berselisih, mereka tidak akan bisa bekerja sama" imbuh Joseph.


Fergie pun mengangguk, ia menerima setiap kata-kata dan pendapat yang keluar dari mulut anggotanya tersebut.


"Aku mengerti, untuk situasi seperti ini kita tidak bisa membuang-buang waktu lagi" tutur Fergie.


"Aku menemukan seorang anak yang unik, dia memiliki sesosok Demon yang menjaganya, sama persis seperti yang di sebutkan oleh legenda, aku rasa dia adalah kartu AS kita" sambung Fergie.


Beberapa orang mengangguk paham dan beberapa lagi terlihat heran karena belum mengerti.


"Tuan? Ada manusia yang memiliki Demon?" Tanya Eddie yang keheranan.


"Kau belum mendengar ceritanya?" Timpal Bernard.


"Tapi... Bukankah hal itu mustahil untuk terjadi?" Potong Paul.


"Yaa, itu memang mustahil untuk terjadi, namun inilah kenyataannya" jawab Fergie soal rasa penasaran kedua anggotanya.


"Jadi tuan, apa yang anda rencanakan?" Tanya Joseph.


Fergie pun kembali memasang wajah serius, kini rapat itu akan membahas inti dari pembahasannya sekarang.


"Aku sudah menunggu selama bertahun-tahun untuk membalas dendam, jujur saja jika aku teringat pada hari dimana teman-temanku di bantai oleh hantu legenda ke 12, aku merasa kehilangan semangat hidup" tutur Fergie dengan kedua tangannya yang mengepal erat.


Keempat orang lainnya pun terdiam, mereka memang tidak ada di sana ketika Fergie dan teman-temannya menghadapi hantu legenda ke 12.


Namun mereka bisa merasakan perasaan Fergie lewat pandangan mata orang tua itu.


"Aku merasakan sesuatu ketika aku melihat Arthur, anak itu dan Demon miliknya, aku merasa kalau mereka berdua bisa merubah nasib umat manusia!!" Seru Fergie.


"Jadi, anda ingin pertempuran melawan hantu legenda itu di lakukan segera?" Tanya Paul.


"Benar!" Jawab Fergie.


Bak lonceng perang yang sudah di bunyikan, ucapan Fergie itu sama sekali tidak bisa di bantah. Jika ia sudah memutuskan untuk bertempur, maka semua anggota koloni harus mematuhi perintahnya.


Fergie merupakan ketua teratas koloni tersebut, ia merupakan orang yang paling tua di antara anggota lainnya.


Banyak anggota koloni yang mengatakan kalau Angel Buddha milik Fergie adalah Angel terkuat di dunia.


Kembali ke rapat, keempat orang lainnya baik itu Joseph, Paul, Bernard dan Eddie terlihat tidak ada yang protes dengan keputusan Fergie.


Rapat itu pun juga hampir berakhir karena tidak ada pembicaraan lagi. Namun, sebelum Fergie membubarkan rapat tersebut tiba-tiba...


"Tunggu! Jangan gegabah seperti itu!!" Pintu ruangan tiba-tiba terbuka dan masuklah seseorang yang mereka tunggu dari tadi.


"Joker!! Kemana saja kau!!" Bernard merasa murka karena Joker yang masuk begitu saja tanpa sopan santun.


"Rapat sudah selesai, apa yang kau lakukan di sini!!" Desis Joseph dengan tatapan tajamnya.


"Apa maksudmu, Joker?" Tanya Eddie.


Joker tidak langsung menjawab, ia mengukir senyuman psikopatnya dan tertawa cekikikan.


"Hihihi... Maksudku, dari pada kita menyerahkan nyawa kepada para hantu legenda, mengapa kita tidak menyerbu mereka satu persatu, hihihihahaha!!" Tutur Joker dengan tawanya.


Semua orang pun terlihat terkejut dengan pendapat Joker, ada benarnya juga ucapan orang gila itu.


"Jadi, maksudmu kita mencari keberadaan hantu legenda itu satu-persatu?" Tanya Paul.


"Brengsek!! Apa menurutmu rencana tuan Fergie tadi tidak bagus?!!" Joseph terlihat marah dan tidak senang dengan rencana Joker.


Namun, Fergie justru memerintahkan Joseph untuk diam.


"Tidak, dia benar, aku di butakan oleh dendamku hingga tidak bisa bersabar" tutur Fergie setelah mengetahui kesalahannya.


"Hampir saja, jika Joker tidak mengatakan itu akan ada banyak korban yang berjatuhan" sambung Fergie.


Joseph pun menahan amarahnya setelah mendengar penuturan Fergie, ia tidak menduga kalau orang tua itu akan mengakui kesalahannya.


"Perintahkan saja beberapa anak untuk menyelidiki tempat yang kemungkinan menjadi tempat persembunyian hantu legenda" ujar Joker kembali.


Fergie nampak berpikir, ia seperti ragu dengan rencana itu karena bisa membahayakan nyawa para remaja yang di utus.


"Jika mereka bertemu dengan hantu legenda, mereka bisa mati" ujar Eddie.


"Namun, jika tidak seperti itu maka kita tidak akan pernah bisa menemukan tempat persembunyian mereka" timpal Paul.


"Hahaha... Kalian ini bodoh sekali, kalau mereka cukup kuat mereka tidak akan mati" ejek Joker.


*Brak....


Joseph yang merasa tidak terima langsung menggebrak meja di depannya dengan sangat kencang.


"Jaga ucapanmu!!" Bentak Joseph.


"Hentikan!! Tidak ada gunanya bertengkar sekarang" Fergie langsung menghentikan cekcok itu sebelum menjadi lebih parah.


"Kita harus kalahkan hantu legenda itu satu persatu, mulai dari yang terlemah, hantu legenda nomor 1, George Devil " tutur Fergie.


Baik Joseph, Bernard maupun Paul sama-sama terkejut ketika mendengar ucapan Fergie tersebut.


Walaupun hantu legenda nomor 1 yang bernama George Devil itu adalah yang paling lemah di antara hantu legenda lainnya, namun tetap saja kekuatannya tidak main-main.


Bahkan kekuatannya masih terlalu kuat untuk di bandingkan dengan kekuatan semua remaja pengguna Angel yang mereka rekrut.


"Hmm, ide yang bagus, tuan Fergie" Joker kembali tersenyum setelah mendengar Fergie setuju dengan ucapannya.


"Namun, bukankah lebih baik jika salah satu dari kita ikut bersama mereka agar aman" timpal Paul.


"Tidak" sanggah Fergie.


"Aku percaya dengan kekuatan anak-anakku, aku akan membentuk sebuah kelompok yang terdiri dari beberapa orang" sambung Fergie.


"Tuan, anda yakin?" Tanya Bernard.


"Ketika kita sudah melakukannya, maka kita tidak bisa mundur lagi, sebaiknya anda pikirkan itu matang-matang" imbuh Joseph.


"Yakin atau tidak itu sama sekali tidak berguna. Lagi pula, cepat atau lambat kita memang akan bertempur melawan semua hantu legenda" ujar Eddie.


"Itu pun kalau kita selamat, hahahaha...." Joker tertawa terbahak-bahak setelah mengatakan ucapannya.


Fergie tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya, ia memandangi semua orang yang berada di ruangan itu dan mengangkat tangan kanannya.


"Sudah aku putuskan, besok, kita akan memulai rencana kita untuk melawan hantu legenda!!"