The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
KEKUATAN PEMIKAT HANTU




Sesosok makhluk berwujud wanita cantik dan berambut ular tiba-tiba muncul di belakang Clara, tepat setelah gadis itu menyebutkan namanya, Medusa.


"Akhirnya!" Ace merasa lega setelah melihat makhluk berambut ular tersebut.


"Eh?! Mahkluk itu jangan-jangan..." Mata Arthur terbelalak tatkala ia melihat makhluk berwajah cantik itu.


"Iya, dia adalah Angel milikku, Medusa" ujar Clara kepada Arthur.


"Baiklah Medusa, selamatkan lah kami dari hantu itu" sambung Clara.


Clara mengatupkan kedua tangannya dan memejamkan mata. Setelah itu, Medusa ikut memejamkan matanya seraya mengangkat kedua tangannya.


"Arthur tutup matamu!!" Seru Ace.


Mendengar teriakan dari Ace tersebut, Arthur pun sontak menoleh ke arahnya dan balik berteriak.


"Kenapa?!!" Seru Arthur balik.


"Tutup saja matamu kalau kau tidak ingin menjadi batu!!" Ace kembali berteriak dengan matanya yang sudah terpejam.


"Baiklah!!" Melihat Ace yang sudah memejamkan matanya, Arthur pun langsung ikut memejamkan matanya.


Arthur dan Ace kini sama-sama memejamkan mata, mereka sama sekali tidak bisa melihat apa-apa dan hanya bisa berharap kepada Clara.


"Medusa, pikat dia dengan kecantikanmu" ucap Clara sembari membuka matanya kembali dan menggerakkan tangannya.


Setelah mendapatkan perintah dari Clara, Medusa pun mengayun-ayunkan tangannya dengan posisi matanya yang masih terpejam.


Clara pun melihat ke arah Jersey Devil yang sedang menukik ke bawah dan sedikit lagi akan menghantam tempat Arthur dan Ace berdiri.


Namun, Clara masih bersikap tenang walaupun kedua temannya dalam bahaya. Hingga beberapa detik kemudian, gadis itu tiba-tiba merubah tatapannya menjadi tajam.


"Majulah, Medusa!!"


Medusa yang sebelumnya berdiri di belakang Clara tiba-tiba menghilang dalam sekejap mata. Jersey Devil sudah semakin dekat dengan permukaan tanah, jika ia tidak di hentikan maka bisa dipastikan kalau Arthur dan Ace akan terluka.


*cling...


Medusa tiba-tiba muncul kembali tepat di depan wajah Jersey Devil sebelum hantu itu menghantam tanah.


Jersey Devil yang merasa terkejut pun reflek mengepakkan sayapnya untuk terbang kembali, hantu itu tidak jadi menyambar Arthur dan Ace karena di halangi oleh Medusa.


Arthur dan Ace tidak mengerti dengan apa yang terjadi, mereka berdua tetap berdiri mematung dengan mata yang terpejam.


Kedua laki-laki itu juga tidak tahu kalau saat ini Medusa dan Jersey Devil sedang berhadap-hadapan di dekat mereka.


Medusa berdiri dengan mata yang masih dalam posisi terpejam dan tangan yang mengatup di depan dada. Sedangkan Jersey Devil terbang rendah tepat di depan Medusa.



Hantu terbang itu terlihat seperti sedang memperhatikan wajah Medusa, kecantikan yang Medusa miliki benar-benar luar biasa. Lekukan wajah dan tubuhnya benar-benar sempurna, bahkan kecantikannya itu bisa memikat hantu yang tidak memiliki akal seperti Jersey Devil.


**groa!!!


*zzzz*.....


Suara-suara aneh tiba-tiba terdengar samar dari kejauhan, suara-suara aneh itu juga di dengar oleh Arthur dan Ace.


"Hei, suara aneh apa itu?" Ujar Arthur dengan mata yang masih terpejam.


"Sialan mereka sudah mulai terpikat, Clara cepat habisi hantu itu sekarang!!" Seru Arthur.


Clara yang mendengar teriakan Ace pun mengangguk, ia lalu segera memerintahkan Medusa agar cepat membunuh Jersey Devil.


Setelah itu, tangan Medusa tiba-tiba bergerak dan mencengkram erat leher Jersey Devil yang sedang terbang di depannya.


Namun, Jersey Devil terlihat diam saja dan tidak memberontak ketika Medusa mencekik lehernya. Hantu tak berakal itu terus menatap wajah Medusa dan tidak berpaling sama sekali.


Medusa pun lalu mendekatkan kepala Jersey Devil ke depan wajahnya. Lalu, Medusa mulai membuka matanya secara perlahan-lahan.


