The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Siapa dia dan apa tujuan nya?



"Tetua Song, Dan kalian semua kami mohon pamit." Ucap Zhan Feng mewakili Chu Yue dan yang lain nya.


Tetua Song menepuk pundak Zhan Feng, "Hati-hati dalam perjalanan."


Zhan Feng mengangguk dan mereka segera melakukan perjalanan lagi.


...****...


"Apa Zhi Shu tidak akan masuk Sekte Jun?." Tanya Jia Zhen penasaran.


Zhan Feng menggeleng pelan, "Aku yakin dia akan merengek pada ayah nya untuk masuk Sekte Jun."


"Tapi bukankah Ketua Yan sedikit keras, Apa kau yakin dia akan mengijinkan nya?." Tanya Lu Tao kemudian.


"Kau pikir bagaimana dia bisa begitu bebas selama ini." Ucap Zhan Feng.


"KAKAK."


"nah itu dia." Ucap Lu Tao menunjuk Zhi Shu yang berlari menghampiri mereka.


"Kalian meninggalkanku." Zhi Shu berucap kesal namun kemudian ia tersenyum dan berlari menggandeng Zhan Feng.


"Kakak Zhan aku diperbolehkan belajar bersama Kakak." Ucap Zhi Shu.


"Karena kau disini tentu saja kau sudah diijinkan."


Zhi Shu menyengir lebar dan mengeratkan gandengan nya.


"Di depan sana kita akan melewati Hutan terlarang. Kalian hati-hati." Ucap Zhan Feng dan menunjuk jalan gelap.


"Kita hanya melewati nya saja bukan masuk kedalam nya." Ucap Lu Tao.


Jia Zhen memukul kepala Lu Tao, "Bahkan jika hanya lewat, itu tetap saja menyeramkan."


"Ku dengar ada nyanyian menyakitkan dan dapat membuat orang gila dalam sekejap." Ucap Chang Yi dan langsung diangguki kuat oleh Jia Zhen, "Siapapun yang mendengarnya akan seperti orang yang kerasukan. Bukankah itu menyeramkan."


Chu Yue mengernyitkan dahi nya, Apa jangan-jangan nyanyian ku? Tapi bagaimana mungkin? Aku hanya bermain di ruang kosong.


"Kakak Yue." Guang Zhao mengeratkan nya tangan nya pada Chu Yue, ia terlihat takut.


"Hei Guang Zhao jangan berpura-putra takut." Ucap Jia Zhen sambil melemparkan tatapan tajam.


"Kakak Yue, dia menggertak ku." Guang Zhao menunjuk Jia Zhen dan merengek pada Chu Yue.


"Anak kecil jangan manja." ucap Lu Tao kesal.


"Kakak Yue." Rengek Guang Zhao lagi.


Chu Yue menatap Jia Zhen dan Lu Tao dingin, "Kalian jangan ganggu Xiao Zhao."


"Yue Ying kau pilih kasih." Ucap Jia Zhen kesal.


"Kita akan melewati nya, hati-hati. Jika mendengar nyanyian itu segera menutup telinga." Ucap Zhan Feng memperingatkan.


Mereka berjalan cepat namun mata dan telinga mereka tetap waspada terkecuali Chu Yue.


Efek yang dikatakan nyanyian itu mirip seperti efek nyanyian nya, dan Chu Yue tak ragu untuk mengatakan bahwa itu memang nyanyian nya.


Dan bagaimana itu bisa terdengar keluar , maka Chu Yue akan memikirkan nya nanti.


"Akhir nya kita melewati nya." Ucap Yun Shang lega.


"Hutan terlarang benar-benar berbahaya, kita hanya melewati nya saja tapi energi jahat nya sangat kuat." Ucap Lu Tao sambil mengelap keringat nya.


"Kita harus cepat agar dapat sampai di Sekte Jun saat malam hari." Ucap Zhan feng.


...*&*&*...


Zhan Feng mengernyitkan dahi nya ketika ia sampai di wilayah sekte jun.


"Kenapa sepi sekali?." Ucap nya dan memperhatikan ke sekitar desa.


"Ku kira di Wilayah Sekte Jun tidak ada Desa." Ucap Chu Yue.


"Sebenar nya Sekte Jun memimpin 4 desa, mereka tidak terikat di kerajaan manapun dan hanya terikat pada Sekte Jun. Aturan, permasalahan dan yang lain nya pun diurus oleh Sekte Jun." Ucap Chang Yi menjelaskan.


"Zhi Shu sebelum kau Kerajaan Murong apakah Desa ini masih ramai?." Tanya Zhan Feng pada Zhi Shu yang setengah tidur.


"Kenapa disini seperti tidak berpenghuni saja." Ucap Jia Zhen.


