
Chu Yue kehilangan keseimbangan nya dan jatuh berlutut.
Shilin yang melihat keadaan Chu Yue segera berlari dan memapahnya, "Kakak Yue."
"Xiao Lin..." Chu Yue mengelus wajah Shilin kemudian menatap seorang anak didepan nya, "Xiao Zhao, setelah ini jangan menyesali apapun. Kau melakukan hal yang benar."
"Aku tidak akan menyesali nya sedikit pun, hal yang aku sesali..." Guang Zhao mengepal erat tangan nya dan menatap Chu Yue dengan tatapan tajam serta mata nya yang merah karena ingin menangis, "Yang paling aku sesali adalah hari dimana aku begitu menyayangi mu ketika kau hanya berpura-pura. Namun sekarang kasih sayang itu berubah menjadi kebencian yang mendalam. Kakak Yue ah tidak... Chu Yue aku tidak akan menyesal."
"Baiklah, itu bagus." Ucap Chu Yue dengan senyuman, ia kemudian menatap Ayah nya yang kini berdiri tegak bagaikan patung, "Ayah jangan menyesali apapun, Liang Chen seumur hidup nya bahagia memiliki ayah seperti mu."
Setelah mengatakan itu, ia sedikit berbalik dengan kekuatan nya yang hampir habis.
"Kakek, itu bukan kesalahan mu." Ucap Chu Yue dengan senyum lebar.
Ia kemudian perlahan bangkit dan menatap teman nya satu persatu, "Teman-teman terima kasih. Semua nya maafkan aku."
Perlahan tubuh Chu Yue mulai menghilang, berubah menjadi kunang-kunang.
....
Wei Ying yang melihat hal itu menutup mata sambil memegang dada nya, "Kenapa masih terasa menyakitkan. Yue'er kehidupan selanjut nya, aku berjanji kau bisa pergi dalam kebahagiaan."
....
Dan tepat saat dimana tubuh Chu Yue menghilang, Shu Yan tiba-tiba muncul dan berlari berusaha menggapai tubuh Chu Yue, "Nona, kenapa kau melakukan hal itu? Nona kembali, tolong kembali. Aku bahkan belum menebus kesalahan ku. TUAN PUTRIII AKU MOHON KEMBALI!!!."
"Shu Yan, kau masih hidup." Ucap Xue Yang sedikit terkejut begitu pula dengan yang lain nya.
"Kakak Shu Yan, kau hidup? Lalu..." Guang Zhao menunjuk kearah dimana kepala Shu Yan sebelum nya berada kini telah hilang.
"Guang Zhao, kenapa? Kenapa kau tak mempercayainya?."
Guang Zhao melihat kedua tangan nya yang bergetar hebat, "Aku..aku.. Kakak Yue aku minta maaf."
Guang Zhao menangis keras dan terduduk, wajah nya berubah pucat seperti tak bernyawa.
"Xiao Zhao." Zhan Feng dan yang lain nya mengerumuni Guang Zhao berusaha menyadarkan nya.
....
"Kakak Yue." Shilin berucap dengan pelan, ia berbalik dan segera pergi menggunakan pedang nya tanpa mengacuhkan panggilan dari saudara seperguruan nya.
.....
"Tuan Xue, Kepala Sekte dan semua nya terimakasih telah menyelamatkan kami." Ucap Liu Mei yang membuat semua orang kini memandang nya dengan bingung.
"Terima kasih semua, karena kalian telah membunuh iblis itu. Terima kasih." Ucap Murong Zhi Feng kemudian.
"Iblis itu memang pantas mati."
Mendengar ucapan yang menghina itu, Shu Yan dengan cepat memukul keras Zhu Ming, "KAU... Sekali lagi kau memanggil nya iblis aku akan membunuh mu."
"Heh... Membunuh ku? Kau berani?." Tantang Zhu Ming semakin membuat Shu Yan emosi.
"Itu semua karena mu, jika bukan karena kau yang membunuh semua keluarga nya. Putri ku, Tuan ku, Nona ku... Dia tidak akan mati." Ucap Shu Yan ia kemudian menunjuk semua orang disekitar nya, "Kalian... Kalian dengan keras mengatakan berbuat kebajikan berantas kejahatan. Namun pikirkan apa yang kalian lakukan sekarang."
Shu Yan menunjuk tepat dimana Chu Yue menghilang, "Kalian membunuh nya. Kalian membunuh orang yang tak bersalah, yang selama hidup nya tak pernah membuat kesalahan pada orang lain. Bencana? apa yang ia lakukan, membunuh semua umat manusia?."
