The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Cincin perubah wajah.



"Nona Yue baru bergabung dengan Sekte Jun, namun ku pastikan dia tidak ada hubungan nya dengan sekte iblis. Untuk bagaimana dia menggunakan nya maka kita harus bertanya terlebih dahulu pada nya." ucap Ketua Yan.


Ia kemudian melanjutkan, "Satu lagi mahluk itu hanya dapat dikalahkan dengan senjata roh. Maka sebaiknya kita harus mempersiapkan banyak senjata roh untuk murid yang belum memiliki nya."


Ketua Lin dan para guru mengangguk paham, kemudian salah satu guru berkata, "Kalau begitu jamuan besok kita akan mengumumkan hal ini, bagaimana ketua?."


Ketua Lin mengangguk, "Aku setuju, tapi saat ini kita tidak bisa menemukan Anggota Sekte Jun."


"Bagaimana jika perjamuan besok kita akan meminta seluruh murid untuk mencari mereka." usul Penatua Ye.


"Maka kita akan melalukan hal itu."


..._&_&_...


"Nona Yue belum terlihat juga." Ucap Shu Yan.


"Seperti nya Kakak Yue berlatih keras." Guang Zhao menyesap mie nya dengan wajah lesu.


"Aku bahkan tidak pernah melihat nya makan, Guang Zhao kau pernah melihat nya makan?." tanya Jia zhen.


Mendengar pertanyaan itu Lu Tao memukul kepala Jia Zhen, "Dia bukan pemakan seperti mu. Lihat tubuh mu sangattt gendut, hanya makan, makan dan makan."


"Biar saja."


"Sudahlah saat ini kita harus berpikir dimana kita akan tinggal." Ucap Zhan Feng.


Zhi Shu mengangguk, "Bermeditasi itu membosankan."


"Tuan kalian sudah selesai makan?." tanya seorang pelayan.


Guang Zhao menggeleng, "Aku masih ingin makan lagi."


"Tuan kecil bukan aku ingin mengusir, tapi..." Pelayan itu menunjuk sekelompok orang dengan seragam sekte yang sangat dikenali Zhi Shu.


"Apa maksudmu?." Tanya Guang Zhao tak mengerti.


"Tempat kami sudah penuh, dan yang menempati nya adalah kultivator."


Guang Zhao dan yang lain nya memperhatikan sekeliling nya, benar hampir semua nya dengan seragam sekte mereka masing-masing.


Melihat hal ini tanpa sadar mereka menatap baju mereka, baju yang mereka pakai tidak buruk tapi ini biasa saja.


Dan orang yang melihat mereka hanya akan berpikir bahwa mereka orang biasa.


"Kau sudah menemukan tempat untuk kami?." tanya seorang Pria dengan sikap sombong.


"Maaf tuan, ini."


Pria itu memandang rendah Guang Zhao dan yang lain nya, "Kalian sudah selesai makan, maka keluar."


Mereka tidak menggubris nya dan hanya saling melirik satu sama lain. Bahkan Guang Zhao melanjutkan makan nya.


"Kalian tidak dengar." Pria itu memukul meja dan membuat Guang Zhao kesal.


"Kenapa tidak kau yang pergi dan mencari tempat lain." Ucap Guang Zhao.


"Kau anak kecil."


"Adik kecil kau tidak tau siapa kami?." tanya salah seorang teman nya.


"Siapa kalian memang nya penting untuk kami? Seperi kalian tokoh penting saja." Ucap Chang Yi mengejek.


Pria itu menunjuk kesal Chang Yi, "Kau..."


"Kudengar Sekte Ming itu baik hati, ternyata sangat sombong." Ucap Yun shang dan langsung mendapat pukulan kecil dari Zhi Shu.


"Heh, karena kau tau kami dari Sekte Ming kenapa kalian tidak segera pergi?."


"Atau kau ingin kami menggunakan kekerasan?." Ucap nya lagi dan menatap Guang Zhao dengan penuh ancaman.


"Hanya murid luar begitu sombong, belum menembus tingkat jenderal bela diri tapi sudah tinggi hati." Ucap Zhan Feng, ia kemudian melirik Zhi Shu.


