
"Aha, apa hanya itu kemampuan kalian?" Bloody Mary berdiri dengan sombongnya sembari menatap ketiga manusia yang terkapar di depannya.
Astrid, Bernard dan juga Vince tengah menghadapi masalah yang besar sekarang. Saat ini, mereka sedang berhadapan dengan hantu legenda ke 7, Bloody Mary. Ketiga orang itu benar-benar di buat kerepotan dengan kekuatan Bloody Mary yang sangat kuat.
"Sialan! Dia benar-benar monster!" Vince berusaha bangkit kembali.
"Berhati-hatilah! Jika kau sampai tertusuk kacanya, maka kau akan langsung mati!" Tutur Bernard yang sudah kembali berdiri.
Astrid pun ikut berdiri dengan bersusah payah, di antara mereka bertiga, Astrid lah yang menerima luka paling parah. Terdapat luka goresan di beberapa bagian tubuhnya yang mengucurkan darah cukup deras. Tak hanya itu, bahkan jadi kelingking Astrid hanya tersisa setengah setelah terkena goresan kaca milik Bloody Mary.
"Aha, aku suka kalian, kalian cukup kuat" Bloody Mary mengeluarkan puluhan kaca berbentuk runcing di belakangnya.
Dan dalam sekejap kaca-kaca itu langsung melesat ke arah mereka bertiga. Ketiga orang manusia itu pun langsung mengeluarkan Angel mereka masing-masing untuk melindungi diri.
"Majulah Garuda!!"
Angel milik Bernard itu maju di barisan paling depan di ikuti oleh Gambit dan Valkyrie di belakangnya.
Bersama-sama, mereka bertiga berhasil menangkis semua kaca yang menuju ke arah mereka. Namun, Bloody Mary kemudian menciptakan sebuah kaca berbentuk runcing tepat di bawah ketiga manusia itu berdiri. Untung saja mereka bertiga sadar dan masih sempat menghindar, jika mereka sampai telat sedikit saja, maka sudah dapat di pastikan nyawa mereka akan melayang terkena tusukan kaca.
"Yang benar saja, kita benar-benar tidak di biarkan berisitirahat sama sekali" ujar Astrid dengan nafas tersengal-sengal.
"Tapi untung saja dia tidak bisa menyerang secara terus menerus, dia membutuhkan jeda waktu sebelum melancarkan serangannya lagi" Vince mencoba untuk menganalisa kekuatan Bloody Mary.
"Analisa yang bagus, tapi tetap saja dia terlalu kuat dan cepat untuk kita" sahut Bernard.
Bloody Mary tak bisa berhenti tersenyum ketika ia melihat ketiga lawannya mulai kewalahan. Terlebih lagi tubuh ketiga orang itu sudah berlumuran darah sekarang, Bloody Mary benar-benar menjadikan ketiga orang itu sebagai mainannya.
"Aha, aku masih ingin bermain-main dengan kalian, jadi tenang saja aku tidak akan membunuh kalian" tutur Bloody Mary.
"Heh, siapa yang peduli?! Lagi pula kau yang akan mati di sini!!" Bernard memerintahkan Angelnya untuk menyerang kembali.
Garuda pun langsung terbang melesat ke arah Bloody Mary, Angel berwujud burung Garuda itu melapisi tombaknya dengan petir. Kecepatannya pun semakin bertambah dan ia langsung mencoba menancapkan tombak petir nya itu kepada Bloody Mary.
Tapi sayangnya, tombak yang sudah di lapisi petir itu masih bisa di tangkis oleh Bloody Mary menggunakan kacanya. Bahkan Bloody Mary tidak terlihat kesulitan sama sekali ketika menahan serangan itu.
"Aha, yang ini adalah yang paling kuat" ujar Bloody Mary dengan senyuman sinisnya.
Kemudian, Gambit melemparkan sebuah kartu King dan muncullah seorang raja yang langsung menyerang Bloody Mary menggunakan pedangnya. Tapi lagi-lagi serangan itu masih bisa di tangkis dengan mudah oleh Bloody Mary.
Tak cukup sampai di situ, kini giliran Valkyrie milik Astrid yang maju. Valkyrie terbang berputar-putar di atas Bloody Mary, ia mencoba mencari celah untuk menancapkan pedangnya di tubuh hantu legenda itu.