"Bahkan jika dia tidak membunuh mu, Linghun Tishen itu bukankah dia penyebabnya?." Ucap seorang Kultivator sekte pusat.
"Baik, Nona mengganggu kehidupan manusia. Kau akan menerima hukuman nya. Namun untuk kematian Chu Yue itu, dia juga bersalah kenapa dia menciptakan hal mengerikan itu."
Shu Yan mendengus kesal, "Binatang bahkan lebih tau berterimakasih daripada kalian, manusia di hidupnya semua hanyalah pengkhianat. Dia tak pernah merasakan kebahagiaan, bahkan jika dia merasakan pun kebahagian itu hanyalah sekejap. Tak akan lama."
"Katakan padaku, apa kesalahan nya? Kau.. Kalian." Tunjuk Shu Yan pada Xue Yang dan teman-teman nya, "Dia mencari penangkal racun dengan susah payah. Berbulan-bulan tak pernah tertidur agar ia dapat membuat pil untuk kalian agar tetap hidup. Apa kalian berterima kasih pada nya?."
"Dalam hati kalian, kalian hanya akan berpikir..." Dia satu tim dengan kami, dia harus melakukan nya.", "Kami membayar nya jadi itu bukan apa-apa."." Shu Lian tertawa miris, "Agar kalian tidak terbebani oleh kerja keras nya, dia hanya tersenyum seolah tak apa-apa."
Mata Shu Lian mulai berkaca-kaca dan menatap sekeliling nya, "Dia menahan kesakitan, mencoba menghentikan Linghun Tishen. Dia menangis dan terus berusaha melawan iblis di hati nya agar dia dapat menyelamatkan kalian semua. Namun... Tidak hanya tidak berterima kasih tapi kalian juga membunuh nya."
"Sangat baik. Aku salut... Karena itu ini hadiah terakhir ku." Shu Lian melempar sebuah cincin ke langit dan kemudian memancarkan sebuah gambar.
"Aku minta maaf pada kalian semua, namun sejujurnya aku tetap tak merasa bersalah. Dan Shu Yan, jaga apa yang nona tinggalkan. Aku akan menyusulnya." Shu Lian secepat kilat memukul dada nya , menghancurkan jantung nya dan dalam hitungan detik ia sudah tak bernyawa lagi.
Namun mereka sama sekali tak memperdulikan nya, kini mereka menatap gambar yang muncul dari cincin itu.
"Banyak sekali batu spiritual nya." Ucap Lu Kangjian takjub.
"Hei bukankah itu pedang legendaris itu?."
"Banyak sekali harta nya. Dimana itu?."
Tiba-tiba sebuah gelang bercahaya di antara harta lain nya, sinar biru dan sinar merah yang menyilaukan mata muncul diikuti oleh sebuah suara, " Chǐzi shǒuliàn, Siapapun yang memiliki nya adalah pemilik Dunia."
Setelah suara itu menghilang muncul lah gambaran tentang betapa hebat nya Chǐzi shǒuliàn.
Sebuah gambar dimana seorang wanita berpakaian merah darah dengan mata yang biru memakai gelang itu dan menghancurkan puluhan musuh didepan nya.
"Itu bukankah Dewa?." Ucap Ketua Song menunjuk dengan gemetar kearah lima orang yang muncul dengan pakaian yang terlihat sangat mulia.
"Bahkan Cincin itu dapat mengalahkan para Dewa."
Seketika saja terjadi keributan, mata Kultivator tampak berbinar mendengar nya.
Para Ketua perguruan juga segera memerintahkan murid-murid nya untuk segera mencari tau tentang Chǐzi shǒuliàn.
Abad itu semua orang hanya akan tertarik pada Chǐzi shǒuliàn, kesalahan membunuh orang yang tak bersalah tak pernah dipikirkan.
Aliran Hitam atau putih, Kejahatan dan kebenaran mereka memburu Chǐzi shǒuliàn.
Ada yang mencari untuk melindungi dari orang jahat dan ada pula yang mencari untuk menguasai dunia.
Ketamakan, kejahatan, kekacauan terjadi hanya karena sebuah gelang yang tak tau dimana.
Dan Chu Yue hanya sebuah nama yang akan dilupakan namun puluhan tahun kemudian nama itu akan kembali diucapkan bersamaan dengan perubahan besar.
...TAMAT....
...Fēicháng gǎnxiè dàjiā, terimakasih sudah membaca Chu Yue sampai Episode terakhir....
...Nantikan Sequel, Prequel dan **Spin off nya ya....
Dan maaf jika end nya tidak dapat memuaskan kalian. Ouh iya... Selamat Menjalankan Ibadah Puasa semua nya.
...Bye Bye👋🏻👋🏻**...