The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Mulai retak



Sebuah tangan menempel pada pelindung dan berusaha untuk masuk membuat mereka yang berada didalam terperanjat kaget.


Bagaimana tidak? Itu hanya sepotong tangan, tanpa bagian lain nya.


Chu Yue menatap jauh kedalam kabut, mata nya membulat kaget, "Ahh sial."


Chu Yue mundur beberapa langkah hingga ia menabrak dada Gu Wei Yi, "Nona Chu kau tidak apa-apa?."


Chu Yue menutup mata nya sebentar kemudian mengangguk, "Aku tidak apa-apa." Ia kemudian menatap orang-orang yang berada di atas, "Jika kalian menghirup kabut asap itu katakan sekarang, jika tidak kalian tidak akan selamat."


Seketika mereka yang dikejar oleh kabut asap itu segera duduk dan memandang ke bawah, "Aku menghirup sedikit."


"Aku juga, Nona apa yang akan terjadi kepada kami nanti nya?."


Chu Yue merogoh kantong nya. Ia mengambil beberapa pil berwarna hitam dan melempar nya keatas, "Ambil itu."


"Ini apa?."


"Itu Pil." Jawab Chu Yue singkat.


"Nona, semua orang juga tau ini pil."


"Makan saja pil itu jika kalian ingin selamat." Ucap Chu Yue.


Mereka mengangguk mematuhi Chu Yue dan langsung menelan pil itu tanpa bertanya lagi.


"Sekarang apa yang akan kita lakukan?." Tanya Lu Jing.


Chu Yue menatap keluar kemudian duduk dan bersandar pada pelindung, "Kita hanya bisa menunggu."


"Nona, apa kau tau apa yang terjadi?." Tanya seorang pemuda yang tiba-tiba berada Qu Shanshan.


"Ini?."


"Feng Shiyu, tuan muda ke dua keluarga Feng."


"Kau ingin lihat apa yang terjadi tuan Feng?." Tanya Chu Yue dan mendekat kearah nya.


Feng Shiyu mengangguk, "Jika Nona bisa membantu melihat apa yang terjadi diluar."


"Baiklah." Chu Yue mengeluarkan tangan nya dari pelindung, Raja Yi yang melihat nya segera turun dan menarik tangan nya kembali.


Kemudian sebuah kepala tiba-tiba menabrak pelindung dengan wajah yang sangat menyeramkan.


Mereka terperanjat kaget dan mundur beberapa langkah, "Nona apa itu."


"Aku kira itu hanya kabut racun biasa, setelah kau menghirupnya maka akan mati. Namun seperti nya tidak, Kabut itu malah merusak tubuh sedikit demi sedikit, memotong satu persatu bagian tubuh dan parah nya lagi dia masih dalam keadaan yang sadar." Ucap Chu Yue ia kemudian melanjutkan, "Mereka sadar namun tubuh mereka tidak lagi menjadi milik mereka."


"Bagaimana kau bisa tau? Apa kau yang melakukan ini?." Tanya Bao Yu menuduh.


Chu Yue menatap Bao Yu tajam, "Jika kau menghabiskan waktu dengan membaca buku, dan terus berlatih. Hal-hal semacam ini bukanlah sulit untuk mengetahui nya."


"Lalu berapa lama kabut itu akan menghilang?." Tanya Gu Wei Yi.


"Aku tidak tau."


"Dan berapa lama Pelindung ini akan bertahan?." Tanya Feng Shiyu kemudian.


Chu Yue berpikir sejenak dan menunjukkan ke lima jari nya, "Lima jam. Namun karena kita sudah menghabiskan waktu selama 2 jam, maka hanya tinggal 3 jam."


"Nona Chu, lalu bagaimana jika kabut itu masih akan muncul dalam waktu tiga jam ke depan?." Tanya seorang penatua.


"Ahh tenang saja." Chu Yue menunjukkan tiga buah bola pelindung, "Aku masih memiliki tiga bola pelindung."


"Kalian tenang saja. Setelah kalian membayar aku akan berusaha melindungi kalian." Ucap Chu Yue lagi.


"Nona Chu, dari yang ku tau Penatua ketiga tidak pernah membuat hal-hal seperti itu." Ucap salah seorang Penatua.


"Tetua?."


"Aku penatua kelima dari Sekte QingXue, Han Ji An."


