The Legend Of Chu Yue

The Legend Of Chu Yue
Pelatihan atau penyiksaan?



"Kau meminta bantuan pada nya?."


Chu Yue mengangguk kemudian menoleh dengan wajah marah, "Kenapa guru meninggalkanku?."


Penatua ketiga berbalik, tak menjawab pertanyaan Chu Yue.


"Guru, kenapa guru meninggalkanku seperti itu?." Tanya Chu Yue sambil mengikuti guru nya itu.


Penatua ketiga masuk kedalam rumah dan duduk disalah satu kursi, "Jika aku tidak meninggalkanmu, apa kau pernah berpikir untuk meminta bantuan?."


Chu Yue menggeleng, tentu saja tidak!! Semenjak ia lahir tak sekalipun ia pernah meminta bantuan, yang ia lakukan hanya memerintah dan menggunakan kemampuan nya sendiri untuk melakukan sesuatu.


"Ku tebak bahwa dia yang mengajak mu berbicara baru kau meminta bantuan kan?."


Chu Yue mengangguk.


"Chu Yue, segala sesuatu tak bisa dilakukan sendiri. Terkadang kau perlu meminta bantuan orang lain." Ucap Penatua ketiga menasehati.


Chu Yue memalingkan wajah nya menatap kearah luar, "Aku tidak suka berhutang."


"Apa meminta bantuan berarti berhutang?." Tanya Penatua ketiga dan langsung di angguki Chu Yue.


"Lalu apa kau pernah membantu seseorang?."


"Sering kali." Ucap Chu Yue kemudian ia melanjutkan, "Namun aku sering kali meminta bayaran agar mereka tak berhutang apapun."


"Lalu ketika aku akan mengajarimu apa kau sudah berpikir untuk membayar ku?." Tanya Penatua ketiga.


Chu Yue menggeleng, "Tentu saja tidak, kau yang memilihku bukan aku yang memilihmu."


Penatua ketiga terdiam, pemikiran anak ini... Ia hanya menghela nafas pelan dan beranjak berdiri.


"Karena aku gurumu maka kau harus mematuhi perintahku, jika kau melanggar maka kau bisa pergi." Ucap Penatua ketiga.


"Baik."


.......


Chu Yue mengangkat dua ember dari bawah bukit dengan tertatih-tatih, selama dua minggu ia hanya di suruh mengangkat air, ia tidak boleh berhenti jika air yang ia bawa tumpah.


"Guru ini ember terakhir." Ucap Chu Yue dan meletakkan ember itu dengan hati-hati.


"Dua tetes air tumpah pada saat kau tidak sengaja menginjak ranting." Ucap Penatua ketiga.


Chu Yue terduduk dan menghentakkan kaki nya dengan kesal, "Guruuu.."


Penatua ketiga mengabaikan Chu Yue dan masuk kedalam rumah.


Chu Yue kini tergeletak tak berdaya dengan wajah letih dibawah pohon, mata nya tertutup tanda bahwa ia tertidur.


Tak lama seorang Pria dengan jubah hitam mendatangi nya dan memeriksa nadi Chu Yue.


Pria itu Raja Yi, ia memandangi wajah Chu Yue dengan ekspresi yang tak dapat ditebak.


..._&_&_...


Chu Yue melenguh pelan, ia mengucek mata nya dan beranjak duduk.


"Kau sudah bangun?."


Mendengar suara penatua ketiga, Chu Yue segera berbaring lagi.


Segera Chu Yue berdiri dan membuka mata nya dengan lebar, "Guru, aku sudah bangun. Sekarang buka energi mental ku."


Penatu ketiga terkekeh pelan dan menunjukan dua ember, "Setelah kau berhasil membawa air tanpa tumpah."


Chu Yue kembali lesu dan berjalan perlahan menuju ember-ember itu. Ia menendangnya pelan kemudian mengangkat nya.


Ia menuruni gunung dengan malas, tanpa Kultivasi, tanpa energi mental. Ini seperti penyiksaan bukan pelatihan.


