The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Akhir yang tidak dimengerti



Kaisar diam, ia menatap Qixuan dengan tatapan yang tak dapat ditebak, "Sore ini kau harus sudah pergi." Ucap nya pada Qixuan.


"Pelayan segera mengemas barang-barang nya." Perintah Kaisar pada para pelayan.


"Yang Mulia..." Panggil Qixuan lemah, "Aku hidup Kesepian. Setiap hari aku mendapat hukuman, tidak tau apa kesalahan yang aku buat. Aku selalu mendapat cambukan. Kemudian aku bertemu dengan nya dan berencana hidup bersama. Ku kira aku akan bahagia, nyata nya setiap kehidupan penuh derita."


"Yang Mulia aku tak ingin janji mu lagi. Hilangkan obsesi yang kau kira Cinta itu. Setelah aku pergi aku tak akan kembali." Ucap Qixuan, ia kemudian berbalik membelakangi Kaisar, "Aku bersumpah bahwa aku Qixuan tak akan menemui mu lagi."


.....


Chu Yue diam menatap adegan didepan nya, ia kira Kaisar benar-benar melepaskan Qixuan.


Namun ternyata...


"Yang Mulia berpesan, jika kehidupan tak menyenangkan dia akan mengirim mu ke kematian. Namun, kami tak bisa membunuhmu, jadi pergilah." Ucap seorang dikenal Qixuan sebagai penjaga rahasia yang ditugaskan Kaisar untuk nya.


Qixuan mendesah pelan, ia mengangguk paham. Selama ini merawat nya bagaimana Qixuan lupa sifat nya?


Bahkan saat Pangeran Ke enam meminta dekrit pernikahan, dia memberikan syarat agar sang Pangeran berjaga beberapa bulan diperbatasan.


Hingga kemudian ia kembali dengan tubuh dingin dan kaku, baru Kaisar mengabulkan permintaan nya.


Dan setelah masa berkabung habis, dengan cepat Kaisar menjadikan nya selir.


"Dia memang Kaisar arogan, angkuh dan tidak berperasaan." Ucap Qixuan dengan nada kecewa, kemudian mendekat ke penjaga rahasia nya.


"Katakan pada nya pesan terakhir ku, Aku mencintai nya." Ucap Qixuan, kemudian tanpa disadari penjaga itu, Qixuan mengambil pedang dengan cepat dan mundur beberapa langkah.


"Xiao Wu, di kehidupan selanjut nya aku harap kita bertemu lagi." Ucap Qixuan sebelum ia menggoreskan pedang itu ke leher nya.


Tubuh nya terjatuh, sebelum menutup mata nya ia tersenyum, "Misi selesai."


Chu Yue mengangkat alis nya tak paham.


....


"Apa kau tau kenapa dia tersenyum dengan kematian nya?."


Sebuah suara tak dikenal muncul, Chu Yue berdecak pelan, "Apa ini ilusi?."


"Tidak. Ini nyata. Seseorang memang pernah mengalami nya. Namun yang kau lihat ini bukan akhir sebenar nya."


"Apa maksud mu?."


"Dewi Api Iblis akan menjalani penderitaan hingga ia mati. Tak mungkin bagi nya untuk tersenyum."


Tubuh Chu Yue sedikit bergetar, penderitaan hingga ia mati? Tidak. Jika ia memang benar Reinkarnasi Dewi Api iblis maka Chu Yue tidak akan mati dengan penderitaan lagi kali ini.


Kematian nya dan kehidupan nya, hanya ia yang bisa menentukan nya.


....


Chu Yue berpindah tempat lagi, kini ia berada di kamar Qixuan.


Mata nya menjelajah ke sekitar ruangan, tiba-tiba sebuah suara deritan dari bawah papan terdengar.


"Ada ruangan rahasia?."


Dengan cepat Chu Yue turun kebawah, melihat apa yang ada dibawah sana Nafas Chu Yue seketika terhenti.


Mata nya mulai berair dan ia menangis ketika Pria itu mengatakan kata kejam, "Kau pembawa bencana, bagaimana bisa kau mengatakan kau mencintaiku? Itu membuat seluruh tubuhku merinding."


"Qi Xuan, kau pikir permaisuri yang menyuruh mereka membunuh mu? Tidak, itu aku." Ucap Kaisar menunjuk diri nya. Ia mencambuk Qixuan kemudian melanjutkan, "Kau pikir kau tau segalanya tentang diriku? Kau pikir kau pintar? Dan Kau berpikir aku akan baik padamu karena aku mencintaimu?."