Chu Yue tertawa pelan, "Tuan Tua, Aku yang tinggal bersama nya atau kau? Bagaimana Tua tua tau bahwa Guruku tidak membuat nya?."


"Nona Chu, Aku penasaran Pil apa yang sebelum nya kau berikan?." Tanya Mu An Shi yang turun ke samping Raja Yi.


"Itu Pil Línghún xiūfù (Perbaikan jiwa)."


Mu An shi mengerutkan alisnya berpikir sejenak kemudian bertanya lagi, "Aku tidak pernah mendengar tentang Pil itu."


"Maka seperti nya Nona Mu harus nya belajar lebih banyak."


"Tapi Nona Chu, jika pengetahuan mu luas bagaimana kau tanpa Level?." Tanya Mu An Shi dengan nada pelan namun semua dapat mendengar nya.


"Benar, Chu Yue Kau Alkemis tanpa level dan juga kau tidak punya kultivasi. Pengetahuan mu luas kenapa kau tidak berguna?." Tanya Bao Yu mengejek.


Chu Yue menghela nafas kesal dan tersenyum, "Pengetahuan adalah segala nya, dan aku tidak berguna? Menurutmu jika aku tidak disini, apa kalian akan selamat?."


"Ada Raja Yi, Chu Yue tanpa kau Raja Yi juga dapat menyelamatkan kami." Ucap Lu Kangjian ikut melawan Chu Yue.


Chu Yue melirik Raja Yi kemudian menatap yang lain nya, "Baiklah, Raja Yi, Nona Mu, Tuan Lu, dan Nona Bao Yu. Kalian bisa keluar."


"Kenapa aku?." Ucap Raja Yi.


"Jika kalian tidak ingin di tendang keluar, maka jangan katakan omong kosong." Ucap Raja Yi dan mengabaikan mereka.


"Maafkan aku Raja Yi." ucap Mu An Shi dengan senyum lembut namun sebenarnya ia sangat kesal.


Lu Kangjian menggenggam erat tinju nya menatap Chu Yue tajam dan Bao Yu kini hanya diam menjauh dari Chu Yue.


Chu Yue kembali duduk dengan tenang dan menutup mata nya hendak tertidur.


"Pangeran Qing, Hutan api abadi sangat indah. Kau bisa terus membawaku kesini?."


"Xiao Qing, Anggur ini sangat enak."


"Xiao Qing, Kabut nya sangat tebal namun ini indah. Aku seperti berjalan diawan."


"Xiao Qing kenapa orang lain tidak bisa memasuki Hutan ini?."


Chu Yue mengerjapkan mata nya, ia mendengar sebuah suara dan mulai mencari nya.


Namun, tidak ada.


Chu Yue tertawa kecil, "ahh hanya halusinasi ku saja."


Ia kemudian melihat kearah kabut dan perlahan sebuah gambaran muncul dimatanya.


"Qing YongShen, aku membencimu."


Dimata Chu Yue ia melihat seorang wanita yang sangat mirip dengan nya, menatap benci orang yang berada didepan nya.


Suara yang awal nya lembut dan penuh kebahagiaan kini berubah menjadi kemarahan.


"Qing YongShen, apa semua pengorbananku hanya sia-sia. Kau tidak pernah mencintaiku? Atau setidak nya kau pernah berpikir untuk mencintaiku?."


"Di kehidupan selanjut nya aku tidak akan pernah mencintai siapapun lagi, aku tidak akan pernah berusaha untuk dicintai, dan aku tidak akan pernah berbaik hati lagi. Qing YongShen kehidupan mu sekarang adalah karena ku, jaga dirimu baik-baik karena aku akan kembali meminta hidupmu."


Wanita itu menjatuhkan diri nya dari atas tebing, dengan wajah penuh kekecewaan, kesakitan dan kebencian.


Wajah itu...


Chu Yue memegang pipi nya, ia tak sadar bahwa Air mata sudah jatuh dari pelupuk mata nya.


Ekspresi yang sama dan wajah yang sama mengingatkan Chu Yue pada kehidupan sebelum nya.


"Kakak Chu, apa kau tidak apa-apa."


Chu Yue tersadar kembali, ia menatap Shilin kemudian menggeleng.


"Tampak nya semua kelelahan, Shilin apa kau ingin mendengarkan sebuah lagu?."


"Tentu." Ucap Shilin.