Pelan-pelan, tubuh Jersey Devil mulai berontak seiring Medusa membuka matanya. Hingga saat mata Medusa sudah terbuka sepenuhnya, tubuh Jersey Devil seketika langsung menjadi batu setelah menatap matanya yang sudah terbuka lebar.


Medusa pun melepaskan cengkeramannya dan membuat tubuh Jersey Devil yang sudah menjadi batu terjatuh dan membentur tanah.


"Hah... Hah... Akhirnya, Arthur, Ace, kalian bisa membuka mata sekarang" ujar Clara dengan nafas yang tersengal-sengal.


Setelah mendengar ucapan dari Clara tersebut, Arthur dan Ace pun secara kompak membuka mata mereka.


"Apa hantu itu sudah mati?" Tanya Arthur setelah membuka matanya.


*bruk...


Belum sempat Clara menjawab, tubuh gadis itu tiba-tiba ambruk di sertai dengan darah yang mengalir dari hidungnya.


"Clara!!" Arthur dan Ace pun merasa panik setelah melihat tubuh Clara yang terkapar di tanah.


Mereka berdua pun langsung berlari menghampiri Clara yang sudah tidak sadarkan diri.


"Ya ampun hidungnya mengeluarkan darah! Ace bagaimana ini?!" Arthur terlihat panik setelah ia melihat Clara yang pingsan.


**wahahaha....


*groa!!!


*zzzz*....


Suara-suara aneh yang tadi muncul pun kini mulai terdengar kembali, suara itu sekarang terdengar lebih jelas. Itu menandakan kalau hantu yang membuat suara itu sudah semakin mendekat kepada Arthur dan temannya.


"Tidak bagus, mereka semakin mendekat ke sini, kita tidak bisa bertarung melawan mereka sambil menjaga Clara" tutur Ace setelah mendengar suara itu.


"Lalu bagaimana? Kalau tidak ingin melawan kita harus bersembunyi sekarang!" Timpal Arthur.


"Arthur cepat gendong dia! Aku akan membawa kita pergi dari sini" Ace memerintahkan Arthur untuk mengangkat tubuh Clara.


Arthur pun mengangguk dan membopong tubuh Clara yang sedang tidak sadarkan diri. Ia membawa tubuh gadis itu dengan gaya bridal style.


"Aku sudah siap!" Ucap Arthur sembari membopong tubuh Clara.


"Stardust!!"



Ace memanggil Angelnya untuk keluar, nampaknya ia ingin menggunakan kekuatan Stardust untuk pergi dari lokasi mereka saat ini.


"Arthur mendekat lah!!" Perintah Ace kepada Arthur.


Arthur pun melangkah maju untuk mendekat kepada Ace yang sedang berdiri di depannya.


"Black hole" ucap Ace secara tiba-tiba.


Setelah itu, Stardust mengayunkan tangannya dan terciptalah sebuah black hole yang muncul di depan Ace dan Arthur.



Namun anehnya, black hole itu tidak menghisap apapun. Black hole itu hanya berputar-putar tanpa berpindah posisi.


"Cepat masuklah! Black hole ini akan membawa kita ke tempat yang aman" tutur Ace.


"Hei tunggu-tunggu!! Aku tidak ingin terjebak lagi di dimensi kekosongan mu itu!" Arthur menolak perintah Ace untuk masuk ke dalam black hole itu.


"Bodoh!! Ini bukan dimensi kekosongan, black hole ini adalah portal!!" Ace merasa geram karena Arthur tidak mau menuruti perintahnya.


"Tidak-tidak, aku tidak mau tertipu lagi!" Arthur menggelengkan kepalanya, ia benar-benar menolak keras perintah dari Ace tersebut.


Karena sudah tidak banyak waktu lagi, Ace pun mengambil sebuah tindakan. Stardust miliknya tiba-tiba mengambil black hole itu dan melemparkannya ke arah Arthur.


Arthur yang tidak siap menghadapi itu pun langsung terhisap ke dalam black hole bersama dengan Clara yang sedang pingsan.


"Tch! Anak itu benar-benar merepotkan!!" Ace berdecak kesal sebelum ia ikut masuk ke dalam black hole.


Pemandangan hitam kembali Arthur lihat ketika ia berada di dalam black hole milik Ace. Arthur mencoba untuk berteriak namun suaranya sama sekali tidak bisa keluar ketika dirinya berada di dalam black hole.


'sialan Ace!! Cepat keluarkan aku!!' Arthur pun berteriak di dalam hatinya. Ia benar-benar merasa panik karena tidak bisa melihat apa-apa.