
"Xu Zhu apa yang harus kita lakukan?."
Zhan Feng mengeluarkan energi Qi nya terus menyerang hewan berkepala tiga didepan nya sambil berpikir bagaimana cara menghindari nya.
Ya menghindar, karena kekuatan nya dan teman-teman nya kini semakin terkuras habis karena melawan Hewan aneh yang tampak nya semakin kuat.
"Aku tidak ingin mati sia-sia disini." Ucap teman nya dengan keras dan penuh kemarahan sambil menyerang Hewan itu sekuat tenaga nya.
Hewan itu meraung marah dan menyerang balik menyebabkan mereka terpental jatuh.
"KARENA KALIAN TELAH MEMBERIKANKU KEKUATAN KALIAN, MAKA SEKARANG SAAT NYA MENYANTAP TUBUH KALIAN. AHH SUDAH LAMA AKU TIDAK MENYANTAP TUBUH MANUSIA. DAN AKHIR NYA..."
Hewan itu menatap mereka dengan air liur yang mengalir dari mulut nya yang telah terbuka.
Ia menatap ke lima orang itu dan memilih siapa yang akan menjadi makanan pembuka nya.
"KALIAN SEMUA TAMPAK SANGAT ENAK, NAMUN SEPERTI NYA GADIS SANGAT MANIS. SANGAT COCOK MENJADI MAKANAN PEMBUKA DAN PENUTUP."
Seorang gadis yang terduduk dengan wajah pucat nya, kini gemetar ketika hewan itu maju perlahan mendekati nya.
Teman-teman nya tak bisa berbuat apapun, mereka benar-benar kalah tanpa sisa kekuatan.
"Tidak, TOLONG..." Gadis itu menangis ketakutan dan mundur sedikit demi sedikit.
"Tolong jangan makan aku, aku mohon."
Hewan itu tertawa melihat tangisan gadis itu, ia semakin mendekati gadis itu dan menjilat air mata nya.
"KAU TENANG SAJA, AKU AKAN MENGUNYAH MU PERLAHAN."
Ucap Hewan itu semakin membuat Gadis itu.
Perlahan mulut hewan itu terbuka lebar, Gadis itu menutup mata nya dengan kuat, perlahan mulut nya mulai menutup kepala gadis itu namun Zhan Feng melempar sebuah kayu yang ia dapat ke hewan itu.
Mendapat lemparan, hewan itu menatap Zhan Feng marah dan meraung.
"KAU SANGAT BERANI MANUSIA." ucap Hewan itu kemudian tersenyum licik, "NAMUN ITU TIDAK AKAN MEMBUATKU AKAN MEMAKAN MU TERLEBIH DAHULU. SETELAH GADIS INI ITU ADALAH GILIRAN MU."
Hewan itu berbalik menatap gadis itu lagi.
"TIDAK, aku mohon jangan makan aku."
"TOLONG... SIAPAPUN TOLONG AKU."
"TOLONG."
..._&_&_...
Chu Yue menepuk pundak Raja Yi, "Tenang saja, itu di hutan terlarang."
"Dan itu tidak jauh dari sini." tambah nya lagi.
Chu Yue kemudian mengeluarkan pedang nya, "Kita naik pedang terbang saja."
"Baiklah."
Mereka berdua kemudian terbang pergi menuju Hutan terlarang.
Saat sudah berada didekat hutan terlarang, Chu Yue dan Raja Yi perlahan turun dan kemudian berjalan kaki seperti biasa.
"Ini hutan terlarang namun seperti nya tidak ada sesuatu pun yang tampak nya berbahaya." Ucap Raja Yi setelah berjalan cukup lama.
Chu Yue mengangguki, "Benar, kau heran bukan? Berulang kali aku memasuki hutan ini dan tidak ada bahaya apapun. Kecuali saat itu." Ucap Chu Yue dan mengingat saat ia bersama Ouyang Xiuhuan.
"Saat itu?."
"Ouh itu saat aku tidak sengaja bertemu Pangeran Ouyang, dia masuk ke dalam hutan terlarang dan mendapat serangan dari hewan disini." Ucap Chu Yue menjelaskan.
"Namun saat aku sendiri, tidak ada apapun. Jika aku tidak salah menebak mungkin seseorang sudah mengatur nya untukku." Ucap Chu Yue yang menebak bahwa Wei Ying yang melakukan nya.
Membuat Hutan terlarang ini sama sekali tidak berbahaya bagi diri nya, mungkin hanya dia yang bisa melakukan nya.
Walau ia tidak tau Wei Ying siapa, dan seberapa kuat diri nya, namun hanya dengan cincin yang diberikan oleh nya, Chu Yue tau latar belakang nya tidak sederhana.
"Karena sudah berada disini, selain mencari Zhan Feng kita juga harus mencari Ulat Sutra biru bukan?." Tanya Raja Yi dan mendapat gelengan dari Chu Yue.
"Tidak perlu, aku sudah menemukan nya."
Raja Yi menatap Chu Yue dengan alis terangkat, "Kau bilang bahwa kau belum menemukan nya."