"Lalu akan tidur disini." Shilin meletakkan kepala nya di paha Chu Yue dan menutup mata nya.


Chu Yue menatap Shilin dan tersenyum sedih, dulu anak nya sering berbaring di paha nya, ia akan menepuk kepala nya dan bernyanyi hingga tertidur. Dan mengingat kematian nya yang tragis mau tidak mau mata Chu Yue mulai berair lagi.


Bibir nya kemudian mulai bergerak dan mengeluarkan suara.


Ku terbangun dengan tangisan.


Membuka mata dari mimpi yang juga kenyataan.


Kehidupan menyakitkan karena pengkhianatan.


Cinta yang pergi tak kembali.


Bagaikan pedang yang menusuk jiwa.


Takdir yang terus berjalan


Tak dapat ku pegang


Permainan kehidupan yang melelahkan terus berputar.


Hal yang dikira kesempatan kedua


Nyata nya juga malapetaka.


Kenapa kehidupanku menyakitkan?


Awal nya hanya kehilangan cinta


Namun terbangun kembali juga kehilangan keluarga.


Baju penuh darah berkibar.


Bulan yang bersinar terang pun tampak suram.


Semua hal menyakitkan telah berlalu lama.


Namun tampak seperti kemarin.


Bagaimana aku bisa melupakan nya?


Pedang yang menusuk jantungku masih terasa hangat.


Semua yang hilang dariku adalah bagian jiwaku.


Bagaimana bisa aku hidup dengan senang?


Kehidupan menyakitkan karena pengkhianatan.


Cinta yang pergi tak kembali.


Bagaikan pedang yang menusuk jantung.


Bagaimana aku bisa melupakan nya?


Pedang yang menusuk jantungku masih terasa hangat.


Bibir Chu Yue bergetar, ia menghentikan nyanyian nya dan menundukkan kepala.


Ia menarik nafas dalam dan tersenyum, kemudian Chu Yue mengangkat pandangan nya.


Kini semua orang tampak menunduk sedih, beberapa bahkan menangis.


"Apa yang terjadi?."


"Chu Yue kenapa nyanyian mu sedih sekali." Ucap Qu shanshan sambil menyeka air mata nya.


"Aku tidak bisa menghentikan tangisanku." Lanjut nya lagi.


Chu Yue tertawa kecil, namun tawa itu langsung lenyap ketika ia melihat bahwa kini Pelindung nya sudah dikelilingi oleh makhluk jahat.


Mereka seperti Monster pemakan jiwa, namun juga bukan.


"Kita dikelilingi jiwa-jiwa jahat." Ucap Pangeran Kelima segera beranjak berdiri.


"Seperti nya mereka adalah Murid-murid yang sebelum nya mati disini?." Ucap Guru pembimbing nya.


"Guru bagaimana kau bisa tau?." Tanya Lu Jing.


Guru pembimbingnya menunjuk salah satu makhluk yang mempunyai pedang dengan giok merah, "Giok itu aku ingat, salah seorang temanku mengikatnya di pedang nya. Dia mati saat di Hutan Api abadi. Dan itu terjadi beberapa tahun yang lalu."


Chu Yue mengangguk paham dan memperhatikan makhluk itu satu persatu. Ia kemudian memukul kening nya, Apa makhluk itu datang karena nyanyianku?


Chu Yue sadar bahwa nyanyian nya pasti mengakibatkan suatu hal, dan ini terjadi setelah ia sering bernyanyi di Ruang kosong.


"Chu Yue hilangkan pelindung mu, dan kau bisa pergi dengan selamat dari sini."


Chu Yue kemudian mendengar suara aneh lagi, ia mengernyitkan dahi nya dan mata nya melirik ke sekitar.


"Chu Yue, bahkan jika kau menyelamatkan mereka, apa mereka akan berterima kasih?."


"Jika kau menghilangkan pelindung ini sekarang, kau bisa pergi. Jika tidak, maka kau juga akan ikut mati bersama mereka."


"Chu Yue jangan berbaik hati pada siapapun, kau memberi mereka makanan namun akhirnya kau hanya akan dibalas oleh kotoran."


"Chu Yue hilangkan pelindungmu!!!."


Chu Yue menutup telinga nya ketika Suara itu berteriak marah, kemudian suara retakan terdengar.


Chu Yue dan yang lain nya menatap lingkaran pelindung. Retakan mulai muncul!!!


Apa mereka akan mati??.