"Zhi Shu, perekrutan murid Sekte Ming begitu buruk?."


..._&_&_...


"Lan Long begitu indah nya jika keadaan damai seperti disini. Tempat yang indah, hewan yang lucu, dan tidak ada kekhawatiran apapun."


"Langit selalu menentukan takdir seseorang sesuka nya, tidak memberi belas kasihan pada mereka yang putus asa. Tapi, Lan Long jika aku berjuang, apakah Langit akan mengasihani ku? Memberiku kebahagiaan?."


Lan Long membuka mata nya dan mengelus Chu Yue dengan tubuh nya, "Putri, aku yakin Langit akan berbaik hati padamu, jika dia begitu kejam padamu lagi aku pasti akan melawan nya bersamamu."


Chu Yue terkekeh pelan, "Aku harap begitu."


"Gerbang nya telah terbuka, Lan Long aku pergi."


Chu Yue melambaikan tangan nya berpisah dari Lan Long, ia kembali ke Ruang kosong dan mulai berlatih lagi sebelum memutuskan untuk keluar.


....


"Seperti nya Putri manja sudah menyelesaikan latihan nya."


Perlahan Chu Yue membuka mata nya dan tersenyum tipis ia kemudian menatap ke arah suara.


Seorang Pemuda dengan fitur wajah lembut, tubuh yang tinggi dan pembawaan yang tenang kini sedang menatap Chu Yue dengan tatapan nakal.


Ia tersenyum lebar dan melambaikan tangan nya pada Chu Yue.


"Wei Ying?."


Pemuda itu terkekeh pelan, "Kau sudah menebak nya."


"Petunjuk yang begitu jelas, aku tidak sebodoh itu."


"Baik. Kau memang pintar."


"Kenapa kau disini?." Tanya Chu Yue heran.


Pemuda itu mengangguk dan duduk disebelah Chu Yue, "Tentu saja karena aku ingin bertemu denganmu, jadi aku mencari mu."


"Ouh benarkah? Lalu bagaimana kau bisa menemukan ku?." tanya Chu Yue dengan satu alis terangkat.


"Aku memberikan sedikit auraku padamu, dan di tempat ini aku menemukan jejak nya. Jadi aku menunggumu disini." Ucap Wei Ying.


Chu Yue mengangguk paham, "Ternyata seperti itu."


"Kenapa kau ingin bertemu dengan ku?." Tanya Chu Yue.


"Aku... Aku tidak tau tapi aku selalu ingin bertemu dengan mu."


"Kenapa baru sekarang?."


Wei Ying terdiam sejenak dan memandang ke arah lain, "Jika aku bisa, aku selalu ingin bersamamu."


Ia kembali menatap Chu Yue dan memakaikan Chu Yue sebuah cincin.


Chu Yue mengernyitkan kening nya, "Cincin apa ini?."


"Tidak nyaman untukmu selalu memakai cadar, ini Cincin perubah wajah, jika kau memakai ini wajahmu akan berubah sesuai keinginanmu. Ini juga akan memudahkan mu untuk menyamar." jelas Wei Ying.


"Kenapa kau memberikan nya?."


"Aku merasa bahwa kau akan membutuhkan nya jadi aku memberikan nya padamu." Jawab Wei Ying dengan tulus.


"Karena aku sudah memberikan nya maka aku pergi."


Sebelum Chu Yue berbicara, Wei Ying telah menghilang dihadapan nya. Chu Yue menatap Cincin itu bingung,


"Wei Ying kenapa kau membantuku?." tanya nya heran.


"Aku harap kau benar-benar tidak ada maksud lain terhadapku." Lanjut Chu Yue lagi.


Ia kemudian keluar dari rumah tua yang sebelum nya ia tempati sementara, dan mencari kembali teman-teman nya.


Chu Yue jika teman-teman mu tau bahwa kau diramalkan sebagai pembawa bencana, apakah mereka akan tetap mempercayaimu?


Pertanyaan yang tiba-tiba muncul dibenak nya, membuat Chu Yue terdiam dan memegang dada nya.


"Aku hanya berharap tidak akan dikhianati lagi. Hanya itu."