Chu Yue berpura-pura tidak mendengar ucapan Raja Yi, ia malah diam membuat suasana menjadi sunyi, "Raja Yi apa kau mendengar nya?."
Chu Yue mengangguk ia kemudian melompat terbang ke salah satu pohon yang lebih tinggi dari pohon lain nya.
Ia memandang ke setiap sudut hutan yang dapat ia lihat.
Namun walau sudah di atas pohon ia tidak dapat menemukan asal suara.
Melihat bahwa Chu Yue belum menemukan asal suara, Raja Yi menepuk tangan nya dan tiba-tiba sebuah kumbang muncul didepan nya.
Raja Yi kemudian menarik Chu Yue dari atas, membuat Chu Yue terkejut dan mendarat dengan tidak stabil.
Chu Yue menatap Raja Yi marah, ia akan memarahi nya namun Raja Yi segera berucap, "Kumbang ini dapat menunjuk ke asal suara. Kita akan mengikutinya."
Kumbang itu terbang menjauh dengan cepat, Chu Yue dan Raja Yi segera mengikuti nya hingga kumbang itu berhenti di sebuah tanah kosong.
"Tidak ada apa-apa disini." Ucap Chu Yue mengernyit heran, "Kau yakin kumbang ini dapat melacak suara?."
Raja Yi mengangguk, "Dia tidak akan salah."
"Jika dia tidak salah, lalu?."
"Asal Suara itu tepat didepan kita, Yue'er kau tidak melihat nya?." Ucap Raja Yi kemudian terbang menyerang sesuatu yang tidak terlihat dengan tiba-tiba.
..._&_&_...
"Arkkhh." Gadis itu menutup wajah nya saat Hewan itu terlempar.
Kini Hewan itu dan juga kelima orang yang berada di sana mulai tampak di mata Chu Yue
"Ini??."
"Anjing neraka?." Raja Yi berucap tak percaya.
Anjing neraka yang ditendang oleh Raja Yi meraung marah, ia menatap Raja Yi tajam namun kemudian mata nya tampak kaget dan langsung berlari dengan cepat seperti angin.
"Tampak nya dia sangat ketakutakan karena mu." Ucap Chu Yue.
Ia kemudian mengambil lima pil dan melemparkan nya ke depan lima orang itu.
"Makanlah dan kalian akan segera pulih."
Kelima orang itu mengangguk tanpa ragu dan dengan cepat memakan pil nya.
"Tuan ini, aku berterimakasih banyak padamu." Ucap Gadis yang hampir saja dimakan oleh Anjing neraka.
"Tuan dan Nona, kami berterima kasih padamu karena menyelamatkan kami." Ucap Zhan Feng yang kini sudah segar kembali.
"Benar, kami sangat berterima kasih padamu." Tambah teman nya yang lain
"Tuan karena kau telah menyelamatkanmu maka bolehkah aku menjadi pelayanmu?." Tanya gadis itu tiba-tiba dan menempel pada Raja Yi.
"Yu Qing apa yang kau katakan?." ucap Teman nya kaget dengan apa yang dikatakan nya.
Raja Yi melangkah menjauh dari Gadis itu dan menolak nya, "Tidak perlu, aku sudah punya pelayan sendiri."
Mendengar jawaban Raja Yi, Yu Qing merengut kesal dan kemudian menatap Chu Yue.
"Apa karena pelayanmu ini lebih cantik dariku maka kau menolak ku?."
Chu Yue menyipitkan mata nya sedikit kesal, dan memalingkan wajah nya dari Yu Qing, Pelayan? Heh kenapa aku menjadi pelayan nya?.
"Tuan, dia hanya mengandalkan kecantikan dan walau dia berkultivasi namun hanya di Prajurit bela diri tinggi. Tuan jelas aku lebih baik dari nya." Ucap Yu Qing lagi.
Teman-teman nya terdiam dan menatap Raja Yi dengan raut wajah malu.
"Yu Qing jika dia tidak menginginkan mu, sudahi saja." Ucap Teman nya menasehati.
"Benar, Yu Qing aku tau kau tidak tau malu. Namun sampai sejauh ini ku kira kau memang tidak punya malu." Ucap gadis yang sebelum nya bertarung dengan Chu Yue sebelum ujian dimulai.
"Wan Ling aku tau kau menyukai Xu Zhu dan tidak suka aku mendekati nya kan? Karena itu biarkan saja aku dan ambil saja Xu Zhu."
"Kau...kau." Wan Ling menunjuk gadis itu kesal dan menunduk malu.
"Yue'er kita sudah menemukan nya, apa kita pergi sekarang?." Ucap Raja Yi yang tiba-tiba berada di belakang Chu Yue. Ia sama sekali tidak menghiraukan gadis itu.
Chu Yue menghela nafas pelan dan mengangguk, "Baiklah. Xu Zhu ada sesuatu yang harus kau lakukan, ikut lah dengan kami."
"Bahkan jika ada sesuatu yang harus dilakukan dia tidak bisa pergi." Ucap teman nya.
"Benar, dan juga tuan kau harus nya tidak mengabaikan ku."