"Ayo cepat, kau juga harus menyerang aku" ujar Bloody Mary pada Valkyrie.
Valkyrie pun menukik tajam dan mengarahkan tebasan pedangnya ke kepala Bloody Mary. Kali ini, tebasan itu berhasil memenggal kepala Bloody Mary namun sayangnya kepala itu langsung muncul kembali dalam sekejap mata.
...----------------...
Frankenstein terus mengamuk di dalam dimensi waktu milik Alter ego, ia sudah berada di dalam sana cukup lama dan masih belum berhasil keluar. Tak perduli sekuat apapun Frankenstein mengeluarkan kekuatannya, ia tetap tidak mampu membelah dimensi waktu.
"Bocah sialan!! Aku tidak ingin berada di dalam sini untuk selama-lamanya!!" Seru Frankenstein.
Frankenstein berlari ke seluruh penjuru, namun ia tetap tidak bisa menemukan ujungnya. Dimensi waktu milik Alter Ego memang benar-benar di gunakan untuk menjebak Frankenstein.
Karena mulai merasa frustasi, Frankenstein pun sampai melukai dirinya sendiri. Ia memukuli dan mencakar kulitnya sendiri hingga menimbulkan sebuah luka yang cukup parah.
"Aku sudah membunuh ketiga bocah itu, tapi aku tetap kalah dari mereka jika aku tidak bisa keluar dari sini!!" Geram Frankenstein.
Tiba-tiba, sebuah portal besar terbentuk di belakang Frankenstein dan langsung menyedotnya masuk ke dalamnya. Dalam sekejap mata, Frankenstein langsung kembali ke Hellstein, kota tempat tinggalnya.
Frankenstein hanya bisa termenung sembari memikirkan apa yang baru saja terjadi kepadanya, ia yang awalnya berada di dalam dimensi waktu kini sudah kembali lagi ke Hellstein.
"Apa yang terjadi?" Frankenstein kebingungan dan bertanya-tanya.
"Kau sangat bodoh Frankenstein, bagaimana bisa kau terjebak dalam dimensi itu?"
Tiba-tiba, sebuah suara sukses mengejutkan Frankenstein yang masih merasa kebingungan. Ia pun lantas langsung menoleh ke belakang guna melihat ke sumber suara.
"Eternity?!" Mata Frankenstein terbelalak ketika melihat sosok The Eternity sedang duduk santai di atap rumahnya.
Eternity kemudian menatap Frankenstein dengan tatapan tajam, ia mengangkat jari telunjuknya dan seketika itu juga kepala Frankenstein langsung terputus dari lehernya. Eternity pun kemudian mengambil kepala tersebut dan menggenggamnya dengan erat.
"Kau berani memanggilku seperti itu? Dasar mahluk rendahan, ingatlah siapa yang telah membangkitkan mu" ucap Eternity dengan tatapan tajam.
"Maafkan saya!!" Walaupun kepalanya telah terputus, namun Frankenstein belum mati dan masih bisa berbicara.
Ia ketakutan setengah mati ketika melihat ekspresi wajah Eternity, terlihat jelas bahwa ia sedang sangat marah sekarang.
"Kau mengecewakan aku Frankenstein, aku menyesal telah mengangkat mu menjadi hantu legenda" ujar Eternity.
"Maafkan saya! Saya mohon berikan saya kesempatan lagi, saya pasti akan menang kali ini" pinta Frankenstein.
Namun, The Eternity yang sudah terlanjur kecewa tidak mau mendengarkan permintaan Frankenstein.
"Kau lebih cocok menjadi hantu legenda ke 1, dan juga para pengguna Angel itu sudah menemukan lawannya masing-masing, jadi aku benar-benar tidak memerlukan mu sekarang" tolak Eternity.
"Tapi tuan..."
"Matilah!!"
Dalam sekejap, kepala Frankenstein langsung meledak setelah Eternity melemparkannya ke udara. Tubuh Frankenstein yang tergeletak pun juga berubah menjadi butiran debu, Frankenstein sang hantu legenda ke 6 telah mati di tangan The Eternity.
"Setelah dia mendengar berita ini dia pasti akan segera muncul, aku akan menunggumu, Arthur".