Ia kemudian berlari ke salah satu rumah dan mengetuk pintu, namun tak ada jawaban sama sekali.


Jia Zhen mendorong pintu dan ternyata pintu itu tidak terkunci, segera ia masuk kedalam.


"KAKAK ZHAN." Jia Zhen berteriak dan berlari keluar dari rumah itu dan bersembunyi dibelakang Zhan Feng.


"Jia Zhen apa yang kau temukan?." Tanya Zhan Feng pada Jia Zhen yang ketakutan.


Chu Yue yang penasaran segera masuk ke rumah itu.


Sesosok mayat yang dipenuhi oleh ulat kini berada dihadapan nya, dan bau busuk pun mulai menyebar hingga keluar.


"Bau busuk apa ini?." ucap Lu Tao menyusul masuk Chu Yue diikuti yang lain nya.


Lu Tao menatap mayat itu jijik dan segera keluar dari rumah itu.


"Ini?." Ucap Zhan Feng terkejut, ia kemudian berlari keluar rumah dan mengecek rumah lain nya.


Zhan Feng terdiam, Semua rumah yang ia temui di tinggali oleh sosok mayat yang sudah busuk.


"Apa ini?." Tanya nya dengan sedih.


"Apa yang terjadi disini?." ucap Yun Shang bingung.


"Sebaik nya kita kembali ke Sekte, menyiapkan tempat istirahat baru kemudian kita menyelidikinya. " Ucap Chu Yue dan langsung disetujui mereka.


Chu Yue kemudian berjalan kearah Zhan Feng yang masih terdiam dan memukul pundak nya, "Kita pasti akan mengetahui kebenaran nya."


Zhan Feng mengangguk kemudian mulai membawa mereka ke Sekte Jun.


..._&_&_...


"Apa seseorang membersihkan tempat ini?." Tanya Yun Shang sambil melihat-lihat ke sekitar nya.


"Aku menyuruh beberapa orang membersihkan tempat ini." Ucap Zhan Feng.


"Aku akan membawa kalian ke kamar kalian." ucap nya lagi.


"Sebaik nya kita tidur ditempat yang sama, aku takut." Ucap Jia Zhen yang kini sedang menempel pada Cheng Yi.


Chu Yue mengangguk setuju,"Itu saran yang bagus."


"Maka kita akan tidur di aula."


Zhan Feng membawa mereka ke aula yang besar.


Segera mereka duduk berkumpul dan mulai membahas masalah aneh yang terjadi.


"Masalah ini aku menebak bahwa ini perbuatan Putri Chu Yue." Ucap Jia Zhen dengan percaya diri.


"Tidak mungkin." Ucap Shu Yan yang tiba-tiba muncul.


"Shu Yan, aih aku melupakan nya." Ucap Jia Zhen memukul dahi nya pelan.


"Aku hampir lupa bahwa Shu Yan juga masuk ke sini." Ucap Yun Shang lagi.


"Hampir tidak ada yang menyadari keberadaan nya dia seperti hantu." Ucap Lu Tao sambil memperhatikan Shu Yan dan menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Dalam hal ini aku punya 3 tebakan."/Ucap Zhan Feng, kemudian ia melanjutkan, " Pertama, ini disebabkan oleh Putri Chu Yue, kedua Menara pembunuhan dan ketiga..."


"Ketiga apa?." Tanya Zhi Shu penasaran.


"Seseorang yang tidak pernah kita bayangkan." Ucap Zhan Feng dan membuat mereka mengernyitkan dahi nya.


"Untuk yang pertama aku tidak setuju bahwa ini karena putri Chu Yue, pertama jika ia ingin melakukan nya maka seharusnya ia melakukan itu sejak lama. Kedua, jika ia melakukan ini seharusnya ia bisa menampakkan diri nya karena Jiwa yang hilang sudah sangat banyak yang artinya kekuatan nya juga meningkat tinggi." Ucap Chu Yue membela diri nya sendiri.


"Kedua Menara pembunuhan, kalian semua harus nya tau bahwa mereka tidak akan menyembunyikan kejahatan mereka. Semakin mereka melakukan kejahatan maka akan semakin bangga, jika mereka melakukan ini seharusnya mereka tidak bertindak sembunyi-sembunyi." Ucap Chang Yi kemudian.


"Menara pembunuhan memang jahat, tapi yang ku tau mereka tidak munafik dan akan mengakui perbuatan mereka. Jika iya maka iya dan jika tidak maka tidak." Ucap Guang Zhao yang baru terbangun dari tidur nya dan kini berjalan kearah Chu Yue dan duduk bersandar disebelah Chu Yue.


"Maka tersisa yang ketiga."


"Siapa dia dan apa tujuan nya, kita akan mencari tau."