"Qixuan... Kau tau betapa marah nya aku saat kau ingin menikah dengan nya? Tapi beruntung dia mati, hingga aku tidak perlu mengotori tangan ku dengan darah nya. Namun kau..." Kaisar menunjuk Qixuan dengan marah, "Tidak hanya tidak menghargai aku, namun setelah akan mati kau bilang kau mencintai ku?."


"Seorang pembawa bencana, berani-berani nya mencintai Kaisar." Ucap nya dengan kesal, "Kau tau Qixuan mereka tak ingin dirimu lagi karena kau pembawa bencana. Arkh pantas saja, Kerajaan ku selalu ada bencana. Ternyata ada dirimu."


Chu Yue menggenggam tangan nya erat, ia memalingkan wajah nya dari Qixuan.


Keadaan ini hampir sama dengan diri nya, dirantai dan disiksa. Namun setidaknya ia bisa berbicara tapi Qixuan...


Tidak hanya Lidah nya dipotong, kedua bola mata nya pun dikeluarkan. Hingga hanya darah yang mengalir dari mata nya.


Chu Yue tau...


Qixuan sangat kecewa


Dia sangat sedih


Atau mungkin dia sangat menyesal karena bertemu dengan Kaisar.


Cinta pertama menyakitinya dan


Cinta kedua membunuh nya.


"Qixuan setelah keluar dari istana kau ingin pergi dengan berpura-pura mati? Aish padahal itu Tidak perlu, aku akan mengirim mu ke kematian." Ucap nya kemudian menusuk nya tepat di jantung.


Chu Yue terdiam kaku, air mata nya tak mengalir lagi. Tiba-tiba ia jatuh pingsan.


Namun samar-samar ia dapat melihat Jiwa Qi xuan yang keluar dari tubuh nya tersenyum kemudian memeluk seorang Pria yang dikenal nya 'Wei Ying.'


......


Perlahan Chu Yue membuka mata nya, ia kini berada ditempat yang dikenalnya.


Tempat tinggal penatua ketiga.


Chu Yue diam duduk bersandar di pohon besar, dan merenungkan tentang Qixuan.


Dia tidak kecewa?


Dia tidak menyesal?


Dia tidak marah?


Lalu kenapa dia menangis dan kenapa ada Wei Ying?


Berbagai macam pertanyaan muncul dibenak Chu Yue, "Apa mungkin karena aku tidak melihat semua kehidupan nya jadi aku tak mengerti?."


"Tapi bukankah..."


Tiba-tiba suara seseorang terdengar, menghentikan pemikiran Chu Yue, ia kemudian menatap kearah suara. Itu Liang Chen? Dan Raja Yi?.


"Guru hari ini jangan terlalu keras mengajariku." Ucap nya sambil mengeluarkan pedang nya.


Chu Yue menatap heran Raja Yi, karena ia merasa Raja Yi saat ini berbeda dengan Raja Yi yang ia temui. Aura mereka sama, namun entah kenapa Chu Yue merasa ia bukan seperti Raja Yi.


Liang Chen mulai berlatih, Chu Yue menatap gerakan nya yang terlihat lemah namun sebenar nya kuat.


Tak lama setelah ia berlatih, seorang wanita seumuran dengan nya datang membawa sebuah keranjang kecil.


"Nona, aku membawakan mu kue kesukaan mu."


Mendengar itu, Liang Chen dengan cepat membuang pedang nya, ia menghampiri pelayan nya dan mengambil keranjang yang dibawa.


"Kau memang tau apa yang aku suka namun Wu Jia, kau sudah menjadi adik angkat ku. Jadi panggil saja aku Kakak." Ucap nya dengan senang, kemudian ia berlari menuju Raja Yi, "Guru, kau mau?."


Raja Yi menggeleng pelan, namun Liang Chen mengambil kue nya dan memasukkan nya kedalam mulut Raja Yi dengan paksa, "Ini sangat enak, sayang sekali jika guru tidak memakan nya."


Raja Yi mengunyah dengan pelan, dan menyentil dahi Liang Chen, "Setelah habis, latihan lagi. Dalam minggu ini kau harus menembus Raja bela diri rendah."


Liang Chen mengangguk patuh kemudian duduk di samping Raja Yi, "Emm Wu Jia, kau sudah dengar kabar dari Pangeran Qing?."