Ia tidak tau apa tujuan guru nya memerintahkan ini. Bahkan saat melakukan pelatihan dengan Guru sebelum nya ia jelas tau maksud pelatihan itu.


"Kudengar selama ini Chu Yue hanya disuruh mengangkat ember berisi air."


"Bukankah itu sangat lucu An shi? Ku kira penatua ketiga akan mengajari nya membuat pil tapi ternyata dia menyiksa nya. Tentu saja murid tidak berguna seperti itu, apa yang ia harapkan?"


Mendengar percakapan itu, dengan segera Chu Yue bersembunyi disalah satu pohon.


"Penatua ketiga pasti punya maksud tersendiri."


Chu Yue mengintip dan melihat beberapa murid yang seangkatan dengan nya. Lihat saja anak kecil dibelakang dengan wajah masam, Shilin yang menatap Bao Yu dengan marah.


"Tapi kenapa kita tidak menggunakan pedang terbang saja? Melelahkan berjalan mendaki gunung." Ucap Bao Yu sedikit kesal.


"Apa kau bodoh? Tidak bisa melihat bahwa gunung ini dibatasi? Tidak ada yang bisa menggunakan energi batin disini." Ucap Shilin.


"Kau..." Bao Yue mengeram kesal dan mengepalkan tangan nya ingin memukul Shilin.


"Guru memerintahkan kita untuk memperhatikan sekitar pegunungan, Penatua ketiga memiliki banyak tanaman obat langka. Jika kita dapat meminta salah satu nya itu pasti sangat bagus." Ucap Mu An shi tanpa melepaskan pandangan dari tumbuhan disekitar nya.


"Gunung ini sangat bagus untuk berkultivasi." Ucap Cheng Li.


"Jika saja Chu Yue juga dapat berkultivasi itu keberuntungan yang sangat bagus untuk diri nya." Lanjut nya lagi.


"Tapi apa kita harus mengundang Chu Yue untuk ikut ke hutan ilusi, bukankah nanti nya dia hanya akan menjadi beban?." Ucap Bao Yu dengan nada menghina.


Shilin mendorong Bao Yu dengan wajah memerah, "Kau yang akan menjadi beban karena mulutmu itu terus mengoceh sepanjang perjalanan."


"Bao Yu, tidak perduli apa. Kita harus mengundang nya, entah dia pergi atau tidak itu terserah nya."


Chu Yue mengikuti mereka sepanjang perjalanan sambil bersembunyi, ia sedikit membanggakan diri nya karena tidak dapat ditemukan.


Namun saat ini ia juga merasa sedikit cemas, jika saja ia dapat bertemu Ketua Sekte dan meminta bunga emas kelopak sembilan, maka saat dia kehutan ilusi dia juga bisa kembali.


Chu Yue berdecak dan berhenti mengikuti mereka, ia dengan cepat berlari menuruni gunung.


Kali ini dia harus berhasil dan membuka energi mental nya terlebih dahulu, lalu sisa hari sebelum ke hutan ilusi ia harus menemukan cara bertemu Ketua Sekte.


Dan untuk janji nya? Ahh mungkin saat kembali dia bisa mencarikan Ulat Sutra biru.


Chu Yue tersenyum dan menguatkan diri nya sendiri.


Teman-teman nya saat ini sedang menunggu nya, mereka juga sudah membayar biaya pengobatan nya jika Chu Yue gagal bukankah dia harus mengembalikan itu kepada pemilik nya?


Dan juga Chu Yue tidak ingin mereka membalas dendam jika ia gagal dan menyebabkan mereka mati.


Jika mereka menjadi hantu jahat, dan menghantuiku mungkin nanti nya aku akan gila. Ahhh aku tidak akan membiarkan mereka memiliki kesempatan menghantuiku, Pikir nya tak masuk akal.



Boleh minta pendapat nya? Kalian lebih milih Cover di atas atau Cover yang dipake saat ini?